Bagi yang pindah agama, berarti tidak begitu mendalami agama yang dianutnya. Anda tidak bisa pindah agama dengan mempermasalahkan agama. Itu tindak kejahatan. Itulah yang dikatakan Hindu
Hal tersebut dikemukakan oleh Sri Sri Ravi Shankar seorang spiritualis dari India, Ia mengungkapkan hal itu dalam pertemuan tokoh dunia dari lintas agama yang disponsori The Wahid Institute guna membahas upaya meredakan ketegangan antar-umat beragama di berbagai negara yang kondisinya semakin mengkhawatirkan. Lebih jauh Ia berpendapat bahwa pindah agama dapat dianggap sebagai suatu tindak kejahatan. Sumber berita ANTARA News.
Benarkah demikian….?,mungkin yang dianggap salah oleh Sri Ravi Shankar adalah seseorang yang menyalahkan ajaran agama sebelumnya sebagai alasan untuk berpindah kedalam agama yang baru dianutnya.
Saya pribadi melihatnya dari sudut pandang yang berbeda. Karena yang terjadi pada umumnya adalah seorang anak mengikuti agama salah satu atau kedua orang tuanya. Nilai-nilai yang tertanam sejak mereka kecil adalah nilai-nilai yang ditanamkan oleh kedua orang tuanya dan juga lingkungan disekitarnya. Seorang anak yang lahir sebenarnya adalah suci (cerah), sehingga kemudian menjadi beragama disebabkan oleh nilai-nilai yang ditanamkan oleh orang tua dan lingkungannya. Yang menjadi salah adalah apabila ternyata pengetahuan agama kedua orang tuanya malah tidak memadai untuk menjadikan anaknya sebagai seorang yang memahami nilai-nilai agama yang dianutnya.
Saya sendiri ada menyaksikan peristiwa dalam hal pindah agama ini. Seorang anak yang lahir dari kedua orang tua yang berbeda agama, lalu kedua orang tuanya bercerai dan masing-masing kemudian menikah lagi. Si anak ikut ayahnya hingga dewasa, tetapi ketika si anak dewasa kemudian memilih pindah kepada agama yang dianut ibunya (walalupun si anak tidak pernah bertemu ibunya). Tetapi kebanyakan pindah agama ini adalah karena ingin “menikah”, apalagi aturan di Indonesia tidak memperbolehkan perkawinan berbeda agama.
Anda punya pendapat….? Silahkan berbagi dengan saya.
Baca Juga :
Islam Seorang Steve Emmanuel


Posted by dana on 26 Mei, 2008 at 8:33 pm
Saya dulu berpandangan seperti spiritualis itu. Tapi sekarang saya lebih melihat bahwa agama itu ternyata masalah cocok-cocokan. Jadi orang pindah agama mungkin karena agama yang barulah lebih cocok bagi pengembangan spiritualnya. Jika tidak , maka orang tersebut memang merugi.
Posted by transmorfosis on 26 Mei, 2008 at 10:14 pm
kalau orang sudah bertekad maka DIA akan membimbingnya menuju jalanNya
Posted by daeng limpo on 27 Mei, 2008 at 12:34 pm
@dana
tentu saja, ngapain pindah kalau spiritualnya gak ada peningkatan
@transformosis
niat dan tekad yang kuat, akan mengantarkan kita kepada tujuan
Posted by Balisugar on 28 Mei, 2008 at 11:51 am
Ini pengalamanku sebelum menikah denganku suamiku beragama Kristen lalu masuk Islam, aku teguh memegang agamaku kufikirkan suami adalah hanya manusia mungkin suatu saat kita cerai apa aku bolak-balik agama ? Jadi menurutku ikuti kata hati, kan Allah ada di hati tul gak Daeng Linpo.
Posted by tomy on 28 Mei, 2008 at 12:05 pm
ilusi itu menyesatkan
kegelapan yang menyesak butuh cahaya
Posted by Leinad Ardneham on 28 Mei, 2008 at 1:38 pm
Terkadang orang masih lagi mencari-cari pegangan hidup. Seperti hendak naik bis kota, ia masih berada di halte, belum sampai pada tujuan.
Posted by hariadhi on 28 Mei, 2008 at 11:37 pm
Manusia kadang suka membuat rumit persoalan. Tuhan aja ga pernah melarang makhluknya untuk percaya atau ga percaya sama Dia, kok. Lah kok kita merasa lebih berhak mengatur.
Posted by Abdee on 14 Juli, 2008 at 9:05 pm
dulu waktu kuliah sosiologi agama…
ada kesimpulan menarik bahwa…
“pindah agama adalah hal yang tidak disukai oleh agama yang ditinggalkan”.
Nggak ada agama yang rela ditinggalkan oleh pemeluknya.
Posted by mujahidin on 17 September, 2008 at 12:16 am
agama merupakan wadah atau organisasi yang didalamnya diajarkan siapa kita, untuk apa kita hidup, akan kemana kita setelah mati, dan siapa tuhan kita. ketika seseorang keluar dari agamanya, maka sebetulnya dia tidak menjalankan agamanya itu, karena dia tidak memahami subtansi dari agama yang sedang ia pelajari….akan tetapi jika saja seseorang memilih nasrani atau hindu atau budha atau yang lainnya sebagai agamanya, dan ia menghayati ajarannya, maka ia akan melihat bahwa islam adalah agama yang pantas untuknya, karena islam sebagai agama penyempurna agama sebelumnya…islam sebagai rahmat untuk semesta alam..lihat kandungan al-Qur’an!!!!