LORONG (1)

Seorang wanita tua tertatih-tatih mencari sesuap nasi dari sebuah tong sampah dipinggir jalan, hidup memang begitu keras dan kejam. Bahkan tak memberi sedikitpun peluang untuk sekedar menikmati sisa hidupnya. Wanita tua itu hidup sebatang kara, suaminya telah meninggal. Anak-anaknya telah pergi meninggalkannya, entah kemana. Ia berpikir tentang apa yang telah diperbuatnya dimasa lalu sehingga harus menerima penderitaan ini. Sementara aku hanya bisa memandanginya, sembari menawarkan celana bekasku kepada seorang tukang loak……….!!!!. Hidup memang menyediakan sedikit pilihan bagi kami.

2 Tanggapan to this post.

  1. Posted by nilam on 6 Mei, 2009 at 1:25 pm

    hidup didunia ini hanya sekali. Tuhan selalu menempatkan manusia sesuai dengan takdirnya. jika kita bisa mengubah takdir. mengapa tidak kita coba?????????

    Balas

  2. Posted by puang cahaya dewa on 26 Mei, 2009 at 5:51 pm

    Salam dari bandung

    BLT

    Kenapa kau berikan kami BLT (bantuan langsung tunai) tapi kau menganut ekonomi pasar bebas

    Tapi menjelang kampanye kau membenci ekonomi pasar bebas

    padahal sudah 5 tahun kau jalankankan faham tersebut tanpa rasa bersalah yang membuat kami sengsara, membuat orang relah bunuh diri.

    Kenapa kau begitu cepat berubah ????????????????

    http://puangcahaya.dagdigdug.com

    Balas

Tanggapi posting ini