Skip to content

DONGENG KITA dan ALAM

27 Januari, 2008

Kutemukan “kataku” diantara kepakan SAYAP

Dongeng Kita dan Alam
Oleh : DG. LIMPO

seorang laki-laki setengah baya
yang wajahnya teduh penuh kasih
berbicara kepada angin
berbicara kepada laut
berbicara kepada gunung-gunung
berbicara kepada hutan-hutan
berbicara kepada binatang dan satwa
berbicara kepada sungai sungai
berbicara kepada hujan
berbicara dengan hatinya

seorang laki-laki lainnya
yang wajahnya penuh gurat nafsu
diam kepada angin
diam kepada laut
diam kepada gunung-gunung
diam kepada hutan-hutan
diam kepada binatang dan satwa
diam kepada sungai sungai
diam kepada hujan
diam dengan hatinya

seorang laki-laki setangah baya lainnya
melihat kehidupan mereka berdua
laki-laki setengah baya
yang berbicara dengan sekelilingnya
hidup dipuncak bukit
dibawahnya mengalir sungai-sungai
mengambil buah-buahan yang segar dan ranum
ditemani harimau dan satwa liar bercanda
dibelai angin yang bertiup semilir
disiram hujan yang menyegarkan alam
dia menikmati surga duniawi
dia yang merawat alam sekitarnya
maka alampun merawatnya

laki-laki setengah baya
yang diam tehadap sekelilingnya
hidup dipuncak bukit yang tandus
semua pohon telah ia tebang
semua satwa telah ia bunuh
angin berhembus menderu
merusak apa yang dilaluinya
hujan lebat turun menghempaskan
kemarahannya
tanah dan bebatuan tak sanggup
menahan kemarahan sang hujan
maka air mencapai puncak bukit
dan sang laki-laki itu
laki-laki yang diam terhadap alam
laki-laki yang diam terhadap hatinya
mati tenggelam karena
tak mendengar suara alam
tak mendengar suara hati

Oh Tuhan …seandainya ia tahu bahwa
hatinya dan alam dapat saling berbicara

(Pekanbaru)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: