Skip to content

Ingin menangkap burung dilangit, ayam ditangan dilepaskan

19 April, 2008

Faisal tiba-tiba merasakan bahwa ia telah kehilangan semangat kerja, harapannya menjadi hancur karena merasa salah dalam mengambil keputusan. Apalagi keputusan itu menyangkut pekerjaannya, awalnya Faisal merasa kesal kepada manajemen di perusahaannya. Hal ini karena selama 10 tahun mengabdi di perusahaan tersebut, Faisal merasa tidak mendapat penghargaan yang semestinya dari Perusahaan. Manajemen perusahaannya menempatkan Kepala Cabang yang baru untuk menggantikannya, dengan alasan bahwa seluruh kepala cabang harus Sarjana. Akhirnya Faisal ditarik ke Kantor Pusat di Jakarta dengan posisi Senior Sales. Seluruh fasilitas yang pernah dimilikinya mulai dikurangi, kalau sewaktu jadi kepala cabang Faisal dibekali kendaraan roda empat sekelas Kijang Kapsul, kini dia harus berbagi dengan Senior Sales yang lain jika ingin menggunakan kendaraan kantor.  Kalau dulu rumahnya dikontrakkan oleh perusahaan, kini dia harus mengeluarkan duit dari koceknya sendiri untuk menyewa rumah tinggal.  Merasa frustasi dengan keadaan tersebut akhirnya Faisal mencoba melamar ke perusahaan lain dan diterima. Namun sayangnya Faisal kurang matang ketika hendak memutuskan apakah perusahaan barunya itu memberinya fasilitas yang sepadan dengan perusahaan sebelumnya ?.

Mulailah kekecewaan demi kekecewaan menumpuk dihati Faisal ketika mengetahui keputusan yang dia pilih jauh dari harapannya. Faisal hanya menuruti emosinya ketika memutuskan untuk pindah dan keluar dari perusahaan lamanya, pertimbangannya hanya “yang penting saya mau pindah dari sini”. Di perusahaan barunya tekanan kerja sebagai Sales Representative lebih keras,  semua pekerjaannya dimulai dari awal lagi mulai dari mencari pelanggan, hingga menjaga pelanggan barunya agar tetap memakai produk yang dia Jual. Bonus yang awalnya disepakati besarannya, akhirnya banyak yang diingkari oleh perusahaan. Belum lagi produk yang dia pasarkan banyak memiliki kelemahan, sehingga Faisal harus bekerja ekstra keras untuk meyakinkan calon pelanggannya. Faisal berpikir nasibnya tidak lebih baik daripada ketika bekerja di perusahaan sebelumnya. Beruntung Faisal belum berkeluarga, sehingga tidak terlalu terbebani dengan jumlah tanggungan. Mungkin ada pengalaman pribadi anda yang bisa dibagi dengan saya disini, tentang pilihan keluar dari tempat kerja lama atau bertahan dengan kondisi yang dirasa “tidak kondusif lagi bagi karir”.

Kesimpulan sementara dari kisah sobat saya ini adalah : Jika anda merasa bahwa ditempat kerja anda sudah tidak memuaskan, jangan terburu-buru mengambil keputusan keluar dari pekerjaan. Cobalah koreksi diri anda sendiri lebih dulu, dan pikirkan dengan tenang apakah keputusan anda sudah dipertimbangkan dengan matang, atau hanya mengikuti emosi sesaat.

6 Komentar leave one →
  1. 19 April, 2008 8:34 pm

    Tak ada yang sempurna …. apapun didunia ini, tak ada yang sempurna jadi jangan mencari kesempurnaan di dunia kali ya bang🙂

  2. 20 April, 2008 8:44 am

    posting yang sangat mendidik

  3. 20 April, 2008 10:41 pm

    mestinya beripikir dua kali bahkan seribu kali ya…

  4. 21 April, 2008 10:06 am

    kerjakanlah pekerjaan kita dengan sepenuh hati
    solusi agar tak sakit hati
    jika memang benar tidak bisa
    ya keluarlah
    mngkin faisal melakukannya setelah berusaha kan😉

  5. Nayna permalink
    28 April, 2008 10:12 am

    “Rumput tetangga emang selalu keliatan lebih hijau”

    padahal lom tentu kali………

  6. 28 April, 2008 10:20 am

    @rindu
    bener
    @syahrizal pulungan
    thanks
    @hanggadamai
    kalau seribu kali apa gak pusing tuh ngga?
    @achoey
    mungkin juga pak, namun mungkin pilihannya mungkin hanya sedikit
    @nayna
    emang kuda…..ngeliat rumput😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: