Skip to content

Ahmadiyah : Dapatkah Keyakinan di Hakimi ?

17 April, 2008

Sebelumnya izinkanlah saya meminta maaf kepada saudara-saudara muslimku baik yang ahmadiyah maupun yang bukan ahmadiyah. Saya hanya ingin menyampaikan pertanyaan saya tentang keputusan BAKOR PAKEM (Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat) yang mengeluarkan peringatan keras kepada Kelompok Ahmadiyah agar menghentikan kegiatan mereka, keputusan ini dikeluarkan pada tanggal 16 April 2008 dalam Rapat BAKOR PAKEM yang dihadiri oleh Ormas dan wakil pemerintah yaitu DEPAG, KEJAGUNG dan MUI.
Sebelumnya pada tanggal 14 Januari 2008, disepakati tentang 12 butir pernyataan Ahmadiyah dan akan dipantau selama tiga bulan oleh BAKOR PAKEM. Setelah lewat batas tenggat waktu tiga bulan maka keluarlah rekomendasi tersebut diatas, yang pada intinya menyatakan bahwa Ahmadiyah gagal membuktikan bahwa mereka mematuhi keduabelas poin tersebut . Saya sebenarnya merasa aneh dengan kasus Ahmadiyah ini, yang sebenarnya bukan kali ini saja terjadi.

  1. Mengapa kasus Ahmadiyah ini tidak pernah benar-benar tuntas atau dituntaskan oleh pemerintah, padahal kasus ini sudah lama sekali.
  2. Mengapa harus ada “pemaksaan” kepada Ahmadiyah untuk menyatakan bahwa mereka bukan Islam, sementara Ahmadiyah sendiri menyatakan bahwa mereka adalah Islam dan mengakui bahwa Allah SWT adalah Tuhan mereka dan Rasulullah Muhammad SAW adalah Nabi dan Rasul Terakhir.
  3. Dapatkah sebuah keyakinan “diadili” hanya karena penilaian salah satu pihak, bahwa pihak yang lain tidak menjalankan Akidah dan Syariat sesuai dengan “ajaran Islam”.
  4. Jika pada poin ketiga anda mengatakan dapat diadili, maka apakah seorang yang mengaku Islam tetapi mereka tidak shalat, tidak puasa, tidak berzakat juga dapat diadili ?
  5. Apakah Ahmadiyah benar-benar lebih murtad dibandingkan orang-orang yang hanya memiliki KTP Islam saja, tetapi tidak pernah menjalankan ajaran agama Islam ?
  6. Jika tidak ada titik temu, bagaimana para pengikut Ahmadiyah dapat menjalankan keyakinannya dan Umat Islam yang lain juga dapat menjalankan keyakinannya tanpa merasa dinodai oleh Ahmadiyah
  7. Jika Ahmadiyah tidak mau membubarkan diri, apakah yang akan dilakukan pemerintah ?, menganggap Ahmadiyah sebagai Organisasi terlarang seperti PKI? ataukah KTP untuk pengikut Ahmadiyah tidak dimasukkan sebagai agama ISLAM?

Dua belas poin AHMADIYAH adalah sebagai berikut :

  1. Kami warga Jemaat Ahmadiyah sejak semula meyakini dan mengucapkan dua kalimah syahadat sebagaimana yang diajarkan oleh Yang Mulia Nabi Muhammad Rasulullah SAW, yaitu Asyhaduanlaa-ilaaha illallahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasullulah, artinya: aku bersaksi bahwa sesungguhnya tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad adalah Rasulullah.
  2. Sejak semula kami warga jemaat Ahmadiyah meyakini bahwa Muhammad Rasulullah adalah Khatamun Nabiyyin (nabi penutup).
  3. Di antara keyakinan kami bahwa Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad adalah seorang guru, mursyid, pembawa berita dan peringatan serta pengemban mubasysyirat, pendiri dan pemimpin jemaat Ahmadiyah yang bertugas memperkuat dakwah dan syiar Islam yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW.
  4. Untuk memperjelas bahwa kata Rasulullah dalam 10 syarat bai’at yang harus dibaca oleh setiap calon anggota jemaat Ahmadiyah bahwa yang dimaksud adalah nabi Muhammad SAW, maka kami mencantumkan kata Muhammad di depan kata Rasulullah.
  5. Kami warga Ahmadiyah meyakini bahwa tidak ada wahyu syariat setelah Al-Quranul Karim yang diturunkan kepada nabi Muhammad. Al-Quran dan sunnah nabi Muhammad SAW adalah sumber ajaran Islam yang kami pedomani.
  6. Buku Tadzkirah bukan lah kitab suci Ahmadiyah, melainkan catatan pengalaman rohami Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad yang dikumpulkan dan dibukukan serta diberi nama Tadzkirah oleh pengikutnya pada 1935, yakni 27 tahun setelah beliau wafat (1908).
  7. Kami warga jemaat Ahmadiyah tidak pernah dan tidak akan mengkafirkan orang Islam di luar Ahmadiyah, baik dengan kata maupun perbuatan.
  8. Kami warga jemaat Ahmadiyah tidak pernah dan tidak akan menyebut Masjid yang kami bangun dengan nama Masjid Ahmadiyah.
  9. Kami menyatakan bahwa setiap masjid yang dibangun dan dikelola oleh jemaat Ahmadiyah selalu terbuka untuk seluruh umat Islam dari golongan manapun.
  10. Kami warga jemaat Ahmadiyah sebagai muslim melakukan pencatatan perkawinan di Kantor Urusan Agama dan mendaftarkan perkara perceraian dan perkara lainnya berkenaan dengan itu ke kantor Pengadilan Agama sesuai dengan perundang-undangan.
  11. Kami warga jemaat Ahmadiyah akan terus meningkatkan silaturahim dan bekerja sama dengan seluruh kelompok/golongan umat Islam dan masyarakat dalam perkhidmatan sosial kemasyarakat untuk kemajuan Islam, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
  12. Dengan penjelasan ini, kami pengurus Besar Jemaat Ahmadiyah Indonesia mengharapkan agar warga Jemaat Ahmadiyah khususnya dan umat Islam umumnya serta masyarakat Indonesia dapat memahaminya dengan semangat ukhuwah Islamiyah, serta persatuan dan kesatuan bangsa.

Satu yang saya harapkan, jangan karena perbedaan akhirnya kita menjadi gelap mata dan berbuat anarkhis atau merusak. Apakah kita ini lebih mulia dari Kanjeng Nabi Muhammad SAW, sehingga merasa mulia jika bisa menghancurkan dan menyakiti saudara sendiri yang masih mengakui Beliau sebagai Nabi dan Rasul dan menyembah Allah SWT.
Ya..Allah ampunilah kami jika salah menilai, sehingga merasa memiliki hak untuk membinasakan orang lain yang tidak sepaham. Karena kebenaran hanyalah milikMu, bukan milik seseorang ataupun golongan tertentu.
Sumber lain :
12 Poin “Karet” Ahmadiyah
Ahmadiyah.Org (Lahore)
Membongkar Kesesatan dan Kedustaan Ahmadiyah
Mengapa Ya Ahmadiyah diperbolehkan di Indonesia ?
—salam damai—

13 Komentar leave one →
  1. 17 April, 2008 4:22 pm

    Tadi dijalan mendapat selebaran “rapat akbar pembubaran ahmadiyah” untuk hari minggu besok di istiqlal … ah, saya tidak mengerti.

  2. 17 April, 2008 5:11 pm

    salam kenal akh,,, blog nya seru euy,,,,

  3. 17 April, 2008 7:17 pm

    duh, noraknya BAKOR PAKEM…..

  4. 18 April, 2008 10:18 am

    🙂

  5. 18 April, 2008 7:23 pm

    artikel anda sangat menarik dan bagus, artikel anda:

    http://www.infogue.com/
    http://www.infogue.com/pengetahuan_umum/ahmadiyah_dapatkah_keyakinan_di_hakimi_/

    anda bisa promosikan artikel anda di infoGue.com yang akan berguna untuk semua pembaca. Telah tersedia plugin/ widget vote & kirim berita yang ter-integrasi dengan sekali instalasi mudah bagi pengguna. Salam!

  6. 18 April, 2008 8:37 pm

    ehmmmmm blog nya ok tuh buat bhn pemikiran smua orang .
    Apakah mungkin suatu keyakinan akan bs d balik semudah mmbalikan telapak tangan???? Apakah manusia bs menilai orang lain itu lebih buruk darinya sdngkan dia itu pun tk tau berada d jln bnrkh dia???
    Hanya Tuhan yg bs mnjudge bkn qt

  7. 19 April, 2008 2:44 am

    sepertinya dilema utama ada pada konflik antara “kebebasan beragama dan berkeyakinan” dengan “pembajakan/penodaan agama”.

  8. 19 April, 2008 8:12 am

    mmmmmm

  9. 19 April, 2008 9:01 am

    Bukankah kita semua (terutama muslim nih) percaya bahwa keyakinan itu hanya Allah yang bisa menghakiminya?

    Atau jangan2 Allah telah memberi mandat.

  10. mei permalink
    19 April, 2008 10:24 am

    bagi saya, suatu keyakinan tidak dapat dipaksakan dan kita tidak berhak mencapurinya. itu sesuatu yang sangat prinsip dan hubungan pribadi masing-masing dengan Tuhannya. Biar Tuhan yang membalas apapun itu. tidak perlu kita yang menentukan. memangnya siapa kita? mahluk lemah yang tidak punya kuasa apapun. hanya Allah Maha Kuasa.

    perbuatan anarkis yang ditujukan kepada ahmadiyah sungguh memalukan rakyat ini. terlihat bodohnya bangsa kita, tidak bisa berpikir jernih dan dewasa. perbuatan yang melanggar HAM.
    bercerminlah, dengan menuduh Ahmadiyah telah menodai agama, bagaimana dengan orang yang mengaku islam tetapi perbuatannya melanggar ajaran islam.

    jihad fisabilillah bukan dengan kekerasan. semakin terlihat dan bisa membedakan mana yang ada dalam kelompok jihad fisabilillah, mana yang bukan dan kelompok mana yang mengaku islam dan bukan islam.

  11. 21 April, 2008 9:51 am

    @Rindu
    Seharusnya Rapat Akbar itu mengajak umat Islam untuk merangkul kembali Ahmadiyah dalam pelukan.
    @Mahasiswa untuk bangsa
    Yah….komentar anda lebih seru
    @kw
    mereka cuman menjalankan “tugas”
    @landy😀
    @Nayna
    sebenarnya masing-masing punya argumen, hanya saja berbeda pemahaman tentang status “MIRZA GHULAM AHMAD”
    @Pyrrho
    Bisa jadi memang “penodaan agama”, jika Ahmadiyah mengaku Islam tetapi juga mengakui bahwa “MIRZA GHULAM AHMAD” adalah Nabi setelah nabi Muhammad.
    @nexlaip
    nnnnnnnnnnnnn
    @danalingga
    hidup ini kan ada “aturan” mas Dana ?, nah menurut “aturan” Islam yang dianut oleh sebagian besar umat Muslim, Nabi terakhir itu adalah Muhammad SAW. Nah “aturan” ini kemudian ditafsirkan berbeda oleh Ahmadiyah, maka timbullah pertentangan.
    Saya fikir Tuhan belum mengeluarkan mandat baru untuk seorang “nabi” baru, tapi kalau nabi blogosphere kan mandatnya dari audiens? 😀

  12. 21 April, 2008 9:54 am

    @Mei
    Sepakat….untuk MENJAUHI KEKERASAN, lebih baik Dialog intensif…. JIHAD yang utama adalah JIHAD MELAWAN NAFSU AMARAH diri sendiri

  13. budi permalink
    24 April, 2008 10:55 pm

    Masalah Ahmadiyah bukanlah masalah kebebasan berkeyakinan atau kebebasan HAM. Yang diinginkan umat Islam adalah menolak mengakui Ahmadiyah sebagai bagian dari umat Islam. Ahmadiyah boleh berdiri tapi harus sebagai agama tersendiri dan tidak boleh mengotori atau merusak agama yang sudah ada yaitu Islam. Misalnya Kristen mengakui kitab Taurat tapi Kristen telah berdiri sendiri menjadi agama non Yahudi. Islam mengakui Taurat dan injil tapi Islam tidak mengaku sebagai Yahudi atau Kristen. Begitu juga Ahmadiyah, walaupun mereka mengakui AlQuran sebagai kitab dan Muhammad sebagai Nabi tapi karena mereka sudah memiliki kitab baru dan nabi baru maka hendaknya mereka juga harus mau menjadi agama baru dan jangan pakai kedok Islam untuk merusak Islam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: