CAPEK DEH…………

BY: DG.LIEM

Ah…gue kagak percaya lagi deh ….

Kamu bilang begini…kenyataannya begitu

Kamu bilang begitu…kenyataannya begini

Mendingan kamu diam saja….

yang penting kenyataannya sesuai…

Capek deh….

Denger pidato melulu……………

Gak…mutu…

 

 

INDONESIA PUNYA ANGGODO YA PAK…?

Seorang anak kecil sedang nonton tv bersama bapaknya.

ANAK : Pak, negeri kita ini punya siapa ya…?

BAPAK : Punya rakyat, ya…punya kita semualah

ANAK : Tapi Bapak kan gak bisa ngatur pak polisi sama pak jaksa, Bapak kan penakut…?

BAPAK : Emangnya ada yang bisa ngatur…?

ANAK : Ada..namanya ANGGODO…ituloh..yang sering muncul di tv,  dia itukan bisa mengatur pak polisi dan jaksa…

BAPAK : OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO

REKAMAN MEMUAKKAN

Seumur hidup saya, baru kali ini rasanya saya mau muntah mendengar sebuah rekaman tentang kisah para penegak hukum di negeri ini.    Mereka orang-orang yang sudah tidak punya malu, yang lebih mengherankan adalah bagaimana seorang cukong bisa mengendalikan mereka.    Dan yang lebih menakjubkan lagi, mereka yang terlibat dalam pembicaraan didalam rekaman tersebut tidak melakukan bunuh diri massal.   Sekarang jelaslah bagi orang seperti saya, bahwa pejabat-pejabat tersebut  sudah mengorbankan harga dirinya.  Jadi hanya ada satu cara, bebas tugaskan semua yang terlibat dalam percakapan tersebut………….malu kita ini sebagai sebuah bangsa.

BANGSA BUDAK

By: dg.liem

_____________

Bangsa budak…..

Pemimpinnya adalah budak

Rakyatnya juga budak

Budak duit, budak seks, budak jabatan

Bangsa budak

Tak punya harga diri

Semuanya bisa dibeli

Tubuhnya, jiwanya, kehormatannya

mereka jual murah sekali….

Apakah kau tahu…..dimanakah bangsa budak itu……?

MALAM 3

Kutatap matamu dalam…….. , ingin kuselami rahasiamu didalam hati. Ketika wajahmu tertunduk, bukan karena malu tapi sepertinya tak kuat lagi menahan haru. Bulir airmatamu jatuh…satu demi satu. Kusibak rambut hitammu, kusodorkan sapu tangan merah jambu. Perlahan kau rebahkan kepalamu didadaku, degup jantungku berpacu dan menghentak-hentak di telingamu. Inikah pertanda itu, sesuatu yang pernah kurasakan disaat lalu…….? perpisahan yang mengharu biru. Dalam dekapku..kubisikkan kata …….sayang….., lalu malampun berlalu dengan tenang.

Malam 2

Kemana akan kau bawa kerinduanmu, bahkan bumi ,tak sanggup menanggungnya. Ceritakanlah pada malam tentang kekasihmu, dan biarkan kerinduanmu tergeletak diantara cerita kemesraan yang menyertainya…….sayang….hujamkan airmatamu kedalam benaknya……biar pupus sudah penantianmu. (DG.LIMPO ,dalam dekapan malam di pekanbaru)