Skip to content

PENGEMIS dan NURANIku

27 Maret, 2011

Matamu menatapku dalam…, engkau tak berharap aku berkata-kata, yang terungkap dalam sorot matamu adalah aku memberimu sekeping uang logam atau secarik uang kertas.

Aku tak paham, apakah ini muslihat dengan wajahmu yang memelas atau engkau benar lapar…., aku bahkan tak sanggup mengetuk nuraniku sendiri untuk memahami itu.   Nuraniku telah tertutup awan curiga dan takut yang berlebihan.

Perlahan engkau pindah ke kendaraan di sebelahku dengan mimik yang sama. Sayup-sayup kudengar engkau berkata, “jaman sekarang mencari uang …dengan mengemispun……susah………”.

(DG.LIMPO, perempatan MAL SKA )

2 Komentar leave one →
  1. Usup Supriyadi permalink
    27 Maret, 2011 6:43 pm

    Aduh, umpatan ataukah?

    susah benar
    begitulah adanya

  2. 7 April, 2012 1:00 pm

    keren gan.. tingkatkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: