Kutemukan “kataku” di kepakan “SAYAP“
AKU RINDU TUHAN
OLEH : DG.LIMPO
OLEH : DG.LIMPO
aku gemetar mengetikkan
kata ini…ini hanya kata
bukan puisi bukan sajak
aku bukan penyair
bukan pujangga
aku manusia biasa
sepertimu
yang haus
untuk bertemu Tuhan
pernahkah engkau bertemu Tuhan
ketika dirimu masih hidup ?
aku ingin menemuiNya
sebelum aku mati
siapa berkata
aku harus mati
baru dapat menemuiNya?
(Pekanbaru, dalam dekapan malam)


Posted by fauzansigma on 27 Januari, 2008 at 2:56 pm
kenapa sayap mulu yah akhir2 ini?
Posted by daeng limpo on 27 Januari, 2008 at 5:11 pm
@fauzansigma
kenapa ya…? wah..nggak ada apa apa, hanya sebentuk simpati kepada sesama blogger
Posted by goop on 27 Januari, 2008 at 6:25 pm
Barangkali kita harus menyingkirkan tabir dulu Tuan Daeng…
*
kekotoran hati, benci dan dendam…
*ah, sok tau nih
Posted by karaengisla on 28 Januari, 2008 at 9:23 am
Tuhan ada di hati manusia yang mampu menjelmakan tanah sebagai asal manusia menjadi cinta kasih….
Posted by tomyarjunanto on 28 Januari, 2008 at 10:48 am
Tuhan ada saat kau berkata ‘YA’ pada kehidupan
Ia adalah setiap hembusan nafasmu
Ia adalah aliran darah dalam nadimu
Ia adalah Sang Hidup
jadi mengapa hidup merindukan HIDUP?
Posted by tomyarjunanto on 28 Januari, 2008 at 10:49 am
Tuhan ada saat kau berkata ‘YA’ pada kehidupan
Ia adalah setiap hembusan nafasmu
Ia adalah aliran darah dalam nadimu
Ia adalah Sang Hidup
jadi mengapa hidup merindukan HIDUP?
tidakkah kau sungguh-sungguh hidup?
Posted by daeng limpo on 28 Januari, 2008 at 11:30 am
@paman goop
terima kasih atas petuah paman
@karaengisla
Kalau Tuhan ada dihati manusia…..Lalu siapa yang melakukan segala kekejaman didunia ini…bukankah manusia…lalu dimana Tuhan…?
@tomyarjunanto
mengapa selalu ada airmata saat merindukanNya, Dia yang disembah dan Dia yang menyembah ?
Posted by tomy on 28 Januari, 2008 at 2:59 pm
mujizat adalah ketakjuban
suatu keadaan batin yang tiba-tiba terbuka & terheran-heran akan keberadaannya
terpana akan indahnya rembulan saat purnama
sekaligus tersadar akan kegelapan malam yang menyelimutinya
& airmata…
luapan dari kedalaman jiwa
Posted by Toni on 28 Januari, 2008 at 4:11 pm
Rindu Wajah-Mu
Tuhan, berhadapan dengan manifestasiMu pun tak mampu
bagaimana jika aku bertatap langsung denganMu
cintaMu yang meluap, meluber tak terbendung
menerobos luka-jiwaku yang terpasung
tapi Tuhan, aku rindu wajahMu
Sidojangkung, 17-12-2007
Posted by daeng limpo on 28 Januari, 2008 at 5:46 pm
@tomyy
terima kasih pak atas petuahnya
@Toni
terima kasih pak Toni. Bapak dan Saya mempunyai kerinduan yang sama.
Posted by baliazura on 29 Januari, 2008 at 7:18 am
saya blom pernah bertemu Tuhan,namun pernah merasakan damai dan tenang saat bersimpuh didepan_Nya.
(peristiwa nyepi yang tak terlupakan)
Posted by anakmarginal on 29 Januari, 2008 at 11:52 am
that’s good idea 4 GOD…. but 4 human????
Posted by daeng limpo on 29 Januari, 2008 at 1:51 pm
@balizura
merasakan nikmat jika dekat denganNya (dekat aja nikmat) saja adalah sebuah karunia yang luar biasa.
@anakmarginal
I’m Sorry …man , I can’t answer your questions, we give you reference for solve your problem please visit the other one (if your moslem) :
http://www.danalingga.wordpress.com
http://www.aulahikmah.wordpress.com
if your other religion, please ask to your mentor, or pastor or pendeta or rahib.
The above only a poet and I can’t explain detail about the “feeling”
Thanks for your appreciate
Posted by tomyarjunanto on 30 Januari, 2008 at 10:38 am
wah kok kayak jadi orang tua nyinyir aja

lam kenal aja Pak Daeng
mari berlayar bersama menuju pantai seberang
meski pantai seberang nantinya sama saja dg pantai t4 bertolak
tapi wawasan, kebijaksanaan & keadaan batin hasil perjalanan moga makin meningkatkan kualitas kemanusiaan kita
seperti Biksu Tong Sam Cong dg ke-4 sahabatnya berjalan ke Barat mencari Kitab Suci
Posted by daeng limpo on 30 Januari, 2008 at 11:21 am
@tomyarjunanto
tapi saya nggak mau menjadi “kera sakti” lho…wakakakakkk
Posted by suprayitno on 11 Juli, 2009 at 7:42 pm
wah tuhan kok dirindukan untuk bisa bertemu, wong dimana alamat tuhan saja kita tak pernah tahu.Bagaimana kita akan menjemput-Nya? Tunggu mati? lah wong masih hidup saja tidak bisa apalagi setelah mati, jelas mustahal. Adakah dalam kematian ada “kesadaran”?
Sebetulnya ada cara yang paling gampang untuk bisa ketemu tuhan, caranya ya harus “dinyatakan” dalam bentuk yang riil, apakah itu berupa patung atau apa kek kemudian patung itu kita namai tuhan, beres kan?
Perkara puas atau tidak, yakin atau tidak, merasa bisa ketemu atau tidak itu masalah lain lagi.
Intinya, karena tuhan merupakan “khayalan” maka untuk bisa ketemu, ya kita harus pandai-pandai berkhayal.Barang siapa tidak bisa berkhayal atau membayangkan dengan penuh perasaan maka saya berani jamin mustahil bisa ketemu dengan tuhan.
Mudah kan? pak dur bilang “gitu saja kok repot”
salam kenal