Phinisi

menyapa hidup yang terus berjalan

CELOTEH BURUNG

with 9 comments

CELOTEH BURUNG
Oleh : DG. LIMPO
************************
aku terbang melintasi cakrawala
hinggap diatas pohon-pohon yang tinggi
melewati sungai yang meliuk-liuk
menghuni hutan-hutan yang lebat
bercengkrama dengan satwa lain

itu dahulu kala…………..
kini aku tak lagi tinggal disana
hutanku telah habis
pohon-pohon telah musnah
sungai-sungai telah kering
kawan-kawanku telah binasa

aku pergi ke kota-kota
hinggap pada kabel-kabel
hinggap pada tower-tower
begitu asing suasananya
panas…membakar…debu
polusi udara dimana-mana
tidak seperti hutanku yang teduh

disebuah rumah tua…
aku tertangkap seorang bocah
lalu dijual kepasar burung
kini menghuni sangkar emas
diberi makan dan minum setiap hari
namun apalah guna semua ini
jika kebebasan tak kumiliki lagi

akhirnya ………
kupilih mati di dalam sepi…. :(

Written by daeng limpo

13 Mei, 2008 pada 12:17 pm

Ditulis dalam Kamar P

Tagged with , , ,

9 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Jadi, biarkanlah mereka bebas di alam….

    noonathome

    13 Mei, 2008 at 12:19 pm

  2. Jangan mati burungku.
    Biarpun ada dibalik jeruji emas,
    masih ada harapan untuk hari depan.

    tukangobatbersahaja

    13 Mei, 2008 at 2:57 pm

  3. benar juga tuh!!! tower-tower ada dimana2. tp klo ga ada tower mana boleh aku ngirim komentar.

    cikalie

    13 Mei, 2008 at 7:29 pm

  4. kebebasan hak asasi burung juga tuh.. :)

    hanggadamai

    14 Mei, 2008 at 12:04 am

  5. burung daeng limpo mati didalam sangkar burung dari emas… karena anoman melompat di pohon nogosari ….SARI

    ekapratiwi

    14 Mei, 2008 at 8:20 am

  6. Burungnya berceloteh dimalam hari bang … emang bisa bunyi gitu? halah :)

    Rindu

    14 Mei, 2008 at 10:13 am

  7. @noonathome
    betul…lepaskan dia.. :)
    @tukangobatbersahaja
    maksudnya surga..atau neraka..?:D
    @cikalie
    ia juga ya :D
    @hanggadamai
    emangnya ada HAB (hak azasi burung) :)
    @ekapratiwi
    bukannya lompat dari pohon petai :)
    @rindu
    yup kalau malam …burungnya masuk sangkar :D

    daeng limpo

    14 Mei, 2008 at 10:51 am

  8. Burung berceloteh, dan memilih mati dalam sepi. Karena dia merasa dilupakan, padahal masih berguna. Mengantar pesan ke penjuru negeri. menggantikan ponsel dan email yang membawa kabar burung penuh dusta, tentang santet dan pesan pembawa maut. Ataukah dia cemburu ketika namanya dicatut pada segala pesan kebohongan, padahal dia sendiri tak tahu apa-apa.

    rhakateza

    14 Mei, 2008 at 11:07 am

  9. pinter bgt sih bikin puisi :)

    achoey sang khilaf

    14 Mei, 2008 at 6:01 pm


Tinggalkan Balasan