Skip to content

Benarkah Aku Hamba ALLAH…?

2 Oktober, 2009

Sebelum melaksanakan shalat jum’at, bendahara mengumumkan laporan keuangan mesjid.  Beberapa penyumbang yang tidak ingin dianggap “riya” menyebut dirinya sebagai “Hamba ALLAH”.   Sepulang dari shalat jum’at saya mencoba menganalisa, benarkah saya ini “hamba ALLAH”…? sebuah pertanyaan yang kemudian mengusik pikiran saya.

Setahu saya hamba berarti budak, seseorang yang tidak memiliki kemerdekaan kecuali hanya mengikuti kehendak tuannya.  Saya terus terang tidak berani menyebut diri saya sebagai hamba Allah tetapi saya hanyalah seorang yang berusaha menjadi hambaNYA.  Jika benar anda adalah hamba ALLAH, apakah semua perintah dan laranganNYA telah anda ikuti dengan benar….? jika tidak,  anda tidak layak menyebut diri anda sebagai hamba ALLAH.

Sesungguhnya menyebut diri sebagai Hamba Allah dalam menyumbang juga bisa menjadi riya, mengapa demikian ? Jika ia berharap orang-orang akan menganggap dia rendah hati (karena penerima sumbangan pasti tahu darimana sumbangan itu).  Jadi sebenarnya tanpa menyebut diri sebagai hamba Allah-pun, jika memang niat anda lurus dan bersih…Insya Allah anda di ridhoi dan di berkahi.  Lagipula penyumbang harus jelas namanya, agar transparan.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: