Phinisi

menyapa hidup yang terus berjalan

Orang Terbuang

with 5 comments

ORANG TERBUANG
Oleh : DG. LIMPO

kutinggalkan semua cerita
tentang tanah Bugis yang kucinta
aroma laut dan badik terhunus
pelaut pemberani ada juga bajak laut

ditanah Bugis aku hanyalah orang yang terbuang
Puang, Karaeng dan Petta lebih punya peluang
maka dengan kebulatan tekad badik kubuang
tetapi siri’ tetap kupegang sampai nyawa meregang

di negeri ini aku juga bukanlah Sri Paduka
karena aku hanyalah rakyat jelata
takdirku adalah bayangan semesta
perjalananku adalah nasib yang melata

aku akan menetap di negeri ini
sampai titah bayangan semesta
tidak menyuruhku lagi melata
atau maut menjemput nyata

(Pekanbaru, November 2007)

Written by daeng limpo

27 Desember, 2007 pada 9:48 am

Ditulis dalam Kamar P

Tagged with , , , , , , , ,

5 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. PERTAMAX!!! Alhamdulillah :mrgreen:
    Mohon ijin Tuan Nakhoda untuk mengarsipkan puisi-puisi ini, akan saya jadikan santapan ketika lapar dalam kesepian.

    Ram-Ram Muhammad

    27 Desember, 2007 at 10:34 am

  2. plok…plok…plok…

    jiwa-jiwa merana
    atas kata-kata tak kentara
    terngiangpun tidak di telinga
    jiwa-jiwa sengsara

    andaikan negara bisa merasa
    tak ada lagi nyanyian derita

    arch222

    28 Desember, 2007 at 11:32 pm

  3. mungkin menjadi terbuang pernah dirasakan semua orang. seperti juga chairil yang merasa terbuang dari kumpulannya. ya, chairil-chairil berikutnya akan terus lahir. lahir terus…

    sireum

    30 Desember, 2007 at 10:11 pm

  4. bertolak belakang sama lagunya Tenri Ukke’ “Tanah Ogi Wanuakku”

    Salam kenal Daeng
    dari moele di Bandung

    moele

    16 Juni, 2008 at 12:59 pm

  5. salam kenal Daeng…saya pernah 7 tahun di Makassar; saya cuma mau ucapkan “REWAKO DAENG!!!!” silakan mampir di rumah mayaku, Tabik…… mari ki’ diiiii…..

    melati

    12 Desember, 2008 at 11:43 am


Tinggalkan Balasan