Skip to content

Pindah Agama

23 April, 2008

Saya ingat kisah teman saya sewaktu masih kuliah, waktu kami TPB ada mata kuliah agama. Karena kawan saya ini beragama Islam, tentu mengikuti ujian agama Islam. Ketika ujian sebagian besar soal tidak bisa dijawabnya (dia tidak tertarik belajar agama), akhirnya dia mengajak saya ke rumah dosen. Ketika berbicara dengan sang dosen, dia langsung terus terang bahwa dia tidak mampu menjawab sebagian besar soal yang diberikan. Ketika ditanya apakah dia belajar, kawan saya ini bilang, “maaf pak, setahu saya Tuhan itu maha Pengasih dan Maha Penyayang. Jadi kalau saya tidak bisa menjawab soal-soal itu , Tuhan tentu maha tahu”. Kalimat itu diucapkannya sambil bercanda, akhirnya kawan saya ini ketika mau pulang mengeluarkan sedikit ancaman kepada dosen tersebut yang intinya kalau nanti ujiannya dapat nilai D atau F, maka dia akan pindah agama. Nggak usah saya lanjutkan apakah dia dapat D atau F, tetap memeluk agamanya ataukah dia pindah agama.

Kisah diatas menunjukkan bahwa sebagai umat yang beragama, benarkah kita sudah menggali lebih dalam untuk menemukan “intan” dalam agama yang kita anut. Benarkah kita telah sungguh-sungguh ingin beragama dengan mempelajari intisari dari agama yang kita anut. Atau mungkin agama bagi sebagian kita hanyalah lelucon dan menjadi bahan olok-olok, sekedar beragama untuk meningkatkan status sosial, atau hanya karena ikut-ikutan?. Karena “dangkalnya” keimanan kita, sehingga agama hanya menjadi “komoditi” yang bisa diperjual belikan.

Pernahkah anda bertanya mengapa agama yang saya anut tidak dapat mengantar saya kepada Tuhan?, merasakan jenuh dalam beragama, bahkan menganggap agama sebagai beban, sehingga mungkin anda berfikir untuk “variasi” agama. Saran saya, jika anda ingin pindah agama semoga saja bukan karena alasan seperti yang saya kisahkan diatas. Tetapi kalau memang itu alasannya, saya bisa apa?😀

23 Komentar leave one →
  1. 23 April, 2008 5:02 pm

    semoga keyakinan yang kuat selalu diberikan pada kita semua
    amin

  2. 23 April, 2008 5:31 pm

    Di sinilah peran ilmu sangat dirasakan kepentingannya. Sekarang ini banyak sekali yang beragama karena warisan dari orang tua. Tanpa mau berusaha untuk menggali lebih dalam lagi agama yang dianutnya sampai akhirnya menemukan ‘intan’ dalam agama tersebut. Alangkah baiknya pepatah mencari ilmu sampai ke negeri Cina, dimaknai dengan serius. Jika kita mencari dengan bersungguh2 niscaya akan ada kemudahan yang didapat. Salam.

  3. 23 April, 2008 11:36 pm

    Saya belum niat pindah agama bang … jangan paksa saya🙂 halah !!

  4. 24 April, 2008 5:53 am

    Pindah agama nggak deh. Yang pindah agama biasanya nggak menemukan kebenaran pada agamanya.

    Ops, perdebatan Saudara dg Robert Manurung bagus sekali. Saya setuju dg pernyataan Saudara.

  5. 24 April, 2008 7:25 am

    nah itulah *halah* ribuan taun sudah para nabi & rasul datang menyebarkan ‘kabar gembira’ bahwa manusia adalah ‘rahmat bagi alam semesta’
    namun lihatlah keadaan dunia sekarang😥
    seperti dalam puisi saya *terjemahannya disini aja ya Mas*😀 wajah dunia seakan terbelah dunia disisi lain orang2 menangis disisi lainnya tertawa terbahak-bahak, manusia seakan lupa bahwa sungguh benar alam ini diserahkan Tuhan kpd manusia untuk dikuasai & dikelola bagi sebesar-besarnya kesejahteraan manusia
    semua ilmu semua kekayaan digelar untuk manusia oleh Sang Rahman & Rahim, namun dibalik semuanya ada pertanggungjawaban sebagai pribadi akan membawa kemana dirinya?
    YANG TERPENTING BUKAN TUJUAN YG TELAH DICAPAI NAMUN KEMANA ARAH LANGKAH HIDUPMU
    hal ini berlaku juga dalam beragama, saat kita dengan sombongnya mengklaim diri sbg pemegang kebenaran sejati, kenyataannya gagal sbg rahmat bagi semua alam
    Tertawa terbahak-bahak saat yang lain menangis

  6. 24 April, 2008 8:35 am

    Menjual agama demi nilai ? Hehehehe…. itu baru nilai dari dosen, gimana kalau ditawari duit berapa milyar, pasti dengan cepat langsung disambar.🙂

    Saya pikir ketika ada orang yang mengatakan krisis keimanan, maka yang dimaksud bukanlah keimanan dalam artian kerajinan beribadah atau moral yang semakin bobrok, tetapi seberapa besar orang menginternalisasi nilai-nilai agama dan seberapa penting agama dalam kehidupan mereka. Karena jika agama tidak terinternalisasi dan tidak dianggap penting, apapun bisa dilakukan termasuk menggadaikan keimanannya.

    salam…

  7. 24 April, 2008 8:47 am

    Semoga Allah swt tetap kekalkan kita dalam Islam

  8. 24 April, 2008 9:47 am

    Begitulah .. kalo agama itu berasal dari ‘luar’ tidak dari ‘dalam’ .. ada yang menjadikannya sebagai bahan olok-olokan saja, ada yang menjadikannya hanya untuk identitas saja atau status sosial saja, ada yang menjadikannya supaya tidak ‘dibunuh’ karena tidak mempunyai keyakinan.

    Memang menyedihkan .. padahal, kalo kita mau belajar dari nabi Ibrahim, bagaimana beliau bisa memiliki iman yang kuat, sementara pada masa itu tidak ada satu orangpun percaya pada keesaan Allah.

  9. 24 April, 2008 10:39 am

    Kisah anda benra benar terjadi pada teman teman saya juga,…
    Sebagian dari mereka ‘ secara administratif ‘ pindah ke agama Kristen karena mata kuliah Agama Islam sangat berat bagi mereka..
    What a shame..

  10. nikencorner permalink
    24 April, 2008 12:25 pm

    Kalau memang benar2 banyak yang seperti itu (pindah agama karena suatu alasan tertentu,yang sebenarnya tidak sangat prinsipal), alangkah “rendah”nya nilai agama bagi mereka.
    Semoga saja tidak makin banyak yang berpendapat seperti itu. Amin.😀

  11. iwayansudana permalink
    24 April, 2008 3:24 pm

    salam,

    berbicara tentang agama tidak lepas dari faktor patrilineal/ father root, orang beragama (maksudnya memeluk satu agama) sebenarnya tidak didasarkan oleh kemauannya sendiri…karena pada kondisi tersebut (sewaktu masih balita) kita pun tak bisa memilihnya. Beragama alangkah baiknya dibawa sampai mati, keimanan dan keyakinan adalah faktor inti dalam menerangi hidup ini….disamping karena nilai seseorang rela pindah agama, terkadang kasus tersebut terjadi ketika akan kawin/ menikah. Sebagian besar Laki-laki egois bahwa sang istri harus mengikuti iman suami dan sangat jarang suami yang ikut istri…masih banyak lagi… beragama/ iman dalam damai menuju impian..

    Peace “PARAKATTE”

  12. 24 April, 2008 4:25 pm

    Ngga keren ah… Masak pindah agama hanya karena tidak bisa menjawab soal ujian?

  13. 24 April, 2008 4:50 pm

    aya aya wae.
    salam kenal.🙂

  14. 24 April, 2008 9:09 pm

    demikian, apa yang ada adalah apa yang telah dikumpulkannya selama ini berhimpun menjadi satu yang kita sebut kesadaran. untuk segenap dari kehidupan ini.

  15. 24 April, 2008 10:18 pm

    wah…..! sudah jauh inti suara di sini….! aku baca-bacalah dulu…..

  16. 25 April, 2008 7:52 am

    makanya kita harus selalu berdoa kepadaNya

  17. 25 April, 2008 4:09 pm

    @realylife
    amiin
    @wiwi
    pernahkah kita bersungguh-sungguh ?😀
    @Rindu
    Kagak…deh
    @Zulmasri
    Istiqomah
    @tomy
    Thanks atas terjemahnnya mas. Saya agak mudeng sekarang.
    @pyrrho
    intinya, banyak orang beragama yang menjadikan agama hanya sebagai “komoditas”
    @Landy
    Amiin
    @Erandy
    betul bang Eby….saya juga sedang belajar nih. Thanks
    @iman brotoseno
    kisah saya juga benar terjadi
    @nikencorner
    betul….agama….hanyalah alat tukar
    @iwayansudana
    PARAIKATTE
    PEACE and THANKS
    @Emanuel Setio Dewo
    Thanks Mas Udah singgah
    @norie
    salam kenal lagi😀
    @yoogya
    benar
    @Panda
    Kemana aja Bang Panda ?
    @hanggadamai
    Yah…semoga doa doa anda dan saya terkabul ?

  18. 25 April, 2008 7:51 pm

    humm .. sesungguhnya menuntut ilmu agama adalah hukumnya bisa wajib, sunnah , tapi intinya kudu belajar .. terutama masalah aqidah dan hal2x yang wajib untuk kita kerjakan.

    wajib .. kita belajar untuk beramal hal2x yang wajib seperti belajar sholat, belajar masalah aqidah yang benar dan tidak tersesat dll, sunnah kalo kita belajar masalah hal2x yang sudah cukup bagi orang lain atau ulama sudah cukup menguasainya … seperti belajar bahasa arab, belajar memandimakan mayat belajar fiqih waris .. dll ..

    so selain itu untuk menambah keimanan bisa belajar masalah akhlak keutamaan ilmu, sorga dan neraka, pahal .. larangan .. dll

    so … apabila dia mau belajar yah Insya ALLAH nikmat .. dan harus diamalkna loh yah ..

    kalo temennya mas daeng nih pindah agama .. wah apa nggak tahu hukuman bagi orang murtad ..??🙂

    yah sebaiknya dinasehati .. dianya yang harus belajar ..🙂

  19. 27 April, 2008 9:28 pm

    Halah…halah….
    sesunggunya AGAMA itu apa sih Daeng…???

    Nggelesod…nunggu wangsit..keks..keks..

  20. 28 April, 2008 10:07 am

    @tintin
    ntar saya sampaikan😀
    @Santri Gundhul
    wah ntar saya keluarkan definisi agama, situ versinya lain ?
    mimpi dulu ah…..

  21. 1 Mei, 2008 1:37 am

    masak ujian dipake sebagai alasan eh ancaman untuk pindah agama..
    ck..ck..ck..
    eh, chealse lagi maen nih ama liverpool.. jagoin mana?
    taruhan yuk.. yang kalah pindah agama…
    *** kabur nonton bola lagi~~~

  22. nurma permalink
    8 Juni, 2008 7:02 pm

    Innalillahiwainnailaihi roji’un😦 jadi sedih pak bacanya,
    jika nilai ujian dijadikan patokan bin taruhan utk pindah agama,
    betapa tak bernilainya agama itu dibatin/hatinya, atau..
    jgn2 hatinya sudah mati (tak berfungsi lg sbagaimana mestinya)?
    Smoga..semoga..,
    sdari skr & slamanya (hingga matipun) aq tetap bisa istiqomah,
    di jalanNYA, shirath al mustaqiim. Amin..

  23. 6 September, 2008 9:48 am

    s

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: