Skip to content

Renungan bagi “Si Sakit”

23 April, 2008

Ketika saya dianggap sebagai suspect demam berdarah, dan akhirnya mesti dirawat dirumah sakit Awal Bross Pekanbaru selama dua hari (silahkan klik AKHIRNYA AKU JADI PASIEN), saya berjumpa dengan seseorang yang sedang membezuk keluarganya disebelah saya. Bapak ini berumur sekitar 74 tahun beliau adalah Bp. DRS. H. Darwis Tanjung, ketika saya sakit beliau membezuk saya dan bercerita sekaligus memberi sedikit wejangan. Berikut ini adalah “intisari” wejangan yang beliau sampaikan kepada saya.

  1. Pekerjaan itu banyak jika dikerjakan, tak ada habis-habisnya jika difikirkan
  2. Menunda-nunda waktu menyia-nyiakan kesempatan jadi hargailah waktu
  3. Belajarlah mencintai musuhmu, karena dialah yang akan menunjukkan kesalahanmu
  4. Musuh terutama manusia adalah dirinya sendiri
  5. Rasa putus asa adalah kehancuran terbesar manusia
  6. Hutang budi adalah hutang terbesar manusia
  7. Keuletan adalah sifat manusia yang dapat dipuji
  8. Kesehatan adalah harta manusia yang utama

Yah, setidaknya saya masih bisa merenungkan hal-hal diatas selama saya dirawat di Rumah Sakit. Thanks Allah, Thanks Pak Darwis.

6 Komentar leave one →
  1. 23 April, 2008 12:45 pm

    Dalam kasus ini, pak darwis bisa dianggap sebagai rasul ga?

  2. 23 April, 2008 1:05 pm

    yah…..kadang-kadang saya malah berpikir pak Darwis ini jelmaan dari SUN GU KONG alias kera sakti😀 (sorry pak Darwis guyon)

  3. 23 April, 2008 2:17 pm

    Apa mampu ya.. jalani yang nomor 3

  4. 23 April, 2008 11:39 pm

    Setuju dengan nasehat no.3 ….

  5. 24 April, 2008 7:29 am

    apakah untung apakah rugi..?
    manusia tidak tahu, hanya mengedepankan emosi
    hanya selalu membuka diri & berkata YA pada hidup
    bukankah saat sakitpun beroleh harta yg tak terbeli?
    apakah untung apakah rugi….

  6. 24 April, 2008 9:45 am

    @Guh
    Ya…kalau pak Darwis Rasul…sampeyan berarti Ketua Rasul
    @Nabi Bajakan
    Sun Go Kong ini termasuk nabi nggak?
    @oliveoile
    Bagi saya inilah yang terberat, mudah-mudahan saya tidak ounya musuh sehingga saya tidak usah repot jatuh cinta.
    @Rindu
    kalau begitu biarlah saya menjadi musuh mbak Rindu
    @tomy
    untung menurut ilmu ekonomi belum tentu untung menurut ilmu agama
    rugi menurut ilmu ekonomi belum tentu rugi menurut ilmu agama
    betul kata mas tomy, saat sakit saya malah ditemui “orang bijak”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: