Langsung ke isi

PELACUR TUA IBUKOTA

8 Desember, 2007

Pelacur tua ibukota, berjalan menyusuri lorong dibawah temaram lampu jalan, menjajakan tubuh ringkihnya yang termakan penyakit dan usia. Pelacur tua ibukota tak menyesali hidupnya, melayani hasrat tengik muda dan memuaskan gairah bandot tua demi sesuap nasi hari ini. Pelacur tua ibukota menyendiri di kamar sempit dan pengab, menunggu tamu terakhirnya. Bau parfum murahan dan gincu tebal menemani penampilannya. Sang tamu datang tanpa uang, pelacur tua ibukota meradang yang terbayang durjana kelakuan, senyum kecut menghias bibir. Pelacur tua memeluk tamu mautnya, menghujamkan belati menembus dada, merintih..meregang..dan tubuhnya tumbang…

6 Komentar leave one →
  1. 9 Desember, 2007 6:52 pm

    ini lagu apa crita yaa..
    ini cerita apa lagu yaa
    ini apa ya
    apa ya
    ya :)

  2. 29 April, 2008 4:48 pm

    @kurtubi
    ini sebenarnya puisi pak, tetapi saya buat seperti narasi. Thanks deh.

  3. Teuku permalink
    10 Oktober, 2009 10:04 pm

    ne bkn kisah tp puisi..

  4. Teuku permalink
    10 Oktober, 2009 10:07 pm

    Bagi donk gambaran khdpn di jakarta,khususnya khdupan mlm’a.aq pgn tau seberapa besar’a ladang maksiat disn.thx..

  5. Andri permalink
    23 Oktober, 2009 1:44 am

    Gak jelas

  6. 12 Juli, 2010 12:04 am

    ra mudeng,

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.