Skip to content

Musibah Kebakaran

28 Mei, 2008

Gambar diambil dari : http://riauterkini.com/photo.php?arr=1839

Anda tentu sudah sering mendengar kata musibah, apalagi banyak kejadian akhir-akhir ini yang dianggap sebagai musibah. Bukan hanya kejadian banjir, gempa atau lumpur lapindo yang dianggap sebagai musibah, kenaikan BBM dan harga susu yang tak terjangkau juga adalah musibah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Menjelang musim kemarau, biasanya marak musibah kebakaran baik itu kebakaran hutan maupun kebakaran rumah dan mungkin juga kebakaran jenggot (sorry nih buat yang memelihara jenggot).
Saya tertarik membahas musibah dalam postingan kali ini, disebabkan memang terjadi musibah kebakaran yang menimpa rumah tidak jauh dari tempat tinggal saya, untuk beritanya silahkan klik disini . Bisa anda bayangkan bagaimana harta benda ludes dalam beberapa jam saja, saya turut merasakan kesedihan pemilik rumah tersebut yang hanya dapat menangis dan memandangi rumahnya yang sebagian sudah menjadi arang. Saya malah pernah menonton di televisi, terjadi peristiwa kebakaran di Jakarta dimana satu keluarga tewas terpanggang api. Si pemilik rumah tidak dapat keluar dari rumah yang jendela dan pintunya diberi terali besi untuk mencegah maling masuk.
Banyak diantara kita mungkin tidak sadar, bahwa kita sendiri telah menciptakan rumah tinggal sebagai penjara bagi diri kita. Kalau ditilik sebenarnya wajar saja sebuah rumah diberi pengamanan berlapis untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan dalam hal ini perampokan atau pencurian. Tetapi sering menjadikan kita kurang memperhatikan faktor keamanan untuk keselamatan penghuni didalam rumah itu sendiri. Maka jadilah rumah kita seperti sebuah penjara yang diberi pengamanan begitu ketat dengan terali disetiap jendela dan pintu.
Saya menyarankan kepada anda pembaca postingan ini, terutama menjelang musim kemarau yang sedang atau yang akan datang, untuk lebih berhati-hati. Sebelum meninggalkan rumah anda, periksa kompor, listrik, dan keadaan disekitar rumah anda. Dan bagi yang rumahnya menggunakan terali di jendela atau di pintunya, hendaklah kembali mempertimbangkan faktor keselamatan bagi penghuninya apabila terjadi musibah kebakaran. Ingat ! musibah kebakaran banyak terjadi karena keteledoran kita, gantilah kabel instalasi rumah anda jika sudah mulai tua atau banyak yang digigit tikus untuk menghindari korslet (hubungan arus pendek).

8 Komentar leave one →
  1. Leinad Ardneham permalink
    28 Mei, 2008 1:31 pm

    Sesuatu yang terkadang luput dari cermatan. Terima kasih sudah mengingatkan…

  2. 28 Mei, 2008 2:12 pm

    weeehh aga kareba daeng ??
    memang daeng bahaya mentong itu Kebakaran
    trus yg sering kena kebakaran warga miskin lagi daeng.

    Salam kenal daeng

  3. 28 Mei, 2008 7:50 pm

    yah, waspadalah, hindari hal-hal yang bisa menyebabkan kebakaran. tapi kayaknya bung ini ingat kejadian itu ya? salam…

  4. 29 Mei, 2008 10:17 am

    @Leinad arnheim
    Sama-sama
    @Gelandangan
    salam kenal juga
    @sungai
    betul….ketikA saya melihat peristiwa itu, saya teringat peristiwa yang juga pernah menimpa saya. Apa kabar bung…?
    —salam—

  5. 29 Mei, 2008 11:00 am

    Kalau hati saya yang terbakar … harus gimana bang?

  6. 29 Mei, 2008 12:49 pm

    Jadi introspeksi nih… Nggak kebayang kalau rumah sendiri.

  7. 29 Mei, 2008 2:14 pm

    cek kompor lagi deh…
    Satu lagi, pompa hydran dari pemadam kebakaran cuma satu sekelurahan gimana dong kalo kebakaran repot cari airnya???

  8. 29 Mei, 2008 3:21 pm

    e..de…de, punna lebba’ mi kebakarang, tenamo kulle angngapa-apa kodonk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: