Skip to content

Fatih Terim : Hidup lebih penting daripada Sepakbola

24 Juni, 2008

Fatih Terim (Turkey Football Coach)

Gambar : Pelatih Kesebelasan Turki di EURO 2008 FATIH TERIM

Sebuah berita menarik yang memuat pendapat pelatih Turki Fatih Terim ketika ditanya tentang lebih memilih mana ? hidup atau Sepakbola ?. Mau tahu jawabannya…..? silahkan baca artikel lengkapnya dibawah ini atau ke sumber berita di : http://euro2008.antara.co.id/news/?id=MTIxMzk1MTI4NQ==.

20/06/08 15:41

Mawas Diri Versi Fatih Terim

Wina, (ANTARA News) – Hidup itu indah meski di sana-sini ada retak-retak dari jatuh bangun ziarah kehidupan, dan kata kunci yang ditemukan kemudian ditawarkan oleh pelatih Turki Fatih Terim yakni mawas diri.

Ia tidak langsung menunjuk kepada orang lain tetapi meminta kepada anak asuhannya sendiri yang akan maju berjuang di perempat final melawan Kroasia di perempat final Piala Eropa 2008 yang diadakan di stadion Ernst Happel pada Jumat waktu setempat atau Sabtu dini hari WIB.

Ketika sampai di persimpangan jalan, ada pertanyaan, lebih penting mana, hidup atau sepakbola? Dan Terim memilih hidup ketimbang sepakbola. Meski pasukannya telah menunjukkan faktor kerja keras dan kesungguhan ketika menaklukkan Swiss dengan skor 2-1 dan Republik Ceko 3-2. Buah-buah mawas diri salah satunya keinginan mencapai hasil maksimal, demikian diwartakan AFP.

Meski meraih kemenangan gemilang di babak penyisihan dan melaju ke perempat final, Terim tidak ingin anak asuhannya merayakannya dengan berlebihan. Ia kembali ke akar kebudayaan Timur Tengah yang mewajibkan seseorang lebih menghargai hidup ketimbang sepakbola. Pasalnya, para pendukung Turki tampak kelewat amat bergembira ketika merayakan kemenangan tim kesayangannya.

“Setiap orang yang mencintai hidup dan ingin berbagi kegembiraan serta kemenangan bersama kami, akan memandang hidup ini dari sisi suka dan duka,” kata Terim yang berjuluk “Emperor”.

“Kita seharusnya tidak melepaskan tembakan dengan menggunakan senjata ke udara untuk mengekspresikan kemenangan. Kita dapat saja merayakan kemenangan, karena telah melewati kerja keras.” “Kita telah memperoleh kemenangan meski banyak orang di Turki merayakannya dengan melepaskan tembakan yang melukai dua orang.”

“Ini tentu berita yang menyedihkan. Yang lebih menyedihkan, saya mendengar bahwa ada anak perempuan berusia 10 tahun yang terluka dan ia kini tengah menjalani perawatan intensif.”

“Sekarang, saya mendengar ia telah berangsur pulih. Saya senang dan ingin menekankan bahwa hidup lebih berharga ketimbang sepakbola. Jangan kita menukar kegembiraan dengan kesedihan bahkan kemalangan.”

Ini kali kedua Turki lolos perempat final di ajang Piala Eropa. Pada tahun 2000, Turki dikalahkan oleh Portugal dengan skor 0-2. Pada Piala Eropa 1996 di Inggris, Turki kalah 0-1 dari Kroasia.

“Pada 1996, Turki kali pertama ambil bagian dalam Piala Eropa, Piala Dunia dan beberapa kejuaraan klub. Ini tentu banyak bedanya. Kami lebih memiliki banyak pengalaman. Setelah 12 tahun, para pemain kini lebih punya banyak pengalaman. Ini yang mengubah mentalitas para pemain sepakbola Turki,” katanya.

Dan salah satu resepnya mawas diri untuk lebih menghargai hidup ketimbang sepakbola. Bola memuat paradoks kehidupan. (*)

7 Komentar leave one →
  1. 24 Juni, 2008 2:13 pm

    pantesan z turki tuh kalau udah ketinggalan gak patah semangat…mmmmm gitu

  2. 24 Juni, 2008 3:18 pm

    salut buat turky

  3. 24 Juni, 2008 4:23 pm

    two tumbs for turkey

  4. 25 Juni, 2008 11:15 am

    Ngak kayak goran erikcson ya, suka selingkuh huhuhu

  5. 25 Juni, 2008 11:26 am

    Salut untuk om Fatih … caranya memompa semangat memang hebat🙂 sama seperti abang pemilik blog ini.

  6. 25 Juni, 2008 1:51 pm

    Membumi! Takl banyak orang seperti itu.

  7. 26 Juni, 2008 9:32 am

    Seperti mendengar “bola untuk hidup atau hidup untuk bola” *nyeleweng dari topik* :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: