Skip to content

Bumi yang tua

25 Januari, 2010
tags: ,

Malam membisikkan padaku, bahwa esok pagi matahari akan menggantikannya. Dan ia selalu bersabar menunggu hingga matahari kembali ke peraduan, begitu seterusnya selama berjuta-juta tahun. Tetapi mengapa baru malam ini ia berbisik padaku…..? (itu karena malam telah beruban, dan matahari sering lupa dimana peraduannya)

3 Komentar leave one →
  1. 23 April, 2010 3:14 pm

    Bumi emang sudah tua, Karena sudah tua itu lah kita wajib menyayangi dan mencintainya…, karena bumi ini sudah banyak membantu kita. dari memberkan kita tumpangan untuk hidup sampai kita memenuhi kebutuhan hidup. tapi dasar manusia, masih juga yang rakus dan serakah,Hutan ditebang sesuka hati, Laut di rusak sehingga ekosistem tak terganggu . Di beri rezeki sama tuhan tak mau bersyukur, Ya jadinya tuhan marah dan alam pun mengamuk.,

    • Raka permalink
      27 April, 2010 7:52 pm

      Bumi……Bumi…..Bumi…..sungguh malang nasibmu !!!!!!!!!!!!!! , engkau di huni oleh mahluk2 yang serakah tidak tahu betapa engkau tulus ikhlas menjadi pelabuhan dalam perjalanan panjang Hidup ini.
      …………ketika sekarang usiamu tak lagi mudah justru mahluk2 itu semakin tak tahu malu…….SUDAH GRATIS MALAH MENYAKITIMU…………………….

  2. 13 Mei, 2010 2:32 pm

    akhir zaman bro….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: