Skip to content

APA SIH ENAKNYA JADI PRESIDEN….?

18 September, 2008

Menjelang Pemilihan Presiden tahun depan, saya begitu terkesima dengan begitu banyaknya parpol yang ikut serta dalam pesta rakyat 2009 yaitu PEMILU dan juga PILPRES.  Saya tak habis pikir apa sih enaknya jadi Presiden….?, lha jadi ketua RT saja mumetnya minta ampun.  Kadang malam-malam dibangunkan warga yang sakit, atau kemalangan.  Belum lagi tudingan miring dari beberapa warga yang juga berminat menjadi ketua RT.  Lagipula gaji RTpun tak seberapa (saya dengar Rp. 200 ribu sebulan).  Saya pikir gaji presiden kitapun tak seberapa, tetapi mengapa orang-orang begitu berambisi jadi presiden….?.  Yang lebih aneh lagi, calon anggota legislatif sibuk mengiklankan dirinya dimana-mana.  Siapa sih loe….?, di jalan-jalan bermunculan foto caleg, spanduk dan berbagai atribut partai.   Saya sebenarnya muak melihat keindahan kota “dikotori” dengan atribut partai yang dipasang seenaknya di pinggir jalan, di pagar rumah orang, atau di trotoar.

Gejala apa sih ini…..?, mengejar karier, mengejar duit, mengejar kekuasaan….? lalu dimana tuh pengabdian…? non sense pengabdian, saya tidak melihat itu lagi.  Semua sekarang diukur dengan uang, bahkan  gotong royong menjaga kebersihan lingkungan kini mulai pudar, tetapi herannya gotong-royong untuk KKN malah  berkembang (bukan di negeri ini lho).  Kalau musim hujan tiba dan terjadi banjir, maka yang disalahkan paritnya sempitlah, apalah…padahal memang paritnya mampet oleh sampah.

Kembali lagi ke pertanyaan saya semula, apa sih enaknya jadi Presiden di negeri ini…..? semoga anda bisa memberi jawaban yang tepat.  Siapa tahu, saya tertarik dan ikut pilpres tahun 2014 (itupun kalau umur saya panjang) ha…ha…ha….

6 Komentar leave one →
  1. Guh permalink
    19 September, 2008 1:35 am

    ya ngejar semuanya, ya karir, ya duit, ya ngabdi juga pastinya… masalah enak tidak itu relatif.

    (konon) skemanya gini pak..

    tahun pertama bayar hutang
    tahun kedua masih bayar hutang dan kejar balik modal
    tahun ketiga korupsi buat saudara-saudara
    tahun keempat korupsi buat diri sendiri dan keluarga
    tahun terakhir itu baru carmuk/nipu/gombal buat cari simpati rakyat, biar ntar kepilih lagi

  2. 20 September, 2008 3:14 pm

    aih… Daeng Limpo ketemu Daeng Limpo
    Tabe’ Daeng.
    Sejak dulu memang kalkulator tak bisa menghitung bagaimana orang Indonesia bisa hidup dengan gajinya. Tapi nyatanya kita ini semua hidup dari gaji ! begitu kalau ditanya, atau kalau mengisi form. BPS sebut saja SENS US.
    Mau dibagi, dikali semuanya tidak masuk.
    Maka menjadi presiden yang gajinya lebih kurang sama dengan gaji tenaga lapangan di pengeboran minyak, tentu ada kalkulatornya sendiri, yang tak terukur SENS US.
    Jangan itu Daeng… menjadi KADES saja bisa semangat.
    Persis gunung ES yang terapung ini, hanya sedit yang tampak. Dibawahnya didaerah yang tak kena sinar matahari gunung itu memabukkan siapa yang melihatnya, apalagi telah merasakannya.
    Kelebihan Soekarno, adalah ia terus terang.. saya mau jadi presiden seumur hidup, selainnya … hanya tidak terang-terangan.
    Assalamu alaikum WW.,

  3. 23 September, 2008 3:53 pm

    @Guh
    ah….. si konon ini dari daerah mana mas Guh 🙂
    @limpo50
    wah analisa pak daeng cukup vulgar ….:)

  4. 24 September, 2008 1:45 am

    Konon katanya demi membangun bangsa, memakmurkan rakyat, memajukan peradaban, dan bla-bla … Untuk yang baik-baik tersebut, menjadi presiden berarti berada di garda paling depan dalam usaha kebaikan. he he … mimpi kele ..

  5. 21 Oktober, 2008 8:41 am

    kritis harus, tapi tak boleh selalu buruk sangka. kita butuh presiden, apalah jadinya negeri tanpa pemerintah, tanpa presiden. dari calon yang ada kita pilih yang terbaik, jika sdh terpilih kita bantu supaya jd presiden yang baik …. he 3x gue ngomong spt anak pramuka ga sih ???!!!

  6. 21 Oktober, 2009 7:40 pm

    enaknya jadi presiden? tentu fasilitas yang VVIP. Semua akan dilayani, penghormatan dan semua perkataan akan dituruti. Ini adalah tingkat tertinggi dari kebutuhan manusia menurut hierarki maslow.. (di atas kebutuhan sandang, pangan papan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: