Skip to content

Cerpen : Selingkuh berbalas Selingkuh

25 Maret, 2008

Cerpen : SELINGKUH berbalas SELINGKUH
Oleh : DG.LIMPO

livingdotoneindiadotin.jpg

“Masuklah ke rumah !”, ucap Mirna kepada Doni diantara gerimis hujan malam yang turun membasahi tubuh mereka. Saat itu Doni sedang mengantarkan Mirna pulang kembali ke rumahnya usai menonton film di bioskop. Doni bukannya tak ingin, namun hatinya menolak tawaran Mirna fikirannya sedang kalut. Doni takut terbawa suasana ini, sehingga lupa bahwa ada masalah yang belum selesai diantara mereka berdua. Maka Doni menjawab tawaran Mirna, “aku pulang dulu, gak enak sama tetangga udah malam”.

Malam itu Doni tidak bisa tidur, wajah Mirna kekasihnya juga wajah kedua orangtuanya yang tak merestui hubungan mereka bergantian muncul dibenaknya. Mungkin karena gairah cintanya yang membara, sehingga untuk memohon petunjuk kepada Tuhan saja malam itu Doni tak bisa. Bahkan menuruti nasehat orangtuanya saja Doni tak sudi sedikitpun, menurutnya orangtuanya terlalu menyepelekan Mirna. Inikah cinta buta ?, pada akhirnya Doni akan menyadari bahwa perasaannya saat ini hanyalah nafsu ingin memiliki yang membara. Sejak malam itu Doni memutuskan untuk membawa Mirna meninggalkan Bogor menuju ke Madiun dan mereka menikah dirumah pak De Mirna.

Itulah keputusan terbodoh dalam hidup Doni, menikah tanpa persetujuan kedua orangtuanya. Doni ingat betul apa kata ibunya, “Doni…Ibu bukannya tidak suka dengan Mirna, tetapi Mirna itu janda meskipun tidak punya anak dari pernikahan sebelumnya, kamukan masih perjaka. Kamu tidak tahu cerita sesungguhnya mengapa si Mirna cerai dengan suaminya ?. Lagipula kan ada Dewi pacarmu di Bandung yang selalu menelponmu. Apa kamu gak kasian ama si Dewi, dia itu menurut ibu lumayan cantik lho dan juga baik?”. Doni masih mengingat bagaimana Dewi yang mengetahui dirinya telah menikah akhirnya harus malu karena mereka sudah lima tahun berpacaran, bahkan sudah ada rencana untuk menikahi Dewi begitu Doni mendapatkan pekerjaan.

Awal-awal pernikahan mereka adem-adem saja dan semuanya terasa begitu indah, hingga mereka medapatkan seorang anak perempuan. Masalah mulai timbul ditahun yang ketiga, ketika Doni ditinggal Mirna sementara ke Surabaya untuk suatu urusan pekerjaan. Doni diperkenalkan oleh koleganya bernama Jhonnie dengan seorang gadis bernama Dina. Koleganya tersebut adalah seorang supplier yang sengaja menjebak Doni dengan suatu tujuan bisnis, pada akhirnya Jhonnie menjebak Doni dan Dina dalam suatu hubungan perselingkuhan. Enam bulan perselingkuhan itu tidak diketahui oleh Mirna, namun pada akhirnya Jhonnie yang merasa tujuannya sudah tercapai, menyamar sebagai penelepon gelap dan memberitahu Mirna bahwa Doni sedang berada disebuah kamar hotel berdua dengan seorang gadis. Lalu Mirna meluncur kesana dan akhirnya terungkaplah perselingkuhan mereka.

Mirna yang merasa sakit hati, akhirnya mengamuk dan memaki-maki keduanya dihotel tersebut. Dengan langkah gontai Doni pulang bersama Mirna, sejak itu Mirna tidak lagi respek terhadap Doni. Dimulut Mirna memaafkan Doni, namun dihatinya yang terdalam ia ingin membalaskan sakit hatinya. Hingga suatu saat datang kesempatan itu, Mirna berkenalan dengan teman sekantor Doni yang sudah beristri bernama Hasan. Doni tidak tahu bahwa mereka berdua saling menyukai, Doni sering mengajak Hasan kerumahnya makan malam. Sementara menikmati makan malam, Mirna berani mengerlipkan matanya kepada Hasan tanpa sepengetahuan Doni dan Hasan mencari sela agar dapat membalas kerlipan mata Mirna.

Dan disinilah puncak dari neraka rumah tangga mereka, saat Doni ditugaskan di Sumbawa oleh bosnya untuk jangka waktu tiga bulan. Hasan dan Mirna bebas melampiaskan hasrat mereka, dari satu hotel ke hotel lain, dari pulau satu kepulau yang lain. Sementara anak Mirna kadang mereka bawa, kadang ditinggalkan saja dirumah bersama pembantu. Sampai akhirnya menjelang dua minggu kepulangan Doni dari Sumbawa, ia mendapat kabar dari seorang rekannya bahwa rekannya itu melihat Hasan dan Istri Doni memasuki sebuah Hotel di Madiun. Betapa terkejutnya Doni ketika sampai dirumah tidak mendapati Mirna dan anaknya. Ketika Doni menanyakan pada pembantu, kata pembantunya sudah seminggu ini Mirna tidak pulang kerumah. Seperti langit hendak runtuh, Doni merasa pusing ingin marah namun pada siapa. Ia tidak merasa curiga karena seminggu ini, SMS dan teleponnya kepada Mirna tetap dijawab. Sekarang tinggallah Doni meratapi nasibnya yang malang, ditinggalkan oleh istri dan anaknya. Betapa malunya Doni ketika istri Hasan menanyakan kepadanya kemana suaminya ?. Hanya satu yang diingatnya sekarang, memohon maaf kepada Ibunya.

*)Kisah dan nama-nama tokoh yang tercantum dalam cerita ini hanya rekaan saja bukan sesungguhnya.

Gambar diambil dari :http://living.oneindia.in

6 Komentar leave one →
  1. 25 Maret, 2008 7:21 pm

    hikmah yg mungkin diriku mengerti adalah
    cinta sejati itu tak ada tempat untuk orang ketiga
    berbakti kpd ortu
    cinta suci itu hanya pada Allah


    ::dg.limpo
    semoga tetap istiqomah

  2. 25 Maret, 2008 7:50 pm

    cintaku hanya untuk orang tua ku

    ::dg.limpo
    ridho orangtua, sebelum ridho Tuhan

  3. 26 Maret, 2008 12:43 pm

    Oh Mirna yang anak Madiun itu ya?? .. saya pernah di Madiun tiga tahun loh pak .. koq saya ga diundang waktu akad nikahnya??

    *sembunyi dari Daeng Limpo yang bawa badik*

    ::dg.limpo
    maaf tuan erander, si Doni lupa kali ye… 😀

  4. 26 Maret, 2008 2:33 pm

    Mirna siapa sih bang? kenalin dong…

    ::dg.limpo
    tetangge sebelah rumah….😀

  5. 26 Maret, 2008 6:41 pm

    aduh jadi takut kalo punya pacar dia selingkuh
    gimana ni pak?

    ::dg.limpo
    gak ah…inikan cerpen doank, sebenarnya dalam kehidupan nyata sih gak jauh beda, cuman setahu saya yang kayak gini langka. Kebayakan wanita setia demikian juga laki-laki, yakinlah jika anda punya pacar dia pasti setia…kalau gak yakin ngapain dipacari…? 😀

  6. Endeng permalink
    28 Januari, 2012 11:59 pm

    Jadi mesti selingkuh dulu yach bos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: