AKU RINDU TUHAN

Kutemukan “kataku” di kepakan “SAYAP

AKU RINDU TUHAN
OLEH : DG.LIMPO

aku gemetar mengetikkan
kata ini…ini hanya kata
bukan puisi bukan sajak

aku bukan penyair
bukan pujangga
aku manusia biasa
sepertimu
yang haus
untuk bertemu Tuhan
pernahkah engkau bertemu Tuhan
ketika dirimu masih hidup ?
aku ingin menemuiNya
sebelum aku mati
siapa berkata
aku harus mati
baru dapat menemuiNya?

(Pekanbaru, dalam dekapan malam)

16 Tanggapan to this post.

  1. kenapa sayap mulu yah akhir2 ini?

    Balas

  2. @fauzansigma
    kenapa ya…? wah..nggak ada apa apa, hanya sebentuk simpati kepada sesama blogger

    Balas

  3. Barangkali kita harus menyingkirkan tabir dulu Tuan Daeng…
    kekotoran hati, benci dan dendam…
    *ah, sok tau nih :D *

    Balas

  4. Tuhan ada di hati manusia yang mampu menjelmakan tanah sebagai asal manusia menjadi cinta kasih….

    Balas

  5. Tuhan ada saat kau berkata ‘YA’ pada kehidupan
    Ia adalah setiap hembusan nafasmu
    Ia adalah aliran darah dalam nadimu
    Ia adalah Sang Hidup
    jadi mengapa hidup merindukan HIDUP?

    Balas

  6. Tuhan ada saat kau berkata ‘YA’ pada kehidupan
    Ia adalah setiap hembusan nafasmu
    Ia adalah aliran darah dalam nadimu
    Ia adalah Sang Hidup
    jadi mengapa hidup merindukan HIDUP?
    tidakkah kau sungguh-sungguh hidup?

    Balas

  7. @paman goop
    terima kasih atas petuah paman
    @karaengisla
    Kalau Tuhan ada dihati manusia…..Lalu siapa yang melakukan segala kekejaman didunia ini…bukankah manusia…lalu dimana Tuhan…?
    @tomyarjunanto
    mengapa selalu ada airmata saat merindukanNya, Dia yang disembah dan Dia yang menyembah ?

    Balas

  8. mujizat adalah ketakjuban
    suatu keadaan batin yang tiba-tiba terbuka & terheran-heran akan keberadaannya
    terpana akan indahnya rembulan saat purnama
    sekaligus tersadar akan kegelapan malam yang menyelimutinya
    & airmata…
    luapan dari kedalaman jiwa

    Balas

  9. Rindu Wajah-Mu

    Tuhan, berhadapan dengan manifestasiMu pun tak mampu
    bagaimana jika aku bertatap langsung denganMu
    cintaMu yang meluap, meluber tak terbendung
    menerobos luka-jiwaku yang terpasung

    tapi Tuhan, aku rindu wajahMu

    Sidojangkung, 17-12-2007

    Balas

  10. @tomyy
    terima kasih pak atas petuahnya
    @Toni
    terima kasih pak Toni. Bapak dan Saya mempunyai kerinduan yang sama.

    Balas

  11. saya blom pernah bertemu Tuhan,namun pernah merasakan damai dan tenang saat bersimpuh didepan_Nya.

    (peristiwa nyepi yang tak terlupakan)

    Balas

  12. Posted by anakmarginal on 29 Januari, 2008 at 11:52 am

    that’s good idea 4 GOD…. but 4 human????

    Balas

  13. @balizura
    merasakan nikmat jika dekat denganNya (dekat aja nikmat) saja adalah sebuah karunia yang luar biasa.
    @anakmarginal
    I’m Sorry …man , I can’t answer your questions, we give you reference for solve your problem please visit the other one (if your moslem) :
    http://www.danalingga.wordpress.com
    http://www.aulahikmah.wordpress.com
    if your other religion, please ask to your mentor, or pastor or pendeta or rahib.
    The above only a poet and I can’t explain detail about the “feeling”
    Thanks for your appreciate

    Balas

  14. wah kok kayak jadi orang tua nyinyir aja :cool:
    lam kenal aja Pak Daeng
    mari berlayar bersama menuju pantai seberang :mrgreen:
    meski pantai seberang nantinya sama saja dg pantai t4 bertolak
    tapi wawasan, kebijaksanaan & keadaan batin hasil perjalanan moga makin meningkatkan kualitas kemanusiaan kita
    seperti Biksu Tong Sam Cong dg ke-4 sahabatnya berjalan ke Barat mencari Kitab Suci

    Balas

  15. @tomyarjunanto
    tapi saya nggak mau menjadi “kera sakti” lho…wakakakakkk

    Balas

    • wah tuhan kok dirindukan untuk bisa bertemu, wong dimana alamat tuhan saja kita tak pernah tahu.Bagaimana kita akan menjemput-Nya? Tunggu mati? lah wong masih hidup saja tidak bisa apalagi setelah mati, jelas mustahal. Adakah dalam kematian ada “kesadaran”?

      Sebetulnya ada cara yang paling gampang untuk bisa ketemu tuhan, caranya ya harus “dinyatakan” dalam bentuk yang riil, apakah itu berupa patung atau apa kek kemudian patung itu kita namai tuhan, beres kan?

      Perkara puas atau tidak, yakin atau tidak, merasa bisa ketemu atau tidak itu masalah lain lagi.

      Intinya, karena tuhan merupakan “khayalan” maka untuk bisa ketemu, ya kita harus pandai-pandai berkhayal.Barang siapa tidak bisa berkhayal atau membayangkan dengan penuh perasaan maka saya berani jamin mustahil bisa ketemu dengan tuhan.

      Mudah kan? pak dur bilang “gitu saja kok repot”

      salam kenal

      Balas

Tanggapi posting ini