Skip to content

Nabi Palsu dan Hari Kiamat

28 Oktober, 2007

disasterlogisticsdotorg.jpg

Munculnya ‘aliran sesat’ akhir-akhir ini merupakan sebuah ironi bagi kaum beragama di Indonesia, seakan agama yang sudah ada tidak mampu menjawab tantangan hidup. Agama akhirnya hanya menjadi simbol-simbol sosial semu, dimana aktifitas keagamaan sekedar ritual belaka tanpa meninggalkan jejak keagungan ajarannya didalam masyarakat.

Pemahaman pemeluk agama terhadap agamanya sendiri masih sangat minim artinya para pemeluk agama belum mencapai kedewasaan dalam beragama, sehingga kadang perbedaan sedikit saja bisa menimbulkan konflik horizontal antar pemeluk seagama atau pemeluk agama yang lain. Kedewasaan beragama inilah yang dirasa perlu disebarkan oleh pemuka agama kepada pemeluk agamanya masing-masing. Pemahaman yang kurang menjadi salah satu penyebab pemeluk suatu agama mudah dipengaruhi oleh paham-paham sesat, dengan memanfaatkan kelemahan ini para ‘nabi palsu’ tadi memasukkan secara perlahan paham yang sebenarnya bertentangan dengan ajaran yang selama ini dianut oleh pemeluk agama tadi.

Beberapa ‘aliran sesat’ yang muncul di Indonesia, mendapat perlawanan dari masyarakat. Bahkan perlawanan ini kadang bersifat anarkhis diantaranya pengusiran dan pengucilan jamaah Ahmadiyah di daerah Bogor dan Nusa Tenggara Barat oleh masyarakat sekitarnya (semoga tidak terulang kembali). ‘Aliran sesat’ memang perlu diwaspadai , karena kalau jauh menyimpang terkadang sampai mengorbankan penganutnya.

Didalam negeri, sebelum Mosaddeq dengan Al-Qiyadah, tercatat Lia Aminuddin dengan jamaah EDEN. Lalu di dusun Selena, kelurahan Buluri, Kecamatan palu barat – Palu, Sulawesi Tengah ada aliran sesat yang dipimpin oleh imam MAHDI, anggota aliran ini sempat bentrok dengan aparat kepolisian dan menimbulkan korban jiwa tiga orang polisi dan satu warga tewas, sementara pimpinannya melarikan diri kehutan.

Pada Tahun 2003 umat Kristen Indonesia di kejutkan dengan munculnya sebuah sekte yang dipimpin oleh pendeta Mangapin Sibuea nama sektenya adalah “SEKTE GEREJA KIAMAT”, dalam wawancaranya yang dimuat majalah Tempo (23/11,2003), menjawab pertanyaan kapan kiamat akan terjadi ?, pendeta Mangapin Sibuea mengatakan bahwa :

Kiamat dalam artian semua manusia musnah itu akan terjadi 10 Mei 2007

Namun hingga Oktober 2007 hal tersebut tidak terbukti. Nabi baru tetap bermunculan dengan ajaran baru menurut ‘modifikasi’ mereka, artinya mereka membuat suatu persepsi lalu kemudian ‘memperkosa’ kitab suci dengan mengutip isinya yang dianggap mendukung argumen mereka, lalu mereka menyebutnya ajaran. Tidak ada yang benar-benar baru dari mereka, ajaran-ajaran mereka rata-rata megadopsi sebagian besar dari kitab-kitab suci agama besar yang sudah ada.

Diluar negeri, beberapa peristiwa nabi palsu atau sekte sesat yang patut dicatat adalah :

The Restoration of Ten Commandments (Pemulihan Sepuluh Perintah Tuhan)” di Uganda, pimpinannya pendeta Joseph Kibweteere mengunci semua jemaat beserta kapal suci (Gereja berbentuk Kapal), api lalu dinyalakan, dan berkobar cepat melahap jemaat beserta kapal suci itu. Sekitar 530 tengkorak ditemukan diantara reruntuhan gereja. Mereka adalah jemaat “The Restoration of Ten Commandments (Pemulihan Sepuluh Perintah Tuhan)”. Sekte ini juga menganggap kiamat akan tiba pada 31 Desember 1999.

Anggota sekte People’s temple (Kuil Rakyat) pimpinan Jim Warren Jones (Jim Jones) meminum jus anggur yang telah dicampur racun. Ini terjadi di Jonestown, Guyana 39 tahun lalu. Sebanyak 912 mayat bergelatakan di sebuah kamp yang dibangun ditengah hutan di kawasan Amerika Selatan itu. Pemimpin Gereja Disciples of Christ itu mengajarkan mati bersama adalah keindahan, karena mereka akan dibawa ke alam lain yang begitu indah. Mereka Percaya Kiamat telah begitu dekat.

Sekte Sons Of God yang dipimpin David Koresh, pada empat belas tahun yang lalu mengalami Armageddon (pertempuran dahsyat pamungkas). Vernon Howell (Koresh) membawa 80 pengikutnya untuk bertahan di kamp yang dia sebut “Ranch Apocalypse” di waco, Texas. Koresh berkeyakinan bahwa Armageddon akan berlangsung di Texas. Mereka mempersiapkan senjata untuk menghadapinya. Menganggap hal itu melanggar hukum, pemerintah menyuruh mereka menyerah, setalh dikepung beberapa minggu, koresh membakar diri dan pengikutnya.

Pengikut The Order of Solar Temple (Kuil tata Surya) yang terdiri dari 53 warga Swiss dan Kanada beserta pimpinan mereka Luc Jouret membakar diri. Dia Juga Yakin kiamat akan tiba.

Sekte Aum Shinrikyo (Sekte Kebenaran Tertinggi di Jepang), yang dipimpin Shoko Asahara. Dalam bukunya “Disaster Approaches the Land of the Rising Sun” Asahara menyatakan bahwa Kiamat akan datang lewat gas awan dari Amerika. Semua Manusia akan musnah kecuali pengikut Aum. Asahara menyuruh pengikutnya untuk menimbun senjata kimia. Oleh pengikutnya senjata kimia tersebut dipakai untuk menyerang jaringan kereta api bawah tanah di Tokyo. Setidaknya 12 Orang tewas dan lebih dari 5.000 lainnya sakit.

Sekte Heaven’s Gate sepuluh tahun yang lalu juga menggemparkan dunia dengan 39 orang pengikutnya tewas bertebaran didalam sebuah bangunan. Hampir semua mayat ditemukan dengan balutan kain warna ungu di kepala dan pundak mereka. Mereka tewas akibat sesak napas. Ternyata mereka dibunuh atau bunuh diri dengan kepala dibekap plastik setelah sebelumnya meminum ramuan fenobarbital dan alkohol. Mereka termakan rayuan Marshall Herf Applewhite, yang mengaku dirinya dulu adalah Yesus. Mereka menunggu munculnya UFO, yang diyakini akan menjadi kiamatnya kehidupan bumi.

Monte Kim Miller pemimpin sekte Concerned Christians, beserta sekitar 50 anggotanya meninggalkan Denver, Colorado. Mereka menjual seluruh harta benda seperti rumah, tanah atau barang-barang lain, mereka menuju Yerusalem. Menurut Miller, mereka akan mati disana pada Desember 1999 dan akan diangkat ke langit tiga hari sesudahnya.

Semua ajaran sesat, baik yang ditanah air maupun diluar negeri selalu memanfaatkan celah dari kondisi dan situasi masyarakat yang mengalami tekanan hidup, bimbang, dan pengetahuan tentang agamanya tidak memadai. Ajaran sesat dan nabi palsu akan terus bermunculan selama himpitan hidup semakin berat dan menuju surga dianggap sebagai jalan keluarnya.

oleh : Daeng Limpo

beberapa kutipan diambil dari majalah tempo (23/11, 2003) dan kompas.com

25 Komentar leave one →
  1. 10 Januari, 2008 7:34 am

    TIdakkah di perhatikan beberapa dalil Alquran dan Hadits mengenai adanya nabi/rasul setelah Nabi Muhammad saw :
    – Di Alquran di sebutkan Allah Ta’ala bersifat ” mursil ” (yang mengutus rasul-rasul-Nya). Sifat Allah Ta’ala ini akan selalu dan terus bekerja selama-lamanya. sifat ini tidak terikat dengan tempat atau waktu. jadi, adanya kenabian setelah Nabi Muhammad saw adalah tidak mustahil dengan mempertimbangkan salah satu sifat Allah Ta’ala ini.
    – Dalam Alquran ( 22:75) Allah Ta’ala berfirman : ” Allah senantiasa memilih rasul-rasul-Nya dari antara malaikat-malaikat dan dari antar manusia.” perkataan “yashthafii” (memilih) dalam ayat ini, menurut peraturan bahasa arab adalah fi’il mudhari, yaitu menunjukan pekerjaan yang sedang atau akan dilakukan. jadi, Allah Ta’ala sedang atau akan memilih rasul-rasul-Nya menurut keadaan zaman atau menurut keperluannya. dengan kata lain ayat ini tidak terikat dengan tempat dan waktu.
    -Dalam Alquran ( 3:179) dalam ayat tersebut terdapat perkataan yadzara, zyamiidza, yuthli’a, yajtabii. bentuk perkataan tersebut adalah fiil mudhari yang di pakai untuk jaman kini dan zaman yang akan datang. jadi maksud ayat ini adalah swt akan (terus) mengirimkan utusan-utusan-Nya untuk memisahkan yang baik dari yang buruk dan untuk memberi kabar-kabar ghaib.
    -Dalam Alquran (7:35) Allah Ta’ala berfirman : ” Wahai anak cucu Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul dari antaramu……..” yang di maksud anak cucu Adam adalah umat manusia. bak umat manusia terdahulu sebelum Nabi Muhammad saw dan umat manusia setelah Nabi Muhammad saw tetap akan didatangi oleh rasul-rasul Allah swt dari antar anak cucu Adam (umat manusia). dengan kata lain ayat ini tidak terikat dengan tempat dan waktu.
    -Dalam Alquran ( 4:136) ini adalah ayat Rukun Iman, salah satunya adalah beriman kepada rasul-rasul-Nya. perintah beriman kepada rasul-rasul-Nya ini tidak terikat dengan tempat dan waktu. perintah ini berlaku untuk selama-lamanya bagi tiap umat manusia di setiap zaman.
    Dan masih banyak lagi dalil-dalil dalam Alquran tentang kenabian setelah Nabi Muhammad saw ini, dan saya akan sampai kan Hadits Rasulullah saw tentang kenabian setalah beliau ni
    ” Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, berkatalah ia : “Ketika Ibarim ibnu Rasulullah saw wafat, Rasulullah saw menshalatinya dan bersabda, “sesungguhnya di sorga ada yang menyusukannya, dan kalau usianya panjang, ia akan menjadi nabi yang benar.” (H.R Ibnu Majah).
    Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 9 H, sedangkan ayat khaataman nabiyyiin di wahyukan pada tahun 5 H. jadi ucapan beliau saw mengucapkan kata-kata tersebut 4 tahun setelah menerima wahyu ayat khaataman nabiyyin. jika seandainya ayat khaataman nabiyyin diartikan penutup atau kesudahan atau penghabisan atau akhir nabi-nabi, maka seharusnya beliau mengatakan jikalau usianya panjaang, tentu ia tidak akan menjadi nabi karena karena akula penutup nabi-nabi. jadi amat jelas bahwa nabi Muhammad saw yang menerima wahyu dan paling mengerti arti serta makna dari wahyu yang di terimanya dan beliau saw tidak mengungkapkan pengetian khaatam sebagai penutup atau terkahir.
    saya akan jelaskan pengertian dari ” khaataman nabiyyiin” tersebut, perkatan tersebut menganduk 3 arti :
    – Jika kata khaatam di rangkaikan dengan kata benda jamak, maka artinya adalah yang paling sempurna, yang paling baik, yang paling afdol, karena kata nabiyyin di sini adalah jamak maka arti dari khaataman nabiyyin tersebut adalah yang paling baik dari sekalian nabi.
    – Arti kata Khaatam adalah cincin, sebagaimana cincin itu dipakai untuk perhiasan, begitu pula Nabi Muhammad saw merupakan perhiasan bagi sekalian nabi.
    – Arti kata Khaatam adalah stempel atau cap, maka dalam konteks tersebut, ayat ini bermakna Nabi Muhammad saw adalah stempel bagi sekalian nabi. dengan stempel (pengesahan) dari nabi Muhammad saw kita mengetahui kebenaran semua nabi.
    saya sampaikan lagi hadits nabi yang mendukung keterangan di atas
    Rasulullah saw bersabda : ” Aku adalah khaatamul-anmbia dan engkau hai Ali adalah khaatamul-aulia.”
    Rasulullah saw bersabda : ” Tentramlah wahai pamanku, sesungguhnya engkau adalah khaatamul-muhajirin dalam hijrah, sebagaimana aku adalah khaataman nabiyyin dalam kenabian.
    dari dua hadits tersebut jelas perkataan “khaatam” tidak dapat di artikan penutup, sebagai contoh jika Ali di katakan “penutup para wali” berarti tidak boleh ada wali lagi stelah Ali r.a, satu lagi jika beliau saw mengatakan kepada pamannya sebagai orang terakhir yang hijrah berarti tidak akan ada lagi orang yang hijrah setelah paman beliau saw.
    Buat Admin Blog ini saya minta maaf kalo comment saya terlalu panjang saya cuma ingin umat muslim ini damai, tidak ada lagi kekerasan. mari berdilaog karena itu adalah jalan terbaik.

  2. 10 Januari, 2008 10:20 am

    @Angga

    DALIL NABI MUHAMMAD NABI TERAKHIR

    Di bawah adalah dalil Nabi Muhammad Nabi dan Rasul terakhir dan tidak ada Nabi sesudahnya. Ini adalah dalil-dalil dari Al Qur’an dan Hadits yang mematahkan argumen kelompok Ahmadiyah yang menyatakan Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi.

    Ketika disodorkan ayat: QS AL AHZAB 40: ” Bukanlah Muhammad itu bapak salah seorang laki-laki di antara kamu tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup Nabi-nabi”. ada yang berargumen bahwa Nabi Muhammad hanya Nabi terakhir. Bukan Rasul terakhir. Namun hadits di bawah menunjukkan bahwa Nabi Muhammad bukan hanya Nabi terakhir, tapi juga Rasul terakhir:

    Rasulullah SAW menegaskan: “Rantai Kerasulan dan Kenabian telah sampai pada akhirnya. Tidak akan ada lagi rasul dan nabi sesudahku”. (Tirmidhi, Kitab-ur-Rouya, Bab Zahab-un-Nubuwwa; Musnad Ahmad; Marwiyat-Anas bin Malik).

    Date: Fri, 13 Dec 1996 15:36:34 MET

    From: M. Nurhuda

    To: hikmah@isnet.org

    Assalamu’ alaikum Wr. Wb,

    Inilah 17 dalil tak ada Nabi baru setelah Muhammad.

    TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH

    —————————————–

    1. QS AL AHZAB 40: ” Bukanlah Muhammad itu bapak salah seorang laki-laki di antara kamu tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup Nabi-nabi”

    2. Imam Muslim dan yang lainnya meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

    “Perumpamaan saya dan para Nabi sebelum saya seperti orang yang membangun satu bangunan lalu dia membaguskan dan membuat indah bangunan itu kecuali tempat batu yang ada di salah satu sudut. Kemudian orang-orang mengelilinginya dan mereka ta’juk lalu berkata: ‘kenapa kamu tidak taruh batu ini.?’ Nabi menjawab : Sayalah batu itu dan saya penutup Nabi-nabi”

    3. Imam Muslim juga meriwayatkan dari Jubair bin Mut’im RA bahwa Nabi SAW bersabda:

    “Sesungguhnya saya mempunyai nama-nama, saya Muhammad, saya Ahmad, saya Al-Mahi, yang mana Allah menghapuskan kekafiran karena saya, saya Al-Hasyir yang mana manusia berkumpul di kaki saya, saya Al-Aqib yang tidak ada Nabi setelahnya”

    4. Abu Daud dan yang lain dalam hadist Thauban Al-Thawil, bersabda Nabi Muhammad SAW:

    “Akan ada pada umatku 30 pendusta semuanya mengaku nabi, dan saya penutup para Nabi dan tidak ada nabi setelahku”

    5. Khutbah terakhir Rasulullah …

    ” …Wahai manusia, tidak ada nabi atau rasul yang akan datang sesudahku dan tidak ada agama baru yang akan lahir.Karena itu, wahai manusia, berpikirlah dengan baik dan pahamilah kata-kata yang kusampaikan kepadamu. Aku tinggalkan dua hal: Al Quran dan Sunnah, contoh-contoh dariku; dan jika kamu ikuti keduanya kamu tidak akan pernah tersesat …”

    6. Rasulullah SAW menjelaskan: “Suku Israel dipimpim oleh Nabi-nabi. Jika seorang Nabi meninggal dunia, seorang nabi lain meneruskannya. Tetapi tidak ada nabi yang akan datang sesudahku; hanya para kalifah yang akan menjadi penerusku (Bukhari, Kitab-ul-Manaqib).

    7. Rasulullah SAW menegaskan: “Posisiku dalam hubungan dengan nabi-nabi yang datang sebelumku dapat dijelaskan dengan contoh berikut: Seorang laki-laki mendirikan sebuah bangunan dan menghiasinya dengan keindahan yang agung, tetapi dia menyisakan sebuah lubang di sudut untuk tempat sebuah batu yang belum dipasang. Orang-orang melihat sekeliling bangunan tersebut dan mengagumi keindahannya, tetapi bertanya-tanya, kenapa ada sebuah batu yang hilang dari lubang tersebut? Aku seperti batu yang hilang itu dan aku adalah yang terakhir dalam jajaran Nabi-nabi”. (Bukhari, Kitab-ul-Manaqib).

    8. Rasulullah SAW menyatakan: “Allah telah memberkati aku dengan enam macam kebaikan yang tidak dinikmati Nabi-nabi terdahulu: – Aku dikaruniai keahlian berbicara yang efektif dan sempurna. – Aku diberi kemenangan karena musuh gentar menghadapiku – Harta rampasan perang dihalalkan bagiku. -Seluruh bumi telah dijadikan tempatku beribadah dan juga telah menjadi alat pensuci bagiku. Dengan kata lain, dalam agamaku, melakukan shalat tidak harus di suatu tempat ibadah tertentu. Shalat dapat dilakukan di manapun di atas bumi. Dan jika air tidak tersedia, ummatku diizinkan untuk berwudhu dengan tanah (Tayammum) dan membersihkan dirinya dengan tanah jika air untuk mandi langka. – Aku diutus Allah untuk menyampaikan pesan suciNYA bagi seluruh dunia. – Dan jajaran Kenabian telah mencapai akhirnya padaku (Riwayat Muslim, Tirmidhi, Ibnu Majah)

    9. Rasulullah SAW menegaskan: “Rantai Kerasulan dan Kenabian telah sampai pada akhirnya. Tidak akan ada lagi rasul dan nabi sesudahku”. (Tirmidhi, Kitab-ur-Rouya, Bab Zahab-un-Nubuwwa; Musnad Ahmad; Marwiyat-Anas bin Malik).

    10. Rasulullah SAW menjelaskan: ‘Saya Muhammad, Saya Ahmad, Saya Pembersih dan kekafiran harus dihapuskan melalui aku; Saya Pengumpul, Manusia harus berkumpul pada hari kiamat yang datang sesudahku. (Dengan kata lain, Kiamat adalah satu-satunya yang akan datang sesudahku); dan saya adalah Yang Terakhir dalam arti tidak ada nabi yang datang sesudahku”. (Bukhari dan Muslim, Kitab-ul-Fada’il, Bab Asmaun-Nabi; Tirmidhi, Kitab-ul-Adab, Bab Asma-un-Nabi; Muatta’, Kitab-u-Asma-in-Nabi; Al-Mustadrak Hakim, Kitab-ut-Tarikh, Bab Asma-un-Nabi).

    11. Rasulullah SAW menjelaskan: “Allah yang Maha Kuasa tidak mengirim seorang Nabi pun ke dunia ini yang tidak memperingatkan ummatnya tentang kemunculan Dajjal (Anti-Kristus, tetapi Dajjal tidak muncul dalam masa mereka). Aku yang terakhir dalam jajaran Nabi-Nabi dan kalian ummat terakhir yang beriman. Tidak diragukan, suatu saat, Dajjal akan datang dari antara kamu”. (Ibnu Majah, Kitabul Fitan, Bab Dajjal).

    12. Abdur Rahman bin Jubair melaporkan: “Saya mendengar Abdullah bin ‘Amr ibn-’As menceritakan bahwa suatu hari Rasulullah SAW keluar dari rumahnya dan bergabung dengan mereka. Tindak-tanduknya memberi kesan seolah-olah beliau akan meninggalkan kita. Beliau berkata: “Aku Muhammad, Nabi Allah yang buta huruf”, dan mengulangi pernyataan itu tiga kali. Lalu beliau menegaskan: “Tidak ada lagi Nabi sesudahku”. (Musnad Ahmad, Marwiyat ‘Abdullah bin ‘Amr ibn-’As).

    13. Rasulullah SAW berkata: ” Allah tidak akan mengutus Nabi sesudahku, tetapi hanya Mubashirat”. Dikatakan, apa yang dimaksud dengan al-Mubashirat. Beliau berkata: Visi yang baik atau visi yang suci”. (Musnad Ahmad, marwiyat Abu Tufail, Nasa’i, Abu Dawud). (Dengan kata lain tidak ada kemungkinan turunnya wahyu Allah di masa yang akan datang. Paling tinggi, jika seseorang mendapat inspirasi dari Allah, dia akan menerimanya dalam bentuk mimpi yang suci).

    14. Rasulullah SAW berkata: “Jika benar seorang Nabi akan datang sesudahku, orang itu tentunya Umar bin Khattab”. (Tirmidhi, Kitab-ul-Manaqib).

    15. Rasulullah SAW berkata kepada ‘Ali, “Hubunganmu denganku ialah seperti hubungan Harun dengan Musa. Tetapi tidak ada Nabi yang akan datang sesudahku”. (Bukhari dan Muslim, Kitab Fada’il as-Sahaba).

    16. Rasulullah SAW menjelaskan: “Di antara suku Israel sebelum kamu, benar-benar ada orang-orang yang berkomunikasi dengan Tuhan, meskipun mereka bukanlah NabiNYA. Jika ada satu orang di antara ummatku yang akan berkomunikasi dengan Allah, orangnya tidak lain daripada Umar. (Bukhari, Kitab-ul-Manaqib)

    17. Rasulullah SAW berkata: “Tidak ada Nabi yang akan datang sesudahku dan karena itu, tidak akan ada ummat lain pengikut nabi baru apapun”. (Baihaqi, Kitab-ul-Rouya; Tabrani)

    Wassalam

    M. Nurhuda

    http://media.isnet.org/islam/Ahmadiyyah/Dalil17.html

  3. 11 Januari, 2008 3:06 pm

    Banyak orang mengatakan tertutup atau berakhirnya pintu kenabian setelah nabi Muhammad saw adalah berdasarkan keterangan dari sebuah Hadits yang mengatakan ” aakhirul-anbiya’ ” (nabi terkahir) dan beliau saw bersabda “laa nabiyya ba’diy” (tidak ada nabi sesuah aku).
    Jadi menurut hadits-hadits itu sesudah beliau saw tiada seorang nabi pun yang datang. Akan tetapi sungguh sayang orang-orang itu hanya melihat kata-kata “aakhirul-anbiya’ “saja, namun didalal hadits shahih Muslim yang berkaitan dengan kata itu ada lanjutan kata-kata yang berbunyi ” Mesjidku akhir segala mesjid ” ( Rasulullah saw bersabda : ” Aku adalah nabi yang terkahir dan mesjidku adalah mesjid yang terakhir ( H R. Muslim)” ), apabila perkataan ” inniy akhirul anbiya’ ” berarti sesudah beliau saw tidak akan datang lagi nabi apa pun juga, maka perkataan ” wa ina masjidiy aakhirul masajaid ” pun akan juga berarti bahwa sesudah mesjid beliau saw ( Mesjid Nabawi ) tidak akan dapat lagi didirikan suatu mesjid apapun. Akan tetapi orang-orang itu meskipun ada perkataan masjidiy aakhirul masaajid, tetap pada pendiriiannya untuk menolak segala corak kenabian.
    Jawaban yang mereka berikan atas pertanyaan itu adalah “… mesjid-mesjid ini kepunyaan Rasulullah saw juga, sendangkan di dalam mesjid itu dilakukan ibadah dengan mengikuti cara yang telah diajarkan, yang untuk melaksanakan cara itu Rasulullah saw telah menyuruh untuk mendirikan mesjid, jadi adanya mesjid-mesjid baru ini merupakan bayangan mesjid itu ( mesjid Nabawi ) oleh karena itu mesjid-mesjid ini tidak terpisahkan darinya, itulah sebabnya kami tidak menyangkal kehadiran mesjid baru itu.”
    Jawaban ini tepat, dengan adanya jawaban tersebut Jemaat Ahamdiyah juga dapat berkata hal yang sama seperti itu bahwa meskipun ada perkataan aakhirul-anbiya, itu juga berarti dapat datang lagi nabi setelah Nabi Muhammad saw yang merupakan bayangan kenabian Rasulullah saw dan nabi-nabi ini tidak membawa syariat baru, mereka hanya mengikuti syariat Rasulullah saw dan mereka di utus hanya untuk menyebarkan ajaran nai Muhammad saw saja, serta segala sesuatu yang mereka dapati adalah karena keberkatan dari beliau saw. dengan kedatangan nabi-nabi semacam itu sekali-kali tidak mengurangi atau atau merendahkan kedudukan serta martabat mesjid beliau saw sebagai aakhirul-masaajid.
    Demikian pula dengan kalimat aakhirul-anbiya pun tidak mengandung arti bahwa sesudah beliau saw tidak seorang nabi pun dapat datang lagi. yang sebenarnya adalah tidak dapat datang seorang nabi yang me-mansukh-kan (membatalkan) syariat beliau saw.
    seseorang manusia yang bijaksana bisa merenungkan setiap masalah dengan sedalam-dalamnya sampai ke dasar arti setiap kata. Mungkin kekhawatiran terhadap orang-orang yang dapat menjadi mangsa kekeliruan, Hz Siti Aisyah r.a berkata :
    ” Katakanlah, sesungguhnya ia (Muhammad saw) adalah khaatamul-anbiya, tetapi jangan sekali-kali kamu mengatakan laa nabiyya ba’dahu (tidak ada nabi sesudahnya).” (Durrun Mantsur, jld V, hal. 204 Takmilah Majmaul Bihar, hal 5)
    Apabila menurut pendapat Hz Aisyah r.a sesudah Rasulullah saw tidak dapat datang kenabian jenis apapun juga, maka mengapakah beliau r.a melarang orang-orang mengatakan laanabiyya ba’dahu (tidak ada nabi sesudahnya)?. dan apa bila pendapat beliau r.a salah, mengapa para sahabat r.a tidak ada yang menyangkal ucpan Hz Aisyah r.a.
    Kesimpulan, karena Hz Aisyah r.a telah mencegak mengucapkan perkataan laa nabiyya ba’dahu, hal itu menunjukan pendapat beliau, sesudah Rasulullah saw dapat datang nabi, akan tetapi nabi yang tidak membawa syariat baru. Kenyataan bahwa para sahabat r.a tidak ada yang menyangkal ucapan Hz Aisyah r.a itu menunjukan bahwa para sahabat r.a semuanya juga sepakat dan berpendirian sama mengenai masalah itu.
    Untuk memperjelas keterangan Hz Aisyah ra dan sikap para sahabat r.a, lebih lanjut kita dapatkan beberapa pendapat para Ulama salaf mengenai hadits laa nabiyaa ba’diy sebagai berikut :
    -Syekh Muhyiddin Ibnu Arabi r.h dalam kitabnya futuuhatul Makiyyah menulis : ” Inilah arti dari sabda Rasulullah saw ‘sesungguhnya risalah dan nubuwatan sudah terputus, maka tidak ada rasul dan nabi yang datang sesudahku yang bertentangan dengan syariatku. Apabila ia datang, ia akan di bawah syari’atku.” ( Futuuhatul Makiyyah, Ibnu Arabi, Darul Kutubil Arabiyyah Alkubra, Mesir, jld II, hlmn 3)
    -Imam Abdul Wahab Asy-Syarani r.h berkata : ” Dan sabda nabi Muhammad saw : tidak ada nabi dan rasul sesudah aku, adalah maksudnya : tidak ada lagi nabi sesudah aku (nabi Muhammad saw ) yang membawa syariat” ( Al-Yawaqit wal Jawahir, Jld II hlm, 42)
    -Imam Thahir Gujrati berkata : “ini tidaklah bertentangan dengan hadits tidak ada lagi nabi sesudahku, karena yang dimaksudkan ialah tidak ada lagi nabi yang membatalkan syari’at beliau” ( Takmilah Majmaul Bihar, hlm 85)
    -Sayyid Waliyullah Muhaddits Ad-Dahwali berkata : ” Dan Khaatam-lah nabi-nabi dengna kedatangan beliau, artinya tidak akan ada lagi orang yang akan diutus Allah membawa syari’at untuk manusia.” ( Tafhimati Ilahiyyah, hlm. 53)
    -Imam Mazhab Hanafi yang terkenal, yaitu Mullah Ali al-Qari menjelaskan : “Jika Ibarahim ( Putra Rasulullah saw ) hidup dan menjadi nabi, demikian pula Umar menjadi nabi, maka mereka merupakan pengikut atau ummati Rasulullah saw, seperti halnya Isa, Khidir, dan Ilyas ‘alaihumusalaam. Hal ini tidak bertentangan dengan ayat Khaataman nabiyyin. Sebab ayat itu hanya berarti bahwa sekarang, sesudah Rasulullah saw tidak dapat datang lagi nabi lain yang membatalkan syariat beliau saw dan bukan ummati beliau saw ” ( Maudhu’aat Kabiir, hlm 69)
    Pengertian Nabi Muhammad saw sebagai Khaatman-nabiyyiin yang sebenarnya adalah bararti materai para nabi atau cincin (perhiasan) para nabi atau yang paling mulia dan tersempurna dari para nabi.

  4. 11 Januari, 2008 3:40 pm

    @Angga (orang Ahmadiyah)
    Membongkar kesesatan dan kedustaan Ahmadiyah

    Ahmadiyah adalah suatu aliran yang meyakini ada nabi setelah Nabi Muhammad saw, mereka meyakini Mirza Gulam Ahmad sebagai nabi mereka. Selain itu mereka mempunyai kitab suci yang dikenal dengan nama Tadzkirah sebagaimana umat Islam mempunyai Al-Qur`an. Semoga artikel ini dapat sebagai peringatan akan bahaya aliran sesat ini. Artikel ini dikutip dari Buletin LPPI.
    1.Aliran Ahmadiyah-Qadiyani itu berkeyakinan bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi dan Rasul, kemudian barangsiapa yang tidak mempercayainya adalah kafir murtad

    2.Ahmadiyah-Qadiyani memang mempunyai Nabi dan Rasul sendiri yaitu Mirza Ghulam Ahmad dari India

    3.Ahmadiyah-Qadiyan mempunyai kitab suci sendiri yaitu kitab suci Tadzkirah

    4.Kitab suci”Tadzkirah” tersebut adalah kumpulan wahyu yang diturunkan “tuhan” kepada Mirza Ghulam Ahmad yang kesuciannya sama dengan kitab suci Al-Qur’an, karena sama-sama wahyu dari Tuhan, tebalnya lebih tebal dari Al-Qur’an, dan kitab suci Ahmadiyah tersebut ada di kantor LPPI

    5.Kalangan Ahmadiyah mempunyai tempat suci tersendiri untuk melakukan ibadah haji yaitu Rabwah dan Qadiyan di India. Mereka mengatakan: “Alangkah celakanya orang yang telah melarang dirinya bersenang-senang dalam haji akbar ke Qadiyan. Haji ke Makkah tanpa haji ke Qadiyan adalah haji yang kering lagi kasar”. Dan selama hidupnya “nabi” Mirza tidak pernah haji ke Makkah

    6.Kalau dalam keyakinan umat Islam para nabi dan rasul yang wajib dipercayai hanya 25 orang, dalam ajaran Ahmadiyah Nabi dan Rasul yang wajib dipercayai harus 26 orang, dan Nabi dan Rasul yang ke-26 tersebut adalah “Nabi Mirza Ghulam Ahmad”

    7.Dalam ajaran Islam, kitab samawi yang dipercayai ada 4 buah yaitu: Zabur, Taurat, Injil dan Al-Qur’an. Tetapi bagi ajaran Ahmadiyah Qadiyan bahwa kitab suci yang wajib dipercayai harus 5 buah dan kitab suci yang ke-5 adalah kitab suci “Tadzkirah” yang diturunkan kepada “Nabi Mirza Ghulam Ahmad”

    8.Orang Ahmadiyah mempunyai perhitungan tanggal, bulan dan tahun sendiri. Nama bulan Ahmadiyah adalah: 1. Suluh 2. Tabligh 3. Aman 4. Syahadah 5. Hijrah 6. Ihsan 7. Wafa 8. Zuhur 9. Tabuk 10. Ikha’ 11. Nubuwah 12. Fatah. Sedang tahunnya adalah Hijri Syamsi yang biasa mereka singkat dengan H.S. Dan tahun Ahmadiyah saat ini adalah tahun 1373 H.S (1994 M atau 1414 H). Kewajiban menggunakan tanggal, bulan dan tahun Ahmadiyah tersendiri tersebut di atas perintah khalifah Ahmadiyah yang kedua yaitu Basyiruddin Mahmud Ahmad

    9.Berdasarkan firman “tuhan” yang diterima oleh “nabi” dan “rasul” Ahmadiyah yang terdapat dalam kitab suci “Tadzkirah” yang artinya: “Dialah tuhan yang mengutus rasulnya “Mirza Ghulam Ahmad” dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya atas segala agama-agama semuanya.(“kitab suci Tadzkirah” hal. 621)

    Berdasarkan keterangan yang ada dalam kitab suci Ahmadiyah di atas BAHWA AHMADIYAH BUKAN SUATU ALIRAN DALAM ISLAM, TETAPI MERUPAKAN SUATU AGAMA YANG HARUS DIMENANGKAN TERHADAP SEMUA AGAMA-AGAMA LAINNYA TERMASUK AGAMA ISLAM

    10.Ahmadiyah mempunyai nabi dan rasul sendiri, kitab suci sendiri, tanggal, bulan dan tahun sendiri, tempat untuk haji sendiri serta khalifah sendiri yang sekarang khalifah yang ke-4 yang bermarkas di Inggris bernama: Thahir Ahmad. Semua anggota Ahmafiyah di seluruh dunia wajib tunduk dan taat tanpa reserve pada perintah dia. Orang di luar Ahmadiyah adalah kafir dan wanita Ahmadiyah haram kawin dengan laki-laki di luar Ahmadiyah. Jika tidak mau menerima Ahmadiyah tentu mengalami kehancuran

    11.Berdasarkan “ayat” kitab suci Ahmadiyah “Tadzkirah” bahwa tugas dan fungsi Nabi Muhammad saw sebagai nabi dan rasul yang dijelaskan oleh kitab suci umat Islam Al-Qur’an, dibatalkan dan diganti oleh “nabi” orang Ahmadiyah Mirza Ghulam Ahmad

    11.1. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
    Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab suci’Tadzkirah” ini dekat dengan Qadiyan-India. Dan dengan kebenaran Kami menurunkannya dan dengan kebenaran dia turun.” (“kitab suci” Tadzkirah hal.637)
    11.2. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
    Artinya: ”Katakanlah-wahai Mirza Ghulam Ahmad-jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku”
    (“kitab suci” Tadzkirah hal. 630)
    11.3.Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah
    Artinya: “Dan Kami tidak mengutus engkau-wahai Mirza Ghulam Ahmad-kecuali untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam”. (kitab suci “Tadzkirah” hal. 634)
    11.4. Firman “tuhan” dalam kitab suci “Tadzkirah”:
    Artinya: “Katakan wahai Mirza Ghulam Ahmad-sesungguhnya aku ini manusia biasa seperi kamu, hanya diberi wahyu kepadaku”.(“kitab suci Tadzkirah hal. 633)
    11.5. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
    Artinya: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu – wahai Mirza Ghulam Ahmad – kebaikan yang banyak” (“kitab suci” Tadzkirah hal.652)
    11.6. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
    Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menjadikan engkau – wahai Mirza Ghulam Ahmad – imam bagi seluruh manusia” (“kitab suci” Tadzkirah hal. 630)
    11.7. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” “Tadzkirah”:
    Artinya: “Oh, pemimpin sempurna, engkau – wahai Mirza Ghulam Ahmad – seorang dari rasul, yang menempuh jalan betul, diutus oleh Yang Maha Kuasa, Yang Rahim” (“kitab suci” Tadzkirah hal. 658-659)
    11.8. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
    Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam lailatul qadr” (kitab suci Tadzkirah hal. 519)
    11.9. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
    Artinya: “Dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar tetapi Allah-lah yang melempar. (Tuhan) Yang Maha Pemurah, yang telah mengajarkan Al-Qur’an” (“kitab suci” Tadzkirah hal.620)

    Dan masih banyak lagi ayat-ayat kitab suci Al-Qur’an yang dibajaknya. Ayat-ayat “kitab suci” Ahmadiyah Tadzkirah yang dikutip di atas, adalah penodaan dan bajakan-bajakan dari kitab suci Umat Islam Al-Qur’an.
    Dan Mirza Ghulam Ahmad mengaku pada umatnya -orang Ahmadiyah-bahwa ayat-ayat tersebut adalah wahyu yang dia terima dari “tuhannya” di I N D I A.

    12. PENODAAN AGAMA DAN HUKUMNYA

    12.1 Pada Kitab Undang-undang Hukum Pidana diadakan pasal baru yang berbunyi sbb: PASAL 56 a:
    Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun, barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan: a. yang pokoknya bersifat permusuhan. Penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama di Indonesia.

    12.2 Surat edaran Dirjen Bimas Islam dan Urusan Haji Nomor D/BA.01/3099/84 tanggal 20 September 1984, a.l.:
    2. Pengkajian terhadap aliran Ahmadiyah menghasilkan bahwa Ahmadiyah-Qadiyan dianggap menyimpang dari Islam karena mempercayai Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi, sehingga mereka percaya bahwa Nabi Muhammad saw bukan nabi terakhir.

    13.1. Malaysia telah melarang ajaran Ahmadiyah di seluruh Malaysia sejak tanggal 18 Juni 1975.

    13.2. Brunei Darussalam juga telah melarang ajaran Ahmadiyah di seluruh Brunei Darussalam.

    13.3. Rabithah `Alam Islami yang berkedudukan di Makkah telah mengeluarkan fatwa bahwa Ahmadiyah adalah KAFIR dan KELUAR DARI ISLAM.

    13.4. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah mengeluarkan keputusan bahwa Ahmadiyah adalah KAFIR dan TIDAK BOLEH pergi haji ke Makkah.

    13.5. Pemerintah Pakistan telah mengeluarkan keputusan bahwa Ahmadiyah adalah golongan MINORITAS NON MUSLIM.

    14. K E S I M P U L A N

    a.Ahmadiyah sebagai perkumpulan atau jemaat didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad di Qadiyan – I N D I A (sekarang Pakistan) tahun 1889, yang karena perbedaan pandangan tentang penerus kepemimpinan dalam Ahmadiyah dan ketokohan pendirinya berkembang dua aliran, yaitu Anjuman Ahmadiyah (Ahmadiyah Qadiyan) dan Anjuman Ishaat Islam Lahore (Ahmadiyah Lahore).Kedua aliran tersebut mengakui kepemimpinan dan mengikuti ajaran serta paham yang bersumber pada ajaran Mirza Ghulam Ahmad.

    b.Jemaat Ahmadiyah masuk dan berkembang di Indonesia sejak tahun 1920-an dengan menamakan diri Anjuman Ahmadiyah Qadiyan Departemen Indonesia dan kemudian dinamakan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang dikenal dengan Ahmadiyah Qadiyan, dan Gerakan Ahmadiyah Lahore Indonesia (GIA) yang dikenal dengan Ahmadiyah Lahore.

    c.Mirza Ghulam Ahmad mengaku telah menerima wahyu, dan dengan wahyu itu dia diangkat sebagai nabi, rasul, al-Masih Mau`ud dan Imam Mahdi. Ajaran dan faham yang dikembangkan oleh pengikut Jemaat Ahmadiyah Indonesia khususnya terdapat penyimpangan dari ajaran Islam berdasarkan Al-Qur`an dan Al-Hadits yang menjadi keyakinan umat Islam umumnya, antara lain tentang kenabian dan kerasulan Mirza Ghulam Ahmad sesudah Rasulullah saw.(BALITBANG DEPAG RI, Jakarta, 1995 hal. 19, 20,21)

    P E N U T U P

    Sebagai penutup brosur ini, kami kutip sebuah ayat Al-Qur`an yang mengancam orang yang mengaku menerima wahyu serta menulis kitab dengan tangannya sendiri, kemudian dikatakannya dari Allah swt dengan dusta yang amat keji seperti yang dilakukan oleh nabi Mirza di atas.
    Allah swt berfirman:
    Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri lalu dikataknnya: Ini dari Allah, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaanlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka akibat dari apa yang mereka kerjakan. (Q.S. Al-Baqarah 79)

    Cat: Apabila PB Ahmadiyah berkeberatan dengan isi brosur ini, alangkah baiknya diselesaikan melalui debat terbuka yang disaksikan oleh umat.

    Sumber: Buletin LPPI. Masjid Al-Ihsan Lt.III Proyek Pasar Rumput Jakarta 12970 Telp/Fax. (021)8281606

    [Kontributor : Muslim, 02 Juni 2002 ]

  5. 11 Januari, 2008 4:40 pm

    anda ambil artikel itu dari bulettin LPPI kan sendangkan anda sendiri tau kalo LPPI itu bukan Ahmadiyah, dengan begitu anda salah mengambil keterangan tentang Ahmadiyah tapi bukan dari Ahmadiyah, saya tekankan di sini semuat tuduhan itu tidak benar. kalo anda pengen lebih tau tentang ahmadiyah Qadiani coba sekali-kali mampir ke situs resmi Jemaat Ahamdiyah ( http://www.ahmadiyya.or.id ) atau yang international ( http://www.alislam.org )
    Ahmadiyah adalah Islam dan bukan agama baru,
    Rasulullah saw bersabda :
    ” Barang siapa shalat seperti kami, dan menghadapkan wajah ke kiblat kami dan makan makanan yang kami sembelih, maka itu adalah seorang muslim ” ( HR Bukhari )
    Rasulullah saw bersabda :
    ” Barang siapa memanggil atau menyebut seseorang itu kafir atau musuh Allah padahal sebenarnya bukan demikian, maka ucapannya itu akan kembali kepada orang yang mengatakannya ( menuduh ) itu.” ( HR Bukhari )

  6. * BO (bukan Ahmadiyah juga) permalink
    17 April, 2008 8:08 pm

    apakah ‘khaataman’ itu artinya ‘semulia-mulia nabi’ bukan ‘penutup nabi’ ?

    kalau dilihat dalam 10:10 ada juga kata ‘penutup’ tapi ‘waaakhiru’

    berbunyi: dan penutup do’a mereka ialah: “alhamdulilaahi rabbil ‘aalamin.”

    ‘khaataman’ mirip dengan ‘atman’ dalam Hinduism, Buddhism, Sikhism and Jainism:

    Arjuna: for the mind is truly restless, o krishna! it is turbulent, obstinate, hard to restrain!
    Krishna: let me control all actions; and you, immersed into the atman, calm, free from selfishness and conceit; fight, o arjun!

    Atman (Sanskrit) literally means “self”, but is sometimes translated as “soul” or “ego”. in Hinduism and Vedanta to identify the “soul” It is one’s “true self”. http://en.wikipedia.org/wiki/Atman

    jadi kalau mau berdasar bahasa kuno timur tengah (arab) agak-agak ketimur dikit ‘khaataman’ yang jika juga ‘atman’ berarti:

    “sejatinya nabi-nabi, se-elok-eloknya nabi-nabi, semulia-mulia nabi-nabi, kalau dalam bahasa jawa “sak tenan-tenane jati dirine nabi”.

    ini hanya teori yang saya temukan. bukan berarti saya ahmadiyah juga lho.

    walahu’alam

  7. 22 April, 2008 3:12 pm

    Pernyataan saudara Angga disini menunjukkan bahwa Ahmadiyah mengakui bahwa ada Nabi setelah Rasulullah Muhammad SAW.

  8. budi permalink
    25 April, 2008 10:02 am

    Ahmadiyah kalau punya nabi baru dan kitab baru harusnya mereka jangan pakai kedok Islam dong… Harusnya mereka bikin agama baru, Ahmadiyah tanpa embel-embel Islam.. Jangan ngerusak agama orang lain kalau enggak mau ngikutin ajaran Islam yang benar ya jangan ngaku Islam.
    Contoh orang Kristen walau ngaku Taurat dan Musa sebagai Nabi tapi karena mereka punya kitab baru dan nabi baru mereka enggak ngaku sebagai Yahudi.
    Islam walau mengakui semua nabi-nabi dan kitab tapi karena nabinya baru mereka enggak ngaku Yahudi atau Kristen. Nah ini Ahmadiyah sudah menyebut orang di luar Ahmadiyah itu sesat.. kok ngenyel masih ngaku-ngaku sebagai agama Islam. Enggak PD ya… atau memang ingin ngerusak agama Islam. Pemerintah seharusnya melindungi agama Islam dari para perusak dan pencemaran nama baik seperti Ahmadiyah ini. Kalau Ahmadiyah ingin bebas berkeyakinan dan tidak dilarang seharusnya mereka juga harus mau dijadikan sebagai agama di luar Islam karena memang pada kenyataannya mereka bukanlah agama Islam.

  9. 27 April, 2008 11:15 pm

    mengapa kita selalu berkutat pada masalah tersebut dan mau sampai kapan??biarlah Tuhan saja yang menghakimi mahluknya, Dia maha tau lagi maha adil, tanpa harus dijagapun Tuhan akan menjaganya dari setiap mahkuk yang akan merusaknya, janganlah keyakinan yang kita miliki untuk memuliakan Tuhan justru ternodai oleh tindakan kita yang menyakiti sesama. Tuhan akan menerima maaf kita jika kita mendapatkan maaf dari sesama. Jangan sampai ummat islam ketinggalan jaman oleh ummat lain hanya karena selalu memperdebatkan masalah masalah yang tidak begitu penting.

  10. abu ustad permalink
    11 Mei, 2008 11:29 pm

    Bagaimana dengan turunya ibnu Maryam … sesudah Rasulullah saw.
    Menurut Sabda Rasulullah saw, pangkatnya Nabi …
    Bingung ….

  11. murid permalink
    29 Mei, 2008 2:24 pm

    Tulisan daeng sangat menarik. Tapi, dengan hanya mengutip saja tulisan orang lalu menjadikannya sebagai dasar untuk menghakimi Ahmadiyah, menurut saya, adalah kurang bijak. Alquran memerintahkan kita untuk menyelidiki segala kabar yang datang kepada kita bahkan meskipun itu datang dari orang fasik. So, selidiki dulu yang benar, baru buat review…

  12. 29 Mei, 2008 3:28 pm

    mungkin menurut pak daeng waktu itu, pernyataan itulah yang benar..? bagaimana pak daeng..? 😀

  13. Dono permalink
    8 Juni, 2008 3:05 pm

    Ass.wr.wb,bapak webmaster.
    Kembalikan segala perkara kepada kitab suci Alquran.
    Disitu terselipkan kebenaran, sesungguhnya kebenaran itu datangnya dari Allah S.W.T.
    yang bathil akan lenyap.

    Banyak yang mengatakan dirinya muslim tetapi dia fasik.
    Seperti firman Allah di Alquran dlm surat At-Taubah ayat 66.
    yang bunyinya : Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman.Jika kami memaafkan segolongan dari pada kamu(lantaran mereka taubat), niscaya kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.

    Cukup jelas bahwa tidak semua orang-orang yang beragama islam diterima disisi Allah S.W.T.

    Wassalam.

  14. Orang Islam permalink
    16 Januari, 2009 6:20 pm

    wah…wah

    mas daeng di keroyok gini….

    setau saya otang islam itu yang:

    (1) Mengucap dua kalimah syahadat
    (2) Sembahyang lima waktu
    (3) Berpuasa sebulan dalam bulan Ramadhan
    (4) Menunaikan haji ke Baitullah (Mekah)
    (5) Menunaikan zakat

    kalo bukan 5 itu yah bukan islam, apalagi beda syahadatnya…

  15. 16 Januari, 2009 6:42 pm

    heu…. nah lho… itu urutannya salah…
    klo mo pake urutan g gitu kan!?

    maap.. klo g salah..
    (1) Mengucap dua kalimah syahadat
    (2) Sembahyang lima waktu
    (3) Berpuasa sebulan dalam bulan Ramadhan
    (4) Menunaikan zakat
    (5) Menunaikan haji ke Baitullah (Mekah)

    piss

  16. Orang Islam permalink
    16 Januari, 2009 6:47 pm

    hmm.

    tq. ah

    salah nulis

  17. 9 Maret, 2009 7:00 pm

    Ini debat masalah nabi palsunya Islam kok malah jadi banting setir ke rukun Islam sih? nggak nyambung tau!!!!!!!

  18. sedemir permalink
    11 Juni, 2009 2:13 pm

    Sebenarnya kepercayaan orang islam umum non ahmadiyah lebih janggal daripada kepercayaan orang ahmadiyah. Orang islam umumnya percaya nabi muhamad penutup nabi, tapi mereka juga percaya nabi isa as yang umurnya udah lebih dari 2000 tahun bakal turun lagi. Sebagai apa? Sebagai nabi. Loh berarti ada nabi yang datang setelah Muhamad saw. Bingung kan.

    Orang islam umumnya percaya Nabi isa yang sudah lebih dari 2000 tahun bakal datang, berarti mereka percaya Nabi Isa as masih hidup? Lebih janggal lagi, bakalan jadi bahan tertawaan orang.

    Sedangkan ahmadiyah percayanya bahwa nabi Isa as sudah wafat. Bahwa memang ada janji kedatangan Isa as, tetapi sesuai dengan sunnah Tuhan didukung oleh pendapat para ulama maksudnya adalah kedatangan seorang Nabi yang tidak membawa syariat, pengikut nabi muhamad saw, yang menyandang sifat Isa as dan tentu saja dari kalangan umat Islam.

    So mau percaya yang mana silahkan saja namanya juga kepercayaan. masing-masing punya dasar pijakan. Silahkan direnungkan baik baik. Jangan gampang denger fitnah.

  19. 28 Juni, 2009 1:03 am

    Tak ada nabi setelah nabi Muhammad Titik

  20. 27 Agustus, 2009 4:40 pm

    Orang yang mengaku nabi itu orang ga waras,kalo ga cuma mau membuat dirinya dikenal sama masyarakat

  21. sedemir permalink
    4 September, 2009 8:27 pm

    Semua Nabi yang benar dari Adam sampai Muhamad saw mereka itu mengaku mendakwakan diri jadi Nabi bukan atas suruhan pengikutnya. Apa mereka itu juga gak waras hehehehe. Nanti kalau Isa as yang betulan yang aseli turun dari langit apa dia juga gak bakalan ngaku sebagai Nabi yang diutus Tuhan. Apa dengan demikian Ia juga tidak waras.Logika berfikir warastidak waras itu sangat lemah.

  22. 14 September, 2009 10:11 am

    Nabi Muhammad SAW adalah nabi akhir zaman kalo yang ngaku menyebutkan bahwa dia nabi orang itu sudah ga waras

  23. sedemir permalink
    18 September, 2009 1:13 pm

    Nabi Muhamad sendiri yang bilang bahwa Nabi Isa akan datang setelah Beliau saw.

    Nanti Nabi Isa as yang datang itu kan akan mendakwakan diri. Nah orang pertama kafir ya sudah dipastikan anda. Karena pasti bilang Nabi Isa as itu tidak waras.

    Jadi lebih baik mana anda dengan ahmadiyah. Kalau menurut anda Ahmadiyah tidak baik, anda pun tidak lebih baik karena sudah dipastikan sebagai penuduh tidak waras terhadap Nabi Isa aseli yang nanti datang dan mendakwakan diri. hehehehe jadi hehehehe enggak usah maksa maksa seh

  24. clowdeed permalink
    28 April, 2010 10:21 pm

    saya salut dengan coment milik saudara sademir,

    bila Isa as masih dilangit dan akan turun sesudah Rasulullah SAW wafat,

    artinya mereka yg berpaham tsb jg mengakui bahwa ada nabi yg turun sesudah Rasulullah SAW,dan bila mereka menganggap ini sesat,artinya mereka pun “menyesatkan” diri sendiri.

  25. 2 Mei, 2011 10:49 am

    ya betul orang isalam. tidak ada nabi setelah nabi muhammad. titik…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: