Sungguh tidak disangka-sangka saya dapat bertemu dengan wanita yang begitu mendebarkan hati di lapangan golf modern land, dia kelihatan murung. Aku beranikan diri memulai percakapan dengan sebuah pertanyaan konyol, ” ngapain kamu Rani..? kok murung….? , Rani menjawab, ” lho kok akang tahu nama saya?. “Kasus kamu kan yang lagi ramai itu….?”, aku kembali bertanya untuk sekedar menegaskan. “iya bener…”, jawabnya dengan derai air mata. “Benarkah kamu terlibat cinta segitiga, sama kaki atau sama sisi ?”, tanyaku menelisik. Rani hanya terdiam tak menjawab, air matanya tumpah lebih banyak. Rasanya aku ingin memeluknya tetapi aku ingat bahwa dia bukan muhrimku. Jadi cukuplah aromanya saja yang terendus.
AKu kembali mencoba sadar, benarkah ini Rani Juliani yang sering aku lihat gambarnya di blog itu….?, lamat-lamat kesadaranku pulih, aku melihat Rani semakin menjauh saja dari pandanganku. Aku hanya bisa menatap punggung dan rambutnya yang terurai. AKu merasa tidak tuntas memahami Rani, tetesan airmatanya membuatku iba terhadap nasibnya. Benarkah wanita cantik selalu berada diantara kekuasaan dan nafsu laki-laki………..?. Ketika tersadar, semua ini rupanya hanya sebuah mimpi yang tak pernah kuketahui akhir ceritanya….kecuali bahwa banyak yang terluka hati dan perasaannya, bahkan sebuah nyawa telah pergi meninggalkan jazadnya.


Posted by Rindu on 4 Mei, 2009 at 6:42 pm
Jadi blognya apa sih kang namanya?
*penasaran*
Posted by goop on 4 Mei, 2009 at 7:18 pm
ngga ada segitiga siku-siku, tuanku?
eh…apa kemudian menjadi cantik itu sebuah kutukan?
Posted by daeng limpo on 5 Mei, 2009 at 7:46 pm
@rindu

ketik rani juliani di google search
@goop
segitiga sikut-menyikut
cantik bukan merupakan kutukan, tergantung bagaimana mensyukuri dan memanfaatkannya….(wah mas goop apa kabar nih…?)