Skip to content

Rupiah yang menjadi anak tiri di negeri sendiri

25 November, 2008

Saya pernah menulis tentang pengalaman pribadi saya, ketika memasok barang ke salah satu perusahaan minyak berskala internasional yang ada di Propinsi Riau, dimana saya harus membuat penawaran dalam USD.  Sementara sebagai pemasok dengan kategori kecil, sudah barang tentu perusahaan kami tidak menyimpan dana kami dalam bentuk USD, sehingga dalam perhitungan penawaran kita selalu harus memasukkan selisih kurs dan beli.  Bukan hanya sekali itu, bahkan beberapa PO yang berhasil kami dapatkan semuanya dibayar dalam mata uang USD.

Saya sungguh miris memikirkan ini, bagaimana mungkin mata uang kita sudah tidak mempunyai arti di negara kita sendiri.   Menurut saya, apakah tidak sebaiknya semua perusahaan yang beroperasi di republik ini memakai rupiah saja.  Namun sangat disayangkan, karena rupanya para pemimpin kita sendiri memberi teladan yang buruk.   Dalam laporan harta kekayaan mereka terkadang ditemukan simpanan dalam bentuk USD atau SGD, jadi bagaimana masyarakat bisa percaya dengan rupiah jika pemimpinnya saja seperti itu.

Jika rupiah akhirnya menjadi anak tiri di negeri sendiri, mungkin lebih baik kalau secara terbuka kita tukar mata uang kita saja menjadi USD atau SGD.  Ini hanya pendapat pribadi saya loh, kalau anda ingin memberi tanggapan, silahkan saja.   Pendapat saya bisa saja salah (siapa yang bilang betul….!?)

12 Komentar leave one →
  1. 25 November, 2008 4:54 pm

    Kalo mau jadi raja di negri sendiri harusnya dari dulu tetep cinta rupiah.
    aku cinta rupiah… *lirik mode on*

  2. anandr permalink
    25 November, 2008 7:32 pm

    Hi friend nice blog…! pls visit my blog friend –> http://rsablogger.wordpress.com

  3. 26 November, 2008 8:30 am

    Kita memang ga punya nyali pak .. kita selalu menganggap diri kita ini ‘miskin’ sehingga segala upaya untuk menjadi ‘kaya’ selalu ditertawakan. Pasti orang² pintar itu mengatakan .. kita masih tergantung dengan Amerika. Kita masih memerlukan orang luar berinvestasi disini. Kita tidak punya modal kuat dan sebagainya yang justru malah melemahkan diri kita sendiri.

    Seingat saya dulu .. negara² ASEAN sudah ingin melakukan perdagangan antar ASEAN dengan menggunakan mata uang masing² mitra. Tapi ga tahu, mengapa ga jadi. Dan gara² krisi global ini, beberapa negara dan anggota Eropa ingin mengganti Dollar sebagai jangkar .. tapi tetap ga bisa. Amerika menolaknya.

    Begitu hebatnya Amerika dan itu didukung dengan doktrin ekonomi yang sebagian besar lahir dari Amerika sehingga kesannya hanya sistem ekonomi yang dilahirkan oleh para pemikir Amerikalah yang paling benar. Padahal .. kalo mau sadar, ada banyak sistem ekonomi lainnya yang boleh jadi juga bagus.

  4. wahyu permalink
    3 Desember, 2008 5:18 am

    karena saya berada di luar negeri, (yang mata uangnya Euro), terus terang agak senang juga kalau rupiah melemah (maaf), sebagai contoh tahun kemaren 1 Euro = Rp. 12.000, tapi sekarang 1 Euro = Rp. 16.000. Jadi saya “bertambah kaya” tanpa ngapa ngapain. Enak kan? he…he…he
    tapi lama lama kepikiran juga, tidak adil sekali sistem ekonomi ini, karena negara yang kuat (mata uangnya) akan tetap menjadi kuat dan kaya (tanpa ngapa ngapain), demikian juga yang miskin akan bertambah miskin termakan inflasi, seperti Zimbabwe dimana 1 US$ = 50.000.000. tingkat inflasinya bisa mencapai 2Juta %. sehingga harga roti di sana bisa trilyunan. dan orang bawa uang gepok gepokan (pakai koper) untuk beli sepotong roti, karena nilai uangnya hampir tidak ada. Semoga indonesia tidak menjadi seperti ini.
    salam kangen

  5. Alexhappy permalink
    3 Desember, 2008 2:02 pm

    “Namun sangat disayangkan, karena rupanya para pemimpin kita sendiri memberi teladan yang buruk. Dalam laporan harta kekayaan mereka terkadang ditemukan simpanan dalam bentuk USD atau SGD, jadi bagaimana masyarakat bisa percaya dengan rupiah jika pemimpinnya saja seperti itu.”

    Pemimpin yg mestinya memberikan teladan yg baik…bagaimana mungkin rakyatnya bisa berubah?????????

    rupiah di negeri sendiri udah nggak ada arti apalagi di luar negeri….hancurlah sudah!!!!!!!!!!!!

    tapi, yuk mari kita tetap optimis, harapan itu masih ada !!

  6. 17 Desember, 2008 9:37 am

    yah harapan masih ada …. BBM turun tuh … Daeng Limpo kemana yah? 😉

  7. 17 Desember, 2008 5:16 pm

    saya lebih sneng pake rupiah….(karena gak punya dolar)

  8. 19 Desember, 2008 12:26 am

    Mantap tong blog ta Dg. Limpo😀
    Daftarki Blog ta disini Dg. Limpo: http://www.theadnetwork.co.uk/?aff=15148 biar nanti dapakki £15 + £5 /bulan! kaya’ blog ku!😀 hubungi mami email ku atau YM: (banditoz), nanti saya kasi’ tau’ki cara-carana Blog ta diterima

    -salam-🙂
    EWAKO MAKASSAR!!!

  9. 20 Desember, 2008 6:10 pm

    Memang rupiah itu kadang suka kasian…miris ya pak semuanya tergantung dari si Dollar padahal yang punya duit juga kita…

    siapa dong yang salah????

  10. 21 Desember, 2008 9:20 pm

    aga kareba daeng…

    yah beginilah nasib … indonesia.
    kalau kita belum bisa benahi ekonomi di dalam negeri akhirnya bakalan terus jadi “korban” dollar.

    mesti tingkatkan ekspor tiap tahun nya.. and barang industri dijual di dalam negeri sendiri juga. (kaya pengamat ja ya, hehehehe..)

    salam kenal daeng.

  11. 6 Januari, 2009 1:19 pm

    bagaimana kalo kita ubah aja negeri ini jadi persekutuan amerika, dan kita pake dollar, gitu aja dech sekalian yach😦

  12. yuliadi permalink
    26 Desember, 2009 1:19 pm

    ya, semua tergantung kembali pada kebijakan pemerintah….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: