Skip to content

Masa depan

22 Januari, 2010

TIada kata lelah dalam benaknya, ia hanya berjalan menyusuri masa depannya. ” Masih adakah masa depan…?”, demikian ia bergumam.  Dalam gumamnya ada keraguan, dalam nada tanyanya ada kebimbangan yang selalu menggelayuti.  Ia terus berjalan menyusuri masa depannya, di ujung pandangannya terlihat masa depan itu, tetapi ketika ia mendekat, masa depan itu justru semakin menjauh.  Ia kokohkan kakinya yang mulai terseok, ia lelah mengejar, ia perlu rehat untuk memulihkan tenaganya.
Ketika ia memasrahkan diri, masa depan menjelma menjadi masa kini.  Ia lebih menikmati permainan hidup, ia tak mengejar lagi, ia menyongsongnya……..

2 Komentar leave one →
  1. adiputra permalink
    4 November, 2010 12:05 am

    mmmm..syair yg indah.. seindah sang purnama…yg rindukan pungguk…

  2. 30 November, 2011 1:08 pm

    syairnya bagus🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: