Skip to content

“Tuhan” Baru itu bernama Agama

31 Maret, 2008

Sewaktu di Sekolah Dasar dalam buku pelajaran agama disebutkan waktu itu bahwa agama berasal dari bahasa sansekerta yang artinya tidak rusak (a=tidak ; gama=rusak). Mohon maaf jika salah, mohon diluruskan maklum saya punya sedikit sifat pelupa. Jadi jika seseorang beragama seharusnya moralnya baik, tidak rusak dan juga tidak merusak. Namun definisi itu akhir-akhir ini mengganggu pikiran saya, benarkah agama itu membuat manusia lebih baik ?. Saya melihat hanya sebagian kecilnya saja yang benar-benar beragama jika menyesuaikan dengan definisi diatas.

Bahkan akhir-akhir ini muncul gejala-gejala “aneh” dalam kehidupan beragama, “menuhankan” agama itu sendiri. Agama akhirnya yang menjadi “Tuhan”, bukankah agama itu ibarat sebuah kapal yang ingin menuju ke suatu pulau sebagai tujuan, sebuah kapal hanyalah alat bukan tujuan. Demikian juga Kitab Suci, saya ibaratkan sebuah kompas untuk menunjukkan arah tujuan yang tepat. Samakah kompas sebuah kapal, kapal itu sendiri dengan pulau tujuannya? tidak sama bukan ?. Supaya bisa mencapai pulau tujuan, anda sebaiknya punya kapal dan kompas agar tidak tersesat.

Belum lagi beberapa nakhoda yang menjadikan kapal penumpangnya menjadi kapal barang, padahal peruntukannya untuk penumpang. Ada lagi nakhoda yang seenaknya saja menterjemahkan arah kompas, utara dikatakan selatan. Yang lebih parah lagi gak bisa baca kompas dan mengemudikan kapal, tapi ngaku nakhoda…….(maaf, kalau yang di blog ini nakhodanya bersertifikat)

Maafkan saya jika menjelaskannya kurang sempurna, karena itulah yang saya pahami selama ini. Jika anda menganggapnya salah, mohon berilah saya ini sebuah petunjuk.

Sebelumnya saya mohon maaf kepada Tuhan yang telah menciptakan saya.

Note : saya mengambil contoh kapal, bukan pesawat, mobil atau pesawat angkasa luar. Karena kebetulan saya suka naik kapal.

14 Komentar leave one →
  1. 31 Maret, 2008 10:58 am

    Saya hanya tahu bahwa Tuhan itu ada dan sangat dekat dengan saya… entah apa itu namanya, saya ingin DIA selalu dekat.

    ::dg.limpo
    Semoga 😀

  2. 31 Maret, 2008 1:25 pm

    Analogi yang sangat tepat..

    Bagaimana kalau saya mencapai Tuhan itu dengan berenang saja?


    ::dg.limpo
    bisa saja, tetapi saya ingatkan….anda harus pakai pelampung…remember “safety first”😀 😀

  3. 31 Maret, 2008 3:02 pm

    @dg.limpo
    Izinkan saya untuk ikut menjadi penumpang kapal Anda…

    @Rindu
    Tidak, Tuhan justru dekat dengan saya, dan saya pun ingin Dia selalu dekat dengan saya.

    God’s mine…

    Salam,

    ::dg.limpo
    @ambil tiket dulu tuan 😀 😀

  4. 31 Maret, 2008 3:22 pm

    saya sedang tidak menuhankan blognya Daeng, kalo saya udah rindu untuk bertegur dan ditegur sapa🙂

    ::dg.limpo
    saya sudah ke rumah tuan..saya menemukan ada puisi buat si Greet Wilders 😀

  5. 31 Maret, 2008 5:05 pm

    hmm..benul sangadh daeng, soale sekarang ini fulau tujuan dari kafal tersebut sudah melenceng fula, dari yang seharusnya : Tuhan, berubah menjadi : surga.
    menuhankan agama, dan hanya mencari surga. bukan untuk dekat denganNya. ah ya, tafi ndak tau juga ding, saia ini cuma ngira-ngira doank. lha wong ibadah saia aja masi belom bener he..😀
    CMIIW


    ::dg.limpo
    ngira-ngiranya kok pas buanget :mrgreen:

  6. 31 Maret, 2008 5:59 pm

    kita terbiasa dan lebih fasih menggunakan kerangka fikir kebendaan.
    jadinya ketika sesuatu yang tidak bisa diterdeskripsikan dalam bentuk kebendaan yang kita kenal, kita akan berusaha menarik sesuatu itu kedalam sebuah label tertentu yang dianggap mendekati atau memiliki silogisme mirip.

    tapi mengenai tuhan yang bernama agama itu pak, kayaknya ga baru2 amat:mrgreen:

    ::dg.limpo
    Thanks atas petunjuknya tuan, saya menyimaknya dengan baik 😀

  7. 31 Maret, 2008 6:09 pm

    Saya cuma ga ingin kapal-kapal itu memasang peralatan perang dan membombardir kapal lain…

    ::dg.limpo
    nah itu dia tuan GUnawan, kapal penumpang yang berubah fungsi jadi kapal bajak laut😀

  8. 1 April, 2008 12:04 am

    Saia nggak mau naik kapal ah, apalagi pake kompas.

    Pasang GPS, starter Goldwing brum2 maka sampailah saia ke tujuan hehehe

    ::dg.limpo😀

  9. 1 April, 2008 3:50 am

    gimana yah daeng, mungkin seperti itu yang kita pahami Tuhan adalah agama dan agama adalah Tuhan ndak repot lagi menterjemahkan dalam bahasa2 yang lebih rumit😀


    ::dg.limpo
    yah…mungkin itu jugalah selama ini yang saya pahami, saya menunggu pencerahan anda 😀

  10. anugede permalink
    1 April, 2008 1:05 pm

    agama tu sbnrnya dciptakan oleh manusia untuk menggapai Tuhannya…tapi kondisi manusia yang berdosa ya ga bisa mencapai Tuhan dengan cara apapun…jadi cara satu2nya ya Tuhan yang mengulurkan tangan buat manusia….

  11. 1 April, 2008 1:24 pm

    Kalau yang saya baca dari Wikipedia,

    Kata “agama” berasal dari bahasa Sansekerta āgama yang berarti “tradisi”

    Entah kalau akar etimologis kata ini memang berasal dari tidak-rusak tersebut.

    BTW soal agama sendiri, mungkin merupakan tribalisme modern?

  12. 3 Juli, 2008 4:17 pm

    jgn klamaan pusing daeng..inget umur..waktu adalah roda yang akan menggilas orang orang yang kebanyakan melamun..

Trackbacks

  1. Вода для пациента - ГАЗЕТА.GZT.ru
  2. 40 лет назад погиб Юрий Гагарин - Коммерсантъ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: