CELOTEH BURUNG
CELOTEH BURUNG
Oleh : DG. LIMPO
************************
aku terbang melintasi cakrawala
hinggap diatas pohon-pohon yang tinggi
melewati sungai yang meliuk-liuk
menghuni hutan-hutan yang lebat
bercengkrama dengan satwa lain
itu dahulu kala…………..
kini aku tak lagi tinggal disana
hutanku telah habis
pohon-pohon telah musnah
sungai-sungai telah kering
kawan-kawanku telah binasa
aku pergi ke kota-kota
hinggap pada kabel-kabel
hinggap pada tower-tower
begitu asing suasananya
panas…membakar…debu
polusi udara dimana-mana
tidak seperti hutanku yang teduh
disebuah rumah tua…
aku tertangkap seorang bocah
lalu dijual kepasar burung
kini menghuni sangkar emas
diberi makan dan minum setiap hari
namun apalah guna semua ini
jika kebebasan tak kumiliki lagi
akhirnya ………
kupilih mati di dalam sepi….

Jadi, biarkanlah mereka bebas di alam….
noonathome
13 Mei, 2008 at 12:19 pm
Jangan mati burungku.
Biarpun ada dibalik jeruji emas,
masih ada harapan untuk hari depan.
tukangobatbersahaja
13 Mei, 2008 at 2:57 pm
benar juga tuh!!! tower-tower ada dimana2. tp klo ga ada tower mana boleh aku ngirim komentar.
cikalie
13 Mei, 2008 at 7:29 pm
kebebasan hak asasi burung juga tuh..
hanggadamai
14 Mei, 2008 at 12:04 am
burung daeng limpo mati didalam sangkar burung dari emas… karena anoman melompat di pohon nogosari ….SARI
ekapratiwi
14 Mei, 2008 at 8:20 am
Burungnya berceloteh dimalam hari bang … emang bisa bunyi gitu? halah
Rindu
14 Mei, 2008 at 10:13 am
@noonathome



betul…lepaskan dia..
@tukangobatbersahaja
maksudnya surga..atau neraka..?:D
@cikalie
ia juga ya
@hanggadamai
emangnya ada HAB (hak azasi burung)
@ekapratiwi
bukannya lompat dari pohon petai
@rindu
yup kalau malam …burungnya masuk sangkar
daeng limpo
14 Mei, 2008 at 10:51 am
Burung berceloteh, dan memilih mati dalam sepi. Karena dia merasa dilupakan, padahal masih berguna. Mengantar pesan ke penjuru negeri. menggantikan ponsel dan email yang membawa kabar burung penuh dusta, tentang santet dan pesan pembawa maut. Ataukah dia cemburu ketika namanya dicatut pada segala pesan kebohongan, padahal dia sendiri tak tahu apa-apa.
rhakateza
14 Mei, 2008 at 11:07 am
pinter bgt sih bikin puisi
achoey sang khilaf
14 Mei, 2008 at 6:01 pm