kisah seorang gelandangan kota

zocaloalpacadotcom.jpg

Seorang gelandangan kota
Terbujur kaku diemper toko
Menekuk badan menahan dingin
Menggigil menahan lapar
Dalam pelukan sang malam
Lidahnya perlahan mengering
Kata yang samar terucap
Lapar…la…p.a.r…l..a..p..a.r
Tuhan…tolong..lah…hamba
Berulang-ulang

Setiap tatapan mata padanya
Seperti sembilu menusuk dada
Perih yang menghujam
Tak tertahankan lagi
Buliran airmatanya meleleh kepipi
Menyesali nasibnya yang tak berakhir

Pagi merayapi tubuhnya
Sejengkal demi sejengkal
Hawa dingin tak mau pergi
Dari tubuhnya yang terbujur kaku
Semua orang memandang jasadnya
Bagaikan seonggok sampah kota

Sepotong ibaku malam itu
Tak dapat menolongnya

Si gelandangan kota
Telah meninggalkan raganya
Berangkat menuju keabadian
Dimana sekat dan rumah
Tak ada lagi disana

(daeng limpo, 2007)

6 Tanggapan to this post.

  1. Mampir…

    Cuma sedih banget, menyentuh…

    Bagaimana rasa lapar berakhir, salam

    Balas

  2. Hai teman salam

    Tapi sebenarnya aku bukan akang, karena aku perempuan, pake

    avatar anakku.

    Salam

    Balas

  3. Posted by tavio on 13 November, 2007 at 11:31 am

    seumpama tidak ada kaya dan miskin,pasti semua ini tak terjadi….
    yah yang pasti sedih bgt ya…..
    gak tau knapa…
    tapi pasti orang yang kurang didunia akan lebih di akhirat…
    smoga gitu…
    amin..

    Balas

  4. Dalam hidup kita selalu ada dia, si duafa yang sebagian dari yang kita miliki adalah miliknya.

    -Ade-

    Balas

  5. Posted by Generator on 2 November, 2008 at 1:50 pm

    OO alam dermakanlah kekuatanmu …………..
    OO alam Peluklah aku dengan mawar berduri……….
    dermakanlah kekuatanmu dengan panas sakit pedih dingin…………
    OOO ibu alam jatuhkanlah aku dan sambar aku kembali hingga terbawa terbang ke angkasa…….

    Balas

Tanggapi posting ini