Skip to content

MIMPI adalah Isyarat ?

25 April, 2008

Siapakah manusia yang tak pernah bermimpi ?, kata nenek saya mimpi adalah kembangnya orang tidur. Tetapi bagi sebagian orang mimpi adalah petunjuk yang membawa mereka kepada tujuan yang diinginkannya. Saya bukanlah seorang panafsir mimpi seperti Nabi Yusuf AS, juga bukan peramal seperti mama laurent. Dalam wikipedia disebutkan bahwa :

Kejadian dalam mimpi biasanya mustahil terjadi dalam dunia nyata, dan di luar kuasa pemimpi. Perkecualiannya adalah dalam mimpi yang disebut lucid dreaming. Dalam mimpi demikian, pemimpi menyadari bahwa dia sedang bermimpi saat mimpi tersebut masih berlangsung, dan terkadang mampu mengubah lingkungan dalam mimpinya serta mengendalikan beberapa aspek dalam mimpi tersebut.

Terkadang saya bertanya-tanya, bukankah pada saat tidur badan kita “mati” lalu ketika terbangun mengapa kita dapat menceritakan mimpi kita itu ?, lalu siapakah yang “sadar” tersebut ?. Banyak penguasa jaman dahulu (jaman sekarang ada nggak?) yang terdapat dalam kisah-kisah baik itu namrudz maupun fir’aun dan juga kisah-kisah orang-orang soleh yang akhirnya mempercayai mimpi mereka. Namrudz dan Fir’aun bermimpi tentang akan lahirnya anak laki-laki yang akan merebut kekuasaan mereka, sehingga kedua diktator tersebut membunuh semua anak laki-laki yang baru lahir. Bukan hanya “orang sesat” seperti Fir’aun dan Namrudz yang percaya pada mimpi, beberapa “orang-orang suci” juga mendapatkan wahyu atau wangsit melalui mimpi. Dengan keyakinan yang kuat akan arti mimpi mereka, akhirnya orang-orang tersebut melaksanakan niat mereka berdasarkan petunjuk yang didapatkan dari ta’wil mimpi tersebut.

Lalu masihkah sekarang ini manusia mempercayai mimpi ?, saya pernah berbincang-bincang dengan seorang yang saya anggap “ilmu kehidupannya” lebih baik daripada saya. Beliau mengatakan jiwa yang bersih akan melahirkan mimpi-mimpi yang indah dan mimpi itu terkadang merupakan “isyarat” bagi yang bermimpi. Saya menceritakan kepada beliau bahwa saya jarang sekali bermimpi, dia menganjurkan kepada saya untuk lebih “membersihkan hati”. Tetapi saya menganggap bahwa saya dengan Bapak itu berbeda, saya setiap hari bertemu dengan orang, pekerjaan, sehingga suasana hidup saya banyak mempengaruhi kondisi jiwa saya. Sementara Bapak tersebut pensiunan sehingga lebih bisa konsentrasi dalam “beribadah”, karena anak-anaknya sudah dewasa dan bisa mengurus dirinya sendiri. Bapak itu memang terlihat tenang, sabar, saat musibah datang dia tidak menunjukkan kesedihan yang berlebihan, saat ada kebahagiaan dia juga tidak menampakkan wajah yang bergembira berlebihan. Beliau tidak mudah kaget, tidak pernah marah, tidak mudah panik, selalu santai dan tenang dalam setiap pengambilan keputusan dan banyak lagi yang saya kagumi dari beliau.

Saya rindu bermimpi, tetapi bukan mimpi kosong. Apakah anda juga demikian ?

9 Komentar leave one →
  1. 25 April, 2008 5:19 pm

    sayapun juga jarang bermimpi, bahkan mimpi-mimpi yang diharap-harapkan remaja seusia saya😳
    bagaimana dengan mimpi, misalnya akan membangun sebuah perusahaan begitu tuanku, ini mimpikah atau cita-cita?

  2. harut permalink
    26 April, 2008 8:43 am

    Satu hal yang dari dulu saya percayai, bahwa mimpi orang-orang bertakwa adalah firasat.

  3. bayu.an permalink
    26 April, 2008 12:27 pm

    terkadang saya pernah mengalami impian yang terjadi didunia nyata, lalu saya berujar…”kejadian ini seperti pernah kualam dalam mimpi…”
    udah berapa kali pernah kayak gitu..
    btw, salam kenal pak…blog-nya inspiratif🙂

  4. 27 April, 2008 11:43 am

    saya juga termasuk orang yang jarang mimpi waktu tidur,, tapi punya banyak impian yang ingin dicapai diwaktu bangun dari tidur.. aneh ga??:mrgreen:

  5. 28 April, 2008 12:11 pm

    @goop
    mimpi yang kayak gimana seeh…mimpi remaja ituch…?😀
    wah bangun perusahaan itu adalah cita-cita ?, kalau ingin mewujudkannya. Kalau sekedarnya berarti mimpi.
    @harut
    betul
    @bayu.an
    betul saya juga pernah mengalaminya
    @ratu tebu
    waktu bangun tidur kok masih mimpi….? waktu nulis komen ini jangan-jangan masih mimpi jugak nih ?

  6. 7 Mei, 2008 4:45 pm

    saya pernah bermimpi seakan² semua itu nyata (background kejadiannya) dan ajaibnya saya masih ingat detil…begitu saya mendapatinya bahwa apa yg saya lihat di mimpi itu adalah kenyataan yg benar² sama persis…saya kaget! subhanallah…mimpinya untungnya baek…

  7. 8 Mei, 2008 11:43 am

    @rere
    artinya mimpi juga bisa berarti “isyarat”, tergantung kepekaan kita sendiri untuk memahaminya.

  8. Henny permalink
    17 Oktober, 2009 11:10 am

    Saya pernah bermimpi tentang harapan yang jadi kenyataan dalam mimpi itu. Apakah saya haruz mengikuti isyarat mimpi itu atau menganggap mimpi itu hanya sebagai bunga tidur…..?Duh…bingung bgt nich.!

  9. yohen permalink
    31 Maret, 2010 2:09 am

    saya sering sekali bermimpi….dan itu selalu sebuah isyarat yang akan saya alami di kemudian hari….saya juga heran dan tak habis pikir atas semua ini….adakah solusi yang bisa membantu agar saya tidak di liputi was was?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: