Skip to content

Balada Kelana Tua

10 April, 2008

Balada Kelana Tua

Oleh : DG.LIMPO

+++++++++++++
aku memelukmu erat
jemari tanganmu kaku
matamu menerawang jauh
air matamu setitik jatuh
peluhmu deras membasahi baju
mulutmu hanya berucap
…aku kelana…..
……aku sendiri…..
……..datang sendiri…..
…………pulang sendiri……
wajah tuamu menyimpan duka yang dalam
seakan lelah dengan beban hidup yang kau sandang
kelana tua yang kesepian
terkapar diujung dermaga diwaktu malam
sendiri diantara ribuan mata yang menatap tajam
seakan hendak menikam jantungnya dari belakang
dan aku hanya bisa bimbang diantara bayang
menuntunnya agar bisa pulang
menyempurnakannya agar bisa lapang
“masihkah dirimu ingat Tuhan”, bisikku
Pak Tua berkata, “Tuhan adalah masa laluku”
ingatlah masa lalumu pak tua
sebentar lagi dirimu akan berjumpa denganNya
maka kulihat ruhnya pergi dengan tenang
sekelebat cahaya kehijauan keluar dari ubunnya
cahaya itu melesat menuju langit
aku menutup mata pak tua
kubopong dia menuju sebuah pekuburan tua
pak tua itu adalah ayahku
yang baru kutemukan sejak ia meninggalkanku
enampuluh tahun yang lalu
kini semua telah usai dan penantian berakhir
selamat jalan kelana Tua
selamat jalan Ayah…

::Buat seseorang yang baru menemukan “Ayahnya

7 Komentar leave one →
  1. 10 April, 2008 4:50 pm

    Wew.. semoga arwah beliau diterima di sisi-Nya..

    *halah

  2. 10 April, 2008 5:48 pm

    Puisi ini adalah doa untuk ayahanda Daeng…
    Semoga Allah memberikan tempat yang mulia untuk ayah Daeng di sisi-Nya. Amin

  3. 10 April, 2008 6:49 pm

    Buat Ayah ku yang masih hidup , Insya Allah nanda akan selalu mencintai Ayah.
    terima kasih daeng sudah mengingatkan untuk lebih mencintai kedua orang tua
    berbakti di kala ia hidup dan mendoakan di kala ajal sudah tiba

  4. 10 April, 2008 7:40 pm

    bait ini siapa yg bicara “Tuhan adalah masa laluku”…apakah bapaknya bapak atau bapak sendiri ? sy mulai sukar mencernanya mulai sebelah sini….sori!

  5. 11 April, 2008 1:44 am

    jadi ingat ayah yang banting tulang menghidupiku😦

  6. 11 April, 2008 9:42 am

    Saya terharu mas … sungguh, saya tidak mampu menahan airmata saya membaca tulisan diatas.

  7. 14 April, 2008 3:19 pm

    @ALL
    maaf..kayaknya puisi saya ini bikin salah pengertian, karena ayahanda saya sampai saat ini masih sehat wal afiat, puisi ini menceritakan kisah seorang pasien disebelah tempat tidur saya.
    Thanks atas komennya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: