Fatamorgana

Fatamorgana

Oleh : DG. LIMPO

Gersang

Tak nampak sebatang pohon

padahal dulu disini adalah

hutan yang menghijau

lembah dan ngarai

rawa dan sungai

burung dan satwa liar

Tandus

kini menjadi padang pasir

semua yang indah

akhirnya

menjadi

fatamorgana

11 Tanggapan to this post.

  1. Seperti bayangan air di atas gurun…
    fatamorgana
    -keren tuan-

    Balas

  2. ada rasa getir dan pahit yang kurasakan ketika mencoba menghayati puisi ini bung daeng. tanah dami yang suber, penuh dengan pepohonan hijau, agaknya hanya tinggal kenangan. yang muncul justru bangunan2 beton raksasa lenhka dengan cerobong asap yang biki penyakit para penguninya.

    Balas

  3. Halo Pujangga tukeran link sama aku

    Balas

  4. Gak ada yang abadi Daeng, seperti keindahan semu di saat jaman Pak Harto dulu, berganti dengan kekalutan maximal di jaman yang katanya pembaharuan ini. Lalu orang-orang seakan melihat fatamorgana, dan parahnya lagi, fatamorgana itu adalah keindahan di jaman Pak Harto :-(

    ITulah indahnya puisi, masing-masing orang bisa memberikan arti yang berbeda tanpa perlu terekungkung dalam satu aturan yang pasti, kecuali tarikan napas dari pencipta – akal budi sang penikmat – baris kata dan kalimat puisi, serta yang terakhir mata dan hati sang pujangga yang di “tangkap” oleh sang penikmat.

    Terus berkarya Daeng

    * mode sok on :) *

    Balas

  5. Be-benarkah negeri ini suatu hari akan menjadi fatamorgana? 8O

    Balas

  6. @Goop
    Betul Paman, ah..lebih kerenlah Paman nih
    @Sawali Tuhusetya
    Mungkinkah…ini potret negeriku ?
    @Hileud
    Teh….malu ah….disebut pujangga, masih jauuuuuuuhhh dan saya nggak mau jadi pujangga entar airmata saya habis, udah saya tuker plus RSS
    @bisaku
    trima kasih, segala pujian terpulang kepada pemujinya.
    @Goenawan Lee
    Lha…guwe baru mau nanya sama ente….? kok malah duluan…?

    Balas

  7. itulah karena pembalakan liar di hutan2…
    bener ga sih?

    Balas

  8. Di padang pasir bukankah masih ada oase? Tidakkah tuan Daeng menemukannya di sana? :mrgreen:

    Balas

  9. Wah wah mengasyikkan …pinter bikin puisi ya. Salam

    Balas

  10. @isnuansa
    bisa jadi….?
    @atapsenja
    ……belum ketemu…..
    @Ersis W.Abbas
    Ah..Tuan Guru Ersis Jangan begitu….itu kan karena mengikuti petunjuk Tuan Guru. Sebenarnya saya lebih pintar bikin soto Banjar….atau coto Makassar…
    —-salam—-

    Balas

  11. humm, daeng..daeng, kok ngingetin sy ke manis nya janji2 para politikus2 melenceng itu yah..
    sy setuju klo mereka itu adlah fatamorgana…
    gak pernah ada

    Balas

Tanggapi posting ini