Hari ini 125 Tahun meninggalnya Karl Marx
Saya bukanlah penganut paham religious maupun atheis apalagi komunis, saya hanyalah penganut paham “apa yang saya pahami”. Pada hari ini tanggal 14 Maret juga bertepatan dengan 125 tahun meninggalnya salah satu Bapak sosialisme KARL MARX. Lahir di Trier Jerman 5 Mei 1818 dan meninggal 14 Maret 1883 lahir dari keluarga yang beragama yahudi, ayahnya bernama Herschel seorang rabi yahudi. Namun karena alasan politis akhirnya Karl Marx menganut agama Kristen Protestan, Biografi lengkapnya dapat anda baca disini.
Karl Marx juga sering dijuluki Bapak Komunisme. Berikut petikan konsep Marx, “Atas nama Tuhan, setelah kita menghapus semua Dogmatisme, kita tidak boleh mengindoktrinasi orang-orang dengan pandangan kita. Jangan lakukan kesalahan pengikut Martin Luther, yang setelah melakukan reformasi theologi Katolik, dengan cepat melakukan aksi protes melalui ekskomunikasi dan penghilangan komunitas murtad.“ (RADIO SUARA JERMAN)
Pada akhir dasawarsa 1870an, Marx mengundurkan diri dari aktivitas politiknya karena sakit. Pendapat orang boleh beragam mengenai Marx. Tapi Marx tetap menjadi salah seorang filsuf Jerman yang penting.
Walaupun akhirnya kita tahu, bahwa ajaran komunis yang dianut oleh beberapa negara sudah mulai terkikis oleh ideologi kapitalis. Namun masih ada beberapa negara yang tetap menggunakan ideologi komunis sebagai ideologi negara seperti Cina dan Kuba. Seperti yang kita ketahui, salah satu raksasa komunis dunia yaitu Uni Sovyet telah tewas, dikarenakan tidak mengantisipasi derasnya arus kapitalisme. Cina yang lebih cerdik dalam melihat situasi kini seperti mengawinkan kapitalisme dengan komunis, benarkah demikian ?. Kalau melihat begitu banyaknya perusahaan asing yang kini beroperasi di Cina, seakan Cina (negeri tirai bambu) yang berideologi komunis merupakan surga bagi kapitalisme.
Negara kita adalah negara yang berdasarkan atas KeTuhanan Yang Maha Esa sehingga tidak akan membiarkan komunis berkembang dinegeri ini. Namun dapatlah kita tengok antrian ibu-ibu Rumah Tangga mengambil minyak tanah, antrian mendapat jatah raskin, biaya sekolah yang semakin sulit dijangkau, biaya kesehatan yang semakin mahal, kasus kelaparan, korupsi yang merajalela, kesenjangan sosial. Bukankah ini merupakan ladang subur bagi berkembangnya paham-paham komunis. Cara yang paling ampuh membunuh paham komunis dan ideologi komunis adalah tingkatkan kesejahteraan rakyat !. Dan ini adalah tugas bersama antara masyarakat dan pemerintah. Tanpa keikutsertaan masyarakat mustahil hal ini dapat dicapai, juga tanpa dukungan pemerintah yang bersih dan berwibawa hal tersebut sulit diwujudkan. Janganlah kita mengutuk Komunis namun langkah-langkahnya kita ikuti atau mengutuk setan namun yang dilakukan sebenarnya perbuatan setan.
Paham sosialisme dan komunisme ini akan selalu ada walaupun dengan mengenakan topeng yang lain, jika kesejahteraan masyarakat terabaikan. Semoga negeri ini kelak akan dipimpin oleh pemimpin yang bersih, berwibawa, dan bisa mensejahterakan seluruh lapisan masyarakat.

Setuju. Kesejahteraan rakyat adalah yang utama. Rakyat tidak akan sempat memikirkan apa itu demokrasi, apa itu sosialisme atau komunisme jika masih kebingungan dengan masalah perut. Menurut saya, asal pemerintahnya bisa memastikan rakyatnya bisa makan dan bekerja layak, sistem pemerintahan seperti apapun tidak akan menjadi masalah besar.
Evie
15 Maret, 2008 at 12:33 pm
Masalahnya rakyat kita ndak faham tentang “paham” macam begitu…
Nazieb
15 Maret, 2008 at 2:53 pm