Phinisi

menyapa hidup yang terus berjalan

PUISI KITA

with 15 comments

PUISI KITA
Oleh : DG.LIMPO
*************************
aku menyeka bulir-bulir airmatamu di pipi
kuhibur dirimu dengan nyayian merdu
suaraku terbawa angin yang berlalu
masih kutebak-tebak kerisauanmu

apa gerangan yang merisaukanmu kasihku..?
bukankah bulan masih setia muncul dimalam ini
lihatlah bintang masih berkedip menggodamu
bak lukisan begitu indahnya langit diatas sana

tiada satu katapun yang terucap dari bibirmu
kutuntun dirimu kepuncak bukit menuju villa
villa itu kenangan kita semasa pacaran dulu
disana banyak puisi dan syair yang lahir
buah dari perasaan cinta yang tertanam dihatiku

kanda…mengapa tiada puisi lagi untukku ?
demikian kemudian kau katakan
seperti pisau menikam jantungku
aku terhenyak sesaat seperti tersengat
aku tak lagi dapat berpuisi dinda !
karena bagiku kini
kita adalah puisi itu sendiri
puisi kita adalah hidup
puisi kita adalah kedamaian
puisi kita adalah kasih sayang
ia sering terungkap tanpa kata
karena kata tak mampu lagi mengurainya
masihkah engkau ragu dindaku ?
jika demikian adanya ………..
peluklah daku kanda …………
maka bulanpun tersipu malu :)
menyembul dari balik tirai

Written by daeng limpo

6 Mei, 2008 pada 12:05 pm

Ditulis dalam Kamar P

Ditandai dengan , , , , , ,

15 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. asl.

    indah nian senandungnya pak…..inpsiratif

    alex

    6 Mei, 2008 at 12:18 pm

  2. puisi2mu bagus bgt
    membuat pembaca menjadi malarindu :lol:

    achoey sang khilaf

    6 Mei, 2008 at 1:41 pm

  3. jadi semangat untuk segera menikah :)

    yosh!

    arifrahmanlubis

    6 Mei, 2008 at 2:26 pm

  4. @kang achoey:
    rindu ma siapa kang??

    hanggadamai

    6 Mei, 2008 at 4:02 pm

  5. Cinta, beri aku satu kesempatan lagi ….

    Rindu

    6 Mei, 2008 at 4:11 pm

  6. Kau yang selalu bilang, selalu bilang bahwa yang kau bilang kita saling memiliki …

    Rindu

    6 Mei, 2008 at 4:17 pm

  7. @alex
    wasl.
    thanks pak
    @achoey
    bukannya demam rindu
    @arifrahmanlubis
    cepatlah…sebelum kiamat mendului
    @hanggadamai
    mungkin sama hangga :D
    @Rindu
    wah..kayak syair lagu nih :D

    daeng limpo

    6 Mei, 2008 at 4:32 pm


  8. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

    KALO MAU BIKIN BLOG, JANGAN LUPA MASUK SITUS “Leoxa.com”
    (Themenya Keren Abiss & Bisa Pake Adsense)

    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

    kang4roo

    6 Mei, 2008 at 6:00 pm

  9. kita adalah puisi itu sendiri. hebat bung….! harusnya tak perlu panjang lebar. katakan saja, “dinda, tak akan pernah kukirimi lagi puisi untukmu, sebab kini kita adalah puisi itu.”

    ah…sok tahu….!

    Siallagan

    6 Mei, 2008 at 8:22 pm

  10. Hidup kita yang Terberi ini
    bila sungguh dihayati, dimaknai
    Bersyukur & membuka diri atas segala apapun yang terjadi
    adalah proses menulis puisi

    tomyarjunanto

    7 Mei, 2008 at 9:20 am

  11. @kang4roo
    thanks deh
    @siallagan
    thanks atas inputnya bung
    –salam–
    @tomyarjunanto
    thanks mas tomy atas pencerahannya.

    daeng limpo

    7 Mei, 2008 at 9:43 am

  12. saya suka puisinya…Daeng :)

    unai

    7 Mei, 2008 at 9:55 am

  13. Buatkan puisi untuk saya hari ini dong bang …

    Rindu

    7 Mei, 2008 at 11:47 am


  14. shocked: MALAYSIA MAKE NEW RULES FOR CHRISTIANS!!

    EVERY CHRISTIANS MUST SAY “ALLAH” RATHER THAN “GOD” & DONT SAY “TRINITY” ANYMORE..
    This is because English language not suitable anymore because the original Bible is in Arabic.

    The full story is here: ckasih.blogspot.com

    ckasih

    7 Mei, 2008 at 12:41 pm

  15. Bang Daeng, puisinya dalem baget. Buat siapa ya?

    Salam kenal, mohon ikutan nge-link.


Tinggalkan Balasan