Skip to content

NASIB BURUH INDONESIA (memperingati MAYDAY)

1 Mei, 2008

Mengapa harus ada hari buruh, bukankah tidak ada manusia yang bercita-cita menjadi buruh ?. Apa itu Hari Buruh dan mengapa diperingati setiap tahun oleh kaum buruh di seluruh Dunia ?. Silahkan anda baca sejarahnya di Wikipedia, saya bukan secara khusus ingin membahas sejarah hari buruh ini. Saya hanya ingin menceritakan nasib buruh Indonesia dan betapa beratnya perjuangan untuk meningkatkan kesejahteraan buruh di Indonesia.

Mulai dari adanya peraturan tentang KKWT atau Kesepakatan Kerja Waktu Tertentu, beberapa perusahaan menggunakan KKWT ini untuk menghindari kewajiban uang pesangon kepada para buruh. Padahal jenis pekerjaannya tidak masuk dalam KKWT, karena sebenarnya perusahaan “bisa” untuk terus berproduksi atau beraktifitas. Jadi dalam sebulan atau dua bulan perusahaan “tidak beraktifitas” dapat diduga untuk memutus rantai, agar sepertinya memang pekerjaan ini cocok digolongkan sebagai KKWT. Akhirnya mereka dikontrak berulang-ulang bahkan ada diantara mereka yang sudah bekerja lebih dari lima tahun dan statusnya tetap KKWT.

Banyak kasus-kasus perburuhan baik itu tentang KKWT, pesangon, maupun permasalahan lain yang keputusan akhirnya merugikan kaum buruh, ada beberapa kasus yaitu ketika para buruh melaporkan permasalahannya ke DEPNAKER setempat, sepertinya penjelasan pihak oknum DEPNAKER “memihak” kepada kaum buruh yang melapor dan mereka disuruh membuat tuntutan melalui Serikat/Organisasi Buruh di perusahaannya, begitu diajukan tuntutan dan sidang-sidang BIPARTIT maupun TRIPARTIT dimulai, maka mulai nampak keberpihakan oknum DEPNAKER tersebut. Apalagi ketika harus ke P4D, lalu ke P4P dan bahkan ke PTUN, sebuah perjuangan yanga begitu melelahkan, juga menyita waktu dan biaya. Begitu beratnya perjuangan itu hingga keluar keputusan dari PTUN yang “memenangkan” kaum buruhpun, ada beberapa perusahaan yang enggan melaksanakan keputusan itu dan pihak PTUN tidak dapat mengeksekusinya.

Pertimbangan-pertimbangan yang dipakai diantaranya adalah investasi, pemerintah pusat/daerah takut pengusaha/investor akan keluar dari wilayahnya. Maka pada umumnya kasus-kasus buruh ini hampir selalu dimenangkan oleh para pengusaha. Jadi bukan hanya pengusaha yang dihadapi oleh para buruh jika mereka ingin menuntut haknya tetapi juga birokrasi yang lebih “menguntungkan” kaum pengusaha.

Yang menjadi kelemahan pokok kaum buruh Indonesia adalah semangat “bersatu”, begitu banyak organisasi buruh yang dibentuk bahkan ada yang hingga mendirikan partai buruh, tetapi mengapa justru suara buruh “tidak bersatu”. Saya melihat ada “persaingan” yang kurang sehat diantara sesama organisasi tersebut baik itu SPSI, SBSI, SARBUMUSI maupun organisasi Buruh lainnya. Mereka tidak pernah “sepakat” untuk merumuskan hal-hal yang krusial tentang nasib buruh itu sendiri, terkadang sebuah Organisasi Buruh ketika merencanakan sebuah demonstrasi saja anggota mereka sudah “terpecah”. Tetapi saya yakin jika Organisasi-organisasi buruh ini dapat bersatu dalam satu kata “LAWAN penindasan buruh”, lalu merumuskan secara tepat dan terarah, maka “target” mereka untuk pencapaian kesejahteraan yang dimaksud akan lebih mudah terwujud. Bukan melawan dalam arti kata membabi buta, tetapi LAWAN disini diartikan sebagai sebuah “semangat” untuk lebih baik dalam mengorganisasi dan mempersatukan kaum buruh menghadapi semakin beratnya perjuangan mereka dikemudian hari. Karena bagaimanapun didalam sistem usaha yang kapitalistik selalu dipegang prinsip “MENCARI KEUNTUNGAN SEBESAR-BESARNYA dengan BIAYA SEKECIL-KECILNYA”, dan bukankah buruh adalah salah satu faktor BIAYA tersebut.

SELAMAT MERAYAKAN HARI BURUH SEDUNIA, SEMOGA BURUH INDONESIA SEMAKIN MAJU DALAM KUALITAS dan KESEJAHTERAAN.

14 Komentar leave one →
  1. 1 Mei, 2008 11:11 pm

    Huuuaaaaaaaaaha..ha..ha…
    Dapet PERTAMAX neh Kang Limpo,
    Disitulah permasalahannya Kang, dengan PINTARNYA Perusahaan MENGAKALI Undang-Undang yg telah dibuat oleh Disnakertrans. Pedahal UU no 13 th 2003 sudah mengatur tentang Status KKWT ( Kontrak Kerja Waktu Tertentu ) biasanya yg demikian adalah Konsultan yg dikontrak oleh sebuah Perusahaan dalam jangka waktu tertentu di Perusahaan itu. Yah..lagi-lagi UU no. 13 ini kan sudah dibuat 2003, yang LUCUNYA neh BIPARTIT baru dibentuk 4 tahun kemudian. Jadi…??? Setiap ada permasalahan Tenaga Kerja dengan Perusahaan menjadi tidak KELAR dan SELESAI. Kenapa…?? Karena DISNAKERTRAN gak punya perangkat KERASNYA ( BIPARTIT ). Klu masalah PERSATUAN Buruh kenapa gak pernah bisa TERBENTUK…?? Heks..heks…maslah KLASIK Kang Limpo, yang merasa sudah mendapatkan GAJI lumayan biasanya ADEM_AYEM saja gak perduli lagi dengan yang lain, disamping unsur kepentingan yang seperti Kakang katakan tadi.

    Kebetulan saya sendiri mencoba membuat Blog masalah K3 di : http://www.okleqs.wordpress.com

    Salam PEDULI BURUH

  2. chuanwei permalink
    2 Mei, 2008 6:38 am

    ========
    ========

    KALO MAU BIKIN BLOG, JANGAN LUPA MASUK SINI: http://www.leoxa.com/
    (Themenya Keren Abiss & Bisa Pake Adsense)

    ========
    ========
    rame yang udah berpindah daripada blog-blog lainnya ke blog Leoxa.com karena theme yang keren

  3. 2 Mei, 2008 7:14 am

    saya jadi kepengen liat, adakah dalam satu tahun kedepan buruh tidak lagi dipermasalah kan?

  4. 2 Mei, 2008 8:02 am

    saya pun masih tergolong buruh.. BUDAK PARA KAPITALIS

  5. 2 Mei, 2008 9:48 am

    pengalaman sidang ke P4D/P4P mah buruh ngga pernah menang tuuuuh… ga ada presedence-nya deh buruh menang. waktu ganti jadi PHI saya udah ga kerja di law firm, ga tau deh sekarang… hmmmm.. sama aja kali yaaaa…

  6. 2 Mei, 2008 10:03 am

    masalah utama kenapa adaburuh adalah adanya penghisapan manusia atas manusia, dimana nilai lebih dari kerja manusia dirampas oleh pemilik alat produksi
    perpecahan antar buruh memang sebuah strategi kapitalis untuk melanggengkan hegemoni mereka, seperti juga di Indonesia dengan adanya Partai Golkar😎 seakan antara karyawan, buruh, kuli, pegawai adalah strata yang berlainan. Padahal ya itu kaum yang dihisap
    Wahai Kaum Buruh Bersatu & Lawan!!!
    AYO MERDEKA *ikut2an Bang Robert neh :D*

  7. 2 Mei, 2008 11:02 am

    Buruh di Indonesia kapan merdeka … kapan bisa menentukan nasibnya sendiri, SELAMAT berjuang.. ah saya si buruh ini berzodiak taurus seperti saya🙂

  8. 2 Mei, 2008 1:29 pm

    Sebaiknya tidak usah ada Hari Buruh. Percuma saja, yang penting bagaimana meningkatkan skill kemampuan kita untuk bisa merubah hidup.

  9. muchlis permalink
    23 Juni, 2009 10:57 am

    yang diperlukan adalah kesadaran pada pengusaha dan pada pemerintahan yang tak bermental wiraswasta untuk membesarkan dirinya untuk menyaingi kelas dunia. Di dunia jepang :direkturnya berkerja bersama buruh di dalam suatu operasi kerjanya. Ia tidak di kantor seperti sekretaris. Tetapi beroperasi kerja yang sama dengan buruhnya. Sakitnya buruh adalah sakitnya juga – Ia jujur mengakui, tanpa buruh ia bukan direktur. Di Indonesia, ia adalah dewa – tak butuh pemuja.Itu ide gila yang tak pernah mati.Jepang itu jujur. Kita datang dan pergi karena buruh. Itu tak terdengar bagi pemerintah dan pengusaha kita. Singkatnya mental dewa – mendewai itu mental pemerintah kita dan tentu pengusaha kita itu.Bangsa yang sulit jujur pada kekuatan dasarnya ia berdiri.

  10. 4 September, 2009 9:01 am

    DERITA KAUM BURUH

    Melambung nya harga kebutuhan pokok menjelang ramadhan, membuat nasib buruh semakin kelimpungan. Gaji Rp.800.000-Rp.900.000 per bulan (rata-rata UMK Surabaya) hanya cukup untuk kebutuhan berbuka puasa dan makan sahur. Bayangkan bila buruh sudah berkeluarga dan memiliki anak, Untuk kebutuhan makan sehari-hari aja pas-pasan, belum lagi untuk kebutuhan anak, istri saat lebaran. Semua harga kebutuhan pokok naik hampir 50%, Betapa menderitanya nasib kaum buruh.

    **********

    Meminta kenaikan UMK pada saat-saat ini jelas suatu hal yang mustahil, berdemonstrasi, mogok kerja atau ngeluruk kantor dewan pasti hanya menimbulkan keributan tanpa hasil, atau bisa-bisa malah digebuki Satpol PP.

    THR (Tunjangan Hari Raya) yang selama ini menjadi kado hiburan bagi buruh sengaja di kebiri pemerintah. UU No 14/1969 tentang pemberian THR telah di cabut oleh UU No 13/2003 yang tidak mengatur tentang pemberian THR. Undang-undang yang di buat sama sekali tidak memihak kepantingan kaum buruh. Atas dasar Undang-Undang inilah pengusaha selalu berkelit dalam pemberian THR.

    Sedangkan UU No 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, lebih memihak kepentingan investor asing dan Bank Dunia. Landasan formal seluruh aturan perundangan ini memperlemah posisi tawar buruh di bidang upah, kepastian kerja tetap, tunjangan dan hak normatif, hilangnya kesempatan kerja, partisipasi demokratis Dewan Pengupahan, dan konflik hubungan industrial. Pada prinsipnya Undang-Undang ini merupakan kepanjangan dari kapitalisme (pengusaha).

    Selain masalah gaji rendah, pemberian THR, Undang-Undang yang tidak memihak kepentingan kaum buruh, derita kaum buruh seakan bertambah lengkap kala dihadapan pada standar keselamatan kerja yg buruk. Dari data pada tahun 2001 hingga 2008, di Indonesia rata-rata terjadi 50.000 kecalakaan kerja pertahun. Dari data itu, 440 kecelakaan kerja terjadi tiap hari nya, 7 buruh tewas tiap 24jam, dan 43 lainnya cacat. Standar keselamatan kerja di Indonesia paling buruk di kawasan Asia Tenggara.

    Tidak heran jika ada yang menyebut, kaum buruh hanyalah korban dosa terstuktur dari dari kapitalisme global.

    “kesejahteraan kaum buruh Indonesia hanyalah impian kosong belaka”

  11. 15 Februari, 2010 4:15 pm

    Masalahnya sekarang adalah bahwa buruh pada umumnya berpendidikan sangat rendah sehingga kemampuan kerja mereka juga sangat kurang dan mereka kurang pandai dan tidak memiliki kesadaran bahwa sebagai seorang pekerja seharusnya mereka benar-benar menghargai waktu kerja mereka dan jadwal kehadiran dalam bekerja. seringkali banyak buruh yang suka masuk kerja terlambat atau juga banyak yang tidak masuk kerja dengan alasan sakit sendiri atau anaknya yang sakit atau ada kepentingan lainnya yang sebenarnya hanya dibuat2 sebagai suatu alsan sehingga perusahaan tidak bisa melakukan kegiatan operasional secara maksimal. ada satu hal juga karena buruh terlalu banyak menuntut sehingga perusahaan juga harus memikirkan berapa besar biaya operasional yg harus dikeluarkan agar dapat terus melakukan kegiatan usahanya. apabila perusahaan terlalu banyak mengeluarkan biaya maka akan dapat membuat perusahaan tersebut bangkrut dan buruh tidak mau ambil peduli dengan hal tersebut dan buruh hanya selalu memikirkan kepentingan sendiri saja.

  12. 8 April, 2010 2:59 pm

    Sebagai pegangan seorang buruh harus mengetahui bahwa buruh dilindungi oleh undang-undang.
    sebagi bahan referensi kita disini ada saya kumpulkan uu yang berkaitan dengan buruh

    linknya:

    http://www.4shared.com/dir/36124941/4f6dfbc7/UU_Tenaga_kerja.html

  13. ilyas permalink
    5 Oktober, 2010 11:59 pm

    Ingat Buruh Juga Manusia….

    dan Selayaknya kita juga harus memperlakukan Buruh Sebagai Manusia yg hidup di bumi ini dengan baik…

    jangan di jadikan sebagai binatang peliharaan yang tidak diperhatikan kesejahteraannya…

  14. panji permalink
    13 Oktober, 2010 1:20 am

    perbaiki sdm bangsa indonesia,buat para oknum,uang bukan segalany,pandang lah hati nurani buruh..mereka manusia sama seperti kalian..jadi lah pejabat yang adil,yang memikirkan diri sendiri dan memikirkan orang lain,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: