Skip to content

Ahmadiyah Sesat atau Terlihat sesat ?

19 Desember, 2007

Peristiwa perusakan dan pengusiran pengikut aliran Ahmadiyah, akhir-akhir ini marak terjadi dan diekspose oleh media-media nasional. Peristiwa di Bogor, Nusa Tenggara Barat, Kuningan dan Majalengka adalah beberapa kasus yang layak diperhatikan untuk mencegah agar kejadian serupa tak terulang. Salah satu yang menyebabkan Ahmadiyah dianggap sebagai aliran sesat oleh MUI, karena menganggap Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi, mujaddid, masih dan mahdi. Namun didalam website Ahmadiyah ada disebutkan bahwa Mirza Ghulam Ahmad tidak mengaku sebagai “nabi”, kutipannya adalah sebagai berikut :

Agaknya tidak bisa dipungkiri bahwa secara faktual Hazrat Mirza Ghulam Ahmad pernah mengaku nabi. Tetapi tidak boleh diabaikan pula adanya fakta lain bahwa pengakuan itu telah diralat atau lebih tepatnya dijelaskan oleh beliau. Singkatnya, pengakuan sebagai nabi hanya dalam arti harfiah, bukan dalam pengertian istilah atau syari’ah. Begitu pun, jika orang masih merasa keberatan dengan kata itu (Nabi), hendaknya diganti dengan muhaddats.

Berdasarkan klaim tersebut, kaum Ahmadiyah sendiri menyatakan bahwa Mirza Ghulam Ahmad bukan nabi, benarkah demikian atau hanya untuk menurunkan tensi umat Islam yang merasa dilecehkan oleh Ahmadiyah. Sebaiknya pemerintah mengambil sikap tegas dengan membuka dialog antara kedua pihak seperti kasus-kasus aliran sesat sebelumnya antara lain Mosaddeq dengan Al-Qiyadah dan Sekte Kiamatnya Pendeta Mangapin Sibuea, kalau dibiarkan terus berlarut-larut dikuatirkan akan timbul anarkisme yang akan memakan korban dikedua pihak, karena masing-masing memiliki pengikut baik yang pro maupun yang kontra. Sebagaimana diungkapkan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia , KH Cholil Ridwan yang mengatakan bahwa pihaknya tidak membenarkan kekerasan terhadap para pengikut Ahmadiyah. “Islam tidak mengajarkan kekerasan,” katanya seusai Sholat Idul Adha di Gedung DDI, Rabu, menanggapi banyaknya kekerasan yang terhadap para jamaah Ahmadiyah. Untuk mengantisipasi akan terjadinya kekerasan lagi, menurut dia, negara perlu bertindak dengan membubarkan jamaah Ahmadiyah (ANTARA News, 19/12/2007).

Setidaknya pihak yang pro dan kontra tentang keberadaan Ahmadiyah bisa mengambil suatu kesepakatan, apakah Jemaah Ahmadiyah dianggap masuk dalam Agama Islam atau di “luar” Agama Islam. Jangan sampai kita menganggap sesuatu yang”terlihat sesat” menjadi sesat, karena terlihat sesat masih dapat kita kaji “terlihat sesat” nya dimana, tetapi kalau “sesat” berarti seluruh ajarannya sudah bertentangan dengan kaidah Islam secara umum dan ini berarti Ahmadiyah tidak bisa dicap lagi sebagai aliran dalam agama Islam. Setujukah anda dengan pendapat tersebut ?

174 Komentar leave one →
  1. 22 Desember, 2007 12:00 am

    assalamualaikum mohon maaf yg sebesar besarnya ke pada umat islam di seluruh tanah air,kalo saya sendiri pernah tau bahwa memang akan datang nabi pada akhir jaman seperti nabi isa dan nabi itu yg akan menghancurkan dajal2 tapi kalo dibilang sesat agama itu saya kurang mengerti juga karna saya blom tau dan tidak mau tau dengan ajaran itu atukah mungkin itu adalah akal2 umat yahudi dan nasrani agar umat islam ini hancur dan mereka meng atas namakan islam sebiknya ini di tindak lanjuti oleh para pemimpin rubhlah uudnya agar mereka tida senaknya membuat agama2 karna itu jg bisa merugilan semua pihak baik masyarakat maupun pemerintah sendiri
    ______________________________________________________________________________
    @asep suhendi
    Waalaikum salam, aliran yang dianggap menyimpang harusnya diajak dialog.

    • 17 Oktober, 2009 5:34 am

      oyaaaa sepakat. ajak rembug aja mereka maunya apa

      • @Salman Al Ghifari permalink
        8 Maret, 2010 11:22 am

        saya pernah berdebat dgn orng ahmadiyah,,

        Dia: mencelah orang orang yang keluar djaln allah, dan dia juga berkata, keluar dalam jamaah tablgh itu tidak punya dasar apapun ,,

        dan saya baligh bertanya,,,, kalau ahmadiayah itu dasranya apa???

        sya menjawab pertanyaan orang ahmadiyah tersebut, bahwa dasar dari jamaah tabvligh adalah nabi muhammad sallahu alihi wasallam sendiri yang mencontokan untuk keluar dijalan allah, dan dia tidak tau apa dasarnya ,,, tidak jelas sama sekali

        waw itu menggugah semangat saya untuk berdebat dengan dia,,, sambil membuka alQur’an pula……

  2. 22 Desember, 2007 1:26 pm

    sangat setuju, cobalah mui dialog dengan ahmadiyah dan ditayangkan langsung di tv biar semua orang bisa menilai sendiri seberapa jauh kebenaran ataupun ‘kesesatan’ dari masing-masing pihak!
    ————————————-
    @kang aden
    etah mah kumaha akang wae lah…., abdi mah keukeuh….kebenaran mual tiasa di sulap

  3. 23 Desember, 2007 9:55 am

    ih…maksad abdi oge kitu atuh!
    —————————–
    @kang aden
    AKUUUUUUUUUUUUUUUUR

  4. Angga permalink
    7 Januari, 2008 2:37 pm

    Assalamualaikum wr.wb
    Islam itu damai yang tidak pernah mengajarkan kekerasan, jadi kenapa mesti ada kekerasan terhadap Ahmadiyah yang juga adalah Islam. Perlu saya jelasakan sedikit di sini Ahmadiyah adalah islam jadi tidak benar kalo ada yang menyebutkan kalo ahmadiyah bukan islam karena nabi besar jemaat ahmadiyah adalah Nabi Muhamad saw. dan kitab suci jemaat ahmadiyah adalah Alquran. Ada pun Hazrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. adalah nabi yang meneruskan ajaran Nabi Besar Muhamad saw. Apabila rekan-rekan ingin mencari informasi tentang jemaat ahmadiyah ( Qadiani ) kunjungi situs resmi Jemaat ahmadiyah baik yang di indonesia ( http://www.ahmadiyya.or.id ) atau yang international ( http://www.alislam.org ).

    • @Salman Al Ghifari permalink
      8 Maret, 2010 11:24 am

      sekali lagi saya tekankan
      bahwa nabiu yang terakhir adalah Nabi muhammad SAW.,

      jd jngan lagi anda menganggap ada nabi setelah nabi muhammad

    • 15 November, 2010 10:32 am

      islam itu adalah agama perdamaian itu betul, tetapi kalau islam dikatakan lemah lembut terhadap kaum murtad/sesat/kafir itu sangat salah. ISLAM adalah agama yang SANGAT KERAS/harus dengan KEKERASAN meghadapi kaum sesat/kafir yang jelas-jelas telah menghina dan menyakiti Allah dan rasulnya adan menyakiti kaum muslimin. PAHAM

      • BUDI EKO SUSANTO permalink
        26 Desember, 2010 11:39 pm

        hakikat dari kehidupan adalah berbakti kepada sang Esa. bukan mempermasalahkan individu,apalagi saling mengkafirkan antar sesama.kafir tidaknya seseorang hanya allah yang tahu.namun, apa benar orang yang terlalu sibuk mengkritisi orang lain itu lebih baik dari yang di kritik?. islam sudah sempurna,ajaran yang komplit.islam juga telah memberikan tanda-tanda, mana yang baik dan mana yang buruk.jadi selebihnya tergantung pada pribadi manusianya,dari sudut pandang mana akan melihat?.saya kira tidak sepantasnya menuduh sembarangan apalagi sampai meng-klaim sesat.bukankah allah telah mengajarkan kita semua untuk tidak berburuk sangka, mungkin saja yang kita anggap jelek itu jauh lebih baik dari kita sendiri.so, jalani hidup apa adanya tanpa harus sibuk dengan orang lain.kalau memang diri kita benar,silahkan buktikan kalau kitalah yang benar,tanpa harus mengklaim orang sesat hanya untuk membuktikan kalau kita benar.itu semua tidak perlu……..

      • si akang permalink
        9 Februari, 2011 10:36 pm

        adakah orang yang tahu, siapa manusia yang paling benar dimata Allah…?

      • Neva permalink
        22 November, 2011 10:36 pm

        WAH MANTAP NEH. AKU BARU TAU TERNYATA ALLAH ITU LEMAH DAN PERLU DIBELA.

        HEKHKEH

        PEACE DEH !

    • 15 November, 2010 10:43 am

      YAG PASTI SEORANG NABI TIDAK PERNAH BERDUSTA, tetapi bagaimana dengan GHULAM AHMAD? ghulam ahmad mengaku kalau dialah almasih/nabi/imam mahdi sebagaimana yang dimaksud dalam Hadist -Hadis nabi muhammada SAW tentang Imam mahdi/Almasih/Nabi . Bukankah imam mahdi diutus kedunia untuk melakuka peperanga terhadap yahudi/Nasrani? kapan Ghulam ahmad berperang dengan Yahudi /nasrani? kecuali menjadi antek nasrani “Inggris”; berhentilah berbohong wahai DAJJAL!

      Hujjah seorang nabi pasti benar. Bagaimana dengan huyjjah Ghulam Ahmad ketika dia kalah berdebat dengan seorang nasrani, lalu dia marah sambil mengutuk orang nasrani tersebut bahwa dia kan mati dalam 7 hari lagi. kenyataanya orang nasrani tersebut tidak mati. AKIBAT HUJJAH DUSTA ITU kaum nasrani merendahkan/menghina Ghulam Ahmad sang PENDUSTA

  5. 7 Januari, 2008 2:52 pm

    @Angga
    Bukannya didalam website disebutkan oleh Mirza Ghulam bahwa dia bukan nabi ?, lagi pula Nabi dan Rasul terakhir bagi umat Islam adalah Nabi Muhammad ?, lalu kok ada nabi muncul dari Pakistan?

  6. 9 Januari, 2008 8:45 am

    Terima kasih tanggapannya, sedikit sy jelaskan mungkin anda melihat tentang Hazrat Mirza Ghulam Ahmad nya itu dari situs ahmadiyah Lahore ( ahmadiyah.org ) bukan dari situs ahmadiyah Qadiani ( http://www.ahmadiyya.or.id atau http://www.alislam.org ) kalo sebelumnya belum pernah dengar dengan kata ini ( Ahmadiyah Lahore dan Ahmadiyah Qadiani ) saya jelaskan, pada awalnya Ahmadiyah itu cuma satu tapi karena ada ambisi jadi pemimpin dari Muhamad Ali ( pemimpin Ahmadiyah Lahore ) dan tidak terpilh ahirnya mereka pergi ke Lahore berserta para pengikutnya dengan membawa aset-aset jemaat ahmadiyah, dan mereka pun ketika itu menyatakan bahwa Hazrat Mirza Ghulam Ahmad bukan nabi hanya sebagai Muzadid ( Pembaharu ) dan sampai sekarang golongan mereka tidak berkembang yang dikenal dengan nama Ahmadiyah Lahore.
    Dikalangan umum islam menyatakan bahwa setelah nabi Muhamad saw tidak ada lagi nabi, tapi kami ( Ahmadiyah Qadiani ) menyakini setelah nabi Muhammad saw ada lagi nabi tapi bukan nabi yang membawa syariat melainkan nabi Ummati atau nabi pengikut nabi Muhammad saw karena beliau ( Hazrat Mirza Ghulam Ahmad as ) ini menyampaikan ajaran-ajaran nabi Muhmmad saw dengan berpedoman kepada Alquran Karim dan hadits-hadits nabi muhammad saw. jadi tidak benar kalo ada yang menyebutkan kalo syahadat, kitab suci maupun nabi kami berbeda karena sesungguhnya baik shahadat, kitab suci maupun nabi besar kami adalah syahadat nabi Muhammad saw, kita suci Alquran dan nabi besarnya pun adalah Nabi Besar Muhammad saw.
    Adapun keterangan ” Khataman Nabiyyin “, kata Khatam tidak bisa selamanya di artikan ” terakhir atau penutup ” karena beberapa kali yang mulia Nabi Muhammad saw menggandengkan kata khatam ini dengan dengan kata jamak dan selalu artinya itu ” yang mulia ” atau ” yang paling apdol ” dan kami mengartikan sesuai pemahaman itu jadi kalo kata khatam di gandengkan dengan kata jamak dalam hal ini kata ” Nabiyyin ” itu jamak yang artinya nabi-nabi atau para nabi maka kata kata khatam di sini artinya ” yang paling mulia “, Rasulullah saw pernah bersabda kepada Aayida Ali : ” Hai Ali engkau ini adalah Khatamul Aulia ” nah kalo di artikan khatam di sini penutup atau terakhir maka tidak akan ada wali-wali setelah Syayidina Ali buktinya ada masih ada wali-wali seperti wali songo.

    • 15 November, 2010 10:53 am

      ALI BIN ABI THALIB TIDAK BERDUSTA TETAPI GHULAM AHMAD PENDUSTA, BUKA MATA KALIAN HAI SAUDARAKU DAN KEMBALILAH KEJALA YANG BENAR, KALIAN TELAH JAUH TERSESAT OLEH BUJUK RAYU GHULAM AHMAD SANG PENDUSTA ANTEK INGGRTIS/YAHUDI UNTUK MEMECAH KAUM MUSLIMIN. jika zaman dahulu datuk-datuk kalian terperdaya oleh orang-orang pakistan lahoree (penyebar ahmadiyah pertama diindonesia) ituwajar, karena nenek moyang kalian tidak cukup memiliki ilmu dan pegetahuan tentang Agama Muhammad yang sebenarnya, tetapi kalian tidak bisa mengikuti nenek moyang kalian yang sesat itu karena saat ini kalian dapat mencari ilmu dan pengetahuan tentang ajaran muhammad saw yang benar dengan seluas-luasnya, dan kalian bisa menguji sendiri apakah GHGULAM AHMAD Itu nabi atau SANG DAJJAL KECIL, sebagaimana yang telah di ririwayatkan oleh muhammad saw.

    • beben permalink
      15 Februari, 2011 10:40 pm

      aduuuh nih oraaang..
      kalao nabi trakhir Muhammad SAW ntu udah ketetapan..yang ngaku2 berarti bukan Islam. Kitab cuma Al Quran dan Hadist…mang ada Rasulullah bilang Tazkiroh sebagai kitab..kalo di depan umum ntu tazkirah gak diakuin ama Ahmadiyah

      trus dasar agama cetakan inggris, ntulah kenapa markas nya di Inggris.katro smua pengikut ahmadiyah..
      mampir di sini dah..http://antipemurtadan.wordpress.com/2009/03/27/ajaran-dan-doktrin-sesat-ahmadiyah/

  7. 9 Januari, 2008 10:13 am

    @angga
    wah ini saya lebih nggak tahu lagi kalau ahmadiyah sudah pecah perahu juga ?. bagaimana mungkin seorang Mirza Ghulam Ahmad bisa mengaku jadi Nabi, sedangkan para Walisongo saja tidak besar kepala seperti demikian ?
    Mungkin dari kawan yang lain ada yang mau menanggapi pernyataan saudara Angga disini ?

  8. 11 Januari, 2008 3:50 pm

    @angga
    Membongkar kesesatan dan kedustaan Ahmadiyah

    Ahmadiyah adalah suatu aliran yang meyakini ada nabi setelah Nabi Muhammad saw, mereka meyakini Mirza Gulam Ahmad sebagai nabi mereka. Selain itu mereka mempunyai kitab suci yang dikenal dengan nama Tadzkirah sebagaimana umat Islam mempunyai Al-Qur`an. Semoga artikel ini dapat sebagai peringatan akan bahaya aliran sesat ini. Artikel ini dikutip dari Buletin LPPI.
    1.Aliran Ahmadiyah-Qadiyani itu berkeyakinan bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi dan Rasul, kemudian barangsiapa yang tidak mempercayainya adalah kafir murtad

    2.Ahmadiyah-Qadiyani memang mempunyai Nabi dan Rasul sendiri yaitu Mirza Ghulam Ahmad dari India

    3.Ahmadiyah-Qadiyan mempunyai kitab suci sendiri yaitu kitab suci Tadzkirah

    4.Kitab suci”Tadzkirah” tersebut adalah kumpulan wahyu yang diturunkan “tuhan” kepada Mirza Ghulam Ahmad yang kesuciannya sama dengan kitab suci Al-Qur’an, karena sama-sama wahyu dari Tuhan, tebalnya lebih tebal dari Al-Qur’an, dan kitab suci Ahmadiyah tersebut ada di kantor LPPI

    5.Kalangan Ahmadiyah mempunyai tempat suci tersendiri untuk melakukan ibadah haji yaitu Rabwah dan Qadiyan di India. Mereka mengatakan: “Alangkah celakanya orang yang telah melarang dirinya bersenang-senang dalam haji akbar ke Qadiyan. Haji ke Makkah tanpa haji ke Qadiyan adalah haji yang kering lagi kasar”. Dan selama hidupnya “nabi” Mirza tidak pernah haji ke Makkah

    6.Kalau dalam keyakinan umat Islam para nabi dan rasul yang wajib dipercayai hanya 25 orang, dalam ajaran Ahmadiyah Nabi dan Rasul yang wajib dipercayai harus 26 orang, dan Nabi dan Rasul yang ke-26 tersebut adalah “Nabi Mirza Ghulam Ahmad”

    7.Dalam ajaran Islam, kitab samawi yang dipercayai ada 4 buah yaitu: Zabur, Taurat, Injil dan Al-Qur’an. Tetapi bagi ajaran Ahmadiyah Qadiyan bahwa kitab suci yang wajib dipercayai harus 5 buah dan kitab suci yang ke-5 adalah kitab suci “Tadzkirah” yang diturunkan kepada “Nabi Mirza Ghulam Ahmad”

    8.Orang Ahmadiyah mempunyai perhitungan tanggal, bulan dan tahun sendiri. Nama bulan Ahmadiyah adalah: 1. Suluh 2. Tabligh 3. Aman 4. Syahadah 5. Hijrah 6. Ihsan 7. Wafa 8. Zuhur 9. Tabuk 10. Ikha’ 11. Nubuwah 12. Fatah. Sedang tahunnya adalah Hijri Syamsi yang biasa mereka singkat dengan H.S. Dan tahun Ahmadiyah saat ini adalah tahun 1373 H.S (1994 M atau 1414 H). Kewajiban menggunakan tanggal, bulan dan tahun Ahmadiyah tersendiri tersebut di atas perintah khalifah Ahmadiyah yang kedua yaitu Basyiruddin Mahmud Ahmad

    9.Berdasarkan firman “tuhan” yang diterima oleh “nabi” dan “rasul” Ahmadiyah yang terdapat dalam kitab suci “Tadzkirah” yang artinya: “Dialah tuhan yang mengutus rasulnya “Mirza Ghulam Ahmad” dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya atas segala agama-agama semuanya.(“kitab suci Tadzkirah” hal. 621)

    Berdasarkan keterangan yang ada dalam kitab suci Ahmadiyah di atas BAHWA AHMADIYAH BUKAN SUATU ALIRAN DALAM ISLAM, TETAPI MERUPAKAN SUATU AGAMA YANG HARUS DIMENANGKAN TERHADAP SEMUA AGAMA-AGAMA LAINNYA TERMASUK AGAMA ISLAM

    10.Ahmadiyah mempunyai nabi dan rasul sendiri, kitab suci sendiri, tanggal, bulan dan tahun sendiri, tempat untuk haji sendiri serta khalifah sendiri yang sekarang khalifah yang ke-4 yang bermarkas di Inggris bernama: Thahir Ahmad. Semua anggota Ahmafiyah di seluruh dunia wajib tunduk dan taat tanpa reserve pada perintah dia. Orang di luar Ahmadiyah adalah kafir dan wanita Ahmadiyah haram kawin dengan laki-laki di luar Ahmadiyah. Jika tidak mau menerima Ahmadiyah tentu mengalami kehancuran

    11.Berdasarkan “ayat” kitab suci Ahmadiyah “Tadzkirah” bahwa tugas dan fungsi Nabi Muhammad saw sebagai nabi dan rasul yang dijelaskan oleh kitab suci umat Islam Al-Qur’an, dibatalkan dan diganti oleh “nabi” orang Ahmadiyah Mirza Ghulam Ahmad

    11.1. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
    Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab suci’Tadzkirah” ini dekat dengan Qadiyan-India. Dan dengan kebenaran Kami menurunkannya dan dengan kebenaran dia turun.” (“kitab suci” Tadzkirah hal.637)
    11.2. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
    Artinya: ”Katakanlah-wahai Mirza Ghulam Ahmad-jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku”
    (“kitab suci” Tadzkirah hal. 630)
    11.3.Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah
    Artinya: “Dan Kami tidak mengutus engkau-wahai Mirza Ghulam Ahmad-kecuali untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam”. (kitab suci “Tadzkirah” hal. 634)
    11.4. Firman “tuhan” dalam kitab suci “Tadzkirah”:
    Artinya: “Katakan wahai Mirza Ghulam Ahmad-sesungguhnya aku ini manusia biasa seperi kamu, hanya diberi wahyu kepadaku”.(“kitab suci Tadzkirah hal. 633)
    11.5. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
    Artinya: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu – wahai Mirza Ghulam Ahmad – kebaikan yang banyak” (“kitab suci” Tadzkirah hal.652)
    11.6. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
    Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menjadikan engkau – wahai Mirza Ghulam Ahmad – imam bagi seluruh manusia” (“kitab suci” Tadzkirah hal. 630)
    11.7. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” “Tadzkirah”:
    Artinya: “Oh, pemimpin sempurna, engkau – wahai Mirza Ghulam Ahmad – seorang dari rasul, yang menempuh jalan betul, diutus oleh Yang Maha Kuasa, Yang Rahim” (“kitab suci” Tadzkirah hal. 658-659)
    11.8. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
    Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam lailatul qadr” (kitab suci Tadzkirah hal. 519)
    11.9. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
    Artinya: “Dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar tetapi Allah-lah yang melempar. (Tuhan) Yang Maha Pemurah, yang telah mengajarkan Al-Qur’an” (“kitab suci” Tadzkirah hal.620)

    Dan masih banyak lagi ayat-ayat kitab suci Al-Qur’an yang dibajaknya. Ayat-ayat “kitab suci” Ahmadiyah Tadzkirah yang dikutip di atas, adalah penodaan dan bajakan-bajakan dari kitab suci Umat Islam Al-Qur’an.
    Dan Mirza Ghulam Ahmad mengaku pada umatnya -orang Ahmadiyah-bahwa ayat-ayat tersebut adalah wahyu yang dia terima dari “tuhannya” di I N D I A.

    12. PENODAAN AGAMA DAN HUKUMNYA

    12.1 Pada Kitab Undang-undang Hukum Pidana diadakan pasal baru yang berbunyi sbb: PASAL 56 a:
    Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun, barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan: a. yang pokoknya bersifat permusuhan. Penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama di Indonesia.

    12.2 Surat edaran Dirjen Bimas Islam dan Urusan Haji Nomor D/BA.01/3099/84 tanggal 20 September 1984, a.l.:
    2. Pengkajian terhadap aliran Ahmadiyah menghasilkan bahwa Ahmadiyah-Qadiyan dianggap menyimpang dari Islam karena mempercayai Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi, sehingga mereka percaya bahwa Nabi Muhammad saw bukan nabi terakhir.

    13.1. Malaysia telah melarang ajaran Ahmadiyah di seluruh Malaysia sejak tanggal 18 Juni 1975.

    13.2. Brunei Darussalam juga telah melarang ajaran Ahmadiyah di seluruh Brunei Darussalam.

    13.3. Rabithah `Alam Islami yang berkedudukan di Makkah telah mengeluarkan fatwa bahwa Ahmadiyah adalah KAFIR dan KELUAR DARI ISLAM.

    13.4. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah mengeluarkan keputusan bahwa Ahmadiyah adalah KAFIR dan TIDAK BOLEH pergi haji ke Makkah.

    13.5. Pemerintah Pakistan telah mengeluarkan keputusan bahwa Ahmadiyah adalah golongan MINORITAS NON MUSLIM.

    14. K E S I M P U L A N

    a.Ahmadiyah sebagai perkumpulan atau jemaat didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad di Qadiyan – I N D I A (sekarang Pakistan) tahun 1889, yang karena perbedaan pandangan tentang penerus kepemimpinan dalam Ahmadiyah dan ketokohan pendirinya berkembang dua aliran, yaitu Anjuman Ahmadiyah (Ahmadiyah Qadiyan) dan Anjuman Ishaat Islam Lahore (Ahmadiyah Lahore).Kedua aliran tersebut mengakui kepemimpinan dan mengikuti ajaran serta paham yang bersumber pada ajaran Mirza Ghulam Ahmad.

    b.Jemaat Ahmadiyah masuk dan berkembang di Indonesia sejak tahun 1920-an dengan menamakan diri Anjuman Ahmadiyah Qadiyan Departemen Indonesia dan kemudian dinamakan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang dikenal dengan Ahmadiyah Qadiyan, dan Gerakan Ahmadiyah Lahore Indonesia (GIA) yang dikenal dengan Ahmadiyah Lahore.

    c.Mirza Ghulam Ahmad mengaku telah menerima wahyu, dan dengan wahyu itu dia diangkat sebagai nabi, rasul, al-Masih Mau`ud dan Imam Mahdi. Ajaran dan faham yang dikembangkan oleh pengikut Jemaat Ahmadiyah Indonesia khususnya terdapat penyimpangan dari ajaran Islam berdasarkan Al-Qur`an dan Al-Hadits yang menjadi keyakinan umat Islam umumnya, antara lain tentang kenabian dan kerasulan Mirza Ghulam Ahmad sesudah Rasulullah saw.(BALITBANG DEPAG RI, Jakarta, 1995 hal. 19, 20,21)

    P E N U T U P

    Sebagai penutup brosur ini, kami kutip sebuah ayat Al-Qur`an yang mengancam orang yang mengaku menerima wahyu serta menulis kitab dengan tangannya sendiri, kemudian dikatakannya dari Allah swt dengan dusta yang amat keji seperti yang dilakukan oleh nabi Mirza di atas.
    Allah swt berfirman:
    Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri lalu dikataknnya: Ini dari Allah, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaanlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka akibat dari apa yang mereka kerjakan. (Q.S. Al-Baqarah 79)

    Cat: Apabila PB Ahmadiyah berkeberatan dengan isi brosur ini, alangkah baiknya diselesaikan melalui debat terbuka yang disaksikan oleh umat.

    Sumber: Buletin LPPI. Masjid Al-Ihsan Lt.III Proyek Pasar Rumput Jakarta 12970 Telp/Fax. (021)8281606

    [Kontributor : Muslim, 02 Juni 2002 ]

  9. 11 Januari, 2008 4:37 pm

    anda ambil artikel itu dari bulettin LPPI kan sendangkan anda sendiri tau kalo LPPI itu bukan Ahmadiyah, dengan begitu anda salah mengambil keterangan tentang Ahmadiyah tapi bukan dari Ahmadiyah, saya tekankan di sini semuat tuduhan itu tidak benar. kalo anda pengen lebih tau tentang ahmadiyah Qadiani coba sekali-kali mampir ke situs resmi Jemaat Ahamdiyah ( http://www.ahmadiyya.or.id ) atau yang international ( http://www.alislam.org )
    Ahmadiyah adalah Islam dan bukan agama baru,
    Rasulullah saw bersabda :
    ” Barang siapa shalat seperti kami, dan menghadapkan wajah ke kiblat kami dan makan makanan yang kami sembelih, maka itu adalah seorang muslim ” ( HR Bukhari )
    Rasulullah saw bersabda :
    ” Barang siapa memanggil atau menyebut seseorang itu kafir atau musuh Allah padahal sebenarnya bukan demikian, maka ucapannya itu akan kembali kepada orang yang mengatakannya ( menuduh ) itu.” ( HR Bukhari )

  10. Nanda permalink
    11 Januari, 2008 5:14 pm

    “benar apa yang sodara angga katakan, jiak ingin menilai seseorang jangn bertanya dari siapa tapi langsung kepada orangnya, apakah anda ingin membeli kucing di dalam karung? yang kita tidak tau apakah isinya lengkap ata ada yang kurang …….”

  11. 11 Januari, 2008 5:24 pm

    @Angga
    betul LPPi bukan Ahmadiyah, tetapi mereka telah mengadakan kajian-kajian tentang ajaran Ahmadiyah. Saya yakin para ahli agama atau ulama yang meneliti ajaran Ahmadiyah tentu tidak bermaksud membodohi umat, tetapi berusaha mengungkapkan fakta yang sebenarnya tentang Ahmadiyah. Terlepas dari para ulama mencap Ahmadiyah Sesat atau tidak, saya sendiri tidak mempercayai adanya Nabi setelah nabi Muhammad S.A.W. Saya pribadi tidak menganggap anda kafir, dan saya tidak memoderasi komen anda disini, agar hal ini bisa lebih transparan. Hanya saya merasa sedih sebagai seorang muslim, mengapa selalu saja ada hal-hal yang membuat umat ini pecah.

    • yadeech permalink
      21 Agustus, 2009 1:15 pm

      Angga, saya setuju dengan anda,, terusan dakwah akhi, biar umat muslin yg lain tdk terjerumus,

  12. 11 Januari, 2008 5:31 pm

    @nanda
    menurut saya jika saudara angga merasa keberatan dengan kutipan saya, bukankah lebih baik jika dia menjawab keberatannya item per item isi artikel yang saya kutip tersebut ?. Saya rasa lebih objektif bila orang lain yang menilai daripada menilai diri sendiri.

  13. 11 Januari, 2008 5:41 pm

    Kalo mereka ( LPPI ) sudah melakukan pengkajian tetapi knapa kajian mereka justru jadi menyimpang dari yang sebenarnya, saya ambil salah satu contoh dari kutipan komentar di atas ” Ahmadiyah-Qadiyan mempunyai kitab suci sendiri yaitu kitab suci Tadzkirah ” nah saya sebagai orang ahmadiyah menolak itu karena kitab suci Ahmadiyah adalah Alquran.
    ” Dalam agama tidak ada paksaan ” saya di sini mengungkapan apa yang saya tau bukan bearti memaksa kepada pembaca semua untuk meyakini apa yang saya yakini, saya cuma menyampaikan kalo ahmadiya itu tidak seperti apa yang mereka tuduhkan, dan itu sama saja dengan menfitnah dan rekan2 semua juga tau kalo fitnah itu lebih kejam dari pada membunuh, sampai sekarang saya tidak habis pikir mengapa mereka sampai bisa mengatakan tentang ahmadiyah yang tidak benar, mengapa mereka tidak menanyakannya langsung kepada Ahmadiyah yang emang nyata2 meraka mempercayai serta menyakininya.
    kalo emang gak menyakini ato mempercayai ya udah tapi gak mesti menyampaikan tuduhan2 yang tidak benar, kami suka kalo di ajak dialog, karena dengan itu kita bisa saling menyampaikan pendapat ato argument kita.

    • 15 November, 2010 11:27 am

      KALAU ANGGA UDAH BERTOBAT ALHAMDULILLAH, SEMOGA TOBATNYA DITERIMA OLEH ALLAH, TETAPI YANG DIMAKSUD OLEH DAENG TENTANG AHMADIYAH ADALAH AJARAN SESAT YANG DIKEMBANGKAN OLEH SEORANG NABI PALSU DARI TANAH INDIA YANG BERNAMA GHULAM AHMAD, JIKA GHULAM AHMAD HIDUP DINEGERI MUSLIM YANG BERHUKUM KEPADA HUKUM ALLAH DAN RASULNYA SUDAH PASTI GHULAM AHMAD AKAN DIPENGGAL DUA TUBUHNYA, KARENA TELAH MENGHINA ALLAH DA RASULNYA SERTA MENYESATKAN KAUM MUSLIMIN, DAN BERUNTUNGLAH KALIAN HAI….YANG MENJADI PENGIKUT SANG DAJJAL, KARENA KALIAN TIDAK AKAN DIPENGGAL TUBUHMU DINEGERI INI, SEBAB NEGERI INI TIDAK BERHUKUM KEPADA HUKUM ALLAH DAN RASULNYA, TETAPI INGAT….. WALAUPUN KALIAN BERUNTUNG HIDUP DINEGERI YANG TIDAK BERHUKUM ALLAH DAN RASUL INI, TETAPI KALIAN TETAP HARUS MEMPERTANGGUNG JAWABAN KEYAKINAN KALIAN ITU DIHARI PEMBALASAN ALLAH

      • anam permalink
        18 Februari, 2011 10:04 pm

        setuju blur….. ,aneh pengikut ahmadiyah kok tidak pakai otak
        jelas jelas rosul bersabda bahwa di akhir zaman muncul dari umatku sebagai imam bukan nabi untuk memerangi dazal ,dan nabi isa di turunkan allah ke bumi untuk membantu imam memerangi dazal ,masanya imam tersebut setelah dazal muncul sebelum kiamat.coba pikir

    • alam shah permalink
      12 Februari, 2011 8:55 pm

      apa pandangan ahmadiyah tentang orang islam yang lain? adakah mereka sesat?
      Kalau semuanya sama, apa perlu mengelar diri Ahmadiyah? Kan elok aja menjadi Islam dan beramal sama seperti muslim lain di Indonesia?

  14. 11 Januari, 2008 5:52 pm

    Saya rasa untuk penjelasan atas keberatan yang sering diajukan kepada Jemaat Ahmadiyah semuanya sudah terdapat dalam situs Ahmadiyah http://www.alislam.org atau http://www.ahmadiyya.or.id

  15. pratiwi permalink
    11 Januari, 2008 6:03 pm

    Ahmadiyah itu islam. Sesungguhnya yang bisa mengatakan orang itu sesat atau tidaknya hanya Allah yang ber hak. Semua ajaran yang ada di Ahmadiyah semua mengikuti sunah Rosul yakni Nabi Besar Muhammad S.A.W.

  16. pratiwi permalink
    11 Januari, 2008 6:33 pm

    dijelaskan dalam
    Al-qur’an QS Al-an’Am : 117 yang artinya”Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”
    Al-qur’an QS An-Nisa : 136 yang artinya ” Wahai orang-orang yangberiman! Tetaplah beriman kepada ALLAH dan RASUL-NYA (Muhammad) dan Kepada Kitab (Al-qur’an) yang diturunkan kepada Rosul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. barang siapa yang ingkar kepada ALLAH, MALAIKAT-MALAIKAT-NYA, KITAB-KITABNYA, RASUL-RASULNYA, dan Hari Kemudian, maka sesungguhnya, orang itu telah tersesat sangat jauh.”
    Al-qur’an QS Al-Mulk : 6-12 yang artinya “Dan orang yang ingkar kepada Tuhannya, akan mendapat azab Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.

    Apabila mereka dilemparkan kedalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu membara.

    Hampir meledak karena marah. Setiap kali ada sekumpulN (ORANG-ORANG KAFIR) dilemparkan ke dalamnya, penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka, “Apakah belum pernah ada orang yang datang memberi peringatan kepadamu (didunia)?.

    Mereka menjawab, “Benar, sungguh seorang pemberi peringatan telah datang kepada kami, tetapi kami mendustakan(nya) dan kami katakan, “Allah tidak menurunkan sesuatu apa pun, kamu sebenarnya didalam kesesatan yang besar”.

    Dan mereka berkata, “Sekiranya (dahulu) kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) tentulah kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala.

    Maka mereka mengakui dosanya. Tetapi jauhlah (dari rahmat ALLAH) bagi penghuni neraka yang menyala-nyala itu.

    Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak terlihat oleh mereka, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar.”

  17. pratiwi permalink
    11 Januari, 2008 6:40 pm

    Dan dapat kita kaji lagi yakni dari Firman ALLAH yakni

    Al-Qur’an QS AL-AHZAB : 66-68 yang artinya

    ” Pada hari (ketika) wajah mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata ” WAhai, kiranya dahulu kami taat kepada Allah dan taat pula kepada Rasul”

    Dan mereka berkata, “Ya Tuhan Kami, sesungguhnya kami telah mentaati para pemimpin dan pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar).

    Ya Tuhan Kami, timpahkanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan laknatlah mereka dengan laknat yang besar.”

    Jadi buat temen-temen semua takutlah kepada azab Tuhan

  18. afar permalink
    11 Januari, 2008 7:05 pm

    setelah saya membaca beberapa comment di atas sempat terpikirkan oleh saya.
    1. Adakah “NABI” setelah Nabi MUHAMMAD SAW?
    2. Dan benarkah Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi setelah Nabi Muhammad SAW?

    Saya pernah baca sbuah selebaran (yg sudah lupa bentuk dan judulnya) tapi masih menjadi sebuah pertanyaan besar bagi saya. Disana di jelaskan bahwa

    “Tuhan itu ‘Bagaikan’ seorang Ibu bagi seluruh makhluk ciptaan-Nya. Dan Dia yg akan terus menyayangi dan megasihi anaknya(makhluk ciptaan-Nya) selamanya “.

    Tuhan (Allah) menunjukkan kasih sayang-Nya kepada umat manusia dalam bentuk petunjuk2 yg bisa membawa umat manusia ke jalan yg benar yaitu melalui Nabi2 Nya. Hingga sampai masa Nabi “Terakhir” Nabi Muhammad SAW. Dari masa Nabi Adam (yg di anggap Nabi Pertama) hingga Nabi Muhammad SAW (yg dianggap sebagian umat Islam adalah Nabi “Terakhir”) Tuhan selalu memberikan wujud Kasih sayang-Nya kepada umat manusia dalam bentuk Petunjuk/ajaran yg dibawa oleh para Nabi utusan-Nya agar umat manusia selalu ingat bahwa Tuhan itu ADA dan manusia wajib “MenyembahNya”. Tapi stelah masa Nabi Muhammad SAW

    Masihkah Allah akan menunjukkan “Bentuk Kasih sayangNya” kepada manusia?

    Nabi adalah sebuah gelar yg di berikan kepada Seseorang yg menyampaikan “Pesan” dari Allah kepada Umat Manusia. Apabila tidak ada lagi Nabi berati “Masihkah Tuhan Menyayangi Kita? dan dalam bentuk apakah Allah akan menunjukkan keberadaanNya kepada manusia?”

    Apakah Kita Umat Manusia sudah di “Lupakan”?
    (Maha Suci Allah yg menciptakan Sekalian Alam)
    Saya yakin tidak, karena Allah Maha Penyayang lagi Maha Pengasih. Allah akan selalu mendampingi Kita (Umat Manusia) untuk selamanya. Dan saya yakin Allah selalu memberikan petunjuknya kepada kita. Karena Manusia bukanlah makhluk yang sempurna dan akan selalu membutuhkan petunjuk dari Allah SWT.

    Nabi Muhammad SAW manjanjikan bahwa suatu saat nanti akan datang seseorang sebagai (seperti) Isa Al Masih (bukan Nabi Isa a.s yang telah wafat) yg akan memimpin umat manusia yg bergelar Nabi (karena beliau Isa Al Masih yang di janjikan adalah utusan Allah). yang Tidak membawa Ajaran yg baru/Nabi Ummati, Berati setelah Nabi Muhammad akan ada lagi Nabi Utusan Allah SWT.
    Oleh karena itu saya setuju dengan pendapat Angga bahwa arti “Khatam” dalam kata “Khataman Nabiyyin” Tidak selalu di artikan sebagai kata “Terakhir”. Karena saya yakin Allah itu ADA. dan akan selalu Ada untuk mendampingi kita.

    Kalau Nabi Muhammad SAW adalah Nabi Terakhir lalu “Bergelar” sebagai apakah Isa Al Masih Yang Dijanjikan? bukankah Isa Al Masih yang dijanjikan adalah utusan Allah.

    Apakah Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi yang Dijanjikan?

    “Nabi Utusan Allah selalu memberikan ajaran yang benar”
    untuk pertanyaan ini alangkah lebih baiknya kalau rekan2 Yth mencari tau dlu bagaimana ajaran yang di bawa Mirza Ghulam Ahmad agar rekan2 bisa menilai apakah Mirza Ghulam Ahmad memberikan ajaran yang sesat atau menyesatkan seperti pendapat (fatwa) MUI.
    Menurut informasi yang saya dapatkan ternyata MUI tidak memiliki dasar sendiri tapi mengikuti pendapat ormas lain (atau mungkinkah karena di negara lain ajaran Mirza Ghulam Ahmad dianggap Non Islam itu berati kalau ajarannya itu sesat kita akan lebih percaya kalau kita memiliki dasar sendiri dimana letak kesesatannya”) dan setelah saya cari tau dari berbagai media mengenai ajaran Mirza Ghulam Ahmad, menurut saya tidak ada ajaran yang bisa saya anggap sesat apalagi menyesatkan.
    karena ajarannya sama dengan ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.

    Rekan2 pasti tidak akan menelan mentah2 pendapat MUI tersebut sebelum rekan2 menemukan dari mana dasar2 dari MUI tersebut dan dimanakah letak kesesatan ajaran Mirza Ghulam Ahmad.

    Saya sarankan rekan2 jangan hanya mengambil keputusan dari satu sisi tapi cobalah mencari informasi dari segala pihak jangan hanya mengambil keputusan berdasarkan pendapat dari satu orang yang menentang kehadiran ajaran Mirza Ghulam Ahmad saja tapi kita juga harus tau bagaimanakah ajaran Mirza Ghulam Ahmad yang sesungguhnya.

    “lihat dengan mata sendiri lebih nyata di banding mendengarkan dari pernyataan orang lain”

    “Apa yg kita dengarkan takkan selalu sama dengan apa yg dilihat”

    “Dan pendapat orang lain takkan selamanya bisa kita percaya”.

    • BUDI EKO SUSANTO permalink
      27 Desember, 2010 12:14 am

      kalau kita talaah kembali tentang pengertian NABI dan ROSUL,disana kita akan mendapatkan kesimpulan yang insyaallah akan menghilangkan keraguan kita tentang ada tidaknya nabi setelah Nabi muhammad.memang benar redaksi KHOTAM AN-NABIYYIN adalah penutup para nabi.artinya tidak akan ada utusan/nabi baru setelah muhammad.namun jauh-jauh hari nabi sudah pernah bersabda bahwa ULAMA ADALAH PEWARIS PARA NABI.sesungguhnya yang harus dipahami terkait dengan utusan setelah nabi wafat itu adalah PENGGANTI PARA NABI, bukan NABI BARU.mungkin saja mirza ghulam ahmad itu termasuk dari pewaris nabi. itu terbukti bahwa beliau tidak mengaku kalau dia nabi.hanya saja kebanyakan dari diri kita yang mudah naik pitam ketika melihat hal-hal baru yang berbeda dengan keadaan-keadaan sebelumnya.namun, bukan berarti dengan mudah memfonis orang lain sesat apalagi sampai mengkafirkan orang tersebut.bukankah allah telah mengajarkan kepada kita”JIKA DATANG ORANG FASIK KEPADA KALIAN, MAKA TELUSURILAH/CARI KEJELASAN TERLEBIH DAHULU……”jangan mudah terbawa emosi, emosi itu adalah perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran-ajaran islam.

  19. indah permalink
    11 Januari, 2008 9:01 pm

    Betul pratiwi!
    kebanyakan masyarakat sekarang hanya ikut-ikut saja, tanpa mau menelaah terlebih dahulu. Dan lebih memilih mendengarkan perkataan orang-orang yang belum tentu mereka mau menanggung dosa orang yang terkena provokasi.

    Sepertinya orang-orang yang menyerang orang-orang ahmadiyah, apakah mereka itu umat islam ?! mungkin malah gak beragama, ngakunya sih pembela Islam tapi apa mereka tau bahwa merusak tempat ibadah itu adalah dosa besar.

    dalam Al-Qur’an Jelas ditulis dalam Surah Al-Baqarah ayat 114
    “Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang melarang di dalam masjid-masjid Allah untuk menyebut nama-Nya, dan berusaha merobohkannya? Mereka itu tidak pantas memasukinya kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka mendapat kehinaan di dunia dan di akhirat mendapat azab yang berat”

    Merusak tempat ibadah orang saja Nabi Muhammad saw gak pernah nencotohkan apalagi merusak masjid (Rumah Allah) astaghfirullah! Tidak takutkah orang-orang itu kepada Azab Allah.

  20. 12 Januari, 2008 4:47 am

    @orang Ahmadiyah
    dibandingkan Walisongo saya rasa Mirza Ghulam Ahmad nggak ada apa-apanya, tetapi mereka para Walisongo nggak ada yang sampai over akting ngaku Nabi. Menurut anda apasih keistimewaan Mirza Ghulam Ahmad sampai kalian begitu memuji-mujinya?.

  21. 12 Januari, 2008 4:48 am

    @orang Ahmadiyah
    anda juga mestinya istrospeksi diri mengapa orang demikian marah kepada kelompok anda?

  22. 12 Januari, 2008 4:53 am

    @orang Ahmadiyah
    semakin anda merasa diri anda benar, maka semakin besar penantangan terhadap anda, karena apa yang anda bawa menyinggung sebagian besar kaum muslimin di seluruh dunia.
    Malaysia telah melarang ajaran Ahmadiyah di seluruh Malaysia sejak tanggal 18 Juni 1975.
    Brunei Darussalam juga telah melarang ajaran Ahmadiyah di seluruh Brunei Darussalam.
    Rabithah `Alam Islami yang berkedudukan di Makkah telah mengeluarkan fatwa bahwa Ahmadiyah adalah KAFIR dan KELUAR DARI ISLAM.
    Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah mengeluarkan keputusan bahwa Ahmadiyah adalah KAFIR dan TIDAK BOLEH pergi haji ke Makkah.
    Pemerintah Pakistan telah mengeluarkan keputusan bahwa Ahmadiyah adalah golongan MINORITAS NON MUSLIM.

  23. 12 Januari, 2008 5:39 am

    @daeng impo
    Beliau ( Hz Mirza Ghulam Ahmad a.s ) adalah nabi dan rasul pengikut syari’at nabi Muhammad saw, Beliau adalah Imam Mahid dan Al Masih yang di janjikan

    • Deni permalink
      17 Februari, 2011 4:56 pm

      @Angga : Tidak ada pengikut syariat Nabi Muhammad SAW berstatus sebagai Nabi ataupun rasul, itu hanya bahasa akal-akalan Mirza Ghulam Ahmad dan pengikutnya, sy sendiri sangat senang seandainya bisa membunuh Nabi Palsu seperti Musailamah Al Kadzab dan pengikutnya, Membunuh nabi palsu adalah pahala yang besar seperti yang dilakukan khalid bin walid pada masa kekalifahan Abu Bakar yang membunuh Musailamah Al Kadzab,Oh ya Anda tahu Mirza Ghulam Ahmad itu Imam Mahdi dan Al Masih yang dijanjikan dari mana? apa bukti yang menunjukkan kalau dia itu Al masih yang dijanjikan? kalau ngga bisa jawab saya sepertinya perlu menggunakan pedang untuk memenggal kepala anda dan seluruh orang Ahmadiyah supaya saya mendapatkan pahala besar dari Alloh SWT…amiin…

    • yuza permalink
      25 Februari, 2011 10:35 am

      jadi bingung, mengutip pendapat @angga “Beliau ( Hz Mirza Ghulam Ahmad a.s ) adalah nabi dan rasul pengikut syari’at nabi Muhammad saw, Beliau adalah Imam Mahid dan Al Masih yang di janjikan” nah maksud nabi dan rasul itu apa? bukankah didalam Alquran dan hadits tidak ada lagi nabi dan rasul setelah nabi Muhammad SAW.
      dan jika itu diartikan secara harfiah, alangkah baiknya tidak memakai nabi dan rasul
      itu lebih baik

  24. 12 Januari, 2008 5:42 am

    @daeng limpo
    Bukankah mereka yang harus intropeksi diri dengan menggali lagi isi kandungan Alquran dan Hadits Rasulullah saw, tentang kedatangan Al Masih dan Imam Mahdi yang di janjikan ini.

  25. 12 Januari, 2008 5:54 am

    @Angga
    Udah sholat Subuh nih…..?
    begini ngga, saya tidak bisa memaksa anda atau orang lain percaya dengan keimanan saya bahwa saya hanya mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan Rasul terakhir. Demikian juga dengan anda demikian yang mengakui bahwa masih ada nabi setelah Rasullah Muhammad SAW, nah menurut saya apa yang anda pahami dapat merusak apa yang saya yakini. Demikian juga terdapat didalam hati orang-orang yang membenci apa yang anda pahami dan yakini. Jadi mungkin lebih baik kita sekat dulu biar tidak kisruh, biarlah Ahmadiyah dianggap sebagai ajaran diluar Islam yang Umum karena sebagian besar umat Islam tidak sependapat dengan paham dan keyakinan anda. Sehingga pengikut Ahmadiyah tidak perlu merasa takut atau tertekan dalam beribadah, karena sudah dianggap sebagai Agama diluar Islam. Dan Umat Islam juga tidak merasa Ahmadiyah menodai Islam karena sudah dianggap Non Muslim, gimana?

  26. 12 Januari, 2008 6:00 am

    @daeng limpo
    Saya tidak merasa kalo diri saya ini selalu benar tapi saya yakin dan percaya kalo Ahmadiyah ini benar, dalam agama tidak ada paksaan saya cuma menyampaikan apa yang sebenarnya dalam Ahmadiyah itu karena saya yakin kebayakan dari mereka cuma dengar tentang Ahmadiyah ini bukan dari Ahmadiyah sendiri bahkan mungkin mereka dengar tentang Ahmadiyah ini dari penentang Ahmadiyah.
    Tentang sesat menyesatkan atau tentang kafir/non muslim saya sudah kemukakan beberapa kali dalam komentar sebelumnya, “Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang orang yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia Lebih mengetahui tentang orang-orang yang mendapat petunjuk” ( Q.S 6:117)
    “Barang siapa memangihl atau seseorang itu kafir atau musuh Allah padahla sebenarnya bukan demikian, maka ucapannya itu akan kembali kepada orang yang mengatakan (menduduh) itu. ( HR Bukhari )

    • Deni permalink
      17 Februari, 2011 5:02 pm

      @angga…ngga usah Muter2 bersembunyi dibalik ayat-ayat Al-Quran, intinya Mirza Ghulam Ahmad itu pernah ngaku nabi atau rasul tidak? titik, kalau pernah ya sudah dia sdh masuk dalam kategori nabi palsu yang sangat disunnahkan untuk dibunuh, krn dia sdh mati maka pengikutnya sgt disunnahkan utk dibunuh, pahalanya sangat besar….

  27. 12 Januari, 2008 6:19 am

    @daeng limpo
    Sebelumnya saya minta maaf kalo komentar-komentar saya menjadi penggangu blog anda, tapi setelah saya mendapatkan artikel yang anda tulis dalam blog ini mengenai Ahmadiyah dan saya rasa saya perlu mengomentarinya.
    Sebenarnya kita emang gak usah berdebat kalo dalam hati kita masing-masing udah terpatri keyakinan yang tak bisa di goyahkan lagi, cuma ada hal yang mesti kita renungkan bersama kita sama-sama muslim knapa mesti ada kekerasan, kita jangan mudah terpropokasi dengan omongan-omongan yang belum jelas kebenarannya yang mungkin justru mereka tepuk tangan melihat antar umat islam saling bertengkar.
    Biar kita merasa benar dengan apa yang kita yakini tapi tidak mesti kita melarang orang lain untuk tidak menyakini apa yang mereka imani atau memaksa orang untuk mengimani apa yang kita yakini dan percayai.

  28. 12 Januari, 2008 6:36 am

    @Angga
    Saya sendiri tidak setuju dengan tindak kekerasan.

    • Deni permalink
      17 Februari, 2011 5:05 pm

      @daeng limpo: payah loe…lemah amat…tindak kekerasan terhadap musuh Alloh dan rasul nya itu tidak apa2, sangat disunnahkan untuk dibunuh, nyante aja, membunuh orang yang pernah ngaku nabi itu pahalanya besar….lawan/bunuh aja si bodoh angga dan antek2nya kalo mereka tdk segera meninggalkan keyakinannya tentang nabi palsu tersebut…

  29. panji permalink
    13 Januari, 2008 5:23 am

    Membaca “dialog” antara Angga dan daeng limpo, saya jadi tertarik berkomentar.

    Secara keimanan, saya ada di sisi daeng limpo. Tetapi terus terang saya tidak bisa mendukung pendapatnya “Ahmadiyah harus keluar dari Islam”. Biar saja Pakistan begitu.

    Yok dilihat sendi dasar keislaman: Rukun Iman, Rukun Islam, dan ber-Ihsan. Ini biasa diajarkan di pengajian2 dasar di Indonesia. Keluarkah Ahmadiyah dari kriteria2 itu?

    Ada contoh dari kristenitas. Gereja Mormon dianggap kontroversial krn bikin kitab baru. Sejumlah kongregasi mengecap sesat. Tetapi saya pernah didatangi penginjil Mormon (orang muda berpakaian rapi, necis, dan ramah). Ketika mereka mulai “ceramah”, saya kok merasa mrk beragama kristen tuh. Dan memang, gereja mormon masih mengimani yesus sebagai penyelamat. Jadi kristen kan?

    Intinya, kita boleh ngecap Ahmadiyah sesat. Kita jangan sampai kebablasan, tapinya. Mengatakan bhw mereka keluar saja dari Islam atau bahkan ngusir dari kampung atau mbakar mesjid menurut saya, dan banyak orang lain, itu kebablasan dan bukan jawaban atas masalah. Percaya atau tidak, ketua yayasan PIRI (Ahamdiyah) di Yogya selama bertahun2 diundang ceramah tarwih di Yogya, toh ngga pernah terjadi “penyesatan” besar2an. Sekolah PIRI di yogya berpuluh2 tahun ngajar ribuan siswa, toh rate muridnya yg pindah ke Ahmadiyah boleh dibilang “ignorable”. Hayo??

    Semoga dipahami.

    • Deni permalink
      17 Februari, 2011 5:08 pm

      @panji : bodohnya dirimu….ini saatnya kita mencontoh khalid bin walid untuk membunuh nabi palsu…kl sdh mati ya bunuh pengikutnya….

  30. 13 Januari, 2008 6:16 am

    @panji
    saya sendiri sangat menentang tindak kekerasan terhadap pengikut Ahmadiyah, saya sendiri tidak mengecap dan menganggap Ahmadiyah sesat tetapi saya menganggap pemahaman saya tentang Islam dengan orang Ahmadiyah berbeda, khususnya tentang Rasul dan Nabi Terakhir. Saya sendiri sebenarnya trenyuh (istilah orang jawa) melihat keadaan umat Islam Indonesia yang compang-camping, dan yang mengoyak-ngoyak Islam adalah umat Islam sendiri. Mereka Umat Islam saling bunuh antara Syiah dan Sunni, lalu di falistine hamas dan plo, di somalia, di afghanistan. Belum yang dibantai oleh Serbia baik di bosnia, kosovo. Di India lalu di Thailand lalu di Philippine. Belum cukupkah darah yang tumpah?…..jadi pendapat saya itu agar penganut Ahmadiyah tidak menjadi korban dari suatu tindak kekerasan, maka sebaiknya dicari jalan keluar antara Ahmadiyah dan yang menentangnya sehingga tidak perlu jatuh korban. Saya juga menghimbau kepada ormas-ormas Islam seperti FPI, mohon tunjukkanlah Islam yang “sejuk” kepada Ahmadiyah, toh mereka masih mengakui Allah dan Nabi Muhammad SAW. Mungkin daripada anda membakar mesjid atau mengusir Ahmadiyah dari kampung-kampung, lebih baik kita duduk satu meja menyelesaikan suatu masalah dengan santai dan diikuti dengan niat baik bahwa hidayah adalah haq mutlaq Allah. Wong Allah saja belum mau memberi Hidayah…mengapa kita memaksa orang lain untuk menerima hidayahNya.

  31. 13 Januari, 2008 7:47 am

    Saya sendiri heran, dari kalangan para penentang Ahmadiyah mereka slalu mengatakan kalo Ahmadiyah meresahkan warga tapi mereka tidak mengatakan meresahkannya itu di mana.
    Ahmadiyah sering melakukan kegiatan-kegiatan sosial yang rutin di lakukan seperti kegiatan donor darah, pengobatan cuma-cuma ( Homeopathy ), kegiatan kemanusian untuk bencana alam yang sifatnya international ( http://www.humanityfirst.org.uk/ ) dll dan saya pandang apakah ini yang dibilang meresahkan ??.
    Kalo pun beranggapan Ahmadiyah itu salah atau menyimpang atau penodaan agama biar lah Allah swt sendiri yang menghukumnya karena Allah swt lah yang lebih mengetahui mana yang salah dan mana yang benar, kita sebagai umat muslim jangan mengotori tangan kita dengan melakuan pengrusakan-pengrusakan apalagi tempat ibadah. Dari penulusuran dilapangan didapatkan keterangan, bahwa yang melakukan pengrusakan tempat-tempat ibadah dibeberapa tempat itu adalah warga dari berbagai kalangan bahkan preman-preman yang sebelumnya telah DIBAYAR dan di asut sedemikian rupa sampai mereka yang melakukan pengrusakan itu beranggapan bahwa mereka telah melakukan ibadah kalo melakukan pengrusakan tempat ibadah Ahmadiyah yang mereka anggap telah menyimpang dari ajaran islam. Sungguh ironis melihat kenyataan ini.
    Yang paling penting ktia skarang adalah, selalu mendekatkan diri dan beribadah kepada Allah swt karena belum tentu semua peribadatan kita diterima oleh Allah swt, jangan menganggap orang lain itu salah karena belum tentu kita juga benar. Hanya Allah lah yang lebih mengetahui.

  32. panji permalink
    13 Januari, 2008 8:23 am

    Wih, cepat ya tanggapannya. Trims, ternyata kita bertiga sepakat tuh. Saya juga tidak bisa mengecap pengikut Ahmadiyah sesat. Umat Islam di Indonesia itu masih “muda”, kurang dialog saja sebetulnya. Ditambah “bakat alam” orang Indonesia yg doyan perang (walaupun kalahan kalau diadu orang luar, liat aja pertandingan sepakbola), jadilah wajah yg compang-camping. Moga2 generasi berikut akan lebih baik dan dewasa dalam berislam.

    Cuma mau memberi catatan terakhir: Kenapa, jika memang perbedaan ini bisa diterima, MUI (bukan FPI lagi!) masih saja merumuskan bhw Ahmadiyah dan yg lain2nya sesat? Kenapa MUI tidak bisa lebih merumuskan secara “akademik”, tanpa melakukan vonis sesat. Bukankah MUI bisa membeberkan sejumlah poin perbedaan saja, tanpa perlu menyebutkan sesat atau tidak, krn hanya Allah yg menentukan. Takut umat malah bingung? Jika ini alasannya, saya ingin membalik: buat apa kita disuruh sekolah tinggi-tinggi kalau tidak bisa membuat kesimpulan/memilih sendiri?

  33. 13 Januari, 2008 10:01 am

    @panji
    Saya setuju dengan pendapatnya. Dibawah saya sampaikan kutipan artikel dari situs resmi MUI, maaf bukannya dalam hal ini saya menjelek-jelekan MUI tapi saya sampaikan sebagai bahan pertimbangan :

    ==> “Majelis Ulama Indonesia adalah wadah atau majelis yang menghimpun para ulama,zuama dan cendekiawan muslim Indonesia untuk menyatukan gerak dan langkah-langkah umat Islam Indonesia dalam mewujudkan cita-cita bersama. Majelis Ulama Indonesia berdiri pada tanggal, 7 Rajab 1395 H, bertepatan dengan tanggal 26 Juli 1975 di Jakarta, sebagai hasil dari pertemuan atau musyawarah para ulama, cendekiawan dan zu’ama yang datang dari berbagai penjuru tanah air.

    Antara lain meliputi dua puluh enam orang ulama yang mewakili 26 Propinsi di Indonesia, 10 orang ulama yang merupakan unsur dari ormas-ormas Islam tingkat pusat, yaitu, NU, Muhammadiyah, Syarikat Islam, Perti. Al Washliyah, Math’laul Anwar, GUPPI, PTDI, DMI dan al Ittihadiyyah, 4 orang ulama dari Dinas Rohani Islam, AD, AU, AL dan POLRI serta 13 orang tokoh/cendekiawan yang merupakan tokoh perorangan. ” <==

    Ahmadiyah datang ke Indonesia sejak tahun 1925, dan BERBADAN HUKUM sejak tahun 1953, kalo kita perhatikan dari kutipan di atas Ahmadiyah datang ke Indonesia dan berbadah hukum jauh lebih awal dari lahirnya Majelis Ulama Indonesia. Kemudian terlintas di hati saya sebagai orang yang bodoh, knapa pada awal pembentukan atau pendirian MUI ini Ahmadiyah tidak dilibatkan, padahal kalo kita perhatikan Ahmadiyah sudah berbadan hukum sejak tahun 1953, dengan kata lain Ahmadiyah sudah di akui oleh negara sejak tahun itu.
    Dan saya sendiri menyimpulkan MUI memponis atau merumuskan fatwa sesat terhadap Ahmadiyah itu kurang relevan, karena dalam perumusan itu Ahmadiyah tidak di hadirkan untuk menjelaskan tentang Ahmadiyah itu sendiri.
    Kita ambil contoh dalam sidang peradilan Hakim atau Jaksa bisa memponis seseorang itu bersalah dengan berbagai langkah misal dengan adanya bukti-bukti dan kesaksian dari saksi-saksi dan tentunya terdakwa tersebut hadir dalam persidangan itu untuk dimintai keterangan.
    Fatwa artinya nasihat atau pendapat jadi sifatnya tidak mengikat, dan tentunya dalam memberikan fatwa harus bisa membedakan mana ranah Ilahiah mana ranah Insaniah, sekali lagi sampai kan firman Allah dalam Alquan : ” Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang orang yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia Lebih mengetahui tentang orang-orang yang mendapat petunjuk” ( Q.S 6:117) jadi hanya Allah SWT lah yang lebih mengetahui tentang orang yang sesat itu.

  34. Ahmadi permalink
    13 Januari, 2008 7:46 pm

    FATWA MUI TENTANG AHMADIYAH
    DALAM
    TINJAUAN BERBAGAI ASPEK HUKUM

    Munas MUI ke VII, yang berlangsung di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta, (27-28.07.2005), telah usai. Munas melahirkan 11 fatwa, satu diantaranya berkaitan dengan Ahmadiyah. Fatwa MUI Tentang Ahmadiyah yang dilahirkan Munas MUI 2005, Kali ini sifatnya hanya mempertegas fatwa MUI hasil Munas MUI ke II, 1980, yang berbunyi, sbb:

    1. “Sesuai dengan data dan fakta yang diketemukan dalam 9 buah buku tentang Ahmadiyah, maka Majlis Ulama Indonesia (MUI) memfatwakan bahwa Ahmadiyah adalah Jamaah diluar Islam, sesat dan menyesatkan”.
    2. “Dalam menghadapi persoalan Ahmadiyah, hendaknya Majlis Ulama Indonesia (MUI) selalu berhubungan dengan Pemerintah”.
    MUI meyakini fatwa yang dikeluarkan adalah shahih, didasarkan pada pertimbangan matang, kajian mendalam, dan kesepakatan bersama 300 ulama dari seluruh Indonesia.
    Tetapi, melihat landasan yang dipergunakan untuk membuat fatwa, ditambah perkembangan situasi dan kondisi bangsa Indonesia khususnya, dan dunia pada umumya, fatwa MUI tentang Ahmadiyah, tampaknya banyak mengandung unsur kontradiktif dan tidak sesuai dengan situasi dan perkembangan jaman pada saat ini.

    Fatwa MUI kontra Al-Quran
    Sebuah lembaga ulama, seperti MUI, membuat fatwa penting menyangkut Muslim atau Kafir-nya suatu kelompok, idealnya, pantasnya dan mempernya, berlandaskan dan berpedoman utuh pada petunjuk Wahyu Firman Allah, Al-Quran. Langkah dan cara ini perlu di tempuh, karena Al-Quran berulang-ulang mengatakan: “Dan, barangsiapa tidak berhakim dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir”. (Al-Maidah, 5:44). “Dan, barangsiapa tidak berhakim menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang yang dholim”. (Al-Maidah, 5:45). “Dan, barangsiapa tidak berhakim dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang yang fasik”. ( Al-Maidah, 5:47).
    Oleh karena itu, meskipun meskipun betul MUI mengatakan, fatwa MUI tentang Ahmadiyah adalah hasil pertimbangan matang, hasil kajian mendalam, dan hasil kesepakatan 300 ulama, dengan berlandaskan pada 9 buah buku hasil karya cipta manusia, yang judul dan penulisnya tidak disebutkan, tidak diketahui, apa dan siapa, maka dalam tinjauan Al-Quran, fatwa MUI tentang Ahmadiyah, tidak dapat dikatakan shahih, bahkan termasuk dalam kategori bathil.
    Dan, kebathilan fatwa MUI tentang ahmadiyah itu, lebih jelas lagi, manakala kita baca dan kita bandingkan, dengan Firman Allah berikut ini:

    1) “Dan hendaklah engkau menghakimi diantara mereka dengan apa yang diturunkan Allah, dan janganlah engkau menuruti hawa nafsu mereka. Dan berjaga-jagalah terhadap mereka, jangan-jangan mereka melibatkan engkau kedalam kesulitan dikarenakan oleh sebagian yang telah diturunkan Allah kepada engkau. Tetapi, jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwa Allah berkehendak menghukum mereka karena beberapa dosa mereka. “Dan sesungguhnya kebanyakan diantara manusia adalah orang-orang fasik”. (Al-Maidah, 5:49).
    2) “Hai orang-orang yang beriman hendaknya kamu berdiri teguh di jalan Allah dan menjadi saksi dengan adil: dan janganlah permusuhan suatu kaum mendorong kamu bertindak tidak adil. Berlakulah adil. Itu lebih dekat dengan takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al-Maidah, 5:8).
    3) “Dan janganlah engkau ikuti apa yang tentang itu engkau tidak mempunyai pengetahuan. Sesungguhnya, telinga, mata dan hati tentang semuanya ini akan ditanya”.(Bani Israil, 17:36).
    4) “Sesungguhnya, segenap orang beriman itu bersaudara, maka adakanlah perdamaian diantara saudara-saudaramu, dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat. Hai, orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mencemoohkan kaum lain, mungkin merkea itu lebih baik dari kaum mereka, dan janganlah sebagian wanita mencemoohkan akan wanita lain, mungkin mereka lebih baik dari pada mereka, dan janganlah kamu memburuk-burukan kaummu, dan begitu pula jangan panggil memanggil dengan nama buruk. Adalah suatu yang buruk jika dipanggil dengan nama buruk sesudah beriman, dan barangsiapa tidak bertaubat, mereka itu orang-orang aniaya”. (Al-Hujurat, 49:10,11).
    5) “Hai orang-orang yang beriman! Apabila kamu pergi berjihad di jalan Allah, maka selidikilah dahulu, dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang memberi salam kepadamu, “Engkau bukan mukmin….”. An-Nisa, 4:94).

    Fatwa MUI kontra hadits
    Telaah mendalam atas sumber pokok ajaran Islam, Al-Quran dan Hadist, fatwa MUI tentang Ahmadiyah, tidak haya kontradiktif dengan Wahyu Firman Allah, Al-Quran. Tapi juga kontradiktif dengan Sabda Agung Rasulullah SAW, Hadits. Baiklah kita dengar Sabda Suci, Pembawa Rahmat, untuk seluruh alam, dan seluruh umat manusia itu:

    1) “Barangsiapa memanggil atau menyebut seorang itu kafir, atau musuh Allah, padahal sebenarnya bukan demikian, maka ucapanya itu akan kembali pada orang yang mengatakan (menuduh) itu”. (Bukhari)
    2) “Barangsiapa shalat seperti kami, dan menghadap ke kiblat kami, dan makan makanan yang kami sembelih maka ia itu adalah seorang muslim”. (Bukhari)
    3) “Orang muslim adalah orang yang memelihara orang islam dari bencana lidah dan tanganya. Dan orang Muhajir adalah orang yang meninggalakan larangan Allah”. (Bukhari)
    4) Akan datang suatu jaman pada manusia dimana islam hanya tinggal namanya saja. dan Al-Quran hanya tinggal tulisannya saja. mesjid-mesjid mereka akan ramai dan penuh dengan orang orang, akan tetapi kosong dari petunjuk. Ulama-ulama mereka adalah wujud yang paling buruk di kolong langit. Fitnah-fitnah akan keluar dari mereka dan akan kembali kepada mereka juga “. (Baihaqi , Misyikat)

    Tampak jelas sekali betapa kontradiktifnya antara sabda Nabi SAW, dengan fatwa Majlis Ulama Indonesia (MUI). Tetapi, mungkin inilah masanya kabar ghaib Rasulullah SAW, seperti dikutip diatas, menjadi kenyataan .

    Fatwa MUI Kontra Pancasila
    Fatwa MUI tentang Ahmadiyah, tak hanya kontradiktif dengan Al-Qur’an dan Hadits, tapi juga kontra diktif dengan Azas Negara kita, Pancasila. Sila pertama dari PANCASILA ialah KETUHANAN YANG MAHA ESA. Sila ini menekankan bahwa pada perinsipnya, seseorang atau badan yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa terjamin kelangsungan hidupnya dalam Negara Republik Indonesia, Pancasila tidak menetukan apakah Ketuhanan Yang Maha Esa itu di dalam atau di luar Islam, di dalam atau diluar Kristen, di dalam atau di luar Katolik, di dalam atau di luar Hindu,di dalam atau di luar Budha. Semuanya, tercakup dalam rangkuman sila pertama dari Pancasila, yang penjabaranya sbb;

    1) Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut kemanusiaan yang adil dan beradab.
    2) Hormat dan menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
    3) Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaanya .
    4) Tidak memaksakan sesuatu agama dan kepercayaanya kepada orang lain .

    Memperhatikan 4 butir penjabaran sila pertama dari Pancasila tersebut. Maka fatwa MUI tentang Ahmadiyah, terbukti sangat kontradiktif dengan Pancasila, karna ia telah melakukan pemaksaan terhadap Jamaah Ahmadiyah untuk mengingkari kepercayaan, MUI sama sekali tidak menghargai dan menghormati perbedaan faham antara interen umat beragama, seperti yang dipahami dan diyakini Ahmadiyah. Daripada menghargai dan menghormati, MUI bahkan telah menyalakan api kebencian dan permusuhan dikalangan interen umat islam, dengan fatwa nya yang didasarkan pada buku misterius, diluar Kitab Samawi Wahyu Allah, Al-Qur’an.

    Fatwa MUI kontra UUD’45
    Pasal 29 ayat 1 dan 2, UUD 45, mengatakan :

    1) Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa.
    2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agamanya dan kepercayaanya itu.

    Penjelasan mengenai pasal-pasal tersebut dinyatakan: “Kebebasan beragama adalah salah satu Hak Yang Paling Azasi, diantara hak-hak azasi manusia, karena kebebasan beragama itu langsung bersumber pada martabat manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan. Hak kebebasan beragama bukan pemberian negara atau pemberian golongan. Agama dan kepercayaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa itu berdasarkan keyakinan , hingga tidak dapat dipaksakan dan memang agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa itu sendiri tidak memaksa setiap manusia untuk memeluk dan menganutnya’’.
    Memperhatikan penjabaran pasal 29 UUD 45, tersebut maka fatwa MUI tentang Ahmadiyah, terbukti sangat kontradiktif dengan UUD 45, dimana negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap warga negaranya , untuk memeluk agama dan kepercayaannya masing masing.

    Fatwa MUI Kontra HAM PBB
    Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), yang beranggotakan hampir seluruh negara di dunia, termasuk Negara Republik Indonesia, memiliki piagam mengenai hak-hak azasi manusia, sebagai mana tertuang dalam pasal 18,sbb:

    ”Setiap orang mempunyai hak kebebasan berfikir, hati nurani dan agama, hak itu mengandung arti juga hak atas kebebasan berganti agama dan keyakinan, hak kebebasan baik seorang diri. Baik bersama-sama dengan orang lain, di tempat umum ataau didalam alam hidupnya sendiri untuk mengimankan agamanya atau keyakinannya itu, dengan mengamalkan, dengan menjalan kan ibadahnya serta dengan menjalankan perintah dan peraturanya”.

    Memperhatikan isi piagam PBB ini, fatwa MUI tentang Ahmadiyah, terbukti bertentangan dengan piagam PBB tentang Hak Azasi Manusia (HAM). Dan telah melanggarnya secara nyata karna ia telah melakukan unsur pemaksaan kepada Jamaah Ahmadiyah Indonesia untuk mengingkari kepercayaanya dalam beragama dan memaksanya menganut kepercayaan yang berbeda. Dengan menginjak-nginjak prinsip kebebasan beragama sesuai dengan keyakinan.
    Tanggal 21-22 Juli 2005, lalu, di Bali, berlangsung dialog antara agama Asia Eropa (Asia Europa Meeting Interfaith Dialogue), dimana NU, Muhamadiyah, dan MUI, termasuk panitia penyelengara, melahirkan empat butir Deklarasi yang di kenal dengan Deklarasi Bali, keempat butir itu ialah:

    1) Seluruh agama dan kepercayaan menganjurkan sikap perdamaian, saling mengasihi dan toleransi di antar umat manusia.
    2) Menumbuhkan dan melindungi HAM serta kebebsaan. Termasuk hak individu untuk memilih agama atau keyakinan.
    3) Masyarakat yang berbeda agama dan kepercayaan bersatu dan menegaskan tidak akan menggunakan aksi kekerasan.
    4) Perdamaian, keadilan, kasih sayang dan toleransi perlu dipelihara untuk menciptakan lingkungan kondusif dalam membangun keselarasan komunitas dan masarakat Internasional
    (Sumber: Media Indonesia, Sabtu, 23 Juli 2005, hal 16)

    Fatwa MUI tentang Ahamadiyah, terbukti dengan jelas, sungguh betentangan sekali dengan Deklaeasi Bali tersebut. Dengan demikian, dari sudut pandang manapun melihat Fatwa MUI tentang Ahmadiyah, tak ada satapun yang melegalkan dan melegitimasinya. Maka, jika saudara saya tercinta, Prof. Dr. Achmad Ali berkata : “Menyatakan orang atau kaum yang ajarannya menyimpang dari ajaran Al’Quran sebagai “sesat dan menyesatkan “, adalah kewajiban umat Islam, dan bukan hanya kewajiban MUI, sesuai prinsip “amar ma’ruf nahi munkar”, adalah sungguh sangat mengherankan. Terbenang di benak saya, bagaimana jadinya bila prinsip ini di terapkan dalam kehidupan keberagamaan kita di negeri kita yang majemuk ini. Saya mengira, dalam waktu kurang dari satu abad saja, akan habislah dan tak ada lagi Muslim di negeri ini, karena setiap orng akan memfatwakan kafir dan sesat kepada teman, sahabat, saudaranya, dan ayah-ibu kandungnya sendiri, yang di anggap menyimpang dari ajaran Al’Quran, sesuai dengan tingkat pemahamannya. Sekarang, dengan MUI saja, di tambah dengan K.H Amin Djamaluddin dan Hrtono Ahmad Jaiz, keduanya dari LPPI yang menerbitkan buku : Aliran dan Faham sesat di Indonesia, dan tampaknya dia adalah dua orang eksekutor permurtadan dan penyesatan umat Islam di negeri kita ini, entah sudah berapa juta Muslim di tanah air ini, dinyatakan sesat dan keluar dari Islam, termasuk Gus Dur, Amien Rais dan Nurholis Majid. Dan, itu tidak usah heran, sebab orang sekaliber AA Gym pun, sudah diberi Raport Merah. ( Lihat, Raport Merah AA Gym : MQ di Penjara Tasawuf, Darul Falah, Jakarta 2004 )
    Salah satu alasn MUI dan ulama-ulama lainnya yang sepakat dengan MUI, termasuk Prof. Achmad Ali, memfatwakan dan mencap ahmadiayh sebagai murtad, berada di luar Islam, sesat dan menyesatkan, Drs. KHM Sjukry Dg Limpo, bahkan menulis hukumnya hendaklah dibunuh ( Fajar, Selasa, 26/07/05, hal.10 kolom Sdp), ialah karena Ahmadiyah tidak mengakui Nabi Muhammad SAW, sebagai Khataman-Nabiyyin, Nabi yang terakhir, dan mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi yang ke 26.
    Bagaian ini tampaknya perlu penjelasan yang tuntas, karena :
    1. Alasan yang dituduhkan MUI dan Ulama-ulama yang sepakat dengan MUI, mencerminkan ketidakfahaman dan ketidaktahuan MUI dan Ulama-ulama yang sepakat dengan MUI, tentang Ahmadiyah yang sesungguhnya.
    2. Mereka mengetahui Ahmadiyah tampaknya hanya dari literature, terutama literature yang dikeluarkan oleh kelompok-kelompok anti Ahmadiyah, buka literature dari Ahmadiyah, atau dari kelompok/orang yang empati dengan Ahmadiyah, dan tidak mengenal Ahmadiyah dari dekat, dari pergaulan dan dari praktek kepribadian sehari-hari.
    Seandainya benar mereka mengetahui rampela-anti-ususnya Ahmadiyah, saya yakin Fatwa Ahmadaiyah di luar Islam, sesat dan menyesatkan, tidak akan pernah lahir. Dan memang sebelum dan sesudah fatwa MUI lahir, MUI tak pernah mengajak Ahmadiyah dialog, ta’aruf, lebih-lebih datang bertandang ke pusat-pusat Ahmadiyah, sekedar untuk mengamati, melihat dari dekat (jika penelitian di anggap terlalu formal dan makan biaya), apa dan bagaimana Ahmdaiyah itu. Prof. Achmad Ali, atau KHM Sjukry Dg Limpo, boleh jadi juga termasuk orang yang belum pernah bertandang ke mesjid-mesjid Ahmadiyah, di Makasar ataupun di daerah-daerah lain, dan berbicara dari hati ke hati dengan orang-orang Ahmadiyah, mendengar penuturan langsung, mereka punya akidah dan mereka punya keyakinan.

    Maka, saya ingin menegaskan disini, anggapan dan tuduhan bahwa Ahmadiyah tidak mengakui Nabi Muhammad SAW, sebagai Khataman-Nabiyyin, Nabi yang terakhir adalah tidak benar. Itu adalah fitnah, Ahmadiyah mengakui dan meyakini, Muhammad Rasululla SAW, adalah Utusan Allah yang menyandang gelar Khataman-Nabiyyin, Nabi terakhir, materai para nabi, yang terbaik dan paling sempurna diantara Nabi-nabi, perhiasan nabi-nabi (Lihat, Al-Quran terjemah & Tafsir singkat, Jemaat Ahmadiyah Indonesia 1987:1460-1461).
    Bukti,bahwa Ahmadiyah mengakui Nabi Muhammmad sebagai Khataman-Nabiyyin, dapat dilihat dalam surat pernyataan bai’at. Setiap orang, yang hendak bergabung dengan Ahmadiyah, mereka diharuskan mengucap ikrar bai’at, dengan mengucap dua Kalimat Syahadat – Asyadu an-laa ilaaha ilallaahu , wSa asyhadu anna Muhammadar- Rasulullaah, kemudian diterjemahkan, kemudian meyatakan : “Saya hari ini masuk kedalam Jemaah Islam Ahmadiyah, di tangan Masroor. Saya memiliki keyakinan yang teguh bahwa Hazrat Muhammad Rasulullah SAW, adalah Khataman-Nabiyyin, cap (yang mengesahkan) semua nabi. Saya juga percaya bahwa Hazrat Mirza Ghulam Ahmad as, adalah Imam Mahdi dan Al-Masihil Mau’ud (Al-Masih yang dijanjikan), yang kedatangannya telah dikabarghaibkan oleh Hazrat Muhammad Rasulullah SAW”. Jadi, bagaimana mungkin seorang Ahmadi akan mengingkari Nabi Muhammad SAW., sebagai Khataman-Nabiyyin, jika sejak awal mereka gabung dengan Ahmadiyah saja sudah dimintai ikrar bai’at mengakui Muhammad Rasulullah SAW., sebagai Khataman-Nabiyyin.
    Kemudian, alasan MUI dan ulama-lain yang sepakat dengan MUI, memfatwa Ahmadiyah telah murtad, keluar dari Islam, sesat dan menyesatkan, adalah karena Ahmadiyah telah mengakui adanya lagi Nabi yang ke 26, yaitu Mirza Ghulam Ahmad. Tuduhan ini adalah tidak benar, dan sangat mengada-ada. Alasan dan tuduhan itu hanyalah fitnah, untuk mengobarkan rasa antipati terhadap Ahmadiyah dan menycerminkan sempitnya pengetahuan MUI dan Ulama-ulama yang sepakat dengan MUI, berkenaan dengan Khabarghaib Rasulullah SAW, tentang turunnya Isa bin Maryam pada Akhir Zaman dan Imam Mahdi.
    Lihatlah, pernyataan bai’at setiap orang yang hendak gabung dengan Ahmadiyah. Setelah mengakui Rasulullah SAW, sebagai Khataman-Nabiyyin, mereka menyatakan: “Saya juga percaya bahwa Hazrat Mirza Ghulam Ahmad as., adalah Imam Mahdi dan Al-Masihil Mau’ud (Al-Masih yang Dijanjikan), yang kedatangannya telah dikhabarghaibkan oleh Hazrat Muhammad Rasulullah SAW,.”
    Dalam pernyataan ikrar bai’at ini, pengakuan mereka terhadap Ghulam Ahmad hanyalah sebagai Imam Mahdi dan Al-Masihil Mau’ud, bukan pernyataan dan pengakuan sebagai Nabi, lebih-lebih dengan embel-embel, Nabi yang ke 26, seperti berulang-ulang diucapkan Amidhan, Ketua MUI, dan Ulama-ulama lain yang sepakat dengan Amidhan dan MUI.
    Namun jika kemudian Ahmadiyah mengakui dan meyakini, Ghulam Ahmad, Sesuai dengan pendakwahannya, adalah Nabi, kenabian yang disandang beliau itu bukanlah Nabi-Mustaqil – Nabi yang berdiri sendiri, membawa agama dan syariat baru, melainkan Nabi yang disandang beliau ialah Nabi Ghairi Mustaqil dan Ghairi Tasyri – tidak berdiri sendiri dan tidak membawa syariat. Dalam istilah Ahmadiyah. ia adalah Nabi ummati- Nabi yang mengikuti pada Nabi sebelumnya.

    Definisi Nabi seperti ini, ditelinga para alim dan para awam Islam, kedengarannya mungkin aneh. Definisi dari mana itu? Ya, pasti, memang aneh. Karena dalam kurikulum agama Islam di negeri kita, dari SD hingga perguruan Tinggi, bahkan hingga pasca sarjana, Nabi itu ada 25. Semua mempuanyai mukjija, membawa Agama dan Syariat. Padahal, mereka sendiri pun tahu. Dari 25 nabii itu hanya 5 saja yang membawa syariat, yang dikenal dengan sebutan: Ulul Azmi. Yang lainnya. Mereka hanya mengikut dan pertahkim pada hukum yang dibawa Nabi-nabi sebelumnya. Ulama-ulama kita belum punya definisi dan belum punya istialah untuk 20 nabi, yang mengikut nabi sebelumnya itu. Ahmadiyah, sejak 115 tahun silam, punya definisi. Nabi seperti itu dikenal sebagai Nabi Mmmati – yang mengikut dan bertakhim kepada hokum yang dibawa Nabi sebelumnya, seperti diteragka Al-Quran surat Al-maidah, 5:44. kedudukan Ghulam Ahmad sebagai Nabi, tidak lebih dari Nabi Ummati, semata-mata mengikut Rasulullah Muhammad SAW., dengan posisi Ghairi Mustaqil dan Ghairi Tasyri.
    Tapi meskipun para ulama belum punya definisi, bukan Ahmadiyah saja yang punya faham dan keyakinan, akan dating Nabi sesudah Rasulullah SAW., yang mengikut (ummati), Muhammad Rasulullah SAW,. Didalam Ahqamul Fuqaha, buku kumpulan masalah-masalah Diniyah, hasil mu’tamar NU ke III, September 1928:29-30, ada Tanya jawab sbb:
    46. S (Soal): Bagaimana pendapat muktamar tentang Nabi Isa as setelah turun kembali kedunia. Apakah tetap sebagai Nabi dan Rasul? Padahal Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir. Dan apakah mazdhab empat itu akan tetap ada pada waktu itu?
    J (Jawab): Kita wajib berkeyakinan bahwa Nabi Isa as, itu akan diturunkan kembali pada akhir zaman nanti sebagai Nabi dan Rasul yang melaksanakan syariat Nabi Muhammad SAW., dan hal itu, tidak berarti menghalangi Nabi Muhammad sebagai Nabi yang terakhir, sebab Nabi Isa as, hanya akan melaksanakan syariat Nabi Muhammad.Sedang madzhab empat pada waktu itu hapus (tidak berlaku).
    Apa yang difahami dan diyakini Nahdlatul Ulama (NU), itu pulalah yang di fahami dan diyakini Ahmadiyah. Perbedaannya, Ulama-ulama yang tergabung dalam NU, hingga kini masih menunggu-nunggu kedatangan itu Nabi Isa as., Ahmadiyah sudah meyakini, itu Nabi Isa as, sudah dating, dalam person/pribadi Hazrat Mirza Ghulam Ahmad as
    Maka, jika karena Ahmadiyah meyakini, Isa Ibnu Maryam dan Imam Mahdi itu telah datang, lantas MUI dan ulama lain yang sepakat dengan MUI, memfatwa Ahmadiyah murtad, keluar dari Islam, sesat dan menyesatkan, saya ucapkan : Al-hamdu lillaahi Rabbil Alamiin. Biarlah kami menjadi murtad dan kafir, dan sesat menyesatkan,karena menjalankan keyakinan para ulama, dan wasiat agung, baginda Muhammad Rasulullah SAW,.
    Saya, dan Ahmadiyah, yaqin haqqul yaqin, Insya Allahu Ta’ala, Allah Rabbul Alamin, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, tidak akan keliru menilai, siapa yang berada dalam hidayah, siapa yang beriman, dan siapa yang murtad dan kafir dan dalam kesesatan

  35. panji permalink
    13 Januari, 2008 9:50 pm

    Waduh, sebetulnya ngga mau komen lagi. Maap ya bang daeng, nyampah di sini, habis kasihan lihat komennya Ahmadi, capek nulis panjang2.🙂 Janji deh ini yg terakhir di sini.

    Saya juga ngga akan ngecap MUI kontra sana-sini. Nanti sama saja. Kalau ada yg perlu dirembuk, ya dirembuk biar jelas posisi masing2 tp ngga usah “gelut”. Dan pihak keamanan bilang saja, keduanya sudah bisa menerima eksistensi masing2.

    Saya punya sedikit hipotesis kenapa kasus semacam ini muncul. Sptnya banyak ulama di kita ini banyak memandang umat sebagai “objek”: Domba yg harus digiring dan dijaga jg sampai masuk jurang. Sikap ini memang cocok bagi kalangan yg masih belajar. Tp buat umat yg sudah dewasa, makan sekolahan, harusnya disuruh milih sendiri. Kasih referensi, kasih ilustrasi, biar mereka mikir. Umat adalah subyek, pelaku agama dan kehidupan.

    Kenapa ulama kita suka memandang umat sbg objek? Krn masyarakat kita sendiri membawa ulama ke posisi itu dan para ulama tsb mengikuti kemauan masyarakat, lalu “menikmati” posisi itu. Bukannya menyuruh umat berfikir tp malah mengatur mereka. Pdhal “mengatur” itu kerjaannya umara.

    It’s just my understanding at the moment. Wallahu alam.

  36. 15 Januari, 2008 5:29 pm

    @panji
    setuju

  37. Macho permalink
    25 Januari, 2008 1:24 pm

    hehe… ini yang di tentang sama ane (umat muslim non ahmadiyah)

    Quotes from angga
    “Beliau ( Hz Mirza Ghulam Ahmad a.s ) adalah nabi dan rasul pengikut syari’at nabi Muhammad saw, Beliau adalah Imam Mahid dan Al Masih yang di janjikan”

    Belajar lagi mas angga…
    udah akhir jaman belom nih sekarang ? *
    udah perang terbuka belom sama orang kafir ? *

    * = prasyarat sebelum lahirnya Iman Mahdi yg merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW dari garis Syaidina Ali bin Abi-Thalib.

    Iman Mahdi nggak ngaku2x tapi ada karena keadaan kacau di akhir jaman.
    Kalau cuman ngaku2x semua orang juga bisa…. (itu termasuk saya)

    Nabi setelah nabi… mau berapa orang lagi… klo misalanya ada nabi lagi dari anaknya Mirza Ghulam Ahmad (nggak pakai a.s) gimana dong? nggak masuk logika ah.

    Saya mohon ampun kepadaMu ya Allah (Istigrar) …..

  38. egepe permalink
    29 Januari, 2008 5:30 pm

    Assalamuallaikum wr wb
    Ana cuma sedih ada masjid yang dibakar, dimana ada tertera jelas ALLAH dan nama junjungan kita Rasulullah Muhammad s.a.w?
    Wassalam

  39. 29 Januari, 2008 11:10 pm

    @egepe
    Allah bersama orang-orang yang sabar

  40. LyRa permalink
    3 Maret, 2008 5:02 pm

    setuju bgt, tu namanya musyrik

  41. ANNISA permalink
    23 Maret, 2008 9:42 pm

    ini gimana toh??????
    pemerintah seharusnya bisa mengatasi si ahmadiyah ini,, kalo memang beneran SESAT

  42. Khairun Abubaker permalink
    9 April, 2008 7:15 pm

    Organisasi-organisasi muslim yang bringas didukung oleh oknum-oknum kepolisian & aparat keamanan pemerintah.

    Sudah sering terjadi pengerusakan rumah-rumah ibadah umat lain, sweeping, fatwa-fatwa dan kekerasan lainnya yang dilakukan oleh organisasi muslim terhadap umat agama lain. Sedangkan sebagian dari para preman ini adalah anggota polisi dan aparat keamanan lainnya yang berpakaian sipil. Pemerintah juga bersikap seolah-oleh memberi semangat kepada preman-preman ini sehingga mereka merasa berada di atas hukum apapun yang berlaku di negara Indonesia.

    Juga anggota polisi pada umumnya hanya menonton para preman yang melakukan pengerusakan & sweeping. Anggota polisi malah melindungi oknum-oknum yang berkelakuan bringas itu.

    Sedangkan polisi dan aparat keamanan pemerintah seharusnya melindungi seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan agama, kepercayaan, suku, dsb.

    Kita yakin bahwa ada umat muslim yang tidak mentolerir dan tidak setuju dengan kelakuan polisi dan aparat keamanan yang secara terang-terangan memihak kepada golongan mayoritas.

    Tetapi, pemerintah tidak menyadari bahwa walaupun polisi dan aparat keamanan mempunyai senjada api, tapi rakyat jelata (masyarakat muslim yang kurang simpati terhadap polisi) mumpunyai senjata yang jauh lebih ampuh dari pada senjadi api. Sejata yang ampuh ini adalah agama.

    Masyarakat muslim yang tidak simpati terhadap tindakan polisi yang memihak ini bisa mengeluarkan reaksi yaitu mereka bisa meninggalkan agama Islam. Mereka bisa mengalih ke agama lain. Kalau hal ini terjadi/sedang terjadi, maka senjata api polisi itu tidak ada artinya.

  43. 22 April, 2008 3:39 pm

    @Angga
    Mirza Ghulam Ahmad itu Almasih yang dijanjikan atau justru dajjal…? bagaimana saya membedakannya?

  44. 24 April, 2008 3:11 pm

    Lhieuurr…..!
    Muhammad is the last prophet. That’s enough for me.

  45. maskun permalink
    24 April, 2008 4:31 pm

    Bisa jadi MGA Dajjal pendahuluan. buat persiapan dajjal sesungguhnya

  46. 24 April, 2008 9:03 pm

    Hei, cobalah kita lihat seberapa besar kontribusi MGA dan Ahmadiyyah sepanjang sejarah hingga hari ini. Lagipula, kriteria sesat itu yang seperti apa, sih?
    .
    Well, setiap orang bisa mengaku sebagai nabi, tapi tidakkah tolol juga jika pada kenyataannya setiap orang juga bisa (bahkan memang kerap) memberikan label kafir dan sesat terhadap sesamanya?
    .

    Salam,

  47. Watcher permalink
    24 April, 2008 9:05 pm

    @Macho
    Setuju man, mestinya kiamat udah terjadi seabad yg lalu dunk ya kira2…wakakaka Saya rasa org2 yg telah menodai ajaran Islam(Nabi Muhammad SAW) pada umumnya dan Ahmadiyah pada khususnya yg sekarang sudah meninggal sedang dirajam oleh malaikat di dalam kubur. Klo gak percaya bongkar aja kuburannya(abis itu masukin ke HIDAYAH)….Oh iya binatang melatanya udah keluar lom?(salah satu tanda akhir jaman) ah cape deh….

  48. Anton permalink
    25 April, 2008 10:31 am

    inilah susahnya kalo berbekal ngaku-mengaku
    ngaku islam tapi ga sesuai dengan ajarannya
    Ya sudah tugas dari (Majelis) Ulama untuk mengingatkan dan membenarkan bagi umat, karena mereka yang lebih berilmu dari awam, klo semua mau me-review dari otak mereka sendiri2 akan ada berapa pendapat di negeri ini.
    Kalo anda dokter, apa iya mau menafsirkan kalam Illahi. demikian juga klo anda ulama apa mau anda disuruh nyuntik bagi orang sakit?
    kan ada rukun iman dan rukun islam, itulah minimal islam, kalo ga ngakui itu ya jangan ngkau islam, apa mesti AGAMA ISLAM itu di patenkan dulu di indonesia, jadi baru punya landasan hukum buat mengatakan sesat dan tidak dalam hukum manusia?

  49. Irenaeus Ahmad permalink
    25 April, 2008 11:59 am

    Assalamu’alaikum Wr Wb,

    Saya Irenaeus Ahmad, seorang Ahmadi.

    Terlalu banyak fitnah dan kebohongan yang beredar sehingga esensi misi dan tujuan Ahmadiyah terkaburkan.

    Izinkan saya menjelaskan,
    Pendiri Ahmadiyah, Mirza Ghulam Ahmad, mengaku ditunjuk Allah menjadi Al Masih Yang Dijanjikan oleh Nabi Muhammad saw tentang masa depan Islam di Akhir Zaman. Mungkin orang bertanya, kan yang dijanjikan Al Masih Bani Israili yang sekarang masih di langit? Ahmad mengaku mendapat wahyu bahwa Isa Al Masih Israili sudah wafat dan dikubur di Kashmir, India (www.tombofjesus.com). Sebagai perbandingan, umat Yahudi percaya, sebelum datang Mesiasnya, Nabi Elias mesti datang dulu dari langit (dia juga dipercaya hilang karena naik ke langit). Tapi Nabi Isa bilang, yang datang sebagai perwujudan Nabi Elias adalah Yohanes Sang Pembaptis (Matius 11:13-14 , 17:12-13, Markus 9:13).

    Kembali lagi ke hadis-hadis tadi, Nabi Muhammad saw memanggil Al Masih di akhir zaman dengan gelar Nabiullah. Maka menurutnya gelar kenabiaan Ahmad adalah keniscayaan (given), bukan sesuatu yang dia minta atau aku-akui.

    Jadi pembesarbesaran masalah tentang kenabian Ahmad sebenarnya tidak pada tempatnya dan terlalu didramatisir. Nabi adalah utusan Allah, kalau ada orang mengaku Nabi tetapi bohong, adalah urusan Allah untuk menghukumnya. Urusan manusia adalah menyelidiki kebenarannya, lalu either mengimaninya kalau percaya dia benar, atau mengingkarinya kalau percaya dia bohong. But that is it, tidak boleh ada pemaksaan kehendak tentang keyakinan dan kebenaran.

    Di link ini ada e-books yang berisi jawaban atas berbagai keberatan dan tuduhan terhadap MGA dan Ahmadiyah, monggo di baca: http://www.alislam.org/library/books/review-of-white-paper.html

    So far, saya selalu memakai kata ‘mengaku’ atau ‘menurutnya’, which indicate saya tidak ingin memaksakan ide bahwa apa yang dikatakan Ahmad adalah pasti benar. Silahkan Anda sekalian menyelidiki, menilainya , dan mengambil sikap: mengimani atau mengingkari. Selain daripada itu, saya sarankan untuk minta petunjuk Allah SWT sebagai Sang Pengutus para nabi, lewat sholat istikharah misalnya, untuk menanyakan kepada-Nya apakah benar Ahmad adalah Al Masih yang dijanjikan. Who is better Judge than Allah SWT, right?

    Wassalam yang lemah,
    Irenaeus Ahmad

  50. zeinfadly permalink
    26 April, 2008 3:43 am

    waqad kasturo fii haadlazzamaan attasahhulu fil kalaam hatta annahu yahkruju a’nil kalam alfaadlhun tukhrijuhum a’nil islam.[sudah nyata di zaman skrg org yg asal bicara,sehingga dari pembicaraannya itu keluar lafadz/ucapan yg mana ucapan nya itu mengeluarkannya dari agama islam.buat anda2 sekalian yg ingin mencari kebenaran akan agama..maka harus mengacu pada qur’an hadits,i’jma ulama serta qias,termasuk hrs berguru kpd ulama yg terdahulu atau ulama salaf solihin,jgn sampai kita tertipu oleh dalil aqli seseorg,termasuk menerjemahkan al qur’an seharusnya.. kita mengacu pd tafsir ulama2 dahulu,alangkah bagusnya kita bkn cuma menterjemahkan saja tapi dgn tafsir nya terus ta’wilnya..dengan menggunakan ilmu nahwu,sharaf,mantiq dan bayan supaya tdk gegabah dlm mengartikan ayat qur’an. kata khataman nabiyyin kalau kita menterjemah kan dgn ilmu nahwu,sharaf,mantiq dan ilmu bayan adalah pengakhir/penutup semua para nabi,artinya tdk ada akan ada lg nabi sesudah muhammad saw.kalau mirza itu memang nabi apa ia memiliki sifat2 kenabiannya dari mulai lahir sampai meninggalnya?sebagai nabi apa ia punya mukjizat?walisongo aja yg lahir lebih dulu krn ketaqwaannya kpd Allah bkn mukjizat yg di dpt tapi karomat..kl td ada yg bilang bahwa mirza itu hanya nabi ummati/bukan nabi pembawa syari’at,kami ingin bertanya kl sbg penerus syariat rasul sehingga kalau allah menjadikannya nabi antara mirza ghulam ahmad,abu bakkar shiddiq ra,umar,ustman,ali atau imam madzhab yg paling pantas jd nabi siapa?kl jawaban ahmadiyah itu adalah mirza, punya kelebihan apa di banding dgn khulafaurrasyidin dan 4 imam madzhab serta walisongo? kalau bnr mirza itu nabi al masih apa ia telah membunuh dajjal?kl ia imam mahdi apa ia telah menentramkan dunia? kan imam mahdi di tugaskannya untuk perdamaian,tdk akan ada perang,saling menghormati,sehingga sesama binatang2 pun akur,malah sebaliknya dgn adanya ahmadiyah umat islam jadi pecah.maka RENUNGKANLAH !!!.sebelumnya saya mohon maaf kl ada kata yg krg berkenan dgn komentar saya.wallahu a’lam

  51. 28 April, 2008 9:52 am

    Saya pikir setiap orang bebas hidup dengan kepercayaannya, sesesat apapun kepercayaan orang tersebut. Saya sendiri tinggal bertetangga desa dengan penganut ahmadiyah di kuningan (mereka di desa manislor sedang saya mesantren dan tinggal di manis kidul). Saya pikir sekarang inti masalahnya sudah bukan masalah sesat tidak sesat, di thread comment ini saya pikir sudah jelas bahwa antara islam dan ahmadiyah nyata berbeda! Dan karena itu saya pikir solusinya bukan lagi diskusi (karena diskusi sebenarnya sudah terjadi berlarut2 sejak dulu) melainkan campurtangan penuh pemerintah. Sudah… sahkan saja ahmadiyah menjadi agama ketujuh setelah islam, katolik, protestan, hindu, budha dan konghucu. Yang diperlukan oleh umat islam sekarang adalah rasa nyaman dan aman dari ancaman kepercayaan ~maaf~ ‘menyimpang’ yang bisa kapan saja merampas keimanan keluarga dan kerabat dekat mereka.

  52. 29 April, 2008 7:03 pm

    Hehehe… klo saya Lakum dinukum waliyaddin….

    tapi penasaran juga, sama pertanyaan mas Daeng Limpo

    “Mirza Ghulam Ahmad itu Almasih yang dijanjikan atau justru dajjal…? bagaimana saya membedakannya?”

    Bukankah pada saat mau akhir jaman , ada sebuah fitnah besar , sehingga umat manusia sendiri bingung siapa yang benar atau siapa yang salah. gak tau ah bingung… mending saya menjalani apa yang saya percayai saja

  53. 30 April, 2008 12:32 pm

    Jika saya pantau di televisi dan keadaan alam sekitar setiap ada kejadian yg menimpa warga jemaat ahmadiyya, bagaimana mereka dianiaya ,mesjid milik mereka di bakar ,di rusak, di obrak abrik. pasti ada saja kejadian alam yg terjadi.beberapa minggu ini banyak sekali gunung2x berapi yg aktif lagi ya contohnya anak krakatau,semeru,egon dll.banjir di berbagai daerah,hujan lebat,gempa bumi.angin kencang.menurut saya sepertinya alam ini turut sedih atas apa yg menimpa warga jemaat ahmadiyya. takutlah kita umat muslim akan azab Allah.

  54. 30 April, 2008 3:15 pm

    Sejumlah fasilitas mesjid milik jemaat ahmadiyya di bakar,dirusak,di obrak abrik,di segel,itu sama saja menghalang halang orang untuk beribadah kepada Allah.tidak kah sadar orang yg melakukan semua ini mereka mengaku pengikut Rasulullah SAW tapi prilaku jauh sekali diluar Islam.
    Tidak heran di negara kita ini banyak di terjang bencana seperti banjir.gunung meletus,gempa bumi,angin kencang sampai menghancurkan banyak rumah di berbagai daerah di tanah air.
    saya sebagai muslim sedih melihat keadaan kita sekarang ini.padahal justru apa yg di lakukan muslim ahmadiyya sama2x menegakkan ajaran Islam.Tidak ada Tuhan selain Allah,dan Muhammad adalah utusanNya.
    perbedaan muslim ahmadiyya dngan muslim lainnya hanya satu yaitu muslim ahmadiyya sudah menerima kedatangan imam mahdi&isa almasih yg dijanjikan Allah melalui wujud suci Mirza ghulam Ahmad seorang mujadid yg di utus untuk menjaga ajaran Rasulullah SAW.sedangkan muslim lainnya masih menunggu dan tidak tau siapa itu imam mahdi.dan umat muslim lainnya berfikir bahwa isa almasih yg di tunggu2x itu ialah isa almasih yg di utus Allah dulu untuk kaum bani israil.padahal Imam Mahdi dan Isa almasih yg ditunggu2x itu adalah satu orang dngn dua nama dan datang dari umat muslim sendiri.
    Rasululllah SAW bersabda: Laa mahdi Illa isa
    Tidak ada mahdi melainkan Isa.

  55. 30 April, 2008 3:37 pm

    @silvi
    thanks mbak silvi.
    Kalau Perusakan, pembakaran, apalagi pembunuhan ataupun seruan membunuh sejak awal saya katakan bahwa SAYA TIDAK SETUJU dan MENGUTUK tindakan bar-bar tersebut.
    Tetapi mengenai masalah Mirza Ghulam Ahmad saya punya pendapat sendiri, bahwa beliau hanya manusia biasa bukanlah nabi.
    mengenai bencana :
    Bencana ini lebih karena orang-orang sibuk mengurusi “pertikaian Islam Vs Ahmadiyah”, sementara banyak orang klenger dimana-mana…orang miskin dimana-mana…tetangga anda ? ada yang miskin nggak…sudah ditengok nggak…!.
    Kalau Nabi Isa sudah meninggal dan tidak bisa bangkit kembali, lalu bagaimana dengan Mirza Ghulam Ahmad apakah dia bisa bangkit kembali…..? lha beliau yaitu Mirza Ghulam Ahmad meninggal sebelum dajjal ditumpas habis….?logikanya gimana nih..?

  56. Rusdiana permalink
    30 April, 2008 4:36 pm

    Untuk renungan kita semua…
    1. . Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
    “…. Umatku akan terpecah belah menjadi 73 golongan, semuanya masuk ke dalam neraka, kecuali satu golongan. Beliau ditanya: ‘Siapa dia wahai Rasulullah?’. Beliau menjawab: (golongan) yang berada di atas apa yang aku dan para sahabatku berada.” (Hasan, riwayat At Tirmidzi dalam Sunannya, Kitabul Iman, Bab Iftiraqu Hadzihil Ummah, dari sahabat Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash).
    Saya hanya mengingatkan kepada sesama muslim yang selalu bersikeras bahwa di dunia ini tidak ada kelompok yang sesat. Janganlan kita merasa lebih tau dari Rasulullah SAW.

    2. Di Indonesia saja yang mengaku nabi baru dan imam mahdi itu banyak, (apalagi di dunia). Saya ingin bertanya kepada pengikut ahmadiyah, apakah anda juga mengimani Lia Aminudin sebagai nabi/imam mahdi? kalo anda konsekuen bahwa nabi muhamad bukan nabi terakhir, tetapi nabi yang mensegel/mencap nabi-nabi, termasuk mirza Gilam ahmad (sebagai mana dinyatakan dalam situs ahmadiyah), maka seharusnya anda pun mengimani Lia Aminudin sebagai nabi karena katanya dia juga menerima wahyu. Bagaimana pula dengan Imam Al Qiyadah (mursyadeq) yang juga mengaku menerima wahyu dan mengaku nabi, bagaimana pula dengan syeikh al-arqom yang juga mengaku menerima wahyu, apakah anda juga akan beriman kepada musailamah al-kadzab yang juga mengaku sebagai nabi setelah nabi muhammad, dan banyak lagi tokoh-tokoh lain yang mengaku sebagai nabi.

    3. Saya juga ingin bertanya apa prestasi Mirza sebagai imam mahdi? apakah dia telah membunuh dajal? dajal yang mana? berapa salib yang telah dihancurkan? mengapa diam saja terhadap keganasan israel yang seharusnya tugas imam mahdi menumpas kedzalimannya?

    4. Saya juga ingin bertanya dan tolong dijawab dengan jujur, apa hukumnya orang islam yang tidak meyakini MIRZA GULAM AHMAS sebagai NABI?

    Terima kasih, mudah-mudahan ada jawaban dan menjadi renungan bagi kita semua.

  57. Rusdiana permalink
    30 April, 2008 4:40 pm

    Maaf salah ketik…point no.4 seharusnya berbunyi begini:
    Saya juga ingin bertanya dan tolong dijawab dengan jujur oleh pengikut ahmadiyah, apa hukumnya orang islam yang tidak meyakini MIRZA GULAM AHMAD sebagai NABI?

  58. Rusdiana permalink
    30 April, 2008 4:48 pm

    @untuk daeng limpo,
    Saya mendukung pandangan anda dalam soal sesatnya ahmadiyah. Tetapi saya kurang sependapat apabila pembakaran mesjid ahmadiyah sebagai suatu tindakan yang harus dikutuk.

    Rasul pernah bersabda tentang adanya mesjid dirror yang harus dihancurkan. Mengapa? karena mesjid itu didirikan bukan untuk menegakkan ketakwaan kepada Allah, tetapi untuk memecah belah ummat. Saya masih berprasangka baik kepada para pembakar mesjid ahmadiyah tsb, mungkin mereka melakukan tindakan itu atas dasar dalil di atas. Dan ini juga “menyadarkan” saya bahwa ternyata para pengikut ahmadiyah itu sebenarnya kurang yakin akan kebenaran ahmadiyah. Buktinya mesjidnya dibakar, satu pun dari mereka tidak ada yang berusaha menghalangi sampai titik darah penghabisan. Bahkan mereka mungkin jadi sadar bahwa selama ini ajaran yang diikutinya salah.
    Terima kasih dan mohon maaf apabila menyinggung…

  59. 1 Mei, 2008 8:10 pm

    Rasulullah SAW bersabda ( Baihaqi,Mysikaat):
    ”Akan datang suatu zaman pd manusia bilamana Islam hanya tinggal namanya saja,dan Alqur’an hanya tinggal tulisannya saja.Mesjid2x mereka akan ramai dan penuh dengan orang2x,akan tetapi kosong dari petunjuk.Ulama2x mereka adalah wujud paling buruk di kolong langit.Fitnah2x akan keluar dari mereka dan akan kembali kepada mereka juga.

    Apa yg Rasulullah SAW sabdakan dalam hadist tsb ternyata benar,kita sekarang bisa melihat dngn nyata umat muslim yg seharusnya menjadi contoh bagi umat lain justru malah ikut ikutan lattah dan terpengaruh akan budaya dajjal( bangsa kafir yg ingin memporak porandakan Islam) yg tidak baik.begitu pula dengan ulamanya malah sibuk mengeluarkan fatwa yg tidak baik terhadap suatu golongan,padahal sendirinya belum tentu benar di mata Allah.
    Tadi saya sempat lihat dalam satu acara di salah satu stasiun tv.seorang ulama mengatakan: kalau ahmadiyya muslim mereka seharusnya berdiri di negri2x arab atau negara timur tengah bukan di negara2x barat.
    Saya tersenyum mendengarnya.Bukankah kita sering mendengar dan belajar mengenai tanda2x akhir zaman diantaranya: Turunnya Imam mahdi,turunnya dajjal,matahari terbit dari sebelah barat.
    dulu saya berfikir saya kira matahari yg akan terbit dari sebelah barat itu matahari yg memberikan sinar di siang hari yg biasa terbit dari sebelah timur dan terbenam di sebelah barat.TERNYATA INI PEMIKIRAN YG SALAH. yg benar adalah bahwa yg dimaksud matahari terbit dari sebelah barat adalah Matahari Islam Sinar Islam.sudah terbukti nubuatan tersebut ternyata benar banyak orang2x non muslim di belahan barat sana masuk Islam melalui Ahmadiyya dan banyak orang2x arab yg tertarik akan ajaran Islam yg dakwahnya disiarkan melalui muslim television ahmadiyya yg menayangkan syiar2x Islam tanpa diselingi iklan sedetik pun. banyak orang arab yg berdatangan ke london menemui khalifah Ahmadiyya dan ikut dalam acara pertemuan jalsah salanah yakni pertemuan ceramah2x tanya jawab antara orang yg bukan ahmadi dengan para mubaligh ahmadi dan tidak sedikit orang2x non muslim yg ba’iat masuk Islam melalui Ahmadiyya.dan orang2x arab pun banyak yg bai’at bergabung dengan jemaat ahmadiyya.
    Bagi orang yg tidak tau dan saking herannya melihat kemajuan ahmadiyya mereka berfikir ahmadiyya didanai oleh inggris.padahal sudah jelas ajarannya saja berbeda pemerintah dan masyarakat inggris ajarannya mengagungkan Nabi Isa masih hidup dilangit beserta jasad kasarnya sedangkan muslim ahmadiyya dengan jelas mengatakan kepada masyarakat inggris dan pemerintah inggris bahwa Nabi Isa ibnu maryam sudah lama wafat jauh sebelum Rasulullah SAW ada. dan menegakkan tauhid Laa ilaa ha Ilallah Muhammadarasulullah( Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad itu utusan Allah).

    perlu diketahui pula darimana ahmadiyya memperoleh dana:
    setiap anggota ahmadyya setiap bulannya mereka membayar iuran yg dinamai chandah berkisar 1/16 sampai 1/3 dari penghasilan mereka.dan ada juga iuran2x diluar chandah yg dinamakan Tahrik jadid membayar suatu jumlah tertentu sesukanya. dan dalam hal ini pun tidak ada paksaan.dengan macam2x pengorbanan inilah roda pertablighan Islam dapat dijalankan oleh Ahmadiyya.
    Jadi banyak sekali para mubaligh ahmadi yg bertabligh menyiarkan Islam ke berbagai negara. dan para mubaligh ini sudah mempunyai penghasilan yg ditetapkan,jadi dimana mereka berdakwah/tabligh para mubaligh tidak meminta minta lagi kepada masyarakat. Dan dalam membangun mesjid pun tidak ada itu ahmadiyya meminta minta misalnya dipinggir jalan melambaikan tangan dengan meminta minta uang untuk membangun mesjid tidak ada.Karena Rasulullah SAW pun mengajarkan bahwa tangan di atas jauh lebih baik daripada tangan dibawah.kalau meminta minta itu justru akan mencoreng citra Islam.
    maaf ya saya bukan menjelek jelekan pada kenyataannya sekarang nih banyak sekali ulama mereka berdakwah dari satu tempat ke tempat lain dan menentukan sejumlah uang yg harus di bayarkan kepada mereka setiap kali berdakwah berarti ini dakwah bukan dijalan Allah dong melainkan karena harta.bukankah kita berjuang harus ada pengorbanan.???????

  60. 1 Mei, 2008 8:26 pm

    O iya Pak Daeng satu lagi saat ini Jemaat Ahmadiyya di pimpin oleh seorang Khalifah yakni khalifah kelima Hz Mirza Masror Ahmad penerus dari Imam mahdi&masih’maud Hz Mirza ghulam Ahmad.
    Dan menurut ajaran AlQur’an mengenai kepercayaan pada nabi2x kaum mukmin tidak membeda bedakan .mereka harus mendengar patuh pada semua nabi.terutama nabi yg ada pada masa mereka.Disamping itu Nabi Muhammad SAW sendiri berpesan bahwa kalau datang Imam Mahdi yg dijanjikan beliau di akhir zaman,maka orang2x Islam harus ikut ta’at padanya walau halangan apapu juga yg menghambat.jadi kita wajib ta’at bila Imam mahdi datang.kalau tidak ta’at berarti kita tidak mengindahkan pesan Nabi Muhammad SAW berarti sama saja kita tidak ta’at pada Rasulullah SAW.

  61. 1 Mei, 2008 8:31 pm

    Kalau kita tidak ta’at pada imam mahdi ya kita bisa lihat negara2x yg bermayoritas muslim tapi negaranya hancur karena tidak mengindahkan pesan Rasulullah SAW untuk ta’at kepada imam mahdi contohnya Afghanistan,bosnia,Irak,Pakistan dll. Konflik saja yg ada di negara2x Islam ini.
    Sebaik baik rencana manusia. Rencana Allah jauh lebih baik.
    terimakasih.

  62. Rusdiana permalink
    2 Mei, 2008 2:57 pm

    untuk sdr silvie,
    Saya hanya ingin bertanya apa hukumnya orang islam yang tidak beriman/tidak mengakui bahwa MGA adalah nabi dan tidak mengikuti/berbaiat kepadanya?

  63. 2 Mei, 2008 3:25 pm

    Sesuai sabda Rasulullah SAW dalam hadist Sunan Ibnu Majah:
    Apabila kamu melihatnya (sang mahdi) maka berbai’atlah padanya walaupun kamu harus merangkat diatas salju,karena beliau adalah khalifah Allah dan Almahdi.
    Jadi sesuai sabda Nabi Muhammad SAW kita diwajibkan ta’at.Muslim yg tidak ta’at bukan muslim yg hakiki melainkan muslim yg hanya di bibir.
    Dan Khalifah Allah yg dimaksud dlm hadits tsb ialah mahluk Allah sebagaimana kita umat muslim adalah mahluknya Allah.
    jadi walaupun kita mengalami banyak kesulitan,rintangan seperti halnya dalam hadits tersebut (merangkak di atas salju) kita harus ta’at dan bai’at.seperti yg Rasulullah SAW sabdakan.

    Sekarang terbukti banyak muslim ahmadiyya mereka banyak mengalami kesulitan rintangan di serang dari kanan kiri di tuduh yg macam2x,di pojokkan.tapi walaupun begitu Allah tetap menolong golongan muslim ini.

  64. 2 Mei, 2008 4:59 pm

    Thanks mbak silvie,
    Emangnya Rasulullah menyuruh bai’at sama “Mirza Ghulam Ahmad” kan nggak, bisa aja Mirza Ghulam Ahmad melihat peluang hadist itu untuk “memperalat” pengikutnya dan umat Islam. Lha wong sebelum beliau ngaku-ngaku sebagai nabi, banyak juga para pencerah yang lebih hebat dari beliau dan tidak meninggalkan keraguan, tetapi tidak ada yang “besar kepala” mengaku nabi seperti Mirza Ghulam Ahmad. Dengan “belenggu” bai’at agar pikirannya gak kemana-mana. Khalifah juga keturunan Mirza Ghulam Ahmad, bukankah ini pembodohan dari seorang Mirza Ghulam Ahmad…?. Lagipula saya melihat beliau sudah gagal menumpas dajjal, malah beliau yang duluan meninggal. Jadi saya pikir bukan beliaulah yang dimaksud dengan hadits itu. Sadarlah mbak silvi….jadilah muslimah yang “bebas”, bukan budak seorang Mirza Ghulam Ahmad.

    Saya tidak memojokkan, kita kan diskusi. Allah tidak hanya menolong Ahmadiyah, tetapi juga hamba-hambanya yang lain. Hambanya yang “membangkang” pun masih ditolongNya. Karena Dia Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
    —salam—
    –salam–

  65. 2 Mei, 2008 5:05 pm

    @RUSDIANA
    Saya tetap pada pendirian saya bahwa membakar mesjid bukanlah tindakan yang tepat. Hal itu hanya akan mencoreng Islam secara umum, dan sepertinya “otak” kita sudah buntu sehingga harus membakar. Ingat pak disini bukanlah negara Islam, kita harus patuh dengan peraturan yang ada dinegara kita. Seandainya terjadi dinegara Islampun saya tetap akan menolak.

  66. Rusdiana permalink
    3 Mei, 2008 7:54 am

    Dari penjelasan silvie kita bisa menangkap bahwa apabila ada seorang muslim belum berbaiat ke mirza -padahal mirzanya juga udah gak ada- MAKA DAPAT DIKATAKAN BELUM MENJADI MUSLIM YANG BENAR alias MUSLIM YANG SALAH, atau bisa diperjelas lagi sebagai BUKAN MUSLIM atau masih kafir. Seandainya ahmadiyah itu yang mayoritas di suatu negara, kebayang oleh saya akan banyak orang-orang yang di kafirkan dan diperlakukan sebagai orang kafir. Tidak mustahil keadaan sekarang -dimana ahmadiyah dianggap sesat dan masjid-masjidnya dibakar- akan terbalik 180 derajad artinya akan banyak orang-orang yang dicap kafir dan disuruh bertaubat untuk masuk ahmadiyah, bahkan mungkin kalo mereka menguasai pemerintahan akan terjadi pemaksaan dan pembubaran beberapa ormas Islam seperti FPI, MUI, Muhamadiyah, NU, HT, PKS, dll. Dan saya juga punya keyakinan apabila mereka yang mayoritas dan menguasai pemerintahan, akan banyak mesjid-mesjid ahlu sunnah wal jamaah yang dibakar oleh ahmadiyah. Siapapun tidak akan ada yang bisa menolak keganasan ahmadiyah dalam kondisi seperti itu, sekalipun atas nama kebebasan beragama, atau HAM, kenapa??? Karena ahmadiyah bertindak atas nama otoritas paling tinggi yaitu atas nama NABI -utusan Allah, atau atas nama KHALIFAH.

    Untuk mas daeng, saya tidak akan memperpanjang persoalan ttg membakar mesjid, tidak apa-apa anda berpendapat seperti itu, saya pun tidak termasuk yang membakar mesjid, saya hanya mencoba MEMAHAMI mengapa ada orang yang membakar mesjid, dan kalo mas mengikuti berita sebenarnya MUI dan MUSPIDA setempat pun memberikan jaminan atas para tersangka untuk tidak ditahan, artinya lembaga itu pun ternyata MEMAHAMI mengapa ada orang membakar mesjid ahmadiyah. Anngap saja ini masalah khilafiyah yang tidak membawa seseorang jatuh pada penyimpangan. Wassalam…

  67. andy mcdean permalink
    3 Mei, 2008 9:47 am

    Nabi Musa as diturunkan di Yahudi menggunakan Taurat dalam bahasa Ibrani, Nabi Isa as diturunkan di Yahudi dengan Injil bahasa Ibrani, begitu juga Rasulallah Muhammad saw diturunkan dg Alquran yg berdialek Arab Quraisy. Lhah ini Mirza pake bahasa Arab, kalow kelas Indonesia kayak Al Moshadeq (semoga diterima tobatnya dan ditetapkan iman Islamnya oleh Allah) yang mengajarkan ajaran dengan bahasa Arab. Mirza harusnya pake Urdu dan Moshadeq dengan Sundanya.
    Seandainya orang Pakistan dengan tegas memberangus Ahmadiyya pada awalnya, sbgmn Abu Bakar terhadap si Kadzib Musallamah maka binasalah kesesatan dr awalnya.
    Cukuplah Muhammad saw sebagai Nabiku dan Alquran sbg kitabku. Allah sudah meridhai agama ini dan menyempurnakannya.

  68. 3 Mei, 2008 1:21 pm

    Sebelumnya saya hormati keputusan anda semua kalau memang anda merasa aqidah anda2x yakin yg paling benar ya silahkan,nanti anda sendiri yg mempertanggung jawabkannya dihadapan Allah. Tapi saya tetap pada pendirian saya saya tetap yakin dengan apa yg saya yakini sekarang,ternyata apa yg Nabi Muhammad SAW sabdakan ternyata itu benar dan pasti terjadi.
    kami tidak pernah mengatakan kafir kepada siapapun.yg mengatakan kafir bukannya anda2x.padahal keyakinan kami sudah dijelaskan berdasarkan Alquran dan hadits tetapi tetap saja tidak mau terima dan mengerti.ya sudah nanti apa yg di ucapkan anda semua akan berbalik kepada diri anda sendiri.jika orang itu berbuat kebaikan maka kebaikan pula yg akan di diterima tetapi jika anda berbuat kejahatan misalnya dengan memfitnah ya sudah pasti semua akan kembali pada anda sendiri.

  69. 3 Mei, 2008 3:17 pm

    @silvie
    mengenai akidah, saya fikir setiap orang tentu yakin bahwa akidahnya benar, sebab kalau tidak buat benar, lalu buat apa?. Termasuk anda dan komentator lain disini termasuk saya.
    Kafir itukan hanya sebuah kata, tetapi melihat dari pernyataan anda secara “halus” anda juga mengkafirkan kami atau menganggap kami yang tidak percaya kepada Mirza Ghulam Ahmad sebagai “messiah’, sebagai orang yang ingkar.
    Betul, apa yang disabdakan nabi itu benar dan pasti terjadi, bahwa akan banyak nabi-nabi palsu dan dajjal yang muncul dikemudian hari. Termasuk “menurut saya” Mirza Ghulam Ahmad adalah dajjal, bukanlah nabi. Karena beliau lebih dulu terbunuh, sedangkan dajjal yang beliau maksud malah semakin kokoh.
    Dan saya pikir Tuhan akan mengampuni beliau, manakala pengikutnya mendoakan atas “kesombongan” Mirza Ghulam Ahmad. Bukannya malah mencari-cari pembenaran atas “kesombongan” tersebut.
    —salam–

  70. Rusdiana permalink
    3 Mei, 2008 9:36 pm

    @for silvie,

    Saran saya utk mbak/ibu silvie, ikutilah jejak para pengikut sekaligus juga tokoh-tokoh ahmadiyah (spt pimpinan ahmadiyah medan, tokoh ahmadiyah Ahmad hariadi, yang pernah bermubahalah dengan khalifah ahmadiyah, dll), yang telah diberi petunjuk Allah untuk bertaubat dan keluar dari Jemaah ahmadiyah. Anda tidak usah takut melawan “utusan Allah” MGA itu, seolah-olah kalo anda kembali kepada Islam yang benar atau keluar dari ahmadiyah bakal menemui kecelakaan dan sejenisnya. Sejarah membuktikan bahwa mereka yang menentang dan keluar dari ahmadiyah tetap sehat wal’afiat (kecuali bila pihak ahmadiyah memelintir sejarah dan mengarang cerita serta menafsirkan sendiri maknanya). Jadi saya mendorong mbak silvie membaca lagi alquran dan hadist dengan baik, tanpa menggunakan persepsi yang selama ini anda gunakan. Cobalah untuk memahami Al-Quran sebagaimana Rasulullah, para sahabat dan ulama terdahulu (salaf) memahami isi kandungan Al-Quran tsb.

    Saya ikut mendoakan mbak silvie agar diberi Hidayah oleh Allah untuk dapat dengan jelas dan mudah melihat bahwa kesesatan itu adalah sesat adanya. dan semoga Allah mengembalikan anda ke Jalan Islam yang benar. amin

  71. Rusdiana permalink
    3 Mei, 2008 9:40 pm

    Untuk tambahan literatur buat kita semua :
    QS 9: 107 yang artinya “dan (diantara orang-orang munafik) ada yang mendirikan mesjid untuk menimbulkan kemudharat (pada orang-orang beriman) untuk kekafiran dan untuk memecah belah diantara orang-orang beriman serta untuk menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan rasul-Nya sejak dahulu. Mereka dengan pasti bersumpah “kami hanya menghendaki kebaikan”; dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta”

    Selanjutnya di ayat 108 nya dikatakan :”janganlah engkau melaksanakan shalat dalam mesjid itu selama-selamanya. Sungguh mesjid yang didirikan atas dasar taqwa sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan shalat di dalamnya. ..”

    Atas dasar wahyu inilah Rasulullah meruntuhkan/menghancurkan mesjid yang dianggap menyalahi konsep taqwa versi Rasulullah Muhammad SAW.

    (Mudah-mudahan kita dapat memahaminya)

  72. 4 Mei, 2008 10:25 am

    ikut lah Nabi Muhammad…itu yang betul…maklumat berkaitan ahmadiyah tidak tepat kalau diikutkan dari penulis penulis blog…biarkan mereka beramal dengan ilmu mereka…saya rasa mereka tetap dalam islam…sekarang in zaman fitnah dah masuk fasa ke 4 dan ke 5…fasa 6 akan haramkan ahmadiah…saya yakin edea untuk mengharamkan ahmadiayah adalah dari kuncu kuncu yahudi yang melobi di indonesia…

    salam untuk warga indonesia

  73. 5 Mei, 2008 12:41 pm

    Aduh pak Rusdi argument anda menyeramkan sekali menafsirkan arti ayat atas logika sendiri.sekarang di sebut orang yg munafik dalam ayat tsb itu siapa??????
    ahmadiyya?? dari th 1889 berdirinya ahmadiyya tidak pernah tuh terlintas terdengar membuat keributan,keonaran seperti golongan2x lainnya maka dari itu ahmadiyya di terima di negara2x netral.karena golongan muslim ini tidak pernah mengganggu seperti golongan muslim lainnya yg bisanya cuma berdemo,menuntut,ribut2x bahkan sampai disebut teroris seperti golongan jama’ah islamiyah yg dipimpin osama bin laden. waahhhhh.!!!!!

  74. Rusdiana permalink
    5 Mei, 2008 2:38 pm

    maaf mba/ibu silvie saya tidak menafsirkan tapi menyalin terjemahan alquran keluaran resmi Departemen Agama RI dan menyalin footnotenya. Apakah anda mengakui Departemen Agama RI?

  75. 6 Mei, 2008 12:29 pm

    Arti arti dari ayat2x Quran sudah pasti benar, tidak ada seorang pun yg bisa merubah ayat Qur’an satu ayat pun.yg saya maksudkan adalah penafsirannya.
    Manusia itu mahluk yg lemah tidak bisa menafsirkan sembarang Alqur’an.
    contoh dlm Alquran para ulama menafsirkan bahwa nabi Isa yg akan turun adalah nabi Isa yg di utus Allah utk kaum Bani Israil yg membawa ajaran nasrani.
    Sedangkan muslim ahmadiyya meyakini nabi Isa yg turun bukanlah nabi Isa yg di utus utk kaum bani Israil melainkan seseorang yg datang dari umat muslim sendiri yg dijuluki sebagai imam mahdi dan isa almasih.
    Kami mengakui Dept. agama RI sebagai suatu lembaga pemerintahan yg berdiri di Indonesia.dan kami selalu mentaati peraturan yg berlaku di negri ini.misalnya contoh: dept agama & pemerintah mereka menentukan hari besar umat Islam tgl sekian.ya kita ikuti perintah dan peraturan mereka.tidak menentang.tapi bagi golongan muslim lain pemerintah menentukan hari besar tanggal sekian ,tapi mereka tidak mematuhinya misal ditentukan hari kamis,golongan muslim lain ada yg sebelumnya,ada yg sesudahnya.nah ini sama saja tidak mengakui pemerintah dan Dept. Agama.
    ya enggak!!!!

  76. Rusdiana permalink
    6 Mei, 2008 1:24 pm

    Mudah-mudahan ketaatan anda pada Departemen Agama tetap konsisten, termasuk apabila besok-besok Depag memberikan keputusan supaya ahmadiyah membubarkan diri, maka anda pun harus siap mematuhinya.

    Mengenai tafsir bahwa nabi isa yang akan turun adalah nabi isa yang dahulu turun ke bani israel sebagaimana dikatakan para ulama itu adalah tafsir yang lebih mendekati kebenaran dan dijamin oleh kebenaran sejarah, dibandingkan tafsir anda bahwa itu adalah nabi isa yang lain atau imam mahdi, artinya nabi isa itu sama dengan imam mahdi. Menurut para ulama itu malah bertentangan dengan hadits-hadits yang shahih tentang imam mahdi dan nabi isa. Saya tentu lebih percaya tafsir jumhur ulama ketimbang tafsir logika anda sendiri. Contoh: Isa a.s yang akan turun itu di hadist disebukan sebagai isa ibnu maryam (artinya isa anaknya maryam), artinya isa yang dulu bukan orang jaman sekarang dari kalangan umat islam, tapi isa anaknya siti maryam. Memangnya MZA itu anaknya siti maryam??????? (benar-benar gak masuk akal boo). Kemudian dalam hadist nabi isa disuruh mengimami kaum muslimin, tetapi tidak mau, malah isa yang menyuruh imam mahdi untuk mengimami. Masa imam dan makmum satu oknum? logika ngaco mana yang mau anda pegang?.

    maaf ya mbak sepertinya memang anda betul-betul tersesat, kalo memang nabi isa sudah turun dan membunuh dajjal, maka Islam itu Jaya dan menguasai peradaban dunia, dan setelah itu terjadi Kiamat. .Padahal saat ini umat islam saat

  77. Rusdiana permalink
    6 Mei, 2008 1:36 pm

    …..(maaf ini tulisan di atas saya ralat)

    Mudah-mudahan ketaatan anda pada Departemen Agama tetap konsisten, termasuk apabila besok-besok Depag memberikan keputusan supaya ahmadiyah membubarkan diri, maka anda pun harus siap mematuhinya.

    Mengenai tafsir para ulama yang menyatakan bahwa nabi isa yang akan turun adalah nabi isa yang dahulu turun ke bani israel mak itu adalah tafsir yang lebih mendekati kebenaran dan dijamin oleh kebenaran sejarah, dibandingkan tafsir anda bahwa itu adalah nabi isa yang lain atau imam mahdi dari kalangan ummat islam, atau artinya nabi isa itu sama dengan imam mahdi. Menurut para ulama itu malah bertentangan dengan hadits-hadits yang shahih tentang imam mahdi dan nabi isa. Saya tentu lebih percaya tafsir jumhur ulama ketimbang tafsir logika anda sendiri. Contoh : dalam hadits disebutkan bahwa Isa a.s yang akan turun itu disebutnya sebagai isa ibnu maryam (artinya isa anaknya maryam), artinya isa yang dulu bukan orang jaman sekarang dari kalangan umat islam, tapi isa anaknya siti maryam. Memangnya MZA itu anaknya siti maryam??????? (benar-benar gak masuk akal boo). Kemudian dalam hadist nabi isa disuruh mengimami kaum muslimin, tetapi tidak mau, malah isa yang menyuruh imam mahdi untuk mengimami. Masa imam dan makmum satu oknum? logika ngaco mana yang mau anda pegang?.

    maaf ya mbak sepertinya memang anda betul-betul perlu berpikir lagi, kalo memang nabi isa sudah turun dan membunuh dajjal, maka Islam itu Jaya dan menguasai peradaban dunia, dan setelah itu terjadi Kiamat…Padahal saat ini umat islam masih ketinggalan jauh dari ummat lainnya dalam berbagai aspek, bahkan bisa dikatakan dibeberapa tempat masih tertindas oleh kebiadaban israel dan antek-anteknya. Masa itu disebut jaya?
    Apalagi kalo yang dijadikan standar adalah ahmadiyah, kapan ahmadiyah diterima oleh mayoritas ummat islam? sampai dari dulu hingga sekarang sejarah ahmadiyah penuh dengan penolakan dari berbagai kalangan mayoritas ummat…baru-baru ini malah masjidnya dibakar dimana-mana, kejayaan apa yang diperoleh ahmadiyah. Lagi pula kenyataan menunjukkan bahwa MZA-nya (isa/imam mahdi yang anda percayai) udah mati lama, gimana tuh?!

  78. 6 Mei, 2008 1:39 pm

    @silvie
    maaf nih mbak, saya mau menanyakan tentang bai’at Ahmadiyah…?
    apa benar..? dan mengapa harus dibai’at…?
    —salam—

  79. 7 Mei, 2008 12:03 pm

    Berarti menurut pak Rusdi nabi Isa belum wafat, masih hidup di atas langit gitu,terus nanti mau turun kebumi gitu.walaaaaaaaaah.ini nich menafsirkan Alqur’an berdasarkan logika sendiri.jadinya ngelantur.
    Kalau anda masih percaya nabi Isa masih hidup di langit terus saya mau tanya:
    1. Dimana pertama kali nabi Isa akan turun?
    2. Bagaimana cara nabi Isa turun kebumi,apakah menggunakan sayap seperti halnya burung.(kalau enggak ada sayap mah ya enggak bakalan bisa terbang ).
    3. Dengan cara apa nabi Isa akan berpergian dari satu negara ke negara lainnya.
    Waduhhhhhhhhh stupid question banget ya saya nanya kaya begini sama anda.

  80. 7 Mei, 2008 2:48 pm

    Pak Rusdi kalau Nabi isa ibnu maryam yg anda tunggu Nabi isa yg dulu yg diutus untuk kaum Bani israil ajaran yg dibawanya kan bukan ajaran Islam melainkan ajaran nasrani yg diperuntukan untuk kaum Bani Israil.Nah sekarang kita kan bukan kaum Bani Israil lagi melainkan kaumnya Nabi Muhammad SAW yg membawa ajaran Islam dan kitab suci Alquran sebagai syariat terakhir.
    Mengapa Mirza Ghulam ahmad dijuluki Isa almasih.karena beliau memiliki sifat dan prilaku yg sama dengan Isa Ibnu maryam yg diutus Allah untuk Bani Israil, maka dari itu beliau dijuluki Isa Almasih.

    ada kan hadits Nabi Muhammad yg menjelaskan Bahwa Imam Mahdi dan Isa almasih yg dijanjikan itu satu orang dengan 2 nama.

    ”Laa mahdi Ilaa Isa”( Hadits Ibnu Majah)
    Tidak ada Mahdi melainkan Isa

    Untuk itu pada pak rusdi pelajari lagi mengenai Hadits2x, ayat2x Qur’an Yg menjelaskan turunnya nabi isa& Imam mahdi.
    ok!

  81. Rusdiana permalink
    7 Mei, 2008 7:13 pm

    he..he..apa tuduhannya gak berbalik nih? siapa yang pakai logika sendiri? orang-orang ahmadiyah atau para ulama ummat islam, menurut saya yang suka pakai logika sendiri itu kan ahmadiyah (saya tidak mengatakan anda, karena mungkin saja anda itu taklid sama ahmadiyah), buktikan saja sendiri, kapan ahmadiyah itu muncul? mana yang belakangan muncul para ulama salaf islam atau ahmadiyah. Ahmadiyah kan yang muncul belakangan? Jadi pasti ahmadiyahlah yang bikin-bikin tafsir baru terhadap agama islam dan hasil tafisrnya berbeda 180 derajat dengan tafsir para ulama pendahulu. Dan pasti tafsir ahmadiyah itu bermuaranya kepada satu orang yang lahir pada tahun 1835, yaitu mirza gulam. jadi sesungguhnya tafsir ahmadiyah tentang quran dan hadist terputus sampai MZA, tidak bersandar kepada para ulama sebelumnya. Jadi secara keilmuan sebanarnya ajaran mirza ini terputus pada diri mirza sendiri. Dengan demikian kesimpulan yang diperolehnya merupakan kesimpulan yang baru tentang agama islam alias tafsir bid’ah (tafsir yang diada-adakan). Namun demikian ahmadiyah merasa tafsir merekalah yang paling benar terutama dalam masalah kenabian, nabi isa dan imam mahdi, karena merasa bersumber dari utusan Allah…inilah pokok persoalan sebenarnya.
    Termasuk pertanyaan anda sdr silvi, itu semua sebenarnya sudah ada penjelasannya dari para ulama islam dulu dan tafsir-tafsir ma’tsur telah banyak membahasnya. Kalo anda masih mempertanyakan masalah-masalah itu artinya anda ingin mencoba mengajak menggunakan tafsir lain yakni tafsir ahmadiyah. cape deh kalo saya harus mengurai satu-satu pertanyaan anda, apalagi pertanyaan-pertanyaan dari saya sebelumnya banyak yang belum anda jawab. Tapi kalo memang anda berminat mencari kebenaran, maka saya (dan mungkin yang lainnya) dapat membantu anda untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut satu demi satu.
    Jawaban-jawaban dari pertanyaan anda itu semua sebenarnya sudah ada di dalam hadits-hadists, diantaranya yang diriwayatkan Imam muslim dan lainnya, dan itu sudah jelas adanya. Hanya mungkin anda merasa bunyi hadits itu gak masuk akal atau tidak masuk logika anda. Sehingga anda menafsirkan ulang hadist-hadits tersebut sesuai dengan logika anda, sehingga kesimpulannya berbeda dengan tafsir/penjelasan dari para ulama ummat islam. Hasil dari tafsir anda pasti akan bermuara kepada mirza gulam, sedangkan tafsir para ulama tidak bermuara kepada tokoh manapun (saat ini). Jadi jelas disini, siapa yang pakai logika sendiri dan siapa yang objektif menafsirkan hadist.
    Sdr. Silvie, para ulama (berdasarkan al-quran dan hadits-hadits, bukan berdasarkan logika) telah menjelaskan bahwa Nabi Isa telah “diangkat” oleh Allah swt., dan suatu saat nanti akan diturunkan kembali ke dunia, untuk menjelaskan permasalah yang belum tuntas kepada ummat manusia (khususnya tentang akidah ummat Kristen yang salah), dan dia turun tidak dengan membawa syariat nabi isa tetapi akan menggunakan syariat islam (nabi Muhammad saw), oleh karenanya beliau akan menghancurkan salib-salib (terutama tentu salib yang di Vatika, tempat bertenggernya paus), sehingga efek dari turunnya nabi isa itu akan berdampak pada bersatunya ummat manusia kepada satu aqidah dan syariat yaitu aqidah dan syariat nabi Muhammad saw. Tidak ada ceritanya kalo nabi isa turun, maka kekuasaan Kristen masih kokoh bertengger di vatikan sana, dan tidak mengakui syariat islam. Setelah nabi isa menghancurkan salib-salib itu, maka ummat manusia akan bersatu dibawah naungan kekhalifahan Islam dibawah kepemimpinan imam mahdi (manusia yang berasal dari ummat nabi Muhammad, bukan nabi isa). Selanjutnya seluruh dunia akan mengalami massa kedamaian dan ketenangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak akan terjadi lagi sesudahnya, artinya seteleh massa itu akan terjadi KIAMAT. Pada massa itu nabi Isa pun akan melaksanakan syariat nabi Muhammad saw (sesuai dengan cita-cita dan keinginan semua para nabi), termasuk ia akan shalat berjamaah bersama-sama dengan ummat islam lainnya dan hadits Muslim membuktikan bahwa nabi Isa shalat dibelakang imam mahdi.
    Jadi dengan demikian kita patut bertanya mbak kepada ahmadiyah, kalo emang mirza itu imam mahdi/nabi isa, kapan dunia bersatu dibawah kekuasaan Islam? Yang ada adalah jangankan ummat manusia, ummat islam sendiri pun masih centang perenang, saling bertikai, contoh nyata dulu iran dan irak berperang, dimanakan saat itu ahmadiyah? Apakah bisa khalifah ahmadiyah mendamaikan irak dan iran? Bahkan dari dulu hingga sekarang mereka (orang-orang sunni irak dan orang-orang syiah) masih terus bertikai dan berperang. Masih banyak mbak contoh-contoh nyata lainnya berkaitan dengan belum bersatunya ummat ini yang hingga sekarang belum ada yang bisa mendamaikannya termasuk imam mahdi/khalifah versi ahmadiyah. Kalo mbak mau jujur melihat kondisi real sekarang (dimana Israel makin berbuat dzalim kpd ummat islam, wilder yang menghina nabi Muhammad dan al-Quran, tanpa ada yang bisa membalasnya), yang paling mungkin adalah bahwa Imam mahdi yang sebenarnya belum turun. Saya termasuk yang percaya hadits bahwa Imam mahdi akan turun dan memimpin ummat islam menguasai dunia sebagaimana zaman nabi Muhammad dan khulafaur rasydidin, saya termasuk setia menunggu dan siap membelanya. Tapi untuk itu kita harus berhati-hati karena sudah sekian banyak yang mengakui imam mahdi tetapi tidak sesuai dengan criteria imam mahdi yang dijelaskan hadits-hadits dan dan itu adalah perjuangan juga. Jadi mbak harus sabar jangan keburu nafsu seolah-olah menemukan kebenaran sejati, sehingga memutuskan bergabung dengan ahmadiyah.
    Terkait dengan hadits ibnu majah : laa mahdi illa isa, para ulama juga bukan tidak tau mbak, tetapi hadits itu sanadnya lemah, tambah-tambah bertentangan dengan hadits lainnya yang lebih kuat diantaranya hadits Muslim tadi yang menyatakan bahwa “nabi isa akan shalat berjamaah dibelakang imam mahdi” (berarti dua oknum, mbak).
    Tetapi saya terima mbak sarannya agar saya banyak lagi mempelajari hadits-hadits dan ayat-ayat quran, sehingga saya nanti lebih bisa saling menasehati.

    Thank you for your kind attention and your patien to willing discuss with me. Teruskan perjuangannya mancari kebenaran dan bersungguh-sungguh lah, nanti mudah-mudahan Allah menunjukkannya. see you!

  82. Rusdiana permalink
    7 Mei, 2008 7:56 pm

    Eh mbak silvi, udah tau belum bahwa mirza gulam itu mengaku sebagai titisan Krisna dan bergelar brahman avatar?? gelar avatar itu adalah gelar dewa tertinggi dalam agama hindu/budha, bahkan disamakan dengan Tuhan. Mengerikan juga ya? tapi menurut saya prestasinya masih kalah jauh dengan seorang india juga yang saat ini dipercaya sebagai sang AVATAR zaman ini, dia juga pandai menyembuhkan yang sakit dan segala macam penyakit berat, dia tahu apa yang terjadi masa lampau, sekarang dan yang akan datang, mampu mendatangkan makanan dan emas, mampu menundukkan para intelektual (salah satu muridnya adalah penulis buku terkenal Bioprosess dan biotechnology), beberapa tokoh islam juga bertekuk lutut dihadapannya, banyak menyelematkan kecelakaan yang dialamai pengikutnya, dan bahkan…DAPAT MENGHIDUPKAN ORANG YANG SUDAH MATI (sudah ada tiga kasus)..dia adalah yang bergelar avatar zaman ini…SRI SATIA SAI BABA…Anda tahu gak pengikut dia adalah dari 5 agama juga (yahudi, kristen, hindu, budha dan islam)…dari kalangan islam yang menjadi pengikutnya menyatakan bahwa dia adalah imam mahdi dan nabi, dari kalangan kristen mengakui sebagai yesus yang muncul kembali, dari budha/hindu diakui sebagai brahman avatar (tuhan)..
    dan sekarang sudah ada cabanganya di indonesia…saya yakin kehebatannya sangat luar biasa dan pasti mengalahkan kehebatan/keajaiban yang diterima mirza gulam ahmad…tapi tahukah anda siapa dia sebenarnya???

    tks

  83. 7 Mei, 2008 11:03 pm

    Watttahaaaaooo….
    Tumben sepertinya HAWANYA kok PANAS banget yah….
    Kang Daeng,
    Nyalain AC nya dunk…?? Nah…gitcu kan DINGIN, ADEM….
    ADEM PIKIRE juga ADEM ATINE….

    Hayo…sama-sama NGRACUT BUSONO ( meluruhkan EGO ) masing-masing lagi….
    PERBEDAAN kita OLAH dan kita jadikan makanan ” GADO-GADO ” dengan CITA RASA Indonesia yang berlandaskan Panca Sila ( sila I ).

    Mari BERGANDENGAN TANGAN menyongsong MASA DEPAN demi KEJAYAAN Negeri dan Bangsa Indonesia dengan Kultur dan Budaya yang SANTUN, LEMBUT, ANDHAP ASOR, TENGGANG RASA dan TEPO SLIRO.

    Masalah AGAMA dan KEYAKINAN adalah masalah HUBUNGAN anak manusia dengan Tuhan-Nya yang bersifat PRIBADI-PRIBADI. Jika kita melihat sejarah, JUTAAN nyawa manusia melayang akibat adanya KONFLIK perbedaan MADZAB dan HADIS yang ditunggani oleh berbagai KEPENTINGAN para PENGUASA pada jaman itu. Lihatlah dari awal mula terbentuknya kelompok SYIAH dan SUNI, hingga hari ini selalu RIBUT dan CAKAR-CAKARAN melulu. Yah…inilah memang Klutur dan Budaya Timur Tengah yang GEMAR BERKELAHI dengan mengatasnamakan AGAMA, MADZAB, HADIS.

    Jadi…kesimpulannya JANGAN ADA lagi KLAIM ” merasa PALING BENER ” dalam menjalankan keyakinan dan pemelukan terhadap Agama. Jangan MUDAH memfonis ” SESAT dan KAFIR ” terhadap orang-orang yang sudah ber AGAMA dan menjalankan keyakinannya untuk MANUNGGAL dengan Tuhan-Nya. CUKUP kita sama-sama jalani saja keyakinan yang kita anut dengan mengedepankan sikap ” WELAS ASIH ” terhadap sesama. Mari kita sama-sama pegang dengan kuat MAKNA ” Bismillah Hirrohman Nirrohim “.

    Harapan saya, buat temen-temen penganut AHMADIYAH…” WASHOBIRU WAROBITU ” dengan kejadian yang menimpamu. Karena siapa tahu ujung-ujungnya adalah ” La’allakum Tuflikhun “.
    Saya pribadi turut PRIHATIN, SEDIH, NGELUS DHODHO…( karena bisanya saya hanya cuman sebatas itu thok ).

    Jadi…TIDAK CUKUPKAH sejarah PERATUMPAHAN DARAH karena KONFLIK Agama tersebut menjadikan kita-kita untuk BERFIKIR…??. Percayalah ALAM akan menyeleksi semua kejadian ini, orang Jawa bilang ” BECIK KETITIK OLO KETORO “…Siapa yang IBLIS dan siapa yang MALAIKAT akan ketahuan. Dan, semua akan menuai HASIL atas perbuatan yang di lakukan.

    Mari sama-sama kita KENDORKAN urat syaraf, kita kendalikan NAFSU dan EGO masing-masing dalam dialog ini. Jangan sampai kita seperti Kucing yang memperbutkan TULANG TANPA DAGING..

    Sumonggo sami-sami NGLEREM MANAHIPUN piyambak-piyambak.

    Kang Daeng, makasih AC nya dah dingin Kang…he..he…

    Salam
    Bocah bau Kencur asli Kera Ngalam

  84. Rusdiana permalink
    8 Mei, 2008 2:11 pm

    PLEASE READ THIS NEWS:
    http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=6805&Itemid=1

    __________________________

  85. 8 Mei, 2008 2:34 pm

    @Santri Gundhul
    Maturnuwun mas, AC ne wis murup.
    Masalae nde blogku lampune padam, mosok sampiyan ora ndelok layoute gelap.
    —Salam karo KERA NGALAM—

  86. 8 Mei, 2008 6:42 pm

    Kalau orang suka mengumpat,memfitnah apalagi menuduh orang lain sesat yg padahal belum tentu sesat itu termasuk tanda2x orang apa ya? munafik kah?????
    Ini nich kalau asal baca dan mendengar informasi dari yg bukan sumber aslinya.tuduhan2xnya semakin enggak jelas.
    Saya mau tanya sama Pak Rusdi
    1. Anda lebih berpegang teguh pada Allah atau pada ulama?
    sedangkan sabda Rasulullah dalam hadist ( Baihaqi,Mysikaat):
    ” Sejahat jahatnya manusia di akhir zaman nanti adalah para ulama”
    Namun tidak semua ulama jahat banyak juga ulama yg baik dan bisa menuntun umat Islam kepada jalan yg diridhai Allah SWT.
    Tafsir Qur’an dari muslim ahmadi di dapat dari ilham2x yg diterima para khalifahnya,jadi Allah yg memberitahukan langsung maksud kandungan dari arti2x ayat Qur’an kepada orang2x yg diutusNya.Rahasia maksud dari kandungan ayat Qur’an itu sendiri hanya diberikan Allah kepada orang2x yg disucikanNya yakni utusan2xNya.Begitu pula dngn Hz Mirza Ghulam ahmad.beliau menafsirkan Qur’an bukan atas kehendak sendirinya melainkan melalui wahyu2x,ilham2x,kabar ghaib yg diterimanya dari Allah SWT.jadi tidak banyak perselisihan di muslim kami.

    Sekarang banyak ulama yg menafsirkan ayat2x Qur’an berdasarkan logika masing2x,jadi tidak heran ya banyak selisih paham di antara ulama tentang maksud dari kandungan ayat2x Qur’an.Dan umat muslim tidak sedikit dibuat bingung oleh para ulama hanya karena perbedaan tafsir.
    iya enggak!!!

  87. 8 Mei, 2008 7:11 pm

    O iya Pak Rusdi anda lebih baik mencari tau dari pada so tau.
    Nich saya jelaskan.
    Kita itu umat Islam harus tau.
    1. Umat Islam menunggu kedatangan Imam Mahdi.
    2. Umat Nasrani menunggu kedatangan Isa Almasih
    3. Umat Hindu menunggu kedatangan Dewa kresna.

    Umat Hindu mereka menunggu kedatangan dewa kresna yg akan menyelamatkan mereka.
    Kresna dulunya adalah seorang nabi yg diutus untuk umat Hindu
    Sebagaimana kita ketahui tentang sejarah nabi nabi pada dasarnya semua nabi mengajak beribadah untuk menyembah Allah.Namun karena dngn perkembangan zaman Agama yg di bawa para nabi ini malah di salah gunakan oleh para pengikutnya.dan menjadikan nabi mereka sebagai Tuhan.Begitu pula dengan umat nasrani,dari awal kedatangan nabi Isa untuk kaum Bani Israil pada dasarnya untuk menyembah Allah SWT.tapi karena perkembangan zaman akhirnya agama yg mereka anut malah menjadi menyimpang bukannya Allah yg mereka sembah tapi malah utusan Allah yg mereka sembah. seperti halnya kresna seorang nabi untuk umat Hindu tapi malah dijadikan Tuhan oleh umat hindu,begitupun dngn umat nasrani nabi yg di utus Allah yakni Nabi Isa malah di jadikan Tuhan oleh umat nasrani.

    Hz Mirza ghulam Ahmad adalah
    Imam mahdi bagi umat muslim.
    Isa Almasih bagi umat nasrani.
    Dewa kresna bagi umat Hindu.

    Nah dari 3 pengertian di atas jangan Pak Rusdi salah artikan Maksud Allah mengutus Hz mirza ghulam Ahmad sebagai Imam mahdi untuk umat muslim,Isa almasih untuk umat nasrani,dewa kresna untuk umat hindu tujuannya adalah untuk mempersatukan satu umat kedalam satu pangkuan yakni ajaran Nabi Muhammad SAW sebagaima Islam dan Alqur’an adalah Rahmatan Lil alamin ( Rahmat utk sekalian alam ).
    yakni agama/syariat terakhir yg paling sempurna dan berlaku sampai hari kiamat.
    Sebagaimana Islam adalah Rahmatan lil alamin,agama Islam itu harus di sampaikan pula untuk umat lain.Dan menyampaikan tauhid Laa Ilaha Ilallah Muhammadarasulullah(Tiada Tuhan selain Allah dan Muhmmad itu utusan Allah).

    Begituuuuuh pak Rusdi>>>>>>

  88. 8 Mei, 2008 7:12 pm

    O iya Pak Rusdi anda lebih baik mencari tau dari pada so tau.
    Nich saya jelaskan.
    Kita itu umat Islam harus tau.
    1. Umat Islam menunggu kedatangan Imam Mahdi.
    2. Umat Nasrani menunggu kedatangan Isa Almasih
    3. Umat Hindu menunggu kedatangan Dewa kresna

    Umat Hindu mereka menunggu kedatangan dewa kresna yg akan menyelamatkan mereka.
    Kresna dulunya adalah seorang nabi yg diutus untuk umat Hindu
    Sebagaimana kita ketahui tentang sejarah nabi nabi pada dasarnya semua nabi mengajak beribadah untuk menyembah Allah.Namun karena dngn perkembangan zaman Agama yg di bawa para nabi ini malah di salah gunakan oleh para pengikutnya.dan menjadikan nabi mereka sebagai Tuhan.Begitu pula dengan umat nasrani,dari awal kedatangan nabi Isa untuk kaum Bani Israil pada dasarnya untuk menyembah Allah SWT.tapi karena perkembangan zaman akhirnya agama yg mereka anut malah menjadi menyimpang bukannya Allah yg mereka sembah tapi malah utusan Allah yg mereka sembah. seperti halnya kresna seorang nabi untuk umat Hindu tapi malah dijadikan Tuhan oleh umat hindu,begitupun dngn umat nasrani nabi yg di utus Allah yakni Nabi Isa malah di jadikan Tuhan oleh umat nasrani.

    Hz Mirza ghulam Ahmad adalah
    Imam mahdi bagi umat muslim.
    Isa Almasih bagi umat nasrani.
    Dewa kresna bagi umat Hindu.

    Nah dari 3 pengertian di atas jangan Pak Rusdi salah artikan Maksud Allah mengutus Hz mirza ghulam Ahmad sebagai Imam mahdi untuk umat muslim,Isa almasih untuk umat nasrani,dewa kresna untuk umat hindu tujuannya adalah untuk mempersatukan satu umat kedalam satu pangkuan yakni ajaran Nabi Muhammad SAW sebagaima Islam dan Alqur’an adalah Rahmatan Lil alamin ( Rahmat utk sekalian alam ).
    yakni agama/syariat terakhir yg paling sempurna dan berlaku sampai hari kiamat.
    Sebagaimana Islam adalah Rahmatan lil alamin,agama Islam itu harus di sampaikan pula untuk umat lain.Dan menyampaikan tauhid Laa Ilaha Ilallah Muhammadarasulullah(Tiada Tuhan selain Allah dan Muhmmad itu utusan Allah).

    Begituuuuuh pak Rusdi>>>>>>

  89. Rusdiana permalink
    9 Mei, 2008 11:18 am

    @nona/mbak/ibu silvie,
    … eh maaf ya kalo salah nyebut….Anda mau saya panggil mbak, nona, adik, atau ibu? Berapa ya usia anda? Nah inilah kelemahan kita…kita sudah bercakap-cakap banyak bahkan kata ‘santri gundul’ mah udah panas-panasan tapi hingga sekarang kita belum saling mengenal. Jadi saya ingin perkenalkan dulu saya Rusdiana, umur saya 35 tahun, saat ini saya adalah seorang PNS. Mungkin data-data pribadi lainnya menyusul…apabila diperlukan..he..he.

  90. Rusdiana permalink
    9 Mei, 2008 11:19 am

    Mari kita lanjutkan lagi…
    Dari penjelasan anda saya semakin mengerti bahwa apa yang selama ini saya sangka terhadap ahmadiyah adalah benar adanya. Penjelasan-penjelasan anda sudah saya ketahui sebelumnya dan sekarang saya tambah yakin akan penyimpangan ahmadiyah itu. Mengapa saya simpulkan demikian? Sebenarnya gini ya mbak, ini off the record ya (kita-kita aja) saya udah punya banyak pengalaman baik dalam masalah pemikiran keislaman maupun pengalaman spiritual (seperti ketemu syetan, malaikat, wali-wali, dapat ilham/wahyu, berita-berita masa depan, dll). Ini saya serius mbak, bukan bohong. Nah khusus masalah spiritual ini saya pun pernah menjadi murid dari seseorang yang bisa berhubungan langsung dengan Allah sebagaimana para nabi, bahkan dia oleh sebagian muridnya sudah dianggap sebagai nabi. (dan sekarang udah lebih dari 23 tahun sejak dia mendapatkan wahyu dan dia saat ini segar bugar aja). Bahkan tingkatan menerima ilham itu, bukan pembimbing spiritual / guru saya saja, tetapi saya sendiri pun sudah sampai pada tingkat tersebut. Lebih-lebih guru saya pada waktu itu, dia tahu banget sedang apa Mirza sekarang, atau tokoh-tokoh islam lain yang sudah wafat, apa sebenarnya yang sedang menimpa Lia aminudin, bahkan sang Guru mengaku sudah mendapatkan 16 kitab wahyu dari Allah (saya sudah baca beberapa kitabnya), bahkan dari informasi yang Allah berikan langsung dia bisa mengetahui tingkat keimanan setiap manusia.. termasuk keimanan mbak silvie kalo dia mau (jadi bukan mirza atau tokoh ahmadiyah saja yang bisa seperti itu). Pokoknya seabreg lah mbak pengalaman yang terkait dengan masalah-masalah gitu mah..Jadi saya bukan anak bau kencur yang gak tau masalah-masalah pengalaman spiritual.
    Tetapi Alhamdulillah, berkat hidayah Allah, akhirnya saya menjauhi hal-hal yang demikian itu dan saya kembali berpedoman kepada petunjuk Allah yang sudah jelas (Al-Quran dan As-Sunnah) dibawah bimbingan para ulama yang mempunyai kapabilitas keilmuan yang jelas dan dapat dipertanggung jawabkan dengan pemahaman yang mendekati pemahaman Muhammad rasulullah saw, yaitu pemahaman yang berasal dari para sahabat-sahabatnya, dimana beliau-beliau r.a secara estafeta telah menyampaikannya lagi kepada ulama-ulama tabiin dan tabiut tabiin hingga seterusnya sampailah ke ulama zaman sekarang.

  91. Rusdiana permalink
    9 Mei, 2008 11:20 am

    Tentang pertanyaan anda manakah yang saya pegang Allah atau para ulama, tentu jawaban saya adalah Allah. Tetapi bisakah anda shalat tanpa bantuan ulama yang mengajarkannya? Darimana anda bisa baca quran? Langsung dari Allah? Pasti ulama/ustadz yang mengajari anda belajar baca quran. Anda harus bisa membedakan antara berhukum dan bertaklid kepada ulama (seperti yang terjadi di ahmadiyah) dengan belajar atau berilmu kepada ulama. Ingatlah kaidah al-quran : bertanyalah anda kepada ahlinya (ulama), apabila anda tidak mengtahui. Ingat pula akan hadits yang menjelaskan bahwa para ulama itu adalah pengganti nabi setelah nabi itu tidak ada. Al ulama u warosatul anbiya (ulama itu adalah pewaris nabi). Justru inilah kelebihan nabi Muhammad saw dibanding nabi-nabi lain yang diturunkan untuk bani Israel. Kalo nabi-nabi bani Israel wafat, maka Allah dengan segera menurunkan nabi berikutnya sebagai pengganti nabi yang sudah tidak ada tsb. Tetapi setelah nabi Muhammad saw wafat, Allah tidak menurukan lagi nabi. Laa nabiya ba’dah. Oleh karena itu nabi bersabda bahwa para ulama adalah perwaris nabi.
    Nah kemudian Saya tidak mengklaim bahwa ulama yang saya ikuti itu adalah yang paling benar, yang paling memahami quran dan sunnah, tetapi disitulah letak perjuangannya…kita berusaha mencari ulama yang paling mendekati kebenaran.
    Kalo silvie tadi mengatakan bahwa tafsir-tafsir ahmadiyahlah yang paling benar karena bersumber dari ilham yang diterima oleh para khalifah ahmadiyah, ini malah patut dipertanyakan, Ilham dari mana? Kalo mbak silvie mau membaca Madarijus Salikin (Ibnu Qoyyim al-jauziyah) maka anda akan mendapatkan pencerahan di situ. Tidak semua ilham itu berasal dari Allah, Iblis pun bisa member ilham dan memberikan ilmu pengetahuan mbak.. Ketika seseorang salik sedang fana, maka informasi yang dia peroleh dapat berasal dari malaikat dan dapat pula berasal dari Iblis. Nah bagaimana mengecek kebenarannya? Jadi jangan maen langsung terima aja. Makanya kata saya juga jangan keburu takjub melihat keajaiban-keajaiban seperti itu. Di ayat lain Allah menjelaskan, ada seseorang yang mengaku mendapatkan sesuatu dari Allah, padahal Allah tidak menurunkan apapun kepadanya. (anda pasti tahu ayat berapa). Jadi hati-hati mbak dengan perkataan “saya atau guru saya dapat ilham dari Allah”. Belajar lah dari sahabat nabi, Umar r.a, ketika dikatan sahabat yang lain bahwa ia mendapatkan sesuatu dari Allah, dia justru berkata…tidak, ini dari umar sendiri. Beliau sangat hati-hati untuk tidak mengobral kalimat :”ini dari dari Allah”. Semoga anda setuju.

  92. Rusdiana permalink
    9 Mei, 2008 11:25 am

    Mereka ‘para ulama’ yang lurus, dalam menafsirkan quran tidak berdasarkan akal mereka semata, atau hati mereka semata, atau perasaan mereka semata, apalagi mereka klaim hati dan perasaan mereka itu sebagai ilham dari Allah, tetapi mereka menafsirkan quran atau hadits berpedoman kepada sumber-sumber dan pemahaman-pemahaman yang nyambung kepada para sahabat nabi..mengapa sahabat? karena merekalah yang mendapatkan pemahaman langsung dari nabi Muhammad saw. Kasarnya ada jalur ilmu nya mbak yang itu semua nyambung ke asal muasalal ajaran islam pertama kali diturunkan. Jadi tidak dikarang-karang apalagi di khayal-khayal sesuai selera dan kepentingannya. Mudah-mudahan anda semakin terbuka dan mendapatkan hidayah Allah. Sebenarnya saya masih ingin menjelaskan tentang ilham ini panjang lebar lagi, tetapi mungkin dilain kesempatan saja.
    Nah kesimpulannya dalam memandang status ahmadiyah ini saya mencukupkan diri untuk mengikuti pandangan para ulama dan pimpinan ulama dari tiga organisasi besar di indonesia yaitu NU, Muhammadiyah, Persis, dan beberapa perwakilan ormas Islam yang berada di Majelis Ulama Indonesia (MUI).

    Terakhir terima kasih kepada mas daeng yang sdh berkenan memfasilitasi acara dialog ini…dan juga kepada para penonton yang telah bersabar menyimak acara ini dengan baik….dan acara saya kembalikan kepada moderator. wassalam

  93. 9 Mei, 2008 11:56 am

    @ALL
    Saya tutup sesi dialog ini dengan harapan semoga kita bisa lebih saling mengenal.

    Saya tutup dengan sebuah pantun dari Raja Ali Haji
    (dalam kitab Bustan al Katibin) :

    Segala pekerjaan pedang itu boleh dibuat dengan kalam
    Adapun Pekerjaan Kalam itu tidak boleh dibuat dengan pedang
    dan beberapa ribu dan laksa pedang yang sudah terhunus
    dengan segores kalam jadi tersarung

  94. 9 Mei, 2008 11:58 am

    Sekarang yang menjadi permasalahan banyak orang percaya bahwa tidak akan ada lagi nabi sesudah Nabi Muhammad SAW karena berpegang pada hadits Lan nabiyya ba’dii
    Tidak akan ada lagi nabi sesudahku
    Jawaban; Mahyuddin Ibnu Arabi dalam kitabnya Futuuhatul Makiyyah menuliskan:
    Yang artinya : Inilah arti dari sabda Rasulullah SAW seseungguhnya risalah dan nubuat sudah terputus ,maka tidak ada rasul dan nabi yang datang sesudahku, yang bertentangan dng syariatku,apabila ia datang ia akan dibawah syariatku.
    Rasulullah SAW bersabda :
    Apabila binasa Kisra ( Raja Persia ) maka tidak ada kisra sesudahnya.Dan apabila binasa kaisar ( Raja Roma ), maka tidak ada kaisar sesudahnya.
    H.R Bukhari Muslim, Ahmad dan Tirmidzi dalam kanzul ‘ Ummal,Alauddin Alhindi,Muassasatur Risalah,Beirut,1989,jilid XI,p.368 hadits no 31765.

    Maksud hadits ini ialah,tidak akan ada lagi kisra dan kaisar seperti atau semacam kisra dan kaisar di zaman Rasulullah SAW,seperti itu pula dapat dikatakan bahwa nabi nabi akan datang lagi,tetapi tidak seperti Nabi Muhammad SAW, yg membawa agama maupun syariat baru.

    pengertian kata khatam mengandung 3 arti.
    *yang paling sempurna,yg paling afdol,yg paling baik
    Nabi Muhammad SAW adalah nabi paling sempurna diantara sekalian nabi.
    * Cincin.
    Nabi Muhammad SAW adalah cincin para nabi,merupakan perhiasan bagi sekalian nabi.
    * Stempel atau cap.kalimat ”Maa yukhtamu bihi artinya yg distempel.ayat itu bermakna nabi Muhammad adalah stempel bagi sekalian nabi.dengan stempel(pengesahan) dari Nabi Muhammad SAW,kita mengetahui kebenaran semua nabi.
    Kalau para ulama mengartikan kata khatam sebagai penutup.
    saya mau tanya sama saudara Rusdi.
    Sayidina Ali adalah Khatamul aulia dalam wali.
    Tapi setelah sayidina Ali masih tetap banyak kan wali2x yg bermunculan.sampai di indonesia saja kita mengenal 9 wali yakni wali songo.
    Khatamul Muhajirin:
    Rasulullah SAW bersabda: wahai pamanku engkau adalah khatamul muhajirin dlm hijrah,
    Nah kalau khatam diartikan penutup oleh para ulama.berarti setelah paman Rasulullah SAW tidak boleh ada yg hijrah lagi,tetapi pada kenyataannya banyak sekali sepeninggal paman Rasulullah SAW orang2x yg masih hijrah.
    Nabi Muhammad SAW bersabda dlm hadist Shahih Muslim
    ” Aku adalah nabi yg terakhir danmesjidku adalah mesjid yg terakhir.
    Maksud dari sabda beliau adalah mesjid beliau yg paling mulia diantara sekalian mesjid.Sebagaimana kita ketahui setelah pembangunan mesjid beliau di Madinah masih banyak kan mesjid2x yg dibangun di berbagai tempat didunia ini.
    Maka seperti itu pula sesudah kenabian Rasulullah SAW nabi lain masih bisa datang yg berstatus sebagai nabi pengikut dan sbg pembaharu agama Islam,bukan sebagai nabi yg membawa syariat atau ajaran baru.

    Jadi jelas berdasarkan ayat2x Quran dan hadist Rasulullah SAW,terbukti bahwa pintu wahyu dan kenabian masih tetap terbuka.Allah SWT masih akan terus menurunkan wahyu2xNya dan senantiasa akan mengutus nabiNya.

  95. 9 Mei, 2008 12:17 pm

    O iya pa Rusdi ,usia saya 22 th saya masih kuliah dan bekerja.

    Mengenai ulama menurut hadist Nabi Muhammad SAW.
    di komentar sebelumnya saya mengatakan tidak semua ulama jahat kan.
    ini komentar saya
    “”Namun tidak semua ulama jahat banyak juga ulama yg baik dan bisa menuntun umat Islam kepada jalan yg diridhai Allah SWT.””

    Pada kenyataannya sekarang kita bisa lihat dengan nyata memang benar apa yg Nabi Muhammad SAW sabdakan ternyata banyak ulama yg jahat.
    kemarin saja saya lihat di berita seorang ulama bernama Sobri Lubis dari golongan Islam garis keras FPI dalam dakwahnya dia mengatakan mengajak orang orang untuk membunuh pengikut ahmadiyya.
    dan dia mengatakan dia sendiri yg akan bertanggung jawab.
    Ternyata benar kan sabda Nabi Muhammad SAW mengenai ulama.
    ” sejahat jahat nya manusia di akhir zaman adalah para ulama”
    Fitnah2x bermunculan dari mulut mereka dan akan kembali pada mereka juga.
    Mungkin bagi orang non muslim yg benci Islam akan menjawab betul ternyata Islam suka kekerasan bagaimana ulama2xnya mengartikan jihad dng kekerasan atau membunuh.
    Nama Islam tercoreng hanya karena segelintir orang yg mengaku pengikut Rasulullah SAW tetapi prilaku jauh diluar Islam.
    Tapi bagi saya ini menjadi sedih karena Islam dianggap tidak benar oleh bangsa bangsa barat/orang2x non muslim hanya karena ulah prilaku orang yg tidak baik mengatasnamakan Islam.

  96. 9 Mei, 2008 1:22 pm

    @silvie
    apakah wanita atau pria ahmadiyah boleh menikah dengan pria/wanita diluar ahmadiyah…? (***sambil ngelirik pak Rushdie***)
    ditunggu jawabnnya lho.
    —salam—

  97. Rusdiana permalink
    9 Mei, 2008 8:47 pm

    pa daeng ini ada-ada aja….jadi malu ah!

  98. anda permalink
    10 Mei, 2008 12:45 pm

    Saya saran buat yang menulis tapi belum pernah lihat Ahmadiyah di Pakistan, negri asalnya, silahkan datang ke sana. Anda akan muak dan jijik kalau melihat mereka di sana. Kalau yang di sini malah jauh lebih bagus. Harusnya Ahmadiyahnya berasal dari Indonesia supaya orang tertarik pada Ahmadiyah. Sebab kalau di sana, org yg lihat langsung akan memilih tdk menykai ahmadiyah.
    Yg tinggal di sini khan cuma lihat tulisan orang yang benci atau yang senang. Tapi kalau yang lihat langsung, bisa menilai.
    Apalagi yg meliha di Inggris. Org akan tdk merasa nyaman dg perilaku mereka yang begitu ta’zhim terhadap pemerintah Inggris. Yang dapat dana dr pemerintah utk membantu pemerintah Inggris memberantas Islam yang radikal. Kalau org Muhammadiyah di sini sudah masuk kategori radikal di sana. Org Persis di sini sudah masuk radikal di sana. Org Al Irsyad di sini sudah masuk radikal di sana.
    Lalu, org jadi bertanya, koq Ahmadiyah di sana tega mengkhianati umat Islam.
    Jawabanya jelas, lha mereka memang bukan umat Islam koq..
    Saya punya beberapa teman sekelas yang tinggal di London.
    Saya juga pernah tinggal di beberapa negara di Timteng. Jadi pernah lihat yang di sana yang nggak ada di sini.
    Beda sekali..
    Kalau yg di sini khan hanya mengekor yang di sana tapi kagak faham..
    Cuma kemarin pagi saya dengar kalau Ahmadiyah di sini dapat dukungan dr Amerika utk dipelihara.
    Info ini dr teman-teman di beberapa kota yang bertemu dengan seorang pengusaha China.
    Aneh khan kalau pengusaha Cina bantu cetak buku Islam padahal bukan muslim. Ternyata buku yang dicetak buku-buku Ahmadiyah.

  99. Rusdiana permalink
    11 Mei, 2008 7:16 am

    @anda
    terima kasih atas info berharganya, semoga bisa menjadi tambahan data untuk memposisikan gerakan ahmadiyah yang sebenarnya.
    Salam

    oh ya Mr. Anda kalo boleh saya ingin berkenalan lebih jauh, Could you send me an email about your personal data or CV. (Please send to trusdiana@gmail.com). Tk.

  100. Rusdiana permalink
    11 Mei, 2008 7:25 am

    @mas daeng
    anda kan sudah menutup sesi dialog ini, tetapi kelihatannya Ms. Silvi masih penasaran dan berusaha memancing diskusi lebih lanjut. Gimana apa perlu saya follow up lagi?

    Kebetulah saya masih banyak info-info berharga lainnya soal ahmadiyah ini.
    Tapi kalo gak diizinkan ya gak apa-apa. Saya mah nurut aja sama moderator.

    tk

  101. 12 Mei, 2008 10:31 am

    @Rusdiana
    sebenarnya sudah saya tutup pak. Tetapi jika masih ingin berdialog, silahkan Pak Rusdiana dan Mbak Silvi gunakan. Tetapi ingat lho, benci itu bisa membuat rindu dan jatuh hati…………..! .
    Saya jadi observer saja.😀

  102. indonesiaku permalink
    12 Mei, 2008 11:27 am

    menarik juga diskusinya, saya bukan ahli agama, saya punya teman dari ahmadiyah dari dulu kalau shalat jumat tdk pernah bareng karena dia harus sholat di mesjid ahmadiyahnya sendiri. kenapa tdk mau bareng ya?. kita tunggu tanggapan dari ibu silvie ttg ahmadiyah di inggris atau pakistan.

  103. 12 Mei, 2008 12:33 pm

    Pak Rusdi mengenai aqidah harus jelas tidak boleh asal tutup saja.saya tidak memancing hanya saja untuk lebih memperjelas lagi agar tidak disalah artikan orang2x.

    tunggu saja komentar2x berikutnya.okkkkk!!!

  104. Rusdiana permalink
    12 Mei, 2008 12:37 pm

    ok mbak silvie…
    tapi anda masih banyak PR tuh dari posting-posting sebelumnya…(Mr. Anda, Mr. indonesia, dll)

  105. 12 Mei, 2008 7:13 pm

    Kepada saudara indonesiaku berkata:
    Banyak sekali sejarahnya sejak pertama kali ahmadiyya muncul:
    ya sebagaimana kita ketahui bagaimana golongan muslim ahmadiyya dikucilkan,dituduh sesat,di tuduh diluar Islam oleh sebagian kaum fuqaha(ulama).Maka dari itu pimpinan tertinggi jemaat ahmadiyya pada waktu itu Imam mahdi&masih mau’d a.s Hz Mirza ghulam ahmad senantiasa kepada para muridnya dan pengikutnya untuk mendirikan mesjid sendiri.Dan sebagaimana orang ahmadiyya telah di cap sesat oleh sebagian kaum ulama,maka dari itu ahmadiyya diharuskan berimam dibelakang imam mereka para mubaligh ahmadiyya,kalau mereka berimam dibelakang yg bukan orang ahmadiyya berarti sama sesatnya dengan seorang imam yg menuduh ahmadiyya sesat.karena itu muslim ahmadiyya tidak mau sama sesatnya dengan apa yg dituduhkan sebagian kaum fuqaha.Dan walaupun ahmadiyya memiliki mesjid sendiri,mesjidnya terbuka utk siapa saja walaupun dia bukan seorang muslim ahmadi.mereka yg bukan ahmadi ingin bergabung untuk ikut shalat,mengaji,mendengar ceramah2x untuk bertanya di persilahkan tidak ada yg larangan.
    Sejak kemunculannya ahmadiyya di pakistan.Bagaimana dulu sejarahnya
    para ulama di pakistan mengecam dan juga dengan pemerintahnya seperti ali buto,zaulhak dll.mereka mengecam untuk melenyapkan ahmadiyya.
    Dulu sejarah berdirinya ahmadiyya di pakistan,seorang pengikut ahmadiyya hanya karena menyebut bismillah,assalamualaikum,mengumandangkan adzan,bisa ditangkap dianiaya,dan di jebloskan kepenjara atas perintah para pemimpin pakistan pada saat itu. Nah dengan kondisi seperti itu para mubaligh ahmadiyya dan juga khalifahnya yg ke 4 hz mirza tahir ahmad penerus imam mahdi& masih mau’d a.s Hz Mirza ghulam ahmad, merasa terkekang dan terancam,dengan kondisi seperti itu mereka memutuskan untuk hijrah/pindah keluar dari pakistan.
    Dan sebagaimana kita ketahui bangsa eropa adalah bangsa yg menjunjung tinggi hak asasi manusia maka dari itu pemerintahnya memberi kebebasan bagi agama/ajaran manapun juga untuk menjalani keyakinannya.selama mereka tidak membuat onar dan mengganggu.

    Dan seperti janji Allah dalam wahyunya dalam bahasa urdu yg disampaikan kepada Imam mahdi & masih mau’d Hz Mirza ghulam ahmad.
    ” Aku akan sampaikan tabligh engkau kesuluruh pelosok dunia”

    Dan kebenaran wahyu tsb ternyata memang menjadi bukti nyata semua orang telah tau bahwa murid2x dan para pengikut Hz Mirza ghulam ahmad telah tersebar luas di seluruh dunia dan jemaat2x beliau telah berdiri di hampir semua negara.jemaat ahmadiyya telah berdiri lebih di 180 negara dan beranggotakan sekitar 200 jt orang.dan semakin hari semakin bertambah dam maju pesat walaupun banyak orang yg mengecam dan ingin berupaya melenyapkan ahmadiyya.suatu kebenaran yg nyata.

    Dan bukti pertolongan Allah terhadap jemaatnya, para pemimpin pakistan yg terkenal radikal dan sangat keras yg berupaya ingin melenyapkan ahmadiyya ternyata telah dibinasakan oleh Allah SWT banyak sekali dari pemimpin2x pakistan ini yg mati dengan tragis dan misterius.Ali Bhuto tewas di tiang gantung atas kepemimpinan zaulhak,zaulhak tewas beserta para rombongannya di pesawat terbang yg meledak seketika dan sampai saat ini belum diketahui apa penyebabnya dan jasadnyapun tak pernah ditemukan,dan kita ketahui baru2x ini benazir buto masih keturunan dari ali buto tewas tertembak penuh dengan misterius.mereka adalah pemimpin2x pakistan yg benci terhadap ahmadiyya dan ingin berupaya melenyapkan ahmadiyya.Namun kenyataannya mereka tidak berhasil malah mereka sendiri yg binasa. itu salah satu bukti pertolongan Allah terhadap jemaat Ahmadiyya di pakistan.dan dengan sepeninggal pemimpin2x pakistan yg radikal tsb, pemerintahan pakistan yg baru mengantikan mereka, dan pemerintahan yg baru tidak terlalu berambisi untuk melenyapkan ahmadiyya maka dari itu ahmadiyya diberi sedikit kebebasan untuk menjalani keyakinannya dipakistan.bahkan sekarang orang2x ahmadiyya di beri kursi parlement dalam pemerintahan pakistan.

  106. 12 Mei, 2008 7:31 pm

    Untuk pak Rusdi sesulit apapun pr yg diberikan tapi saya selalu berusaha untuk menjawab.tapi PR PR saya untuk pak Rusdiana tidak pernah di jawab.
    tentang 3 pertanyaan saya mengenai nabi Isa kepada anda.tidak anda jawab.
    Lalu hadist mengenai tentang ulama.
    di coment sebelumnya saya memberi argument tentang seorang ulama yg berdakwah isinya mengajak utk membunuh pengikut ahamdiyya.anda tidak merespon.malah mengalihkan kepertanyaan pertanyaan dari orang lain.

    Yg jelas saya memerlukan jawaban yg pasti dan jelas dari pak rusdi bukan jawaban sekedar pokoknya pokoknya pokoknya.Harus jelas menjelaskan mengenai agama.
    ok saya tunggu jawaban dari anda.

  107. Mr. tes permalink
    13 Mei, 2008 9:26 am

    Soalnya pertanyaan saya sebelumnya juga nggak anda jawab, contoh mengapa Islam belum jaya padahal imam mahdi sekaligus nabi isa versi anda udah lama meninggal.

    Terus gimana bisa nabi isa berimam kepada imam mahdi kalo dua-duanya satu oknum. atau anda punya konsep seperti ajaran kristen, trinitas, satu dalam tiga, tiga dalam satu….cuma sekarang anda modif menjadi dua dalam satu, satu dalam dua…gitu ya.

    maaf yach…

  108. taofikr permalink
    13 Mei, 2008 9:30 am

    non silvie,
    Soalnya pertanyaan saya sebelumnya juga nggak anda jawab, contoh mengapa Islam belum jaya padahal imam mahdi sekaligus nabi isa versi anda udah lama meninggal.

    Terus gimana bisa nabi isa berimam kepada imam mahdi kalo dua-duanya satu oknum. atau anda punya konsep seperti ajaran kristen, trinitas, satu dalam tiga, tiga dalam satu….cuma sekarang anda modif menjadi dua dalam satu, satu dalam dua…gitu ya.

    maaf yach…

  109. 13 Mei, 2008 12:01 pm

    Kemana nich pak rusdiana.jangan lempar batu sembunyi tangan dong,jangan jadi katak dalam tempurung.melemparkan pertanyaan kepada yg lain,dan pertanyaan yg didapat juga semakin ngelantur dan tidak berqualitas.ah payah nich pak rusdiana.kalau tidak mau berdiskusi ya sudah.

    Buat yg tidak tau makannya gaul dong lihat tuh stasiun tv MTA,muslim ahmadiyya television.yg menyiarkan syiar2x Islam di seluruh dunia melalui saluran tv.kalau mau lebih jelas lagi silahkan anda berkunjung keberbagai negara yg ada di belahan dunia ini kemanapun anda pergi pasti anda menemukan jemaah dan mesjid ahmadiyya.
    Gaul ok biar kita menjadi tau bukan so tau.iya enggak.
    buat kang rusdi??????????????????????????????? belajar lagi!!!! ok

  110. 13 Mei, 2008 12:05 pm

    Kemana nich pak rusdiana.jangan lempar batu sembunyi tangan dong,jangan jadi katak dalam tempurung.melemparkan pertanyaan kepada yg lain,dan pertanyaan yg didapat juga semakin ngelantur dan tidak berqualitas.ah payah nich pak rusdiana.kalau tidak mau berdiskusi ya sudah.

    Buat yg tidak tau makannya gaul dong lihat tuh stasiun tv MTA,muslim ahmadiyya television.yg menyiarkan syiar2x Islam di seluruh dunia melalui saluran tv tanpa di selingi iklan sedetik pun.kalau mau lebih jelas lagi silahkan anda berkunjung keberbagai negara yg ada di belahan dunia ini kemanapun anda pergi pasti anda menemukan jemaah dan mesjid ahmadiyya.
    Gaul ok biar kita menjadi tau bukan so tau.iya enggak.
    buat kang rusdi??????????????????????????????? belajar lagi!!!! ok

  111. Rusdiana permalink
    13 Mei, 2008 12:56 pm

    @mbak silvie,
    bukannya saya tidak mau menanggapi anda secara terus menerus, tetapi saya khawatir yang lain gak kebagian bicara dan bosen sama dialog kita yang monoton. Kita tidak boleh menyimpulkan dan memberikan penilaian secara sepihak thd lawan bicara kita, yang lain juga kan ikut menyimak…serahkanlah masalah siapa yang harus belajar lagi kepada forum.

    Lagi pula kalo hanya kita yang mendominasi forum ini, kasihan dong mas daeng…ntar blog nya gak laku. pembicaraan kita kan hanya muter-muter di situ aja. Jadi biarkanlah yang lain memberikan pencerahan baru…sabar ya…nanti juga saya pasti menanggapi pertanyaan-pertanyaan anda.
    c.u

  112. 13 Mei, 2008 2:47 pm

    @Pak Rusdiana dan Mbak Silvie
    wah….saya kok melihat diskusi anda berdua mirip orang pacaran yang lagi ngambek satu sama lain ya….😀

  113. Rusdiana permalink
    13 Mei, 2008 3:12 pm

    @mas daeng
    emang gak boleh!?

  114. 13 Mei, 2008 3:16 pm

    @Rushdie
    Boleh…boleh…..(emangnya saya orang tua mbak Silvie …?)
    mungkin pak Rushdie dan mbak Silvie harus merobah pola pendekatannya……mulai dari mencari persamaan dulu (***lari ke penghulu minta bantuan untuk pak Rushdie buat melamar mbak Silvie***).
    Tetapi mungkin saya yang “sesat” pak karena telah mempertemukan anda berdua dipostingan ini. 😀

  115. Rusdiana permalink
    13 Mei, 2008 4:35 pm

    @mas daeng

    Wah gak tau yah kalo sampai seperti itu…coba tanya dulu sama mbak silvienya mau gak ya…soalnya siapa tahu dia udah ada yang…..

  116. Mr. Rus permalink
    13 Mei, 2008 5:22 pm

    @mas DG Limpo,
    kalo hanya mempertemukan sih ya gak sampai masuk kategori sesat lah…malah mungkin jadi ibadah. Apalagi kalo dengan forum ini seseorang bisa menjadi “tersadarkan” dan menemukan “kebenaran”.

  117. Rusdiana permalink
    13 Mei, 2008 5:40 pm

    Now everybody I think enough for basa-basinya….let’s going on our discussion about the error of ahmadiyah.

  118. Rusdiana permalink
    13 Mei, 2008 7:05 pm

    @Ms. Silvie,
    Tampaknya banyak pertanyaan dan tanggapan dari masing-masing yang berseliweran, dan gak fokus. Oleh karena itu mari kita kembali ke hal-hal pokok yang dipersoalkan antara ahmadiyah (JAI) dan ummat islam pada umumnya, sebagaimana tertera dalam 12 butir kesepakatan antara Bakorpakem dengan JAI. Saya ingin fokus dulu pada point pertama yaitu tentang Kenabian Mirza Gulam. Dalam butir pertama JAI menyatakan bahwa Nabi Muhammad adalah khataman nabiyyin (penutup nabi) dan Mirza hanyalah seorang guru.

    Dalam point pertama ini, sebenarnya JAI bermaksud mengelabui bakorpakem, karena sebenarnya pernyataan ini bertentangan dengan konsep ahmadiyah internasional yang hingga hari ini masih menyatakan dan mengakui MZA sebagai nabi. Termasuk pernyataan semua pengikut ahmadiyah di blog ini (diantaranya anda mbak silvi). Berarti terbukti bahwa JAI BERBOHONG dan bermaksud mengelabui BAKORPAKEM. Maka dari itu mengapa BAKORPAKEM memberikan keputusannya bahwa AHMADIYAH MENYIMPANG DARI ISLAM dan MEREKOMENDASIKAN PEMBUBARAN JAI kepada PEMERINTAH.

    Baiklah kita tinjau dulu tentang ‘MASALAH KENABIAN SETELAH NABI MUHAMMAD SAW.

    Dalam postingan sebelumnya Ms. Silvie telah membahas bahwa Dalil khataman nabiyyin yang oleh sebagian besar ummat Islam diartikan sebagai penutup nabi/kenabian adalah salah. Menurut Ms. silvi, arti khotaman itu adalah paling sempurna (mulia), cincin atau stempel, dan bukan penutup.

    Ok saya jelaskan disini bhw arti khotam itu memang tidak hanya penutup, tetapi arti khotam itu minimal bisa berarti:
    -paling akhir
    -cincin
    -stempel/cap
    -menyudahi bacaan
    -menutup mata hati
    -kesudahan umur
    -fasal penutup
    -akhirnya
    Untuk mengartikan kata khotam dengan tepat kita harus melihat konteks kalimatnya. Dan orang yang mengerti betul konteks kalimat ‘khotaman nabiyyin’ adalah para sahabat nabi yang hidup sezaman dengan beliau SAW, dan para sahabat telah menjelaska kepada para ulama dibawahnya dan penjelasan tentang itu dalam dalam kitab-kitab tafsir yang matsur.

    Dan semua kitab tafsir dibawah ini menjelaskan arti khotaman nabiyyin adalah Penutup para nabi atau nabi paling akhir atau kesudahan nabi-nabi. Tafsir-tafsir tersebut adalah :
    1. Tafsir Khazen (jilid V, hal. 218)
    2. Tafsir Nasafi (jilid III,hal.2)
    3. Tafsir Ibnu katsir (III/2)
    4. Tafsir Jalalein (III/263)
    5. Tafsir Al-Qosimi (XIII/4867)
    6. Tafsir Baidhawi (II/196)
    7. Tafsir Al-kasyaf (III/239)
    8. Tafsir Thabari (XXII/16)
    9. Tafsir Zhilalul Quran (22/30)
    10. Tafsir Jamal Jalalein (III/4)
    11.Tafsir Lubabut Ta’wil (II/503)
    12. Tafsir Durarul mantsur (VII/204)
    13. Tafsir Bahrul Muhith (VII/204)
    14. Tafsir Nisaburi (XXII/15)
    15. Tafsir Fakhrul Razi (VI/518)
    16. Tafsir Abi Suud (VII/449)
    (di nukil dari KH. Sirodjuddin Abbas, dalam buku 40 Masalah Agama, cet. 10 karya Nusantara, bandung).

    Itulah sandaran saya dalam mengartikan dan memahami “khataman nabiyyin”.
    Anda juga lucu sekaligus tidak sopan dengan mengartikan khotaman nabiyyin dengan “cincin para nabi”. Masa iya nabi Muhammad dianggap cincin dari para nabi. Cincin itu kan dipakainya di jari. Kalo Nabi Muhammad SAW (yang paling agung dan mulia) anda anggap cincin, dari jarinya para nabi (termasuk MZA), sungguh itu adalah penghinaan terhadap nabi Muhammad SAW. Saya mau tanya mana yang paling mulia cincin atau manusia, pasti jawabannya manusia. cincin itu kan hanya sebuah benda mati yang berfungsi sebagai perhiasan. Masa iya Nabi Muhammad dianggap sebagai perhiasan para nabi termasuk MZA…naudzubillahi min dzalik… Bertaubatlah saudara!!!

  119. Rusdiana permalink
    15 Mei, 2008 12:13 pm

    @mas daeng
    tau gak kemana aja ya non silvie? ko udah tiga hari ini gak hadir…apa lagi sakit??

  120. 15 Mei, 2008 12:19 pm

    @Rusdiana
    kan udah saya bilang pak, sampeyan pasti akan merasa rindu. Mudah-mudahan gak sakitlah pak, mungkin nona Silvie lagi sibuk. Sampeyan minta dong Yahoo Messengernya biar bisa chatting 😀

  121. Rusdiana permalink
    17 Mei, 2008 8:09 am

    @mas daeng
    kayanya mbak silvie TKO ya!??

    Mudah-mudahan Allah memberinya petunjuk yang benar dan Hidayah agar kembali kepada ajaran Islam yang benar. Amin.

  122. zealiha permalink
    17 Mei, 2008 6:10 pm

    maaf saya pengin numpang komentar disini!
    Setelah adanya kejadian Fatwa MUI tentang Ahmadiyah, saya tertarik mempelajari Ahmadiyah. Agak lama saya mempelajari Ahmadiyah ini baik dari sumbernya langsung disitus Ahmadiyah maupun dari teman yang menjadi jemaahnya. Dan satu hal yang paling mengganjal dihati saya sejak pertama adalah mengenai Bai’at bagi pengikut Ahmadiyah. Dari seluruh bai’at yang terdiri dari 10 point (bisa anda lihat disitus ahmadiyah sendiri). Point nomer 1 sampai 9 tidak ada masalah buat saya. Dan pada saat saya membaca point nomer 10 sepintas tidak ada yang salah menurut saya saat itu. Tapi entah kenapa mata saya selalu terpaku pada point nomer 10 ini. akhirnya saya mendiskusikan hal tersebut kebeberapa teman saya. namun tak ada satupun yang memberikan penjelasan yang memuaskan hati saya. Kemudian saya mendatangi seorang kiai didaerah saya. Dihadapan kiai tersebut saya bacakan bai’at Ahmadiyah satu persatu. selesai saya membaca point nomer 10 saya dipukul oleh kiai tersebut. Saya tanya kenapa saya dipukul. Kiai itu cuma tersenyum dan menyuruh saya membaca sekali lagi point nomer 10 dan selesai membaca saya dipukul lagi. hal ini membuat saya marah sekaligus heran. kenapa saya cuma disuruh membaca point nomer 10 dan setelah itu dipukul lagi. Saya bilang pada kiai tersebut saya tidak mengerti kenapa kiai menyuruh saya membaca point nomer 10 tapi saya dipukul. Kiai itu bertanya kepada saya apakah saya mengerti bahasa Indonesia dan mengetahui makna sebuah kalimat. Saya bilang tentu saja karena pelajaran bahasa Indonesia saya pelajari sejak SD. Kiai lalu itu menyuruh saya membaca Terjemahan Al’ Qur’an yang diterbitkan Departemen Agama yang terjemahannya sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan. Kiai itu tidak menyuruh saya membaca 1 atau 2 ayat saja tapi semuanya. Akhirnya saya baca juga terjemahan Al Qur’an tersebut sampai selesai. Ini saya lanjutkan dengan membaca Hadits-hadits. Tahukah anda kenapa saya sampai dipukul oleh kiai tersebut. Saat saya datang menemui kiai tersebut beliau ngomong untung yang mukul cuman dia seandainya yang mukul itu Allah bagaimana ?. Inilah kesimpulan saya mengenai point nomer 10 tersebut :
    1. Point nomer 10 tersebut sebenarnya menjadikan sembilan point sebelumnya tidak berarti apa apa alias cuma klise saja karena apa yg ada di kesembilan point tersebut sudah umum diketahui oleh seorang muslim. Jadi point nomer 10 inilah yang membuat point lainnya terhapus.
    2. Point nomer 10 ini maknanya adalah penghinaan terhadap Nabi Besar Muhammad SAW. dan penyangkalan terhadap perilaku sehari hari Nabi Besar Muhammad SAW.
    Dari mana saya bisa mendapatkan kesimpulan saya itu. saudara bisa meniru saya yaitu dengan membaca terjemahan Al Qur’an yang diterbitkan oleh Departemen Agama dan buku kumpulan Hadits Bukhari Muslim. Setelah itu saudara teliti dengan hati hati point nomer 10 tersebut baik makna yang tersirat maupun yang tersurat.
    maafkan bila ini membuat saudara merasa tidak nyaman.

  123. Rusdiana permalink
    19 Mei, 2008 9:49 am

    @Zealiha,
    Alhamdulillah, terima kasih tulisannya memberikan warna baru dalam pandangan tentang dimana letaknya kekeliruan ahmadiyah, sungguh sangat menarik. Saya berharap anda lebih mau menjelaskan detail penemuan anda tsb di sini. Memang alangkah lebih baiknya apabila kita mengkaji sendiri sesuai dengan langkah yang anda lakukan di atas.

    Tapi tidak ada salahnya apabila anda pun mau berbagi ilmu sedikit di sini untuk lebih menjelaskan yang anda maksud tersebut. Saya sendiri belum tahu bagaimana 10 baiat ahmadiyah tsb, terutama yang nomor 10 ini.

    Setuju kan mas daeng?…maaf ya saya ko berlagak layaknya seorang moderator ya..he..he.

    Salam.

  124. 20 Mei, 2008 2:41 pm

    @Rusdiana
    Silahkan saja pak.😀
    —salam—

  125. 6 Juni, 2008 7:45 pm

    Ass. wr wb sorry ya ikut nimbrung lagi kemarin saya bosen ngelihat komentar2x yg ngawuur dari anda maaf aja ya saya bilang begini karena memang ini yg saya rasakan akan tetapi walaupun begitu saya tidak benci kepada anda2x semua melainkan sesama muslim kita harus bersaudara karena apa yg kami tegakkan juga adalah menegakkan tauhid Laa ilaa ha ilallah Muhammadarasulullah (tiada tuhan selain Allah dan Muhammad itu utusan Allah. O iya pak Daeng dan Pak Rusdi Alhamdulilah saya telah diberi hidayah dan petunjuk oleh Allah SWT bahwa saya berada dalam golongan Islam yg benar2x ada dalam petunjuk Allah dan ini lebih meyakinkan saya lagi bahwa saya ada dalam golongan Islam yg benar.
    Apalagi semenjak ada kasus monas kemarin.Ternyata apa yg Allah janjikan kepada Imam mahdi & masih mau’d a.s untuk memenangkan dan menyelamatkan jemaat beliau dari orang2x yg memusuhinya ternyata memang benar.FPI dan cs yg mati matian ingin mengubur/melenyapkan ahmadiya dari bumi pertiwi ternyata justru malah berbalik kepada mereka sendiri malah mereka sekarang yg mau dikubur dan dilenyapkan oleh orang2x, dan Allah menghinakan mereka yg telah menghina jemaatnya.
    Jadi pada intinya Allah maha tau siapa yg sesat dan siapa yg benar.
    sabda Nabi Muhammad SAW ( H.R Bukhari)
    Barang siapa memanggil atau menyebut seseorang kafir atau musuh Allah dan sebenarnya bukan demikian,maka ucapan itu akan kembali kepada orang yg mengatakannya.”
    keyakinan muslim Ahmadiyya kepada Hz mirza guhlam ahmad sbg Imam mahdi& isa almasih yg dijanjikan bukan berarti merendahkan martabat Nabi Muhammad SAW akan tetapi justru memuliakan dan meninggikan martabat beliau sebagai penghulu segala nabi yakni khataman nabiyyin nabi yg paling mulia diantara sekalian nabi.

    Mungkin ini saja terimakasih
    Wasalam,

  126. Dono permalink
    8 Juni, 2008 3:51 pm

    Ass.wr.wb,
    Pak Afar.
    Apakah sdr Mirza Ghulam Ahmad mengatakan dirinya sebagai nabi/rasul?
    Jika iya, berarti beliau adalah kafir setelah beriman.
    Allah S.W.T membiarkan manusia dalam kesesatan karena kesesatan itu adalah perbuatan manusia sendiri, sampai waktu yang ditentukan.
    Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang keras hatinya.
    Dunia ini sangat indah dan menarik bagi orang-orang kafir.
    Mereka selalu meolok-olokkan Allah dan rasulnya yang mulia.
    Tunggulah bahwa Allah dan bala tentaranya sama-sama menunggu.

    Firman Allah dalam surat Al-Ashr.
    Demi masa.
    Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,
    kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan menasehati supaya menetapi kesabaran.

    Wassalam.

  127. cempluk permalink
    9 Juni, 2008 7:10 am

    Ass.wr.wb,

    cukuplah sejarah lahirnya ahmadiyah atas campur tangan kakitangan yahudi di eropa sana pada awal pembentukannya jadi pelajaran buat kita. bahwa sampai kapanpun kaum yahudi dan nasrani tidak pernah ridha terhadap islam dan selalu berusaha menghancurkan dan memecah belah umat islam.

    yg herannya, banyak orang-2 yg mengaku muslim tidak tersinggung dengan pelecehan quran oleh kaum yg mengusung paham yg bernama ahmadiyah atau islam liberal atau yg sejenisnya. bahkan beberapa orang yg dianggap orang besar di indonesia membabi buta membela mengikuti tingkah sibuta kaki tangan yahudi itu dg alasan penegakan ham, negara hukum, demokrasi dll.. he he

    padahal konsep tersebut adalah konsep thagut yg dibungkus diluar nya kelihatan bagus padahal itu hanya sbeuah tipu daya semata.

    tapi satu sisi pula saya yakini, diindonesia masih banyak orang yg mau dibodohi atau membiarkan dirinya bodoh, termakan perang pemikiran yg memang sengaja digulirkan oleh kaum yahudi dan nasrani untuk membingungkan umat islam ini. sehingga ribut di antara umat islam sendiri, sementara umat diluar islam tepuk tangan dan mengambil manfaat dari pertentangan-2 yg melanda internal umat islam sendiri.

    dan memang terbukti sejak awalnya pembentukan negeri ini, pemimpin-2 sekulernya yg menjadi presiden selalu menyabot pergerakan umat islam dalam meraih kemerdekaan dan menggunakannya untuk kepentingan mereka sendiri salah satunya dengan membiarkan ahmadiyah ini berkembang menjadi bom waktu. diluar penindasan terus-2an terhadap cita-cita tegaknya syariat islam di indonesia dg membuat bermacam stigma negatif, padahal paham-2 yg mereka gadang-gadang itu bak bayi yg lahir dg membawa cacat bawaan..

    so tegaknya syariat islam dan khilafah is the best way to solve the problem

    nkri semoga segera menjadi negara khilafah rasyidah islamiyah di indonesia.

    salam

    cempluk

  128. 11 Juni, 2008 9:44 am

    To/@ : Angga/Orang Ahmadiyah yang lainnya
    Ass.wr.wb
    maaf kalo sebelumnya balik ke awal lagi:
    apakah Artikel ini dikutip dari Buletin LPPI, benar atau tidak?
    kalo tidak benar tolong lebih dijelaskan dimana ketidak benarannya?
    saya mengutip dari beberapa poin artikelnya :

    4. Kitab suci”Tadzkirah” tersebut adalah kumpulan wahyu yang diturunkan “tuhan” kepada Mirza Ghulam Ahmad yang kesuciannya sama dengan kitab suci Al-Qur’an, karena sama-sama wahyu dari Tuhan, tebalnya lebih tebal dari Al-Qur’an, dan kitab suci Ahmadiyah tersebut ada di kantor LPPI

    — : “berarti itu tulisan Mirza Ghulam Ahmad “? iya apa tidak?

    Didalam Kitab suci”Tadzkirah” juga terdapat :

    11.Berdasarkan “ayat” kitab suci Ahmadiyah “Tadzkirah” bahwa tugas dan fungsi Nabi Muhammad saw sebagai nabi dan rasul yang dijelaskan oleh kitab suci umat Islam Al-Qur’an, dibatalkan dan diganti oleh “nabi” orang Ahmadiyah Mirza Ghulam Ahmad

    11.1. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
    Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab suci’Tadzkirah” ini dekat dengan Qadiyan-India. Dan dengan kebenaran Kami menurunkannya dan dengan kebenaran dia turun.” (“kitab suci” Tadzkirah hal.637)
    11.2. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
    Artinya: ”Katakanlah-wahai Mirza Ghulam Ahmad-jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku”
    (“kitab suci” Tadzkirah hal. 630)
    11.3.Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah
    Artinya: “Dan Kami tidak mengutus engkau-wahai Mirza Ghulam Ahmad-kecuali untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam”. (kitab suci “Tadzkirah” hal. 634)
    11.4. Firman “tuhan” dalam kitab suci “Tadzkirah”:
    Artinya: “Katakan wahai Mirza Ghulam Ahmad-sesungguhnya aku ini manusia biasa seperi kamu, hanya diberi wahyu kepadaku”.(“kitab suci Tadzkirah hal. 633)
    11.5. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
    Artinya: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu – wahai Mirza Ghulam Ahmad – kebaikan yang banyak” (“kitab suci” Tadzkirah hal.652)
    11.6. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
    Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menjadikan engkau – wahai Mirza Ghulam Ahmad – imam bagi seluruh manusia” (“kitab suci” Tadzkirah hal. 630)
    11.7. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” “Tadzkirah”:
    Artinya: “Oh, pemimpin sempurna, engkau – wahai Mirza Ghulam Ahmad – seorang dari rasul, yang menempuh jalan betul, diutus oleh Yang Maha Kuasa, Yang Rahim” (“kitab suci” Tadzkirah hal. 658-659)
    11.8. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
    Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam lailatul qadr” (kitab suci Tadzkirah hal. 519)
    11.9. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
    Artinya: “Dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar tetapi Allah-lah yang melempar. (Tuhan) Yang Maha Pemurah, yang telah mengajarkan Al-Qur’an” (“kitab suci” Tadzkirah hal.620)

    Kutipan dari Angga :
    Kalo mereka ( LPPI ) sudah melakukan pengkajian tetapi knapa kajian mereka justru jadi menyimpang dari yang sebenarnya, saya ambil salah satu contoh dari kutipan komentar di atas ” Ahmadiyah-Qadiyan mempunyai kitab suci sendiri yaitu kitab suci Tadzkirah ” nah saya sebagai orang ahmadiyah menolak itu karena kitab suci Ahmadiyah adalah Alquran.

    “Entah ini mewakili dari seluruh umat Ahmadiyah atau tidak”??

    — Terus korelasinya yang bisa saya ambil :
    Kitabnya yang ditulis Mirza Ghulam Ahmad anda TOLAK, tapi anda mempercayai Dia sebagai utusan?
    apakah ini tidak bertolak belakang?
    dan mungkin anda bisa menjelaskannya…

    Terimakasih kalo ada jawaban.
    Wss.wr.wb

  129. Rusdian permalink
    11 Juni, 2008 4:42 pm

    Alhamdulillah….
    patut kita syukuri bahwa SKB 3 menteri tentang ahmadiyah telah terbit…Meskipun kebanyakan umat islam kurang puas dengan isi SKB ini, tetapi untuk langkah awal saya kira ini patut kita terima dulu.

    Point terpenting dari SKB ini adalah bagaimana kita menafsirkan dengan tegas dan jelas thd isi SKB tersebut yakni bahwa pemerintah telah mengakui adanya penyimpangan yang prinsipil (bukan perbedaan penafsiran lho) dari ajaran ahmadiyah terhadap ajaran Islam yang asli. Oleh karenanya pemerintah sebagai pelindung dan pengayom warganya (termasuk agamanya), telah melarang dengan memberikan peringatan keras dan perintah kepada ahmadiyah untuk tidak lagi menyebarkan ajaran sesatnya (baik sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan).

    Dan apabila perintah ini tidak dipatuhi maka ahmadiyah dapat dikenakan sanksi penodaan agama.

    Untuk itu pemerintah juga telah menghimbau kepada seluruh ummat Islam dimana pun berada dan siapupun orangnya agar ikut mensosialisakan SKB ini dan melaporkan kepada pihak berwajib tentang adanya gerakan penyebaran ajaran menyimpang ini.

    Dan kepada ummat Islam jangan sampai terjebak lagi kepada upaya-upaya provokasi yang dilakukan para ahmadi dan pembela-pembelanya agar SKB itu tidak berbalik kepada ummat Islam yang terprovokasi.

    Kepada temen2 ahamdiyah (silvi dkk) mudah2an mau menerima SKB ini dan sekaligus kembali kepada Islam yang asli (islam yang tanpa ditambah2in nabi lagi).

    Hidup FPI, FUI, NU, Muhammadiyah, Persis, PKS, MMI, Tabligh, AL-Irsyad, dan temen-temen yang berpegang pada konsep La Nabiya Ba’da!

  130. idur permalink
    15 Juni, 2008 2:10 pm

    laa illaha ilallah,muhammadar rasulullah

  131. Rusdiana permalink
    23 Juni, 2008 1:52 pm

    Terima kasih untuk sdr. idur.
    ” Laa ilaha illallah, Muhammadar rasulullah”.

  132. Rusdiana permalink
    25 Juni, 2008 1:15 pm

    Saya melihat ahamdiyah itu dari dua sisi :

    SISI PERTAMA :
    Bahwa ahmadiyah itu merupakan suatu gerakan yang dibangun atau difasilitasi oleh Kalangan KAFIR (khususnya penjajah) yang ingin menghancurkan Islam, sebagai kelanjutan dari Perang Salib. Mereka masih penasaran untuk memerangi Islam tetapi dengan cara lain yaitu penghancuran dari dalam…dan itu sudah bisa kita rasakan sekarang.
    Jadi dilihat dari sisi pertama ini motivasi berdirinya ahmadiyah jelas untuk kepentingan KAFIRIN. Oleh karena itu Ahmadiyah lebih tepat untuk dikatakan BUKAN SEMPALAN ISLAM, TETAPI SEMPALAN KAFIR. Ini sebenarnya yang harus jadi pegangan umum umat Islam.

    SISI KEDUA :
    Ahmadiyah merupakan salah satu aliran dari sekian banyak aliran yang terlalu ekstrim (menyimpang) dalam memahami kaidah ilmu tasawauf:”man arofa nafsahu faqod arofa rabbahu”
    Mereka atau Guru mereka telah merasa sampai pada tingkatan “ma’rifatullah” sehingga bisa ber”CAKAP-CAKAP dengan ALLAH secara langsung. Dalam konsep ilmu mereka, seseorang yang sudah pada tingkatan bersih hati, menerima cahaya iman, maka dia tidak mustahil menerima PETUNJUK langsung dari Allah. Petunjuk itu dapat berupa bisikan, penglihatan, pendengaran hingga pada level ilham dan wahyu. Mereka berargumen bahwa LEBAH SAJA DAPAT ILHAM/WAHYU, masa manusia tidak bisa.Konsep ini berkembang terus hingga akhirnya seseorang yang sudah bersih itu setara dengan orang-orang suci, katakanlah para wali. dan ini dibuktikan dengan beberapa keajaiban yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari. Tidak berhanti sampai disitu, konsep ini terus berlanjut ketika sang wali itu telah secara konsisten menerima “PETUNJUK” YANG DIBAWA OLEH MALAIKAT, BAHKAN MALAIKAT JIBRIL. Tidak jarang dari kalangan seperti ini suka mengkoleksi ” CATATAN-CATATAN ROHANI mereka sebagai PENGALAMAN SPIRITUAL. Untuk tingkatan Guru mereka, catatan rohani ini lebih menyerupai SUATU KITAB (SUCI) yang isinya wajib menjadi PANDUAN PERJALANAN/SULUK ROHANI MEREKA atau bahkan panduan kehidupan masing-masing. Konsep ini semakin diyakini kebenarannya karena kadangkala BUKTI-BUKTI KEAJAIBAN yang muncul atau diperlihatkan oleh SANG GURU tadi. AKHIRNYA LAMA KELAMAAN SECARA BERTAHAP SANG GURU INI DAPAT DIANGGAP SEBAGAI NABI, karena ia MEYAKINI WAHYU ALLAH DITERIMA OLEHNYA.

    Menurut Pengalaman saya pribadi hal semacam ini tidak hanya dialami Orang-orang ahmadiyah tetapi beberapa KELOMPOK TAREKAT TERTENTU juga ada yang sampai pada konsep-konsep seperti ini. Dan tidak jarang dari kelompok ini juga mengklaim bahwa GURUNYA ITU ADALAH WALI ATAU IMAM MAHDI ATAU BAHKAN NABI.
    Logikanya sama dengan Ahmadiyah bahwa Nabi disitu bukan Nabi Pembawa Syariat.

    Kesimpulannya, konsep seperti ini yang barangkali harus mendapat perhatian lebih khususnya dari para ulama untuk menjelaskan letak kesesatannya dimana. Banyak aliran atau kelompok khususnya yang mendalami TASAWUF, atau PERJALANAN RUHANI, atau SULUK, yang sering TERJEBAK pada KONSEP tersebut diatas. (Saya tidak bermaksud menyalahkan Tasawuf, karena banyak Ulama lainnya yang masih mengakui konsep tasawuf dalam arti ‘tazkiyatun nafs”).

    Kalo seseorang sudah merasa BENAR dengan Konsep Perjalanan Ruhaninya bahkan dia sudah dianggap atau merasa atau meyakini OKNUM-OKNUM yang muncul dalam pengalaman Ruhaninya adalah ORANG-ORANG SUCI, PARA WALI, PARA MALAIKAT BAHKAN ALLAH ITU SENDIRI YANG DATANG, maka akan SANGAT SULIT orang itu untuk mengakui kebenaran orang lain (baik orang biasa atau ulama) yang tidak mengalami PENGALAMAN SPIRITUAL sebagaimana dialaminya. paling-paling dia akan menganggap orang yang menyalahkannya itu sebagai orang yang belum memasuki level mereka. Sehingga tidak heran kalo mereka sendiri pada akhirnya akan men”cap kafir” kepada orang yang belum masuk ke dalam kelompoknya.

    Demikian saja tambahan dari saya, semoga ada yang meluruskan dan memberikan penjelasan lebih.

    Terima kasih.

  133. Rusdiana permalink
    25 Juni, 2008 1:46 pm

    Pada kemana ya orang ahmadiyah itu?
    Mungkin mereka pada ketakutan sama yang namanya SKB.

    Padahal maksud SKB itu bukan melarang mereka berdialog/berdiskusi dengan orang yang ngajak dialog/diskusi. yang dilarang adalah mereka menyebarkan paham-paham menyimpangnya kepada orang yang awaw, yang disampaikan dengan cara pemelintiran ayat-ayat Quran dan hadist Nabi. Sehingga orang awam tersebut dengan lugu mengikuti ajakan untuk masuk ahmadiyah.

    Kalo untuk forum seperti ini mereka boleh aja mempertahankan argumen, karena di sini sudah banyak orang yang mempertanyakan kesesatan ahmadiyah.

    Cuma saya gak yakin, mereka mau muncul di sini dan menjawab segala pertanyaan dengan objektif dan benar, karena mereka mengikuti langkah pimpinannya …PONTOH (maaf lupa nama lengkapnya) yang dalam acara debat di TVone pun enggan menjawab pertanyaan yang sulit yang dilontarkan Dr. Muchlis Hanafi (tokoh NU, ahli tafsir) dengan dalih takut melanggar SKB.

    Aneh memang …ketika diberi pertanyaan yang sulit dan tidak mampu dijawab dia membuat tameng dengan SKB, tetapi ketika ada pertanyaan yang lain yang kira-kira dia bisa jawab padahal berkaitan juga dengan ajaran ahmadiyah, dia ternyata menjawab juga. TIDAK KONSISTEN…

    Ya bagi kita semakin jelas mana yang haq dan mana yang bathil.

    Semoga Allah menghancurkan golongan yang merusak kesucian Islam baik di dunia maupun di akherat..amin.

  134. 27 Juli, 2008 8:37 am

    sudah terbukti bahwa ahmadiyah tuh sesat…..
    umat islam semuatau bahwa tidak akan ada lagi setelah baginda rosulluloh……
    klo pengen tau jawaban yg lebih jelas tunggu za d pengadilan allah….yg akan datang d akhiirat nanti…….
    selamat bersenang” d neraka buat orang” yg sesat…..wahahahahahahahahahahaha

    allahuakbar….allahuakbar……allahuakbar…

  135. reza permalink
    12 September, 2008 1:57 pm

    Hebat ! hebat bener, manusia sudah bisa mengambil Hak Allah Ta’ala untuk menuduh seseorang kafir/sesat. Ngomong-ngomong dapat mandat dari mana ya ? Rasulullah Saw saja tidak disuruh demikian. Kasihan, kalian yang selalu menuduh sesat terhadap Ahmadiyah. Semakin Ahmadiyah dihalangi, dikafirkan, bahkan mesjid-mesjidnya dibakar, maka Ahmadiyah semakin maju. Tidak ada Jema’at Allah yang gagal. Benih Ahmadiyah telah ditanam oleh Allah Ta’ala di dunia ini untuk memenangkan Islam. Segala daya upaya siapa pun juga untuk menghalang-halangi dan memberangus Ahmadiyah hanya akan menemui kegagalan. Satu mesjid di bakar, mesjid lain berdiri, terakhir adalah Mesjid baru yang diresmikan di Calgary, Canada. Ironisnya, orang-orang yang menuduh Ahmadiyah kafir, sesat seakan-akan telah melaksanakan jihad. Berkaca dulu dong ! Kontribusi Ahmadiyah untuk Islam begitu besarnya, sedangkan anda-anda sekalian, hanya merusak citra Islam saja dengan kekerasan yang anda tunjukan. Allahuakbar!

  136. Faizal permalink
    12 September, 2008 2:26 pm

    Banyak orang yang mengatakan bahwa tertutupnya kenabian setelah Nabi Muhammad saw adalah berdasar dari sebuah hadits yang mengatakan “aakhirul-anbiya” dan beliau Saw bersabda “laa nabiyya ba’diy (tidak ada nabi sesudah aku). Akan tetapi sungguh sayang, orang-orang itu hanya melihat “aakhirul anbiya saja, namun di dalam hadits shahih muslim yang berkaitan dengan kata itu ada lanjutan kata-kata yang berbunyi “mesjidku akhir segala mesjid” Apabila perkataan inniy aakhirul-anbiya berarti bahwa sesudah beliau Saw tidak akan datang lagi nabi apapun juga, maka perkataan wa inna masjidiy aakhirul-masaaajid pun juga berarti sesudah mesjid beliau saw tidak akan dapat didirikan lagi suatu mesjid apapun. Kenyataannya, hingga sekarang banyak masjid sedang dan akan didirikan. Jadi, bagaimana ? Jadi hal ini menegaskan bahwa memang tidak akan ada lagi seorang nabi pun yang datang ke dunia ini yang memiliki kemuliaan/derajat seperti beliau saw, begitu pula tidak ada mesjid yang memiliki kemuliaan seperti mesjid yang beliau dirikan. Jadi, hadits ini lebih kepada konteks keistimewaan Rasulullah Saw, dan bukan berarti beliau Saw adalah Nabi/Rasul penutup atau terakhir. Kenabian masih berlanjut, namun kenabian tersebut hanya mengikuti Syariat Rasulullah Saw tidak membawa syariat baru. Siti Aisyah r.a. Isteri Rasulullah Saw berkata : “Katakanlah sesungguhnya Muhammad adalah khaatamul anbiya, tetapi jangan sekali-kali kamu mengatakan sesudah beliau tidak ada nabi lagi.” kemudian Imam Abdul Wahab Asy-Syarani berkata : “Dan sabda Nabi Saw tidak ada nabi dan rasul sesudah aku, adalah maksudnya : tidak ada lagi nabi sesudah aku yang membawa syariat” Syekh Muhyiddin Ibnu Arabai dalam kitabnya Futuhatul Makiyyah menulis : “Inilah arti dari sabda Rasulullah Saw “sesungguhnya risalah dan nubuwat sudah terputus, maka tidak ada rasul dan nabi yang datang sesudahku yang bertentangan dengan syariatku. Apabila ia datang, ia akan ada di bawa syariatku.”

  137. sedemir permalink
    8 Juli, 2009 3:02 pm

    Yang bilang enggak ada nabi setelah Muhamad saw kelihatan banget ketidak tahuannya mengenai akidah islam.

    Islam mengakui bahwa ada nabi yang akan datang setelah Nabi Muhamad saw yaitu Nabi Isa as. Hadits-haditsny Mutawatir, Kuat, lebih kuat daripada Hadits Tidak ada Nabi sesudahku yang banyak kritikannya.

    Soalnya sebenarnya bukan apakah ada nabi atau tidak setelah Muhamad saw. Tetapi percaya atau tidak kalau MGA adalah Isa as yang dijanjikan itu.

    Siapapun yang datang Isa yang palsu atau yang aseli pasti aja ada yang nerima dan gak nerima. Jadi sah-sah saja kalau orang ahmadiyah percaya MGA sebagai Isa as yang dijanjikan Rasulullah karena orang ahmadi enggak percaya Nabi Isa Israili yang usianya sudah 2000 tahun itu masih hidup dilangit.

    Kalau ada yang percaya Nabi Isa masih hidup ya mawas dirilah enggak usah marah-marah dan main bakar. Mawas dirilah bahwa dengan keyakinan Isa as masih hidup di langit itu saja mungkin untuk sebagian besar umat mahusia di dunia ini dianggap DAGELAN.

  138. polyester permalink
    13 Juli, 2009 1:31 am

    lebih baik dialog elemen2t umat islam Mainstream berpendidikan spserti Muhamadyah, ICMI & NU

    karena selama ini saya melihat MUI itu sekumpulan orang tua ketinggalan jaman yang kerjaanya deketin pejabat , cari istri muda / masuk PARPOL, sepertiny mereka juga jauh dibawah standar ulama kebanyakan.

  139. poppy legiana permalink
    30 Juli, 2009 5:58 pm

    saya hanya ingin mendengar ketegasan MUI apakah ahmadiyah itu seasat atau tidak…krna jujur skrang saya berteman dekat dengan orang penganut ahmadiyah dan saya sering sekali beradu argumen tentang ajaran islam.thx’s

  140. iza permalink
    15 Agustus, 2009 8:07 am

    menurut saya tidak ada yg salah dengan ahmadiyah…
    -klo ada yg bilang kitab suci ahmadiyah adalah tadzkirah (ini adalah fitnah), karena kitab suci ahmadiyah adalah Al-quran

    pada zaman dahulu pemimpin islam adalah nabi muhammad saw (pembawa ajaran islam), setelah beliau wafat dilanjutkan oleh sahabat2 beliau, lalu sekarang siapa penerusnya?

    jawabannya adalah: khalifah masih maud

    kalau bukan beliau khalifahnya, lalu siapa pemimpin islam sekarang yg fungsinya menjaga akidah islam supaya tetap lurus dan benar?

    • wong Islam permalink
      2 November, 2009 2:50 am

      Hey wong2 Ahmadiyah, ndang tobat…
      Dasare opo do podho ngangkat Mirza Ghulam dadi Nabi> Mbok yo do mikir….

  141. 6 Februari, 2010 2:47 pm

    saya mengenal orng ahmadiyah…bnyk keganjilan2 yg sya lihat smpi kahrny sya menjauh dri dia…
    bt mereka mirza gulam ahmd slalu d eluh2 kan ….
    dia mengaku nabi pdahal d alquran sudah jls nabi muhamd adalah nabi akhr zaman kita…
    ya hnya orng2 yg mudah terhasut yg percaya dngan smuany…

  142. bambang heriyanto permalink
    3 Maret, 2010 2:32 pm

    assalammualaikum wr wb wahai saudara2 semukmin tidak akan ada nabi lagi turun setelah nabi besar muhammad saw dan tidak akan ada kitab lagi setelah kitab AL QURAN,SUNGGUH SESAT SEKALI ALIRAN AHMADIYAH, jika bilang ada nabi lagi setelah nabi besar muhammad saw sungguh kasihan sekali para pengikutnya semoga mereka mau bertobat dengan tobat yang sebesar-besarnya sesungguhnya ALLAH MAHA PENERIMA TAOBAT

  143. mul abidin permalink
    12 Juli, 2010 10:19 pm

    MENGUAK SESATNYA AHMADIYAH
    Posted on April 20, 2008 by assajjad
    Sejarah Munculnya Aliran Ahmadiyah
    Aliran ini sekarang kembali banyak diberitakan terkait keluarnya surat rekomendasi dari badan PAKEM nasional, yang merekomendasikan kepada pemerintah untuk membubarkan aliran ini. Karena dinilai sudah melanggar 12 kesepakatan bersama, yang salah satunya adalah melarang aliran Ahmadiyah melakukan aktivitasnya di depan umum. Meskipun aliran ini memang terbukti sesat, namun sulit membubarkannya, karena di backup oleh Negara-negara kuat, salah satunya adalah Inggris. Dan bagi orang awam akan cukup sulit membedakan ajaran mereka dengan ajaran Islam yang sebenarnya. Karena di awal merekrut anggota mereka akan mengatakan Nabi Muhammad juga nabi mereka, dan syahadatnya juga sama. Hanya saja mereka mengatakan/menafsirkan Khatamannabiyyin sebagai nabi termulia, bukan penutup para Nabi dan Rasul.
    Sejarah Ahmadiyah tidak lepas dari pendirinya yaitu Mirza Ghulam Ahmad. Seorang pengikut ahmadiyah yang kemudian menjadi khalifah II, Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad menulis riwayat hidup Mirza Ghulam Ahmad. Berikut petikannya:
    “Pendiri Jemaat Ahmadiyah bernama Hazrat MIrza Ghulam Ahmad. Nama beliau yang asli hanyalah Ghulam Ahmad. Mirza melambangkan keturunan Moghul (Kerajaan Islam yang pernah ada di India). Kebisaannya adalah suka menggunakan namaAhmad bagi nama beliau secara ringkas. Maka, waktu menerima bai’at dari orang-orang, beliau hanya memakai nama ahmad. Dalam ilham-ilham, Allah Ta’ala sering memanggil beliau dengan nama Ahmad juga. Hazrat Ahmad lahir pada tanggal 13 februari 1835 M, atau 14 Syawal 1230H, hari jum’at pada waktu sholat subuh, di rumah Mirza Ghulam Murtaza di desa Qadian. Beliau lahir kembar, saat ia lahir, beserta beliau lahir pula seorang anak perempuan yang tidak berapa lama kemudian meninggal. Demikianlah sempurna sudah kabar gaib yang tertera di dalam kitab-kitab agama Islam bahwa Imam Mahdi akan lahir kembar. Qadian terletak 57km sebelah timur kota Lahore, dan 24km kota Amritsar di propinsi Punjab India”.
    Lebih jauh perkembangan pergerakan ini ditulis: “Pergerakan jamaah Ahmadiyah dalam islam adalah suatu organisasi keagamaan dengan ruang lingkup internasional yang memiliki cabang di 174 negara tersebar di Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Asia, Australia, dan Eropa. Saat ini jumlah anggotanya di seluruh dunia lebih dari 150 juta orang, dan angkanya terus bertambah dari hari ke hari. Jemaah ini adalah golongan islam yang paling dinamis dalam sejarah era modern. Jamaah ahmadiyah didirikan tahun 1889 oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad ( 1835-1908 ) di qadian, suatu desa didaerah Punjab, India. Beliau mendakwahkan diri sebagai pembaharu (mujadid) yang diharapkan dating di akhir zaman dan beliau adalah seseorang yang ditunggu kedatangannya oleh semua masyarakat beragama (Mahdi dan Al-Masih). Beliau memulai pergerakan ini sebagai perwujudan dari ajaran dan pesan Islam yang sarat dengan kebajikan, perdamaian, persaudaraan, universal dan tunduk patuh pada kehendakNya dalam kemurnian yang sejati. Hazrat Ahmad menyatakan bahwa Islam sebagai agama bagi umat manusia:”Agama orang-orang yang berada di jalan yang lurus”.
    Setelah wafatnya pendiri jamaah Ahmadiyah, gerakan ini dipimpin oleh para khalifah:
    Khalifah Masih I : Hazrat Maulvi Nuruddin (1908-1914)
    Khalifah Masih II : Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad (1914-1965)
    Khalifah Masih III : Hazrat Hafiz Nasir Ahmad (1965-1983)
    Khalifah Masih IV : Mirza Tahir Ahmad (1983-2003)
    Khalifah Masih V : Hazrat Mirza Masroor Ahmad (2003-sekarang).
    Kenabian Mirza Ghulam Ahmad
    Para pendakwah Ahmadiyah sering mengelak dan berkilah dari konsep kenabian Mirza. Sebab, jika diawal mereka terang-terangan mengakui kenabian Mirza, maka akan mudah lawan-lawan Ahmadiyah menyerangnya dan mengatakannya sesat, diluar Islam, maka aliran ini akan sulit mendapatkan simpati dan pengikut.
    Berikut beberapa teks dari buku-buku yang dikarang sendiri oleh Mirza atau pengikut aliran ini, yang menunjukan bahwa Mirza Ghulam Ahmad nabi ataukah manusia biasa:
    1. Dari terjemahan buku Ahmadiyah yang berjudul (The Ahmadiyya Movement in Islam inc.) karangan Louis J. Hamman dari Gettysburg College, terjemahannya direstui oleh Syekh Mubarrak Ahmad, tertulis sebagai berikut: “Bagaimanapun sampai umur 41 tahun (1876) Hazrat Ahmad mulai menerima banyak wahyu yang akan membawanya pada keyakinan bahwa didalam pribadinya telah genap datangnya Al-Mahdi. “Setelahnya”, sebagaimana kata Zafrullah Khan, “telah diwahyukan kepadanya bahwa ia juga adalah Al-Masih yang dijanjikan dan benar-benar seorang nabi yang dating seperti yang telah dikabarkan dalam agama-agama utama di dunia “. Ia adalah “juara yang berasal dari Tuhan dengan jubah pakaian semua para Nabi”.
    2. Dalam buku yang juga dikeluarkan oleh jamaah Ahmadiyah berjudul“Perjalanan Mirza Ghulam Ahmad” termuat sebagai berikut:
    – Tahun 1876 Hazrat Ahmad berusia kurang lebih 40 tahun ketika ayah beliau sakit, dan penyakitnya tidaklah begitu berbahaya. Tetapi Allah menurunkan ilham ini kepada beliau: “Persumpahan demi langit yang merupakan sumber takdir, dan demi peristiwa yang akan terjadi setelah tenggelamnya matahari pada hari ini”.
    Tiba-tiba saya rasakan seperti tidur dan menerima ilham yang kedua:“Apakah Allah tidak cukup bagi HambaNya?”
    – Di dalam buku itu, Hazrat Ahmad juga mencantumkan beberapa ilham yang beliau terima, sebagian diantaranya kami paparkan disini supaya terlihat bukti-bukti kebenarannya: “Seorang nabi telah datang ke dunia, namun dunia tidak menerimanya”.
    “Akan datang kepadamu hadiah-hadiah dari tempat-tempat yang jauh dan orang-orang banyak akan datang dari tempat-tempat yang jauh”.
    Pendakwaan Diri sebagai Masih Mau’ud
    – “Pada tahun 1891 telah terjadi suatu perubahan yang amat besar, yakni Hazrat Ahmad diberi ilham oleh Allah bahwasannya Nabi Isa yang ditunggu-tunggu kedatangannya kedua kali itu telah wafat dan tidak akan datang lagi kedunia ini. Kedatangan nabi Isa kedua adalah orang lain yang akan datang dengan sifat dan cara seperti nabi Isa, yaitu Hazrat Ahmad sendiri orangnya.
    1. Dalam buku yang dikeluarkan oleh jamaah Ahmadiyah yang berjudul: Analisa Tentang Khataman Nabiyyin, dinukil beberapa perkataan Mirza: “Kami beriman bahwa nabi Muhammad berpangkat Khataman dan sesudah beliau tidak akan ada seorangpun terkecuali yang dipelihara oleh faidh dan berkatnya dan sudah dinyatakan oleh janjinya”.
    “Sesungguhnya nabi kita(Muhammad) adalah khatamul anbiyaa, sesudah beliau tidak ada seorangpun nabi, terkecuali orang yang diterangi oleh nur beliau dan yang penzahirannya adalah bayangan dari penzahiran beliau”.
    Lalu penulis buku itu menyimpulkan: “Yang menjadi perbedaan antara kami jamaah Ahmadiyah dengan golongan Islam lain hanyalah satu, kami percaya bahwa nabi yang dijanjikan sudah datang, yakni Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad”.
    1. Dalam buku Ajaranku yang ditulis oleh Mirza sendiri termuat: “Aku sekali-kali tidak mengingkari keluhuran Hazrah Isa, sungguhpun kepadaku Tuhan mengabarkan bahwa Masih Muhammadi berkedudukan lebih tinggi dari Masih Musawi, akan tetapi aku memberi penghormatan yang sangat tinggi terhadap Masih ibnu Maryam, oleh sebab dalam segi kerohanian aku adalahKhatamul Khulafa di dalam Islam, seperti halnya Masih ibnu Maryam adalah Khatamul Khulafa di dalam silsilah Israil. Dalam Syariah Musa, Isa ibnu Maryam adalah Masih Mau’ud, sedangkan di dalam syariah Muhammad SAW akulah Masih Mau’ud. Oleh karena itu aku menghormati beliau sebagai rekanku, dan barang siapa yang mengatakan bahwa aku tidak menghormati beliau, dialah seorang pembuat onar dan seorang pendusta besar”.
    Dari beberapa tulisan di atas, jelas dan tidak diragukan lagi bahwa:
    – Mirza Ghulam Ahmad mengaku dirinya sebagai nabi dan rasul yang menerima wahyu
    – Kadang Mirza juga mengaku sebagai Al-Mahdi, kadang Al-Masih dan kadang Al-Mau’ud atau Masih Mau’ud
    – Para pengikut aliran ini sepakat bahwa Mirza adalah nabi dan menerima wahyu
    Disinilah kesesatan mereka mulai terihat.
    Sumber : Buku Menguak Kesesatan Aliran Ahmadiyah, karangan Dr.Ahmad Lutfi Fatullah, MA.(Dosen PascaSarjana untuk mata kuliah Hadits dan ilmu Hadits di UIN Jakarta, UI, IIQ Jakarta, IAIN SGDBandung, Univ.Muhammadiyah, UIN-McGill Canada, Dosen penguji Siswazah Univ. Kebangsaan Malaysia)
    Penerbit : Al-Mughni Press.
    Tulisan Terkait:

  144. mul abidin permalink
    12 Juli, 2010 10:22 pm

    Menjawab Kebohongan Ahmadiyah
    Oleh: H.M. Amin Jamaluddin
    *Berbagai aliran sesat sudah terbiasa menggunakan kiat-kiat untuk mengelabui dan membohongi masyarakat dalam menyebarluaskan paham-pahamnya. Berbagai kebohongan, pengaburan, dan tipu daya juga seringkali dimunculkan dalam kasus seputar Ahmadiyah. Pada tanggal 3 Januari 2008, Jemaat Ahmadiyah Indonesia berkirim surat berupa “Ringkasan Penjelasan tentang Jemaat Ahmadiyah Indonesia” kepada Azyumardi Azra di kantor Sekretariat Wakil Presiden.Tulisan ringkas berikut ini merupakan jawaban-jawaban ringkas dan jitu untuk meluruskan beberapa penjelasan kaum Ahmadiyah, seperti dalam surat mereka ke Azyumardi Azra di kantor Wapres tersebut. Berikut ini beberapa penjelasan Ahmadiyah dan jawaban kita. Ahmadiyah mengatakan:
    1. “Syahadat kami adalah syahadat yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW yang berbunyi: “Asyhadu anlaa-ilaaha illallahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah.”
    Jawab kita: Kita perlu berhati-hati dan mencermati pengakuan semacam itu. Sejak berdirinya, Jemaat Ahmadiyah sudah mengaburkan makna syahadat, meskipun lafalnya sama dengan syahadat orang Islam. Kaum Ahmadiyah mengklaim bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah juga Muhammad dan Rasul Allah. Simaklah buku Memperbaiki Kesalahan (Eik Ghalthi Ka Izalah), karya Mirza Ghulam Ahmad, yang dialih bahasakan oleh H.S. Yahya Ponto, (terbitan Jamaah Ahmadiyah cab. Bandung, tahun 1993). Di situ tertulis penjelasan terhadap ayat al-Quran berikut ini:محمد رسول الله والذين معه أشداء على الكفار رحماء بينهم … Dalam buku ini, Mirza Ghulam Ahmad menjelaskan, siapa yang dimaksud dengan “Muhammad” dalam ayat tersebut, yakni: “Dalam wahyu ini Allah SWT menyebutku Muhammad dan Rasul…(hal. 5).Jadi, inilah perbedaan keimanan yang sangat mendasar antara Ahmadiyah dengan orang Muslim. Sebab, bagi umat Islam, kata Muhammad dalamsyahadat, adalah Nabi Muhammad saw yang lahir di Mekkah, bukan yang lahir di India. Lebih jauh lagi, dikatakan dalam buku ini:“Dan 20 tahun yang lalu, sebagai tersebut dalam kitab Barahin Ahmadiyah Allah Taala sudah memberikan nama Muhammad dan Ahmad kepadaku, dan menyatakan aku wujud beliau juga.” (Hal. 16-17). “….. Dalam hal ini wujudku tidak ada, yang ada hanyalah Muhammad Musthafa SAW, dan itulah sebabnya aku dinamakan Muhammad dan Ahmad.” (Hal. 25)
    Dalam Majalah Bulanan resmi Ahmadiyah “Sinar Islam” edisi 1 Nopember 1985 (Nubuwwah 1364 HS), rubrik “Tadzkirah“, disebutkan:“Dalam wahyu ini Tuhan menyebutkanku Rasul-Nya, karena sebagaimana sudah dikemukakan dalam Brahin Ahmadiyah, Tuhan Maha Kuasa telah membuatku manifestasi dari semua Nabi, dan memberiku nama mereka. Aku Adam, Aku Seth, Aku Nuh, Aku Ibrahim, Aku Ishaq, Aku Ismail, Aku Ya’qub Aku Yusuf, Aku Musa, Aku Daud, Aku Isa, dan Aku adalah penjelmaan sempurna dari Nabi Muhammad SAW, yakni aku adalah Muhammad dan Ahmad sebagai refleksi. (Haqiqatul Wahyi, h. 72).” (Hal. 11-12)
    Sekali lagi, yang menjadi masalah adalah bahwa bagi kaum Ahmadiyah, Mirza Ghulam Ahmad juga mengaku sebagai Muhammad saw, sebagaimana disebutkan sebelumnya. Bahkan, dalam buku Ajaranku, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s., Yayasan Wisma Damai, Bogor, cetakan keenam,1993, disebutkan: “….. di dalam syariat Muhammad s.a.w akulah Masih Mau’ud. Oleh karena itu aku menghormati beliau sebagai rekanku …..” (Hal. 14)
    2. Ahmadiyah mengatakan; “Kitab Suci kami hanyalah Al Qur’anul Karim.” Ahmadiyah juga mengatakan, bahwa “Tadzkirah” bukanlah kitab suci mereka, tetapi merupakan pengalaman rohani Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad yang dikumpulkan dan dibukukan serta diberi nama Tadzkirah oleh pengikutnya pada tahun 1935 (27 tahun setelah Mirza Ghulam Ahmad meninggal dunia tahun 1908).
    Jawab kita: Penjelasan Ahmadiyah ini juga tidak sesuai dengan kenyataan. Dalam kitab Tadzkirah yang asli tertulis di lembar awalnya kata-kata berikut ini: “TADZKIRAH YA’NI WAHYU MUQODDAS“, artinya TADZKIRAHadalah WAHYU SUCI. Jadi, kaum Ahmadiyah jelas menganggap bahwa kitab Tadzkirah adalah “wahyu yang disucikan”. Karena itu, sangat tidak benar jika mereka tidak mengakuinya sebagai Kitab Suci. Sangat jelas, mereka memiliki kitab suci lain, selain al-Quran, yaitu kitab Tadzkirah.Tentu saja, umat Islam seluruh dunia menolak dengan tegas, bahwa setelah Nabi Muhammad saw, ada nabi lagi, atau ada orang yang menerima wahyu dari Allah SWT.
    Dalam buku Apakah Ahmadiyah itu? Karangan HZ. Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad disebutkan: “Hadhrat Masih Mau’ud a.s tampil ke dunia dan dengan lantangnya menyatakan, bahwa Allah Ta’ala bercakap-cakap dengan beliau dan bukan dengan diri beliau saja, bahkan Dia bercakap-cakap dengan orang-orang yang beriman kepada beliau serta mengikuti jejak beliau, mengamalkan pelajaran beliau dan menerima petunjuk beliau. Beliau berturut-turut mengemukakan kepada dunia Kalam Ilahi yang sampai kepada beliau dan menganjurkan kepada para pengikut beliau, agar mereka pun berusaha memperoleh ni’mat serupa itu.” (hal. 63-64).
    3. “Kami warga Jemaat Ahmadiyah tidak pernah dan tidak akan mengkafirkan orang Islam di luar Ahmadiyah, baik dengan kata-kata maupun perbuatan.”
    Jawab kita:Pengakuan kaum Ahmadiyah ini pun nyata-nyata tidak sesuai dengan fakta yang ada pada buku-buku dan terbitan mereka. Dalam buku Amanat Imam Jemaat Ahmadiyah Khalifatul Masih IV Hazrat Mirza Tahir Ahmad Pada Peringatan Seabad Jemaat Ahmadiyah Tahun 1989 terbitan Panita Jalsah Salanah 2001, 2002 Jemaat Ahmadiyah Indonesia, disebutkan:“Saya bersaksi kepada Tuhan Yang MahaKuasa dan Yang Selamanya Hadir bahwa seruan Ahmadiyah tidak lain melainkan kebenaran. Ahmadiyah adalah Islam dalam bentuknya yang sejati. Keselamatan umat manusia bergantung pada penerimaan agama damai ini.” (Hal. 6) “Bilakhir, perkenankanlah saya dengan tulus ikhlas mengetuk hati anda sekalian sekali lagi agar sudi menerima seruan Juru Selamat di akhir zaman ini.” (Hal. 10)
    Bahkan, Ahmadiyah punya istilah sendiri untuk menamai para pengikut ajarannya, dengan tujuan membedakan diri dari orang-orang Islam lainnya:Dalam buku Riwayat Hidup Mirza Ghulam Ahmad – Imam Mahdi dan Masih Mau’ud Pendiri Jemaat Ahmadiyah, Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad, Jemaat Ahmadiyah Indonesia, cetakan kedua, 1995, disebutkan:“Pada tahun 1901, akan diadakan sensus penduduk di seluruh India. Maka Hazrat Ahmad as. menerbitkan sebuah pengumuman kepada seluruh pengikut beliau untuk mencatatkan diri dalam sensus tersebut sebagai Ahmadi Muslim. Yakni, pada tahun itulah Hazrat Ahmad as. telah menetapkan nama Ahmadi bagi para pengikut beliau as., untuk membedakan diri dari orang-orang Islam lainnya.” (Hal. 47) Kaum Ahmadiyah juga menyebut, jemaat mereka adalah laksana perahu Nabi Nuh yang menyelamatkan. Yang tidak ikut perahu itu akan tenggelam.
    Dalam Majalah Bulanan resmi Ahmadiyah “Sinar Islam” edisi 1 Juli 1986 (Wafa 1365 HS), pada salah satu tulisan dengan judul Ahmadiyah Bagaikan Bahtera Nuh Untuk Menyelamatkan Yang Berlayar Dengannya, oleh Hazrat Mirza Tahir Ahmad, Khalifatul Masih IV, dinyatakan:“Aku ingin menarik perhatian kalian kepada sebuah bahtera lainnya yang telah dibuat di bawah mata Allah dan dengan pengarahanNya. Kalian adalah bahtera itu, yakni Jemaat Ahmadiyah. Masih Mau’ud a.s. diberi petunjuk oleh Allah melalui wahyu yang diterimanya bahwa beliau hendaklah mempersiapkan sebuah Bahtera. Bahtera itu adalah Jemaat Ahmadiyah yang telah mendapat jaminan Allah bahwa barang siapa bergabung dengannya akan dipelihara dari segala kehancuran dan kebinasaan.”.………….“Ini adalah suatu pelajaran lain yang hendaknya diperhatikan oleh anggota-anggota Jemaat. Sungguh terdapat jaminan keamanan bagi mereka yang menaiki Bahtera Nuh, baik bagi para anggota keluarga Masih Mau’ud a.s. maupun bagi orang-orang yang, meskipun tidak mempunyai hubungan jasmani dengannya, menaiki Bahtera itu dengan jalan mengikuti ajaran beliau“. ………….“Semoga Allah memberi kemampuan kepada kita untuk melindungi Bahtera ini dengan sebaik-baiknya, dengan ketakwaan dan ketabahan yang sempurna, dan dengan kebenaran yang sempurna – Bahtera yang telah dibina demi keselamatan seluruh dunia. Amin!”. (Hal. 12, 13, 16, 30)
    Kesimpulan:
    Kita jangan mudah tertipu dengan penjelasan-penjelasan yang tampak indah, padahal, dunia Islam sejak dulu sudah tahu, apa dan bagaimana sebenarnya ajaran Ahmadiyah. Intinya, mereka mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi, Isa al-Mau’ud, dan Imam Mahdi. Mereka juga tidak mau bermakmum kepada orang Islam dalam shalat, karena orang Islam tidak mengimani Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi.Jadi, antara Islam dan Ahmadiyah memang ada perbedaan dalam masalah keimanan. Oleh sebab itulah, berbagai fatwa lembaga-lembaga Islam internasional sudah lama menyatakan, bahwa Ahmadiyah adalah aliran sesat dan menyesatkan. Kita berharap para pejabat dan cendekiawan kita tidak mudah begitu saja menerima penjelasan Ahmadiyah, tanpa melakukan penelitian yang mendalam. Sebab, tanggung jawab mereka bukan saja di dunia, tetapi juga di akhirat. Kita hanya mengingatkan mereka, tanggung jawab kita masing-masing di hadapan Allah SWT.
    Penulis adalah Ketua Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam
    (sumber : http://www.hidayatullah.com; Rabu, 16 Januari 2008 )

  145. mul abidin permalink
    12 Juli, 2010 10:24 pm

    Fatwa Liga Muslim Dunia – Ahmadiyah Sesat
    TERJEMAHAN BAHASA INDONESIA :
    Liga Muslim Dunia melangsungkan konferensi tahunannya di Makkah Al-Mukarramma Saudi Arabia dari tanggal 14 s.d. 18 Rabbiul Awwal 1394 H (6 s.d. 10 April 1974) yang diikuti oleh 140 delegasi negara-negara Muslim dan organisasi Muslim dari seluruh dunia.
    Deklarasi Liga Muslim Dunia – Tahun 1974
    (Rabita al-Alam al-Islami)
    Qadianiyah atau Ahmadiyah : adalah sebuah gerakan bawah tanah yang melawan Islam dan Muslim dunia, dengan penuh kepalsuan dan kebohongan mengaku sebagai sebuah aliran Islam; yang berkedok sebagai Islam dan untuk kepentingan keduniaan berusaha menarik perhatian dan merencanakan untuk merusak fondamen Islam.
    Penyimpangan-penyimpangan nyata dari prinsip-prinsip dasar Islam adalah sebagai berikut :
    1. Pendirinya mengaku dirinya sebagai nabi.
    2. Mereka dengan sengaja menyimpangkan pengertian ayat-ayat Kitab Suci Al-Qur�an.
    3. Mereka menyatakan bahwa Jihad telah dihapus.
    Qadianiyah semula dibantu perkembangannya oleh imperialisme Inggris. Oleh sebab itu, Qadiani telah tumbuh dengan subur dibawah bendera Inggris. Gerakan ini telah sepenuhnya berkhianat dan berbohong dalam berhubungan dengan ummat Islam. Agaknya, mereka setia kepada Imperialisme dan Zionisme. Mereka telah begitu dalam menjalin hubungan dan bekerjasama dengan kekuatan-kekuatan anti-Islam dan menyebarkan ajaran khususnya melalui metode-metode jahat berikut ini :
    Membangun mesjid dengan bantuan dari kekuatan anti Islam di mana pemikiran-pemikiran Qadiani yang menyesatkan ditanamkan kepada orang.
    Membuka sekolah-sekolah, lembaga pendidikan dan panti asuhan dimana didalamnya orang diajarkan dan dilatih untuk bagaimana agar mereka dapat lebih menjadi anti-Islam dalam setiap kegiatan-kegiatan mereka.
    Mereka juga menerbitkan versi Al-Qur’an yang merusak dalam berbagai macam bahasa lokal dan internasional.
    Untuk menanggulangi keadaan bahaya ini, Konferensi Liga Muslim Dunia telah merekomendasikan dan mengambil langkah-langkah sebagai berikut :
    Seluruh organisasi-organisasi Muslim di dunia harus tetap mewaspadai setiap kegiatan-kegiatan orang-orang Ahmadiyah di masing-masing negara dan membatasi sekolah-sekolah dan panti-panti asuhan mereka. Selain itu, kepada seluruh organisasi-organisasi Muslim di dunia, harus dapat menunjukkan kepada setiap Muslim di seluruh dunia tentang gambaran asli orang Qadiani dan memberikan laporan/data tentang berbagai macam taktik mereka sehingga kaum Muslim di seluruh dunia terlindung dari rencana-rencana mereka.
    Mereka harus dianggap sebagai golongan Non-Muslim dan keluar dari Islam juga dilarang keras untuk memasuki Tanah Suci.
    Tidak berurusan dengan orang-orang Ahmadiyah Qadiani, dan memutuskan hubungan sosial, ekonomi, dan budaya.
    Tidak melakukan pernikahan dengan mereka, serta mereka tidak diizinkan untuk dikubur di pemakaman Muslim serta diperlakukan seperti layaknya orang-orang non-Muslim yang lainnya.
    Seluruh negara-negara Muslim di dunia harus mengadakan pelarangan keras terhadap aktivitas para pengikut Mirza Ghulam Ahmad. Dan harus menganggap mereka sebagai minoritas non Muslim dan melarang mereka untuk jabatan yang sensitif dalam negara.
    Menyiarkan semua penyelewengan Ahmadiyah yang mereka lakukan terhadap Kitab Suci Al-Qur’an disertai inventarisasi terjemahan-terjemahan Al-Qur’an yang dibuat oleh Ahmadiyah dan memperingatkan umat Islam mengenai karya-karya tulis mereka.
    Semua golongan yang menyeleweng dari Islam diperlakukan sama seperti Ahmadiyah.
    http://ahmadiyah.20m.com/fatwa/RAI_IND.HTM

  146. mul abidin permalink
    12 Juli, 2010 10:27 pm

    bait ahmadiyah yg menyimpang,poin 10
    Syarat-syarat Bai’at masuk kedalam Jemaat Ahmadiyah
    Orang yang bai’at berjanji dengan hati yang jujur bahwa :
    1. Di masa yang akan datang hingga masuk ke dalam kubur senantiasa akan menjauhi syirik.
    2. Akan senantiasa menghindarkan diri dari segala corak bohong, zina, pandangan birahi terhadap bukan muhrim, perbuatan fasiq, kejahatan, aniaya, khianat, mengadakan huru-hara, dan memberontak serta tidak akan dikalahkan oleh hawa nafsunya meskipun bagaimana juga dorongan terhadapnya.
    3. Akan senantiasa mendirikan shalat lima waktu semata-mata karena mengikuti perintah Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, dan dengan sekuat tenaga akan senantiasa mendirikan shalat Tahajud, dan mengirim salawat kepada Junjungannya Yang Mulia Rasulullah s.a.w dan memohon ampun dari kesalahan dan mohon perlindungan dari dosa; akan ingat setiap saat kepada nikmat-nikmat Allah, lalu mensyukurinya dengan hati tulus, serta memuji dan menjunjung-Nya dengan hati yang penuh kecintaan.
    4. Tidak akan mendatangkan kesusahan apa pun yang tidak pada tempatnya terhadap makhluk Allah umumnya dan kaum Muslimin khususnya karena dorongan hawa nafsunya, biar dengan lisan atau dengan tangan atau dengan cara apa pun juga.
    5. Akan tetap setia terhadap Allah Ta’ala baik dalam segala keadaan susah ataupun senang, dalam duka atau suka, nikmat atau musibah; pendeknya, akan rela atas keputusan Allah Ta’ala. Dan senantiasa akan bersedia menerima segala kehinaan dan kesusahan di jalan Allah. Tidak akan memalingkan mukanya dari Allah Ta’ala ketika ditimpa suatu musibah, bahkan akan terus melangkah ke muka.
    6. Akan berhenti dari adat yang buruk dan dari menuruti hawa nafsu, dan benar-benar akan menjunjung tinggi perintah Al-Qur’an Suci di atas dirinya. Firman Allah dan sabda Rasul-Nya itu akan menjadi pedoman baginya dalam tiap langkahnya.
    7. Meninggalkan takabur, sombong; akan hidup dengan merendahkan diri, beradat lemah-lembut, berbudi pekerti yang halus, dan sopan-santun.
    8. Akan menghargai agama, kehormatan agama dan mencintai Islam lebih dari pada jiwanya, hatanya, anak-ananknya, dan dari segala yang dicintainya.
    9. Akan selamanya menaruh belas kasih terhadap makhluk Allah umumnya, dan akan sejauh mungkin mendatangkan faedah kepada umat manusia dengan kekuatan dan nikmat yang dianugerahkan Allah Ta’ala kepadanya.
    10. Akan mengikat tali persaudaraan dengan hamba ini “Imam Mahdi dan Al-Masih Al-Mau’ud” semata-mata karena Allah dengan pengakuan taat dalam hal makruf (segala hal yang baik) dan akan berdiri di atas perjanjian ini hingga mautnya, dan menjunjung tinggi ikatan perjanjian ini melebihi ikatan duniawi, baik ikatan keluarga, ikatan persahabatan ataupun ikatan kerja.
    Diterjemahkan dari “ISYTIHAR TAKMIL TABLIGH”

  147. 2 Oktober, 2010 8:43 pm

    lieur lieur…..sebenarnya yang ngasih komen tentang ahmadiah sejalan dengan islam pasti bukan orang ahmadiah itu sendiri.saya yakin itu…mereka sengaja komentar untuk membingungkan kita sebagai muslim agar kita terus bertikai artinya itu adalah hasutan terselubung non muslim dalam hal ini adalah kristen dan yahudi…..kalau mereka ahmadiah asli pasti gak mau komentar tentang ini sebab jelas jelas kitab dan nabinya berbeda dengan kita ….heheheh awas ah jangan terpropokasi ……..islam ya islam bung….ahmadiah ya ahmadiah atuh hehehehehe…….kalau mengaku ajarannya sama sekali lagi yang comen bukan ahmadiah titik

  148. Boy Jakarta permalink
    9 Februari, 2011 10:04 am

    Udah jelas Ahmadiyah, ya jadilah si ajaran ahmad bukan bukan NABI MUHAMMAD kita.
    Ya udah jelas mereka bukan moeslim.

    Ya penyebarannya pas jaman penjajahan kan, Inggris, Belanda.
    Buat apa ujung2nya mengarah ke ajaran yang mirip dengan kebiasaan ajaran kristen.

    Udah jelas kok mereka bukan moeslim, jadi yang menyuplai ahmadiyah jangan ganggu agama islam yang murni, udah jalanin aja agama kalian, apa sudah lulus sampai selesai membaca kitab kalian.

    Ujung-ujungnya juga penggerak ahmadiyah orang2 yang tidak beragama dan yahudi.
    tapi intinya sekarang target ahmadiyah menyerang ketentraman dan kenyamanan islam di indonesia.

    Jangan2 yang suka bom bunuh diri si ahmadiyah yang mengaku2 islam lagi. kan dah jelas bunuh dirih haram. wah perlu di curigai nih ahmadiyah, jangan2 penggerak teroris yang terjadi di indonesia lagi, mungkin yang diluar indonesia juga mereka.

  149. musthafa permalink
    6 Maret, 2011 2:04 am

    sebagai bahan perbandingan coba baca artikel dari blok
    http://moslemsunnah.wordpress.com/2011/02/11/kitab-tadzkirah-dan-kesesatan-di-dalamnya/

  150. ouldamry oulmahfuld permalink
    16 Desember, 2011 3:35 pm

    PERBEDAAN AKIDAH DAN KEPERCAYAAN

    Perbedaan akidah dan kepercayaan agama di dunia ini memang selalu mewarnai keadaan sepanjang masa. Dan dalam hal itu manusia bebas serta berhak penuh memilih akidah dan kepercayaan yang sesuai dengan keyakinannya, dan dapat mendasarkan keselamatannya pada pandangan-pandangan yang disukainya.
    Akan tetapi kepada siapapun tidak dapat diberi hak untuk berusaha memaksa orang lain mengakui akidahnya atau mengatur amal perbuatannya berdasarkan kepercayaan-kepercayaan yang mengajarkan kezaliman. Sebab manakala cara itu ditempuh, pasti akan lambat laun menimbulkan rangkaian kerusuhan-kerusuhan yang tiada berakhir.
    Satu-satunya jalan untuk menghilangkan perbedaan-perbedaan sampai batas kemungkinan atau untuk menyebarkan kebenaran-kebenaran ialah bahwa pandangan-pandangan masing-masing disampai-kan kepada satu sama lain dalam suasana aman dan damai dengan membersihkan diri dari segala macam kefanatikan dan harus ada usaha untuk memahami pandangan orang-orang lain dengan sejujur-jujurnya dan dengan sikap yang tidak berat sebelah.
    Semakin dalam perbedaan pendapat semakin dalam pula diperlukan tenggang rasa, pengendalian diri, dan ketabahan dalam mencapai saling pengertian. Dan dalam pertentangan yang bagaimana pun memuncaknya, senantiasa harus sadar akan kejujuran dan tidak melepaskan hubungan kesetiakawanan, toleransi dan rasa persaudaraan yang mendalam lalu berusaha mengendalikan diri dari gejolak emosi serta dari slogan-slogan antipati dan permusuhan.
    Akan tetapi dengan menyesal sekali terpaksa harus dikatakan bahwa seperti banyak negara di kawasan Timur termasuk di negara Republik Indonesia suasana jernih dan keamanan negeri kita kurang memadai. Bagaikan kuda yang kurang terlatih tersentak oleh sedikit isyarat pacuan lalu segera melompat jauh meninggalkan semua garis ketentuan yang telah diatur (melanggar hukum), hal ini dapat dilihat pada peristiwa berdarah di Cikeusik-Pandegelang, baru-baru ini, yang menewaskan beberapa orang dan puluhan luka-luka dari Jemaat Ahmadiyah Indonesia.
    Kita pun demikian dalam percakapan yang kontroversial tidak dapat mengendalikan diri lantas melonjak keluar dari batas-batas etika/moral dan rambu-rambu hukum yang semestinya.
    Sejarah kehidupan manusia memang diseret-seret melalui debu dan darah. Sejak hari dan saat bila Qabil membunuh saudaranya Habil, sampai hari ini demikian banyak darah telah mengalir tanpa hak sehingga jika darah itu dikumpulkan maka hari ini darah itu cukup untuk mewarnai pakaian seluruh manusia penduduk persada bumi ini. Bahkan mungkin sisa darah itu akan cukup memerahi pula pakaian hingga keturunan kita yang akan datang. Tetapi disesalkan bahwa hingga hari ini manusia tidak pernah merasa puas minum darah.
    Terbunuhnya Habil di tangan Qabil merupakan darah pertama yang tidak berdasar hukum yang telah disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai peringatan bagi kita umat pengikut setia Nabi Muhammad saw. untuk selama-lamanya, dan peringatan ini akan terpelihara seterusnya hingga berakhirlah lembaran sejarah hidup manusia dan bila bumi ini akan tergulung habis. Akan tetapi bila manusia memperhatikan kembali latar belakang sejarah hidupnya lalu sejenak meninjau keadaan sekelilingnya dalam dunia hari ini maka timbul pencelaan menusuk-nusuk dalam hatinya seperti pecahan-pecahan kaca. Sebagaimana dahulu manusia zalim hari ini juga manusia tetap zalim. Sebagaimana dahulu ia kejam, sekarang pun kejam. Kisah kezaliman amat panjang dan bab-bab kisah itu tak kunjung berakhir. Dan haus darah yang bergolak di hati Qabil dahulu, sekarang pun bisa bergolak dalam berbilang dada manusia merupakan bara api yang walaupun beribu tahun lamanya disirami tetap tidak pernah mendingin.
    Contoh pembunuhan secara perseorangan pun tiada terhitung banyaknya. Contoh-contoh peristiwa berdarah secara kelompok dan kaum pun tak terhingga banyaknya dan adalah bagaikan gelombang lautan yang tiada hentinya bergerak dari suatu sudut bumi ke sudut bumi yang lain menyerbu penghuninya. Gerombol demi gerombol dan pasukan demi pasukan lasykar keluar dari kubu-kubu menyerbu kelompok yang dianggapnya berbahaya. Kaisar pun telah menumpahkan darah seprti juga Kisra. Tangan Iskandar Agung dan Nero juga berlumuran darah. Tangan Hulaku dan Jengis Khan pun ketika menghancurkan Baghdad telah memerahi lembaran sejarah sampai hari ini.
    Darah terkadang ditumpahkan demi kehormatan dan kemuliaan nama dan terkadang dialirkan berdasar pada rasa dengki dan balas dendam. Terkadang pula dialirkan, karena memperebutkan rezki, dilakukan oleh kaum-kaum yang lapar maupun semata-mata karena ketamakan. Dan sering raja-raja atau pemerintah yang lalim terdorong oleh nafsu menguasai dunia dan pemerintahannya. Dan sering juga pertumpahan darah terjadi dilakukan atas nama Tuhan, dan agama dipakai topeng untuk menumpahkan darah manusia dengan amat kejam. Semuanya itu telah terjadi dan sekarang pun sedang terjadi. Dan apabila manusia merenungkan kembali perilakunya maka sering hatinya merasa putus asa lalu bertanya kepada dirinya, untuk itukah manusia diciptakan di dunia ini ? Ada satu agama yang padanya bertumpu harapan akan mengajarkan manusia menjadi manusia beradab, namun jubah agama itu pun nampak berlumuran darah.
    Persoalan demikian timbul dalam hati secara wajar dan tiba-tiba pikiran manusia melayang ke peristiwa Adam yang tersebut dalam Al-Qur’an. Al-Qur’an menjelaskan peristiwa itu dengan firman-Nya:
    ät~Y gR.% ã ãqeä] Ú ÖZ~f5L<vã ð gQä- 3 ã Öbzfjfe cæ< dä] :ã p
    Úce @9^m p !9j2æ 3çBm o@pÙ xäi9eã cZB} p ät~Y 9BZ} oi
    ê AlqjfR% v äi kfQã 3ã dä]
    “Dan ingatlah saat itu ketika Tuhan engkau berkata kepada para malaikat, ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi’, berkata mereka, ‘Apakah Engkau akan menjadikan di dalamnya orang yang akan membuat kerusuhan didalamnya dan akan menumpahkan darah? Padahal kamilah orang-orang yang bertasbih sambil memuji Engkau dan kamilah orang-orang yang menguduskan Engkau.’ Berkata Dia (Allah), Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (Al-Baqarah: 31)

    Setelah sepintas lalu membaca percakapan antara Allah dengan malaikat itu manusia menjadi terjerumus kedalam kebingungan karena apabila ia memperhatikan sekelumit sejarah perkembangan agama, nampaknya malaikatlah yang benar dalam pertanyaannya. Dan manusia mulai berpikir bahwa seandainya malaikatlah yang benar, mengapa Allah menolak musyawarah mereka? Dan mengapa menolak pula keberatan atas pengangkatan khalifah paling muliaNya, ialah Nabi Mulia Muhammad Mustafa saw. Di satu pihak apabila kita mempelajari sejarah perkembangan agama di bagian dunia mana pun, apakah di bagian utara atau di bagian selatan, apakah di bagian timur atau bagian barat, maka kita dapat mengetahui tidak sedikit manusia secara perorangan atau golongan yang mengatasnamakan agama melancarkan perbuatan-perbuatan demikian terkutuk dan tercelanya sehingga setiap orang yang membacanya pasti gemetar dan berdiri bulu-bulu romanya. Dan saat itu dengan perasaan hampa kecewa dalam hati terbayang berbagai pikiran ungkapan sebuah sya’ir :
    “Mereka yang tadinya diharapkan akan mengobati penderitaan kita, mereka itu terbukti lebih menderita dari pada kita.”
    Agama yang dapat diharapkan akan menyelamatkan manusia dari kerusuhan serta penumpahan darah di bumi, justru agama itu sendiri dinodai dengan lumuran darah manusia.
    Di lain pihak apabila manusia memperhatikan keputusan mutlak Allah swt., bahwa agama didirikan bukan sekali-kali bermaksud menciptakan kerusuhan dan penumpahan darah di dunia, dan bahwa timbulnya pikiran ini akibat kurangnya ilmu serta pandangan yang tidak beralasan sama sekali, maka meskipun keheranan itu tidak berkurang namun dalam kegelapan itu timbul satu sinar harapan. Lalu manusia melihat keputusan Allah Ta’ala ini dengan takjub bercampur gembira bahwa khalifah sejati yang diragukan malaikat akan mengadakan kerusuhan di atas bumi itu justru dialah yang mendapat kedudukan yang tertinggi sebagai Muslih Agung di sisi Allah dan nama agamanya ialah “Islam” artinya, “Agama keselamatan, keamanan, dan perdamaian.”
    Akan tetapi pertanyaan masih tetap timbul bahwa meskipun jelas telah diakui keputusan dari Zat Yang Mahagaib itu benar adanya dan semua dugaan yang lain salah, namun di mana letaknya tempat itu bila pandangan yang menyelidiki sejarah agama terantuk pada kenyataan yang bertentangan, dan di mana letaknya kesalah fahaman yang karenanya golongan anti agama selalu mencela bahwa agama itu mengatasnamakan keamanan mengajarkan kerusuhan dan mengatas-namakan keselamatan mengajarkan penumpahan darah yang tak beralasan.
    Al-Qur’an secara halus menyoroti kesalahfahaman ini dan menjelaskan berulang kali dengan menyebutkan fakta-fakta sejarah agama-agama bahwa semua perbuatan aniaya yang dilakukan atas nama agama-agama pada umumnya adalah selalu timbul dari orang-orang yang sebenarnya tidak beragama atau menjadikan agama hanya sebagai topeng, serta agama-agama yang dianutnya mengalami erosi (kerusakan) karena tidak bertanggung jawab atas ajaran agama yang dianutnya serta hatinya sendiri telah kosong dari kesucian rohani, kering dari rasa sayang dan kecintaan kepada semua makhluk dan kosong dari gaya dan selera hidup hakiki. Maka yang nampak hanyalah takabur, congkak, ria dan kezaliman. Menisbahkan perbuatan-perbuatan buruk pemimpin-pemimpin agama semacam itu kepada agama sendiri merupakan kezaliman besar kepada agama. Yang sebenarnya ialah bahwa Tuhan sebagai sumber Rahmat tidak pernah mengajarkan kepada pengikut agama mana pun untuk menganiaya hamba-hamba-Nya yang lain.
    Al-Qur’an telah mengemukakan beberapa contoh sejarah dunia dan dengan demikian merobah pola gambar yang sebenarnya sehingga yang menuduh itu sendiri menjadi tertuduh. Sebagai tolok ukur, Al-Qur’an mengemukakan sejarah permulaan para Nabi, kemudian kerap kali mengemukakan sejarah hidup serta perkembangan para pengikut (Jemaah/Jemaat) Nabi-Nabi sebagai dalil bahwa jika seandainya agama itu menjadi sumber kezaliman, maka seharusnya pemimpin atau pembina agama itu sendirilah yang paling penganiaya atau para pengikut agama yang telah menganut ajaran pemimpin agama itu sendirilah terbukti sebagai zalim. Sebab, dari para pemimpin itulah mereka mengambil contoh dan pelajaran untuk membina akhlak dan perbuatan mereka. Yang menjadi tolok ukur bukanlah orang-orang yang lahir jauh kemudian, atau mereka yang sudah memang mewarisi agama di masa ketika agama itu sendiri rusak karena kemerosotan akhlak manusia sendiri lalu menuruti kemauan sendiri dan mengancurluluhkan agama.
    Sejarah agama yang dikemukakan oleh Al-Qur’an selalu memperlihatkan gambaran kepada kita bahwa selalu ada saja kezaliman atas nama agama tetapi kezaliman itu selalu dilakukan oleh pihak yang tidak beragama atau yang tidak menyukai orang yang beragama. Tindak kekerasan selalu ada saja atas nama Tuhan tetapi kekerasan itu dilakukan oleh orang-orang yang tuna dari konsep wujud Tuhan yang hakiki. Al-Qur’an menuturkan kejadian Nabi Nuh a.s. bahwa ketika Nabi Nuh diperintahkan menyeru dunia datang kepada petunjuk dan untuk berbuat baik, bukanlah Nabi Nuh yang berbuat aniaya tetapi yang berbuat aniaya adalah mereka yang buta agama. Di dalam Al-Qur’an Allah swt., menjelaskan bahwa orang-orang setelah mendengar seruan Nabi Nuh a.s berkata :

    “Sekiranya engkau tidak berhenti, ya Nuh niscayalah engkau ekan termasuk orang-orang yang dirajam.” (As-Syu’ara : 117)

    Di sini Al-Qur’an bermaksud mengemukakan kenyataan bahwa teror yang dilancarkan dengan dalih agama sebenarnya selalu ditujukan kepada para penganut agama yang benar dan bukanlah para penganut agama yang benar berbuat aniaya. Kemudian sesudah Nabi Nuh a.s. bangkit pula Nabi Ibrahim a.s. mengimbau dunia menuju jalan kebenaran dengan damai, cinta kasih, simpati dan budi luhur beliau. Tangan Nabi Ibrahim tidak menggenggam pedang, tidak ada senjata kekerasan apa pun, tidak ada sarana kekerasan apa pun. Tetapi apa sesat, pelecehan, itulah tuduhan yang dilemparkan pemimpin-pemimpin golongan yang tidak beragama kepada Nabi Nuh seperti kepada Nabi Ibrahim juga, dikatakan mereka :
    cnj-< v u&n% ke oze
    “Jika engkau tidak melepaskan kepercayaan agamamu dan tablighmu maka kami akan melemparimu dengan batu sampai kamu binasa.” (Maryam : 47)

    Ancaman ini telah diberikan oleh Azar terhadap Nabi Ibrahim as. Sekarang lihatlah, kata-kata yang dipergunakan orang-orang yang tidak beragama di zaman Nabi Nuh a.s. kata-kata itu pulalah yang dipergunakan orang-orang yang tuna agama kepada Nabi Ibrahim pada zamannya. Mereka dihina, diolok-olok pula dan dianiaya seperti orang-orang sebelum mereka. Namun Nabi Nuh serta pengikutnya tetap bersabar mempertahankan pendirian mereka. Hal yang sama juga dilancarkan kepada Nabi Ibrahim dan para pengikutnya. Untuk Nabi Ibrahim bukan saja api fitnah dinyalakan bahkan betul-betul beliau dilemparkan hidup-hidup ke dalam kobaran api.
    Para penentang Nabi Luth yang buta hakikat agama pun memakai nama agama untuk melancarkan penganiayaan terhadap Nabi Luth dan para pengikutnya lalu memberikan juga ancaman-ancaman serupa. Para penentang nabi Luth mengancam akan mengusir beliau dari negerinya kemudian berulang kali menyerang, mengancam, dan menakut-nakuti agar beliau berhenti dari kegiatan tabligh agamanya. Para penentang Nabi Syu’aib pun melakukan tindakan serupa itu dan mereka berkata:

    “Wahai Syu’aib! Pilihlah antara dua hal, kamu bersama pengikutmu akan diusir dari negeri ini atau kembalilah ke dalam agama kami. Jika tidak, kami akan melancarkan serangan lalu menyiksa kamu serta pengikutmu. Kamu harus mengubah perilakumu. Oleh sebab itu kami berikan kesempatan untuk meninggalkannya. “A walau kunna kaarihiin?” Nabi Syu’aib berkata, “Sekali pun hati kami tidak membenarkan agama kamu?” (Al-A’raf : 88)

    Apakah dengan cara macam ini dapat dibuat seseorang beriman dan mengikuti sesuatu agama padahal hatinya meyakini bahwa agama itu palsu? Dan jika hati ingin lari dan mencari agama yang damai dan mengajarkan kebenaran, apakah dapat dia dipaksakan supaya melawan kata hatinya dan fitratnya ia memeluk agama yang tidak dapat memberikan kepada hatinya ketentraman?
    Jawaban Nabi Syu’aib yang menolak faham “qatli murtad” (menghalalkan pembunuhan bagi orang yang dituduh murtad) berisikan satu dalil yang begitu kokoh-kuat laksana karang sehingga tidak dapat dibantah oleh siapa pun hingga saat ini sebab hati dan akal tiap manusia selalu menjadi saksi, bahwa belum pernah dan tidak akan pernah kebenaran hati nurani dapat ditaklukkan dengan kekuatan pedang apa pun. Kendatipun pedang itu dapat menguasai daging dan tulang tetapi akal, perasaan, dan akidah tidak dapat digoyahkan atau dipaksa. Karena, ini adalah suara kata hati nurani manusia yang tidak dapat dirobah dan dasar fitrat yang telah dianugerahkan kepada Adam. Manusia yang terakhir di dunia ini pun akan mati atas dasar fitrat itu. Suara fitrat insani itu tidak dapat dituduh murtad dan wajib dibunuh oleh pemimpin-pemimpin yang buta agama, suara hati nurani mereka akan tetap mengumandangkan kebenaran, “Apakah kamu memaksakan kami beriman kepada i’tikad-i’tikadmu yang rusak sedang hati kami sedikit pun tidak tertarik kepadanya?” Tetapi sangat disesalkan bahwa dari dahulu orang-orang yang buta agama selalu memusuhi nabi-nabi beserta pengikut mereka lalu memberi fatwa murtad serta wajib dihukum mati dan menciptakan cara kezaliman yang mencemari citra kemanusiaan.
    Kemudian camkanlah bahwa sejarah Nabu Musa a.s., dan para pengikutnya pun mengalami perlakuan demikian dan Fir’aun pun mengatakan apa yang telah dikatakan pemimpin-pemimpin gadungan kaum-kaum sebelumnya. Dan seperti cara penganiayaan dari para kaum terdahulu terhadap nabi-nabi mereka, demikian juga Fir’aun memerintahkan kepada kaumnya:

    “Hai para pengikutku! Hancurkanlah kaum dan para pengikut Musa dengan cara kekerasan dan bunuhlah anak-anak lelaki mereka, lalu biarkanlah hidup anak-anak perempuan mereka!” (Al-Mu’min:25)
    Alhasil, lihatlah bahwa atas nama agama tindakan kekerasan serta pembunuhan seperti itu tidak pernah dilakukan oleh para jemaah/ jemaat pengikut Nabi tetapi selalu oleh penentangnya, sedangkan nabi serta pengikutnya menjadi sasaran penganiayaan. Kemudian sesudah Nabi Musa a.s. begitu juga dialami oleh Nabi Isa a.s., sehingga musuh-musuh menangkap beliau lalu berusaha membunuh beliau di atas tiang salib dan para pengikut-setia beliau pun ditimpa berbagai penganiayaan kejam. Jadi rangkaian penganiayaan serta perkosaan hak yang berjalan sejak dahulu hingga sekarang atas nama agama dan dikenal sebagai hukuman bagi orang yang dianggap murtad, sama sekali tidak tercantum dalam kitab-kitab samawi. Maksudnya adalah bahwa ajaran semacam itu tidak mendapat dalam kitab-kitab yang diturunkan Allah swt., kepada nabi-nabi. Jika sesudah wafatnya para Nabi, di masa ratusan tahun kemudian orang-orang khianat mengadakan perubahan dalam teks kitab itu atau menambah ajaran yang membolehkan kezaliman, karena dorongan nafsu mereka, maka kitab-kitab samawi tidak dapat disalahkan.
    Al-Qur’an telah mengemukakan bukti yang nyata berdasarkan fakta-fakta sejarah agama yang tak dapat dipungkiri bahwa para nabi; serta jemaah/jemaat pengikut mereka yang mukhlis adalah golongan manusia yang paling banyak menjadi sasaran penganiayaan. Tetapi mereka menerima segala kezaliman itu dengan sabar dan istiqomah, semata-mata karena Allah. Sesudah membaca sejarah ini, siapa pun, biar bagaimana pun kurang akalnya, tidak dapat mengatakan bahwa kezaliman tetap diizinkan oleh agama terhadap mereka yang meninggalkan suatu agama secara menarik masuk ke dalam agama lain. Jika mereka sendiri yang mengajarkan demikian, maka bagaimana boleh jadi bahwa hanya semata-mata karena seseorang meninggalkan sesuatu agama memasuki agama lain lantas terhadap dia dibenarkan melakukan suatu bentuk kekerasan dan penganiayaan? Dari Al-Qur’an juga dapat kita ketahui bahwa bukan haknya terhadap jemaah/jemaat nabi-nabi bahkan sesudah mereka juga para pengikut mereka yang sesudah ratusan tahun berlalu pun dianiaya oleh orang-orang zalim pada zamannya dengan mengatasnamakan agama. Tetapi perbuatan mereka itu tidak mendapat ridha dan restu Ilahi dan kezaliman semacam itu terlalu asing dan jauh dari agama. Sehubungan dengan itu Al-Qur’an mengemukakan “Ashhabul Kahfi” sebagai misal. Mereka itu adalah orang-orang Kristen yang selama tiga abad menjadi sasaran penganiayaan musuh-musuh Kristen. Mereka begitu dianiaya dan disiksa sehingga bila teringat akan peristiwa sadis itu siapa yang tidak dapat menahan cucuran air mata. Kita sebagai Muslim tentunya diantara kita telah menyaksikan bangunan-bangunan tempat orang-orang Kristen pernah dipenjara dan disiksa. Bangunan-bangunan itu disebut “Collisium.” Di zaman Romania purbakala, tempat-tempat itu merupakan teater-teater yakni tempat- tempat tontonan. Di tempat-tempat itu diadakan adu kekuatan antar gladiator-gladiator atau singa-singa dan banteng-banteng.
    Tempat-tempat tontonan itu dijadikan sarana untuk menyiksa orang-orang Kristen. Di satu pihak di dalam kandang-kandang itu ditempatkan singa-singa dan binatang-binatang buas yang sengaja dibiarkan lapar tanpa diberi makan berhari-hari, sedang di lain pihak mereka menempatkan orang-orang Kristen yang dituduh murtad atas fatwa ulama-ulama mereka karena keluar dari agama tradisi mereka dan masuk agama baru.
    Jadi dalam penjara itulah “orang-orang murtad” disekap dan dibiarkan lapar dalam keadaan telanjang dan berhari-hari tidak diberi makan dan minum sehingga berdiri pun mereka tidak sanggup lagi karena lemahnya. Kebalikannya, binatang-binatang buas yang lapar dan haus menjadi tambah buas lalu dilepas masuk penjara dengan amat mengerikan dan menerkam mangsanya. Tentu saja binatang-binatang buas itu melahap mereka sampai tulang-tulangnya pun habis dikunyahnya. Itulah tontonan yang mereka saksikan dengan sorak-sorai karena gembiranya bahwa itulah hukuman bagi orang-orang yang murtad. Setelah itu mereka kembali ke rumah dengan berseri-seri meneriakkan slogan-slogan kemenangan karena telah menumpas fitnah dengan cara mengenaskan, yaitu, menganiaya orang-orang yang dituduh murtad dan sesat.
    Kadang-kadang mereka melepaskan kawanan banteng liar yang sudah sangat menderita karena kelaparan. Lalu binatang itu seolah-olah menjadi gila menyaksikan lingkungan yang asing bagi mereka serta menyaksikan pemandangan yang aneh adanya manusia yang begitu banyak itu. Dan bila orang Kristen yang sedang dianiaya itu maju ke arah banteng-banteng itu maka dengan mata merah berlumur darah dan suara nafas mendengus, hewan-hewan itu menerkam, menanduk, dan menginjak-injak mangsa mereka di bawah kaki mereka. Bersama suara dan nafas mendengus itu kedengaran juga jeritan tangis manusia yang mengerikan di tengah gemuruh sorak-sorai penonton.
    Tetapi di tengah amukan binatang dan hewan buas itu orang-orang mukmin itu tetap memperlihatkan keteguhan pendirian mereka. Mereka pantang mundur, menyerahkan jiwa dimakan singa dan binasa ditanduk banteng-banteng.
    Penganiayaan ini terus-menerus berlangsung dari masa ke masa selama tiga abad sampai pada akhirnya ketika para pengikut Kristen merasa tidak ada lagi bagi mereka tempat berpijak di atas bumi ini, saat itulah mereka melarikan diri dari kota, mencari perlindungan di gua-gua di bawah tanah. Dalam gua-gua itu mereka merasa lebih aman tinggal di tengah-tengah cacing-cacing, ulat-ulat, dan ular; namun di atas permukaan bumi tidak ada lagi tempat bagi mereka hidup di tengah-tengah manusia, sebab bahaya binatang-binatang kejam yang berjubah adalah jauh lebih besar daripada bahaya binatang-binatang melata dalam tanah (gua).
    Selain dari “Ashhabul Kahfi” yang bermukim di bawah tanah, Al-Qur’an juga menyinggung kaum Muwahid Kristen di zaman permulaan yang hidup di bawah tindasan pemerintahan orang-orang yang tidak beragama, tetapi dengan dalih agama, menyiksa serta menganiaya dengan melemparkan kaum Muwahid itu hidup-hidup ke dalam api yang sedang menyala-nyala hanya oleh sebab mereka beriman kepada Tuhan Yang Maha Perkasa dan Maha terpuji. Al-Qur’an menjelaskan hal itu sebagai berikut dalam surat Al-Buruj:

    “Demi langit yang mempunyai gugusan binatang-binatang dan demi hari yang dijanjikan, dan sang saksi dan ia yang diberi kesaksian. Terkutuklah pembuat parit api yang dinyalakan dengan bahan bakar ketika mereka duduk di dekat api itu. Dan mereka menjadi saksi atas apa yang dilakukan mereka terhadap orang-orang mukmin. Dan mereka tidak menaruh dendam terhadap mereka itu melainkan hanya karena mereka beriman kepada Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji. Dzat Yang kepunyaan-Nya kerajaan seluruh langit dan bumi, dan Allah menjadi saksi atas segala sesuatu.” (Al-Buruj: 1-9)
    Sebagai dalil bahwa mereka yang senantiasa menganiaya dengan bertopeng agama, sebenarnya mereka sendiri tidak beragama, Al-Qur’an mengemukakan satu bukti yang tidak dapat ditolak, ialah, bahwa orang-orang zalim itu menghalangi manusia untuk beribadah kepada Tuhan dengan memakai nama Tuhan pula. Sedang kezaliman semacam ini lebih menyakiti orang-orang mukmin daripada segala penderitaan jasmani. Allah swt, berfirman dalam Al-Qur’an:
    ujAã ät~Y =a ;} lã êã 9.Bi Sni oji kfÎã oip
    Úätæã=5 ò ûRAp
    “Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalangi nama Allah disebut di mesjid-mesjid-Nya dan berusaha merusaknya?” (Al-Baqarah:114).
    Ringkasnya Al-Qur’an secara halus membantah tuduhan terhadap agama sebagai pelaku kezaliman. Kendatipun membenarkan bahwa di dunia ini telah terjadi kezaliman-kezaliman amat keji atas nama agama, namun Dia sama sekali membersihkan pengikut-pengikut sejati dari tindak-tindak keaniayaan.
    Semua gambaran tersebut ini adalah kisah perilaku orang atau golongan manusia terhadap nabi-nabi masa lampau ketika manusia masih diliputi alam kegelapan dan cahaya Ilahi pun belum menampak sepenuhnya. Tetapi pada waktu cahaya kebenaran itu telah lahir dengan sempurna ketika matahari-kebenaran muncul dari ufuk jazirah Arab, juga orang-orang zalim yang buta agama pun ternyata masih tidak mengubah haluan perilaku mereka.
    Tatkala penghulu agung dunia yang didambakan seluruh anak-cucu Adam sejak beribu-ribu tahun dan nabi-nabi yang berjumlah banyak sekali (bahkan satu riwayat jumlah nabi-nabi yang tidak diketahui mencapai 124.000 orang). Nabi-nabi itu telah merintis jalan bagi kehadiran Beliau saw, serta demi Beliaulah dunia dan alam raya ini diciptakan Tuhan, pembawa syari’at yang lebih marak dari semua syari’at lainnya. Ia adalah mahkota manusia dan segala makhluk ciptaan Allah, pengejawantah (manifestasi) jalal dan jamal Ilahi, yang paling maksum (bersih dari segala noda) dari antara semua nabi. Tetapi ketika Beliau saw lahir ke dunia maka beliau dijadikan sasaran fitnah dan penganiayaan. Bahkan kezaliman dan keaniayaan yang ditimpakan kepada beliau tidak ada taranya dalam sejarah dunia.
    Semua derita yang telah dialami para nabi dan pengikutnya dahulu dalam situasi dan zaman yang berbeda, keseluruhannya telah tertimpa pada dan dialami oleh seorang nabi (Nabi Muhammad saw) dan umat serta para pengikutnya. Mereka diikat, dalam keadaan tak berbusana, lalu ditarik di atas pasir yang panas membara di bawah sinar matahari terik. Ada pula yang dipinggangnya diikatkan batu. Mereka diseret-serat, dalam keadaan diikat tali, keliling lorong-lorong kota Mekkah seperti hewan-hewan yang tak bernyawa. Bertahun-tahun mereka di boikot serta diputuskan hubungan mereka dengan keluarga dan masyarakat lainnya. Mereka dibiarkan lapar dan haus berhari-hari dalam penderitaan lahir dan batin. Kadang-kadang mereka disekap di dalam kamar gelap seperti tahanan dalam penjara. Ada yang dirampas hak dan semua hartanya. Ada yang diusir lalu dipisahkan dari istri atau suaminya. Wanita-wanita hamil dinaikkan di atas punggung unta, lalu unta dibuat berlari sehingga wanita itu jatuh lalu ditertawakan oleh mereka. Dengan cedera itu ia meninggal dunia. Ketika dalam keadaan sujud tengah sembahyang dilempari isi-perut unta. Mereka diarak dengan suara gemuruh caci-maki di pasar dan di lorong-lorong. Dipandang hina dan rendah lalu dilempari batu di mana saja mereka lewat hingga darah suci mengalir di lorong-lorong kita Thaif. Ada yang diberi makan racun. Dikobarkan api peperangan lalu bagaikan hewan-korban leher mereka dipancung dengan ayunan pedang. Mereka dihujani dengan batu dan anak panah. Tanah gunung Uhud menjadi saksi mengenai penganiayaan yang dilakukan oleh orang-orang kejam dan bengis sehingga gigi wujud yang paling suci di alam raya ini copot.
    Sesungguhnya, penumpahan darah yang tak ada taranya itu tidak lain, dilakukan dengan dalih agama, hanya karena mereka berkata, “Rabbunallahu” bahwa “Tuhan kami tiada lain selain Allah.” Dan dengan dalih agama ini penumpahan darah dilakukan oleh musyrikin Mekkah tiada lain hanya karena orang-orang mukmin itu dianggap mereka murtad.
    Dalam sejarah dapat kita ketahui bahwa kaum musyrik Mekkah menamakan Nabi Muhammad saw, serta para pengikut beliau “Sabi”. Sabi dikatakan kepada orang-orang yang meninggalkan agama kebiasaan nenek-moyang lalu memeluk agama baru. Oleh karenanya untuk menumpas fitnah murtad (naudzu billah min zalik) itu mereka menempuh segala usaha yang telah dipergunakan oleh penentang-penentang agama nabi-nabi terdahulu. Suatu masa yang panjang penderitaan ini berjalan terus dilakukan oleh orang-orang yang menentang agama terhadap para pemikul panji agama bahkan terhadap kaum yang telah menjadi bulan dan matahari di langit agamawi dan telah mencapai puncak evolusi semua agama, sehingga meraih martabat-martabat setinggi-tingginya dan lebih dari itu tidak ada lagi martabat lain. Agama itu telah melahirkan satu kaum yang serupa itu belum pernah diciptakan oleh agama sebelumnya dan tidak mungkin ada kaum yang melebihi mereka sesudahnya di dunia ini. Tetapi suatu keistimewaan yang maha tinggi ialah akhlak serta kesabaran yang dianugerahkan oleh Allah swt. Kepada nabi itu. Oleh karena dalam menghadapi taufan tantangan yang begitu gencar beliau telah membuktikan daya tahan luarbiasa serta kesabaran dan keluwewan yang mengagumkan. Dengan ketahanan derita dan pengorbanan dan kucuran darah beliau membuktikan bahwa setiap penganiayaan serta kerusuhan itu timbul bukan dari pihak orang dan golongan yang beriman melainkan dari pihak yang menentang.
    Tidak hanya sampai di situ bahkan sesudah memperagakan sifat sabar yang tiada tara bandingnya dinampakkannya pula kecintaan dan sifat kasih-sayang, kemurahan hati dan pemberian maaf demikian sempurnanya sehingga akan manusia kagum menyaksikannya dan bertanya-tanya kepada dirinya siapa orangnya dan bagaimana mencapai kedudukan-kedudukan begitu tinggi itu. Hal ini terbukti ketika pertolongan Allah yang dijanjikan telah tiba dan kaum kafir Mekkah telah bertekuk-lutut kepada Beliau saw, ketika di bawah kemilau pedang-pedang terhunus sepuluh ribu wujud suci badan orang-orang Arab yang haus darah itu bergemeteran oleh karena takut atas kemungkinan tindakan balas dendam, maka tiap-tiap batu ubin tanah Mekkah menjadi saksi atas kejadian ajaib bahwa ketika terjadi hari kemenangan yang dikenal dengan “Fatah Mekkah” (kemenangan Mekkah), Rasulullah saw. mengumandangkan “amnesti” besar dengan perkataan, “Bahwa pada hari ini segala kesalahanmu dan segala dosamu telah dimaafkan sama sekali.” Segala dosa orang yang paling banyak berbuat kesalahan pun telah dimaafkan. Mereka yang telah menganiaya dengan menyeret-nyeret orang yang tidak berdaya di atas pasir di bawah terik matahari pun dimaafkan. Mereka yang telah menghujani batu kepada wujud suci dan para pengikutnya pun diberi ampun. Pembunuh, pembuat onar, pengkhianat, adn penyamun pun dimaafkan. Orang berdarah dingin yang telah mengoyak dada dan mengeluarkan jantung orang yang tidak berdosa pun telah dimaafkan.
    Sebenarnyalah sekiranya segala peristiwa dalam sejarah seluruh agama mulai dari Adam a.s. sampai kepada masa kebangkitan Rasulullah saw. dihapuskan, kemudian dari wafat Beliau saw. hingga hari ini pun ditiadakan, maka sejarah kehidupan Junjungan kita Muhammad saw, selama 23 tahun yang relatif singkat itu cukup membuktikan hakikat yang sebenarnya, bahwa agama sama sekali tidak mengajarkan penganiayaan, penindasan, kekerasan hati, dan kebencian. Bahkan sebaliknya, agama mengajarkan kasih-sayang, kesabaran, dan kemurahan hati.

Trackbacks

  1. Ahmadiyah dan MUI Akurrrr.. « Phinisi
  2. Solusi Ahmadiyah: 7 agama di KTP | Ardee’est Thing in My Life

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: