Skip to content

Dewa Amor Luka Parah

3 April, 2008

Dewa Amor Luka Parah

Oleh : DG.LIMPO

#########################

Malam ini …….

Dibibir pantai Losari

Laut tak berombak

Angin tak berhembus

Perahu tak berlayar

Bulan tak bersinar

Bintang tak berkedip

Dewi laut tak bergairah

Ikan ikan menghilang

Burung camar pergi

Ada apakah gerangan ?

Kudengar kabar aneh

Dewa AMOR menggelepar

Meregang nyawa

Dadanya Luka Parah

Tertancap panah asmara

Miliknya sendiri

12 Komentar leave one →
  1. 3 April, 2008 5:58 pm

    ” mantap! kata-kata puisi ini..”
    bang terima kasih sudah berkunjung keblog saya dan kalau boleh saya link blognya…..

    salamku,
    langitjiwa…..

  2. 3 April, 2008 7:04 pm

    Hmmmm… cintanya ditolak Dewi Samudera yah?

  3. 3 April, 2008 8:44 pm

    puisi hebat
    lalu dewa amor jatuh cinta pada siapa?

  4. 4 April, 2008 11:02 am

    Panah asmara memang selalu MELUKAI … semua jadi korbannya, menyingkir deh agar dada tak terbelah.

  5. 4 April, 2008 8:39 pm

    Senjata makan tuan ya…
    To Rindu: Kalau setiap orang menyingkir….kemana cinta akan berlabuh…

  6. 4 April, 2008 9:28 pm

    Berasa banget tulisannya🙂

  7. 5 April, 2008 1:51 pm

    Lama tidak bersua, saat bertemu ternyata sedang terluka…😥
    Saya kangen nih Daeng…😀

  8. 5 April, 2008 6:27 pm

    tiba-tiba hatiku sakit
    *pulang*

  9. 8 April, 2008 8:36 am

    senjata makan tuan …

  10. 8 April, 2008 12:17 pm

    @langit jiwa
    komen saya di blog anda dan komen anda disini sudah menautkan blog ini dan blog anda
    @Nazieb
    dewi persik kali ?
    @achoey sang khilaf
    dewa amor jatuh cinta sama dewi amor
    @rindu
    menyingkir..menyingkir
    @Landy
    wah…lebih berasa pencerahan ditempat ente
    @Ram-ram Muhammad
    Ahlan wa Sahlan Ya Kang Ram
    @lainsiji
    aku juga
    @hanggadamai
    boomerang…..bukan panah ?

  11. 6 Oktober, 2008 6:33 am

    i am gonna show this to my friend, brother

  12. Amor Mania permalink
    10 Desember, 2011 10:21 am

    ‘ku mohon padamu Sang Amorku…
    Sudilah bersila dalam sanubariku
    Semaikan cahaya dalam redupnya hari
    Setialah bertahta dalam cawan hati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: