Skip to content

Hutan Terakhir

26 Maret, 2008

wwwwwforid.jpg

Hutan Terakhir
Oleh : DG.LIMPO

aku
adalah
hutan
terakhirmu
hutan lainnya
telah kau musnahkan
untuk memenuhi tuan target produksimu diujung sana
untuk mengejar tuan target profitmu diujung sini
yang tak pernah merasakan puas dan kenyang
karena nyawanya adalah kapitalisme
perutnya adalah materialisme
lidahnya adalah konveyor
tangannya becho loader
kakinya truk balak
memuatku
tiap hari
memuatku
tiap jam
memuatku
tiap menit
memuatku
tiap detik
mengolahku
jadi kertas
mengolahku
jadi tissue
mengolahku
jadi multipleks
mengolahku
jadi rumah
mengolahku
jadi kursi meja lemari ranjang
lalu siapa
menanamku ??????
aku musnah dan isiku musnah
monyetku musnah, harimauku musnah, gajahku musnah, burung-burungku musnah
biar kita hitung berapa harga monyet berapa harga harimau, gajah dan burung-burungmu
hah ….bagaimana membayar suatu kehidupan yang telah engkau rusak dan musnahkan
semua tak peduli karena aku hanyalah hutan
investasi lebih penting daripada aku karena aku hanyalah hutan
perkebunan lebih penting daripada aku karena aku hanyalah hutan
menyamakan persepsi dulu tentang kerusakakanku ? lelucon apa ini
menyelamatkan aku lebih dulu tidak penting ? karena aku hanyalah hutan
apakah habis dan luluh lantaknya kami belum bisa menyamakan persepsi itu
Selang beberapa tahun kemudian…….
tuan target produksi dan target profit datang menemuiku bersama kaki dan tangannya
mengambilku……………..oh………..inikah persepsi tuan………………

gambar dari : http://www.wwf.or.id

10 Komentar leave one →
  1. 26 Maret, 2008 6:41 pm

    Jadi teringat penebangan liar yang membabi buta dan pembakaran hutan di Kalimantan…😦


    ::dg.limpo
    sebuah contoh kesewenang-wenangan manusia terhadap alam
    😦

  2. 26 Maret, 2008 7:04 pm

    kita juga harus peduli akan lingkungan…

    Terima kasih untuk tulisannya


    ::dg.limpo
    Terima kasih juga atas apresiasinya sobat 😀

  3. 26 Maret, 2008 9:31 pm

    hutan kehidupan
    tak lagi hidup

    ^_^V

    ::dg.limpo
    banjir dan longsor menggantikan hutan

  4. 26 Maret, 2008 9:57 pm

    kalau sampai hutan terakhir habis, maka habis juga manusia (janjijoyo)


    ::joyo
    itu pasti……

  5. 27 Maret, 2008 12:24 am

    puisinya bagus mas😉


    ::dg.limpo
    thanks atas kunjungannya sobat

  6. 27 Maret, 2008 9:20 am

    jangan sampai ada pohon terakhir dimuka bumi ini


    ::dg.limpo
    mau kemana sarjana-sarjana kehutanan kita ? kalau pohon sudah habis?

  7. 27 Maret, 2008 10:11 am

    Akan kukumpulkan dan kutanam satu demi satu pohon kehidupanmu hingga aku dapat melihat hutan dikehidupanmu suatu hari nanti … semoga murah rejeki yang bang… halah, comment koq gak nyambung ama topik. MAAFKAN.

    ::dg.limpo
    terima kasih rindu, Lha…..inikan belum lebaran😀

  8. 27 Maret, 2008 3:55 pm

    luka sejarah riau, tanah yang selalu dizolimi itu. sungguh, jadi terkenang aku pada masa-masa di riau. teruslah suarakan bung, teruslah suarakan.

  9. 27 Maret, 2008 6:33 pm

    Hutan punya nilai ekonomis tak sekedar jadi kertas,tisue, kursi, meja, lemari dsb.
    Udara dengan kualitas terbaik bisa dihasilkan oleh hutan. dan itu nilai ekonomis yang tiada duanya, bagi kesehatan kita. bukan begitu Daeng?🙂

  10. 9 April, 2008 2:13 am

    Untukmu HUTAN : ” JIKA DARAH KU DAPAT MENYUBURKAN TANAHMU MAKA TUMPAHKANLAH, ATAU JIKA TULANG-TULANGKU MAMPU GANTIKAN TUNAS POHONMU MAKA TANAMKANLAH KARENA BAGIKU HIDUP TAK HANYA SAMPAI DISINI “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: