PENGEMIS dan NURANIku
27 Maret, 2011
Matamu menatapku dalam…, engkau tak berharap aku berkata-kata, yang terungkap dalam sorot matamu adalah aku memberimu sekeping uang logam atau secarik uang kertas.
Aku tak paham, apakah ini muslihat dengan wajahmu yang memelas atau engkau benar lapar…., aku bahkan tak sanggup mengetuk nuraniku sendiri untuk memahami itu. Nuraniku telah tertutup awan curiga dan takut yang berlebihan.
Perlahan engkau pindah ke kendaraan di sebelahku dengan mimik yang sama. Sayup-sayup kudengar engkau berkata, “jaman sekarang mencari uang …dengan mengemispun……susah………”.
(DG.LIMPO, perempatan MAL SKA )
Satu komentar
leave one →



Aduh, umpatan ataukah?
susah benar
begitulah adanya