CINTA SANG MALAM
15 Juni, 2011
Malam
Menarik Pangeran senja dalam lipatan kelamnya
Ia benamkan Pangeran senja dalam pelukannya yang dalam
Hingga embun jatuhkan tetes kehidupan pada wajah bumi
Tuan rembulan penasaran
dari balik kaca jendela
Ia lalu menyibakkan tirai malam
Pangeran senja telah menghilang
Malam yang terlihat bagai dewi
Bergumul kembali bersama sunyi
Embun kembali jatuhkan tetes kehidupan pada telaga
Dan Malam berlabuh di dada pada sang Surya
(dg.limpo, pekanbaru juni 2011)
5 Komentar
leave one →



keren..
aku suka sekali puisi ini
i like it-
Malam itu indah dan menyeramkan
puisinya keren aku suka dech.
saat malam merambah sunyi
dalam bahtera kelam kusandarkan harapan
ketika fajar tak datang kabarkan sinar terang
luruh harapan bersama sinarnya embun