Skip to content

TARLI NUGROHO : KUDA TUNGGANG, TARIK TAMBANG DAN DORONG GELOMBANG

1 November, 2013

KUDA TUNGGANG, TARIK TAMBANG DAN DORONG GELOMBANG

Dari statusnya Bung Andi Hakim hari ini mengenai manajemen kebijakan publik a la Hatta, saya jadi diingatkan kembali pada tiga model-metaforik strategi pembangunan yang dirumuskan oleh Hidajat Nataatmadja (1932-2009). Dalam berbagai karyanya, terutama yang terbit sejak akhir dekade 1980-an, Hidajat merumuskan bahwa pada dasarnya model pembangunan itu ada tiga tipe.

Pertama, adalah model pembangunan KUDA TUNGGANG. Prinsip utama dari model ini adalah sektor mayoritas dijadikan hewan kerja bagi sektor minoritas. Inilah model pembangunan yang berlaku dalam sistem ekonomi kolonial.

Kedua, adalah model pembangunan TARIK TAMBANG. Model ini merupakan hasil evolusi lebih lanjut dari model pembangunan kuda tunggang. Prinsipnya adalah mendahulukan membangun sektor minoritas agar mempunyai kemampuan untuk menghela sektor mayoritas. Efeknya, menurut Hidajat, tak lain adalah “kemiskinan struktural”, dimana sektor minoritas semakin berkembang, sementara sektor mayoritas, meminjam istilah orang Sunda, tetap “kitu-kitu keneh”. Ini adalah ciri sistem ekonomi kapitalistik-liberal. Pandangan konvensional mengenai pembangunan umumnya juga berangkat dari titik pandang model tarik tambang ini.

Ketiga, adalah model pembangunan DORONG GELOMBANG. Ini adalah model pembangunan yang mendahulukan sektor mayoritas. Sektor mayoritas harus diberdayakan sedemikian rupa sehingga efek daya dorongnya bagi perekonomian nasional jadi lebih besar. Ciri yang ditimbulkan dari diterapkannya model ini adalah keberlanjutan dan terbebaskannya pembangunan dari penyakit kemiskinan struktural. Model pembangunan dorong gelombang ini merupakan ciri dari Sistem Ekonomi Kerakyatan.

Nah, model pembangunan yang berlaku di Indonesia, menurut Hidajat, merupakan kombinasi antara pembangunan kuda tunggang dengan tarik tambang. Pasca-reformasi, kombinasi ini bertambah ruwet oleh berlakunya demokrasi. Dan hasilnya adalah… anakronisme!

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: