Arsip untuk Maret, 2008

“Tuhan” Baru itu bernama Agama

Sewaktu di Sekolah Dasar dalam buku pelajaran agama disebutkan waktu itu bahwa agama berasal dari bahasa sansekerta yang artinya tidak rusak (a=tidak ; gama=rusak). Mohon maaf jika salah, mohon diluruskan maklum saya punya sedikit sifat pelupa. Jadi jika seseorang beragama seharusnya moralnya baik, tidak rusak dan juga tidak merusak. Namun [...]

Continue reading »

Ayat-ayat Setan

Ayat-ayat Setan
Oleh : DG.LIMPO
*********************
Kuhidangkan jiwa ini
Dalam perjamuan para fir’aun
Diantara cawan-cawan duniawi
Yang berisi anggur kenikmatan

Kujual jiwa ini
Padamu simontok nan ayu
Yang menginginkan diriku
Menemaninya dialam nafsu

Kulacurkan jiwamu
Dengan imbalan orgasme dunia
Bau anyir darah dan keringat
Sebagai aroma khas parfummu

Maka tertawalah setan dan hantu
Menyambut rohku dan rohmu
Selamat datang para hamba dunia
Mari berpesta-pora didalam neraka

Continue reading »

KEPINGAN CINTA

Kepingan Cinta
Oleh : DG.LIMPO
***************************

Kulemparkan sekeping hatiku
Kedalam lautan cinta yang bergelora
Disana menanti seorang Dewi Laut
Yang selalu mengobati rinduku

Aku hanya mengikuti irama ombak
Yang dimainkan sang Dewi Laut
Kadang aku mabuk oleh hempasannya
Terpesona oleh bisikan-bisikannya

Ketika surut laut berganti pasang
Ditemani sang bulan yang terang
Juga permainan mata sang bintang
Aku dan Dewi Laut memadu kasih

Ranjang kami [...]

Continue reading »

Memori

Memori
Oleh : DG. LIMPO

Memori
Kapankah engkau pergi
Mengapa selalu mengikuti
Langkah kaki ini meniti

Jalan menurun dan mendaki
Diantara batu-batu berduri

Ingin kusibak tabir Ilahi
Di suatu tempat yang sepi

Hanya aku sendiri
Menjauh dari
Memori

 
 

Continue reading »

Cerpen : Setangkai Edelweiss untuk Santi

“Maaf, aku tak bermaksud melukaimu, namun ini harus kukatakan demi dirimu sendiri. Jangan sampai dirimu menyesal kelak”, demikian kata Said kepada Santi. Said sudah lama menaruh hati kepada Santi, namun sayang….. Santi nampaknya tidak tertarik kepada Said, mungkin karena mereka sudah berteman sejak kecil sehingga Santi merasa Said tidak lebih dari [...]

Continue reading »

Hutan Terakhir

Hutan Terakhir
Oleh : DG.LIMPO

aku
adalah
hutan
terakhirmu
hutan lainnya
telah kau musnahkan
untuk memenuhi tuan target produksimu diujung sana
untuk mengejar tuan target profitmu diujung sini
yang tak pernah merasakan puas dan kenyang
karena nyawanya adalah kapitalisme
perutnya adalah materialisme
lidahnya adalah konveyor
tangannya becho loader
kakinya truk balak
memuatku
tiap hari
memuatku
tiap jam
memuatku
tiap menit
memuatku
tiap detik
mengolahku
jadi kertas
mengolahku
jadi tissue
mengolahku
jadi multipleks
mengolahku
jadi rumah
mengolahku
jadi kursi meja [...]

Continue reading »