BY: DG.LIEM
Ah…gue kagak percaya lagi deh ….
Kamu bilang begini…kenyataannya begitu
Kamu bilang begitu…kenyataannya begini
Mendingan kamu diam saja….
yang penting kenyataannya sesuai…
Capek deh….
Denger pidato melulu……………
Gak…mutu…
5 Nov
BY: DG.LIEM
Ah…gue kagak percaya lagi deh ….
Kamu bilang begini…kenyataannya begitu
Kamu bilang begitu…kenyataannya begini
Mendingan kamu diam saja….
yang penting kenyataannya sesuai…
Capek deh….
Denger pidato melulu……………
Gak…mutu…
5 Nov
Seorang anak kecil sedang nonton tv bersama bapaknya.
ANAK : Pak, negeri kita ini punya siapa ya…?
BAPAK : Punya rakyat, ya…punya kita semualah
ANAK : Tapi Bapak kan gak bisa ngatur pak polisi sama pak jaksa, Bapak kan penakut…?
BAPAK : Emangnya ada yang bisa ngatur…?
ANAK : Ada..namanya ANGGODO…ituloh..yang sering muncul di tv, dia itukan bisa mengatur pak polisi dan jaksa…
BAPAK : OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO
5 Nov
Seumur hidup saya, baru kali ini rasanya saya mau muntah mendengar sebuah rekaman tentang kisah para penegak hukum di negeri ini. Mereka orang-orang yang sudah tidak punya malu, yang lebih mengherankan adalah bagaimana seorang cukong bisa mengendalikan mereka. Dan yang lebih menakjubkan lagi, mereka yang terlibat dalam pembicaraan didalam rekaman tersebut tidak melakukan bunuh diri massal. Sekarang jelaslah bagi orang seperti saya, bahwa pejabat-pejabat tersebut sudah mengorbankan harga dirinya. Jadi hanya ada satu cara, bebas tugaskan semua yang terlibat dalam percakapan tersebut………….malu kita ini sebagai sebuah bangsa.
5 Nov
By: dg.liem
_____________
Bangsa budak…..
Pemimpinnya adalah budak
Rakyatnya juga budak
Budak duit, budak seks, budak jabatan
Bangsa budak
Tak punya harga diri
Semuanya bisa dibeli
Tubuhnya, jiwanya, kehormatannya
mereka jual murah sekali….
Apakah kau tahu…..dimanakah bangsa budak itu……?
8 Okt
Kutatap matamu dalam…….. , ingin kuselami rahasiamu didalam hati. Ketika wajahmu tertunduk, bukan karena malu tapi sepertinya tak kuat lagi menahan haru. Bulir airmatamu jatuh…satu demi satu. Kusibak rambut hitammu, kusodorkan sapu tangan merah jambu. Perlahan kau rebahkan kepalamu didadaku, degup jantungku berpacu dan menghentak-hentak di telingamu. Inikah pertanda itu, sesuatu yang pernah kurasakan disaat lalu…….? perpisahan yang mengharu biru. Dalam dekapku..kubisikkan kata …….sayang….., lalu malampun berlalu dengan tenang.
7 Okt
5 Komunikasi Terakhir