Orang Terbuang
ORANG TERBUANG
Oleh : DG. LIMPO
kutinggalkan semua cerita
tentang tanah Bugis yang kucinta
aroma laut dan badik terhunus
pelaut pemberani ada juga bajak laut
ditanah Bugis aku hanyalah orang yang terbuang
Puang, Karaeng dan Petta lebih punya peluang
maka dengan kebulatan tekad badik kubuang
tetapi siri’ tetap kupegang sampai nyawa meregang
di negeri ini aku juga bukanlah Sri Paduka
karena aku hanyalah rakyat jelata
takdirku adalah bayangan semesta
perjalananku adalah nasib yang melata
aku akan menetap di negeri ini
sampai titah bayangan semesta
tidak menyuruhku lagi melata
atau maut menjemput nyata
(Pekanbaru, November 2007)

PERTAMAX!!! Alhamdulillah
Mohon ijin Tuan Nakhoda untuk mengarsipkan puisi-puisi ini, akan saya jadikan santapan ketika lapar dalam kesepian.
Ram-Ram Muhammad
27 Desember, 2007 at 10:34 am
plok…plok…plok…
jiwa-jiwa merana
atas kata-kata tak kentara
terngiangpun tidak di telinga
jiwa-jiwa sengsara
andaikan negara bisa merasa
tak ada lagi nyanyian derita
arch222
28 Desember, 2007 at 11:32 pm
mungkin menjadi terbuang pernah dirasakan semua orang. seperti juga chairil yang merasa terbuang dari kumpulannya. ya, chairil-chairil berikutnya akan terus lahir. lahir terus…
sireum
30 Desember, 2007 at 10:11 pm
bertolak belakang sama lagunya Tenri Ukke’ “Tanah Ogi Wanuakku”
Salam kenal Daeng
dari moele di Bandung
moele
16 Juni, 2008 at 12:59 pm
salam kenal Daeng…saya pernah 7 tahun di Makassar; saya cuma mau ucapkan “REWAKO DAENG!!!!” silakan mampir di rumah mayaku, Tabik…… mari ki’ diiiii…..
melati
12 Desember, 2008 at 11:43 am