Inilah satu hal yang saya kuatirkan sebelumnya, bahwa pemerintah kita punya rekor buruk dalam hal cekal-mencekal ataupun blokir memblokir. Dalam beberapa komentar yang saya tinggalkan pada postingan teman-teman tentang rencana pemerintah memblokir situs porno. Sudah saya ingatkan bahwa kita harus ikut mengawasi langkah pemerintah ini, jangan sampai pemerintah ingin menangkap atau menutup pintu agar tikus tidak masuk eh malah si pemilik lumbung juga gak bisa masuk atau lumbungnya dibakar.

Tahu nggak mental kita mengenai masalah blokir memblokir ini sungguh buruk sekali, karena nggak mau repot menyeleksi akhirnya semuanya ditutup. You Tube ditutup, kini giliran Blogger alias blogspot.com juga ikut ditutup (mulai pagi tadi saya gak bisa akses blogspot.com). Padahal kalau mau tahu sebenarnya masih banyak yang harus dibenahi selain menutup akses internet yang terlihat “main pukul rata”. Saya sangat setuju dengan pembatasan tayangan porno, tetapi dari dulu kan definisi porno saja kita tidak pernah sepakat apa itu definisi porno. Sehingga jika telah disepakati kita bisa membuat sebuah rumusan yang tepat tentang apa-apa yang harus disensor atau dilarang beredar, bukan subyektif berdasarkan pendapat oknum tertentu saja.

Lalu apa solusi pemerintah untuk meningkatkan mutu generasi muda kita ?, mana program pendidikan yang diamanatkan APBN 20 % dari anggaran, belum terealisasi hingga saat ini. Dalam hal tertentu “telanjang” itu perlu, terutama “telanjang” informasi atau transparansi informasi. Sekali lagi ini adalah langkah “tidak cerdas” pemerintah kita dalam hal blokir-memblokir, dan selama hal ini dilakukan oleh oknum yang tidak cerdas jangan harap dari bangsa ini akan lahir orang-orang cerdas dan bermoral. Jangan sampai negara ini akhirnya melahirkan “generasi munafik”, hanya membersihkan dipermukaannya saja tetapi akar permasalahannya tidak pernah tersentuh .

Sekali lagi jika pemblokiran blogspot.com benar dilakukan oleh pemerintah maka :

saya pribadi MENGUTUK PEMBLOKIRAN BLOGSPOT.COM sebagai sebuah kesewenang-wenangan terhadap hak-hak saya untuk menyampaikan pendapat secara terbuka.

Semoga ini bukan awal dari matinya demokrasi didunia maya.